#03

Seorang guru memukul meja dengan gulungan buku di tangan nya membuat siswi di depan nya terlonjak kaget. Guru itu menatap tajam penuh kekesalan kepada siswi yang baru saja ketahuan hendak bolos dengan memanjat dinding sekolah.

Aksi memanjatnya di ketahui satpam sekolah alhasil gadis bernama Milan Kanaya itu di bawa ke ruang BK untuk menghadap kesiswaan.

"Hitung berapa kali kau terus saja bolos Milan!!' bentak Mr Rian.

"Ampun Mr, baru lima kali di semester pertama ini," sahut Milan dengan enteng membuat Mr Rian membulatkan mata dengan jawaban Milan. Santai sekali gadis ini menjawab.

"Kau mau menambah rekor bolosmu di sekolah?"

"Ya, kalau di perbolehkan mau saja sih," sahut Milan membuat Mr Rian berdecak-decak seraya menggelengkan kepala.

"Kenapa kau terus bolos?!"

"Saya hanya bolos di pelajaran matematika, kimia dan fisika saja, Mr. Sisa nya saya ada di kelas."

"Ya, tapi tidur bukan belajar!"

"Itu lebih baik dari pada berisik," potong Milan.

Mr Rian semakin geram dengan siswa di depan nya ini. Ia mendorong amplop putih ke hadapan Milan.

"Berikan surat ini kepada orang tuamu! Sekali lagi saja Mr melihatmu bolos kau akan di skors dari sekolah!!"

Milan menghembuskan nafas mengambil amplop itu lalu menggoyang-goyangkan amplopnya di udara. "Baik Mr. Saya permisi."

*

"Happy birthday to you ... happy birthday to you ... happy birthday ... happy birthday ... happy birthday Melsa ... Horeeee ..."

"Terimakasih Mama ... terimakasih Ayah ..." Melisa mencium pipi kedua orang tuanya silih berganti dengan tersenyum senang.

Tepat ketika mereka merayakan ulang tahun Melisa yang ke delapan belas tahun, Milan baru saja masuk seraya berdecak dan memutar bola matanya malas melihat ulang tahun kakaknya yang selalu ada sesi tiup lilin dan potong kue bersama kedua orang tuanya.

Milan membuka sepatu dan menyimpan nya di rak, gadis itu menghampiri orang tua dan Kakaknya. Sementara mereka melihat datar kehadiran Milan yang kini duduk di dekat mereka.

Hanya ulang tahun Melisa yang di spesialkan dengan alasan Melisa bisa membuat orang tuanya bangga selama sekolah.

Melisa dan Milan hanya berbeda satu tahun, Melisa sedang kuliah kedokteran di salah satu universitas terbaik karena nilai lapor nya yang sangat memuaskan. Dia banyak menang olimpiade antar sekolah dan peringkat nya tidak pernah menurun selama sekolah.

Berbeda dengan Milan Kanaya. Milan mempunyai sikap terbalik dari Melisa, anak ini selalu membuat onar di sekolah, ikut nongkrong dengan teman laki-laki di kantin, terkadang bolos lewat dinding belakang sekolah dan jarang mengerjakan tugas.

"Selamat ulang tahun, Kak." Milan mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.

"Terimakasih," sahut Melisa mengulurkan tangan berjabat tangan dengan adiknya. Keduanya saling menatap tanpa ekspresi. Datar satu sama lain.

"Apa itu di tanganmu?" tanya Sani, Ibunya kala melihat amplop di tangan Milan.

"Apa itu hadiah untuk Kakak mu?" kini Rio, sang Ayah yang bertanya.

"Bu cepat bu ... ambil hadiahnya." Perintah Rio dengan sumringah kepada Sani.

Dan Sani pun segera mengambil amplop dari tangan Milan. Keduanya membuka amplop itu sementara Milan dan Melisa masih saling menatap dengan tatapan tak suka.

Lihat, apapun yang berhubungan dengan Melisa kedua orang tuanya seakan bahagia sampai akhirnya raut wajah keduanya berubah kala membaca isi surat panggilan dari sekolah.

"Milan!!" bentak Rio menatap tajam Milan.

Milan mengalihkan pandangan nya menatap Rio.

"Ya, Ayah?"

"Jangan panggil aku Ayah di saat kau selalu membuat onar!!" sahut Rio.

Sani menyimpan kertas itu di meja dengan kasar membuat Melisa meloncatkan bahu nya kaget.

Milan hanya bisa menghela nafas, ia sudah siap dengan kemarahan kedua orang tuanya lagi sekarang.

"Apa ini!!" bentak Sani.

"Mau sampai kapan kau mempermalukan kami sebagai orang tua di hadapan para guru!!" lanjut Sani.

"Kau melakukan kesalahan apalagi?!" teriak Rio.

"Jawab Milan!!" teriak Rio semakin keras membuat bahu Melisa dan Milan terhentak kaget.

"A-ku ... aku bolos."

"MILAN!!" teriak keras Rio dan Sani bersamaan. Mereka begitu kaget dengan jawaban putrinya, ini bukan kali pertama mereka di panggil ke sekolah.

Sani memijit keningnya dengan mata berkaca-kaca dan wajah merah. Katakan ia ingin menangis, tapi bukan menangis haru karena kelakuan Milan. Sani ingin menangis karena lelah dengan sikap Milan yang sulit di atur.

Ia berteriak dengan penuh emosional menatap Milan. Sani berusaha menahan tangis kesalnya.

"Milan apa kau tidak lelah membuat kami ada dalam masalahmu?!! apa kau tidak lelah membuat onar?!! kau tidak malu dengan Kakakmu?!! Kakak mu lulusan di sekolah itu ... kami malu Milan malu ... semua guru selalu bertanya kenapa kau tidak sama dengan Melisa!! kenapa bukan prestasi yang kau buat di sekolah, kenapa harus terus masalah dan masalah!!"

"Ya, lihat Kakakmu ... semua siswa dan para guru selalu memujinya," sambung Rio membuat Melisa yang di sampingnya bersedekap dada dengan tersenyum miring menaikkan satu alisnya menatap Milan. Seolah-olah ia sangat bangga dengan kedua orang tua yang membela dirinya.

"Astagaaaa Milannnn ..." Sani sampai harus menopang kepala dengan kedua tangan nya, saking pusingnya dengan tingkah Milan.

Dan Milan sendiri hanya bisa menunduk.

"Kakakmu dulu ikut olimpiade, peringkat pertama di kelas, mendapat juara umum nilai tertinggi di sekolah dan kau ---" Rio menggantung kalimatnya menatap tajam Milan.

"Kau hanya bisa menyusahkan kami!!" sambungnya membuat Milan mendongak tidak terima dengan ucapan sang Ayah.

"Bisakah Ayah jangan mengatakan hal itu!!"

"Kenapa? apa kau tidak terima dengan sikap aslimu?!!" sahut Rio.

Dada Milan naik turun dengan mata berkaca-kaca. Kalimat menyusahkan yang keluar dari mulut Ayahnya seperti sebuah batu yang menghantam dada nya dengan keras. Sakit, hanya itu yang Milan rasakan. Apalagi ini bukan kali pertama dirinya di sebut anak menyusahkan.

"Ayah aku ---"

"Belajarlah seperti Melisa!! dan sekolah lah seperti Kakakmu!!" potong Sani.

Gigi Milan menggertak marah mendengar dirinya yang selalu di bandingkan dengan sang kakak. Matanya yang berkaca-kaca kini berhasil mengeluarkan cairan bening yang membasahi kedua pipinya.

"Aku Milan, Mah ... aku Milan, Yah ... Aku bukan anak yang pintar, aku bukan anak yang bisa di banggakan oleh kalian, aku tau itu!! TAPI BERHENTILAH MEMINTAKU MENJADI MANUSIA SEPERTI KAK MELISA!!"

PLAK

"Berani kau berteriak di depan orang tuamu!!" tunjuk Sani geram kepada Milan setelah menampar putri bungsu nya itu.

Mata Melisa melebar sempurna melihat Ibunya menampar Milan. Begitu pula dengan Rio, karena dulu semarah apapun mereka tidak pernah sampai menampar Milan. Tapi sekarang, kesabaran Sani sudah habis menghadapi anaknya ini.

Dada Milan naik turun dengan satu tangan memegang pipinya. Air mata tak henti mengalir, ia menatap tajam sang Ibu.

Mungkin tidak seharusnya Milan kesal dengan orang tuanya, Milan rela kalau kedua orang tuanya marah kepada dirinya. Asalkan jangan membanding-bandingka dirinya dengan Melisa, hanya itu yang Milan inginkan.

"Aku pergi dari rumah ini, jika keberadaanku menyusahkan kalian!!"

"Pergilah yang jauh tidak perlu kembali!!" teriak Sani kala melihat Milan memakai sepatu tergesa-gesa dan keluar dari rumahnya.

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Firanty Ranty

Firanty Ranty

anak mana yg GK kecewa sllu dibandingkan dgn yg lainnya mau sesama saudara ataupun orang lain.
dan kebanyakan anak akan bersikap seperti Milan jika ada diposisi Milan.korb*n ketidak Adilan dr orang tua kesesama anak.tp ckp lucu kelakuan Milan terhadap guru.gurunya galak Milan nya tegas dan berani 🤣🤣🤣

2024-05-26

0

Angraini Devina Devina

Angraini Devina Devina

ya tidak semua anak sama di antara dua anak pasti ada yg betingkah....huuuu tapi tetap dukung dia mau kita pukul kita caci jangan pernah mengusir mereka itu akan membuat nya tambah parah.....

2023-09-13

0

Tatik 05

Tatik 05

sbnrnya ortu TDK bisa d slhkan 100%..Krn Milan jg terlalu bandel dan tak menurut ma ortu...niat ortu Baek tp tanggapan Milan yg TDK sesuai menurutnya...

2023-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 #01
2 #02
3 #03
4 #04
5 #05
6 #06
7 #07
8 #08
9 #09
10 #10
11 #11
12 #12
13 #13
14 #14
15 #15
16 #16
17 #17
18 #18
19 #19
20 #20
21 #21
22 #22
23 #23
24 #24
25 #25
26 #26
27 #27
28 #28
29 #29
30 #30
31 #31
32 #32
33 #33
34 #34
35 #35
36 #36
37 #37
38 #38
39 #39
40 #40
41 #41
42 #42
43 #43
44 #44
45 #45
46 #46
47 #47
48 #48
49 #49
50 #50
51 #51
52 #52
53 #53
54 #54
55 #55
56 #56
57 #57
58 #58
59 #59
60 #60
61 #61
62 #62
63 #63
64 #64
65 #65
66 #66
67 #67
68 #68
69 #69
70 #70
71 #71
72 #72
73 #73
74 #74
75 #75
76 #76
77 #77
78 #78
79 #79
80 #80
81 #81
82 #82
83 #83
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 #90
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 #114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 #119
120 #120
121 #121
122 #122
123 #123
124 #124
125 #125
126 #126
127 #127
128 #128
129 #129
130 #130
131 #131
132 #132
133 #133
134 #134
135 #135
136 #136
137 #137
138 #138
139 #139
140 #140
141 #141
142 #142
143 #143
144 #144
145 #145
146 #146
147 #147
148 #148
149 #149
150 #150
151 #151
152 #152
153 #153
154 #154
155 #155
156 #156
157 #157
158 #158
159 #159
160 #160
161 #161
162 #162
163 #163
164 #164
165 #165
166 #166
167 #167
168 #168
169 #169
170 #170
171 #171
172 #172
173 #173
174 #174
175 #175
176 #176
177 #177
178 #178
179 #179
180 #180
181 #181
182 #182
183 #183
184 #184
185 #185
186 #186
187 #187
188 #188
189 #189
190 #190
191 #191
192 #192
193 #193
194 #194
195 #195
196 #196
197 #197
198 #198
199 #199
200 #200
201 201
202 #202
203 #203
204 #204
205 #205
206 #206
207 #207
208 #208
209 #209
210 #210
211 #211
212 #212
213 #213
214 #214
215 #215
216 #216
217 #217
218 #218
219 #219
220 #220
221 #221
222 #222
223 #223
224 #224
225 #225
226 #226
227 #227
228 #228
229 #229
230 #230
231 #De Willson series 3
Episodes

Updated 231 Episodes

1
#01
2
#02
3
#03
4
#04
5
#05
6
#06
7
#07
8
#08
9
#09
10
#10
11
#11
12
#12
13
#13
14
#14
15
#15
16
#16
17
#17
18
#18
19
#19
20
#20
21
#21
22
#22
23
#23
24
#24
25
#25
26
#26
27
#27
28
#28
29
#29
30
#30
31
#31
32
#32
33
#33
34
#34
35
#35
36
#36
37
#37
38
#38
39
#39
40
#40
41
#41
42
#42
43
#43
44
#44
45
#45
46
#46
47
#47
48
#48
49
#49
50
#50
51
#51
52
#52
53
#53
54
#54
55
#55
56
#56
57
#57
58
#58
59
#59
60
#60
61
#61
62
#62
63
#63
64
#64
65
#65
66
#66
67
#67
68
#68
69
#69
70
#70
71
#71
72
#72
73
#73
74
#74
75
#75
76
#76
77
#77
78
#78
79
#79
80
#80
81
#81
82
#82
83
#83
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
#90
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
#114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
#119
120
#120
121
#121
122
#122
123
#123
124
#124
125
#125
126
#126
127
#127
128
#128
129
#129
130
#130
131
#131
132
#132
133
#133
134
#134
135
#135
136
#136
137
#137
138
#138
139
#139
140
#140
141
#141
142
#142
143
#143
144
#144
145
#145
146
#146
147
#147
148
#148
149
#149
150
#150
151
#151
152
#152
153
#153
154
#154
155
#155
156
#156
157
#157
158
#158
159
#159
160
#160
161
#161
162
#162
163
#163
164
#164
165
#165
166
#166
167
#167
168
#168
169
#169
170
#170
171
#171
172
#172
173
#173
174
#174
175
#175
176
#176
177
#177
178
#178
179
#179
180
#180
181
#181
182
#182
183
#183
184
#184
185
#185
186
#186
187
#187
188
#188
189
#189
190
#190
191
#191
192
#192
193
#193
194
#194
195
#195
196
#196
197
#197
198
#198
199
#199
200
#200
201
201
202
#202
203
#203
204
#204
205
#205
206
#206
207
#207
208
#208
209
#209
210
#210
211
#211
212
#212
213
#213
214
#214
215
#215
216
#216
217
#217
218
#218
219
#219
220
#220
221
#221
222
#222
223
#223
224
#224
225
#225
226
#226
227
#227
228
#228
229
#229
230
#230
231
#De Willson series 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!