Edrick pun hanya menggelengkan kepalanya, hobinya luar biasa.
" Oya ka... kapan kita akan jemput Rei dan keluarganya? Terakhir bertemu.. 3 hari yang lalu, dia terlihat lebih baik begitupun dengan ibu dan adiknya. Aku berniat menyekolahkannya juga adiknya. Apa kaka tidak keberatan?" tanya Mei
" Kalau menurut mu itu baik, lakukanlah. Aku akan selalu mendukungnya." jawab Edrick tersenyum
" Emm.. " balas Mei mengangguk
" Kaa... kaka ipaaaarrr" teriak Jesselyn
" Biang rusuh" ucap Edrick
" Kaka.. jangan gitu ihh, rusuh gitu juga adeknya kaka" tegur Mei.
" Kaka ipar... apa kaka sudah beli oleh-oleh?" tanya Jesselyn yang baru saja datang.
" Kamu benar.... ayo kita Jalan-jalan. Mumpung masih siang, kita ajak juga Rei dan keluarganya. Biar tambah seru" ajak Mei
" Assiikk... kita akan berjumpa Siena? " tanya Jesselyn semangat
Siena adalah adiknya Rei, anak kecil yang masih berusia 4 tahun. Lagi gemas-gemasnya dan Jesselyn sangat menyukainya.
Edrick hanya menggelengkan kepalanya
" Ya sudah, cepat ganti baju kalian. Biar kaka yang anter." ucapnya
Saat mereka berdiri, datang Sarah membawa minuman.
" Kalian mau kemana? Baru ibu buatkan minuman." ucapnya
" Kita mau ke mall bu, ibu ikut ya... Kita juga akan mengajak Rei, ibu dan adiknya." ucap Jesselyn
Kedua orangtua Edrick sudah tahu cerita mengenai Rei dan keluarganya. Karena Jesselyn menceritakan semuanya dari awal, ia pun mengatakan bahwa sangat menyukai Siena.
" Baiklah... ayo. Ibu ganti baju dulu" ucap Sarah
Mereka pun ke kamar masing-masing untuk mengganti bajunya. 15 menit kemudian semua berkumpul di halaman depan. Mereka menggunakan mobil yang cukup besar, agar bisa menampung 7 orang. Saat ini Edrick yang menyetir.
" Ayo... berangkaaaaaat" teriak Mei dan Jesselyn. Posisi duduk Edrick dan Mei di depan, Ibu dan Jesselyn di kursi tengah dan di belakang akan di tempati keluarga Rei. Mereka ke hotel dulu untuk menjemput Rei dan keluarganya.
25 menit waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di hotel.
Saat ini mereka sedang menunggu di loby hotel dan meminta petugas hotel menjemput Rei di kamarnya. Saat Mei dan Jesselyn sedang asyikk melihat foto-foto white di ponsel Mei, suara mungil terdengar memanggil nama mereka.
" Ka Meeeiiii.... ka Jesselyn " teriak Siena
" Sienaaaaaa" teriak Jesselyn
Mereka pun berpelukan.
" Ayo kita main, kita habiskan uang ka Mei dan ka Edrick " ucap Jesselyn
Mei yang mendengarnya pun mendengus, sedangkan Edrick tertawa. Tawa yang tidak pernah orang lihat.
" Maafkan kami nona, selalu merepotkan." ucap Rei dan ibunya bersamaan.
" Tidak bibi... aku senang, oya Rei.. rencananya aku akan mendaftarkanmu sekolah di Indonesia. Kau akan mengikuti paket C SMP dan akan daftar SMA di sana. " ucap Mei seraya berjalan.
" Tapi nona... aku sudah terlalu banyak menyusahkanmu dan tuan Edrick." jawab Rei
" Tidak... tidak... aku senang melakukannya. Pendidikan penting Rei. Tadinya aku juga ingin mendaftarkan Siena, ia sudah mau berusia 5 tahun kan? " tanya Mei
" Nona... " ucap Ibu Rei
" Tidak ada bantahan.. Bibi, aku sudah menganggap Rei dan Siena seperti adikku. Maka anggap aku anakmu juga, jangan merasa canggung dengan keputusanku." ucap Mei tersenyum lembut
" Jangan pernah menolak kemauan mei, kalau kau tidak mau melihatnya mengamuk" ucap Sarah yang bangga dan beruntung dengan calon menantunya, karena tidak pernah membeda-bedakan orang lain.
" Terimakasih nona, tuan dan nyonya" ucap Selly
" Jangan panggil aku nyonya, panggil kaka saja" ucap Sarah
" Dan panggil kami nama saja bibi, tidak tuan dan nona. " ucap Mei tak mau di bantah
Selly dan Rei pun tersenyum. Sungguh beruntung mereka bertemu dengan orang kaya tapi tidak sombong dan tidak memandang rendah mereka.
" Oke... naik semua ke mobil. Kita akan ke mall, kita akan bersenang-senang. Karena sepertinya kita harus memajukan jadwal keberangkatan kita besok pagi. Karena ada hal mendesak mengenai acara kami." ucap Edrick
Mereka pun kini sudah ada di mobil.
" Apa benar ka, besok kita akan kembali besok? Memang ada apa? " tanya Mei
" Tidak terlalu penting, namun kita harus mempersiapkan diri untuk hadir ke acara pertunangan mantanmu bukan? " ucap Edrick dengan penuh penekan pada kata mantan.
" Ck... lagian aku berhubungan dengannya tidak pakai hati kan ka. Kenapa kau masih cemburu juga, menyebalkan. " gerutu Mei
" Tapi tetap saja kamu memiliki mantan" balas Edrick tak mau kalah
" Ya Tuhan.... lalu mau kaka gimana? Mau kita sudahi saja hubungan kita? kaka selalu saja membahasnya, sudah jelas-jelas aku sudah tidak lagi berhubungan dengannya dan aku pun menjalani hubungan dengannya tanpa perasaan." terang Mei
" Sunny" bentak Edrick
tes... menangislah Mei saat itu juga, baru kali ini Edrick membentak nya. Dan suasana di dalam mobil sudah tidak kondusif lagi. Yang tadinya Jesselyn dan Siena sedang becanda pun terdiam mendengar suara bentakan Edrick.
" Maaf... maafkan aku. Bukan maksudku membentakmu sayang." ucap Edrick yang merasa bersalah, ia lepas kontrol karena Mei mengatakan akan menyudahi hubungan mereka. Saat akan memegang tangan Mei, Mei pun mengindar memepet pada pintu mobil lalu menghapus air matanya. Ia pun hanya memandangi jalan.
Sarah hanya menghela nafas.
Akhirnya mereka sudah sampai, Sarah meminta Jesselyn untuk membawa keluarga Rei masuk lebih dulu ke dalam mall. Dan mereka pun menurut
" Edrick... jangan pernah membentak seorang wanita, walau bagaimanapun perasaan wanita sangatlah sensitif. Dan Mei.. maafkan Edrick, karena ia sudah membentakmu, kalian sudah akan bertunangan dan mempertahankan hubungan kalian selama 15 tahun. Apa akan berakhir hanya karena hal yang tidak mungkin akan terjadi. Edrick.. berhentilah membahas hal yang sama, hubungan harus di landaskan dengan kejujuran dan kepercayaan. Bila kalian seperti ini, bagaimana ke depannya?" jelas Sarah panjang lebar.
" Ibu akan menyusul Jesselyn dan yang lainnya, selesaikan lah masalah kalian." ucapnya lagi seraya keluar dari mobil dan menyusul Jesselyn.
" Sayang... maafkan aku, aku tidak bermaksud membentakmu. Hanya saja setiap kali aku mengingat kamu pernah berhubungan, rasanya hatiku sesak dan otakku memanas. Karena 15 tahun berpisah denganmu, membuatku takut akan kembali kehilanganmu. Maaf.. maafkan aku sudah menyakiti hatimu. Mendengarmu mengatakan akan mengakhiri hubungan kita pun, akhirnya membuatku lepas ******. Sekali lagi maafkan aku. " ucap Edrick dengan suara bergetar menahan tangis, namun karena melihat Mei menangis, jatuhlah air mata yang sedari tadi ia tahan.
Mei yang mendengar suara Edrick dan Kata-kata yang di ucapkan Edrick pun, akhirnya mengalihkan pandangannya pada Edrick. Dan ia pun semakin menangis melihatnya.
" Kaka jangan menangis, maafkan Mei sudah mengatakan hal yang tidak seharusnya di ucapkan." ucap Mei sesegukan, ia hanya kaget karena bentakan, selama ini tidak ada yang pernah membentaknya.
Edrick pun menggelengkan kepalanya.
" Aku yang salah, maafkan aku sayang" ucapnya seraya memeluk tubuh Mei.
Akhirnya mereka pun berbaikan.
Dalam setiap hubungan, pasti akan ada masalah. Bagaimana kita menyikapinya, bila pasangan kita selama ini tidak pernah membuat salah atau masalah. Turunkan ego kita, tak ada salahnya kita yang meminta maaf terlebih dahulu.
Beda lagi kalo pasangan kita yang selalu membuat masalah, hajarrrr welah nu kitu mah🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Helen Nirawan
cemburu jgn dipiara , apalagi kelewat2 aduuhh hhj
2024-10-05
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Dunia halumu indah syekali mak 😃🫠🫠
2024-03-01
1
Henimy
asik ning sundaan/Joyful//Joyful/
2023-12-26
3