Mei pun membuka pintunya
" Iya bik... "jawab Mei
" Itu neng, di luar ada tamu. Kayanya yang di bilang sama neng Mei tadi pagi." ucap bik Tini
" Oh.. iya bi, tolong suruh tunggu di ruang keluarga aja bi. Nanti Mei ke sana habis beresin mukena." jawab Mei dan di angguki oleh bik Tini.
Bik Tini pun berlalu pergi untuk mempersilahkan Rea dan Tia masuk.
" Silahkan non, kata neng Mei tunggu di ruang keluarga. Sebentar lagi neng Mei ke sini. Kalo gitu bibik pamit ke dapur dulu ya non." ucap Bik Tini saat Rea dan Tia sudah duduk
" Iya bik.. makasih" ucap Rea
" Gilaaa.... bukannya ini rumah keluarga Albifardzan? Ko Mei bisa ada di rumah ini? " tanya Rea pada Tia
" Jangan-jangan... " belum selesai Tia bicara sudah di potong terlebih dahulu oleh Mei.
" Jangan-jangan apa Ti?" tanya Mei seraya memeluk mereka
" Hehehe... jangan-jangan kamu pewaris keluarga Albifardzan yang selama ini di sembunyikan? " ucap Tia seraya bercanda
" Kalo aku bilang iya... gimana? " tanya Mei
" Hahh?! " ucap mereka kompak
" Jangan becanda kamu Mei? " tanya Rea
Mei pun tersenyum dan mempersilahkan Rea dan Tia untuk kembali duduk.
" Mana ada aku becanda Re, maaf bila selama ini aku menyembunyikan identitas ku yang sebenarnya. Karena aku tidak terlalu suka mengumbar dan menyombongkan bahwa aku adalah pewaris tunggal keluarga Albifardzan. Kalian selama ini cuma tau nama aku Meila Meylani A doang kan? Dan A nya itu adalah Albifardzan. " ucap Mei merasa bersalah karena sudah merahasiakan ini semua.
Rea dan Tia pun tertegun, mereka shock... ternyata teman sederhana mereka selama ini ini adalah pewaris tunggal keluarga Albifardzan, keluarga terkaya di dunia.
" Ya Tuhan.... " ucap Rea dan Tia bersamaan
" Mei... jujur aku kecewa sama kamu Mei, karena udah ngerahasiain ini semua dari kita, 10 tahun loh Mei kita sahabatan dan kita ga tau apapun soal kamu." ucap Rea yang membuat Mei menundukkan kepalanya karena merasa bersalah
" Maaf.. bukan maksud aku buat bohongin kalian, aku hanya terlalu nyaman memerankan aku yang sebagai gadis sederhana dan menikmati persahabatan kita. Aku hanya takut... takut mendapatkan teman yang hanya mau berteman denganku, karena aku kaya. Maaf... maafkan aku. " ucap Mei seraya mengusap pipinya yang sudah basah karena air mata.
" Mei.. kita emang kecewa, tapi kita ngerti ko alesan kamu kaya gini. Kita ga masalah... " ucap Tia tersenyum
Mei pun mengangkat kepalanya dan tersenyum saat melihat Rea dan Tia tersenyum ke arahnya. Mei yang merasa terharu pun segera memeluk kedua sahabatnya.
" Jangan merahasiakan apapun lagi dari kami Mei. Kami tulus berteman dengan mu, jangan ragukan hal ini." ucap Rea dan Mei pun mengangguk
" Ya udah.. kalian belum makan siang kan, ayo kita makan siang dulu." Ajak Mei, mereka pun beranjak dari ruang keluarga dan menuju paviliun belakang.
" Neng Mei sama temennya mau makan dimana neng? " tanya bik Tini
" Di tempat biasa aja bi, kita lesehan makannya. Sekalian Mei kenalin sama temen-temen Mei." jawab Mei
" Baik neng.. kalo gitu langsung ke paviliun aja, nanti biar bibik yang siapin makan siangnya." ucap bi Tini
Mei oun mengangguk dan mengajak Rea dan Tia ke paviliun belakang.
Rea dan Tia sempat bingung karena pilihan tempat makannya bergabung dengan para pelayan. Bukan merendahkan, hanya saja... Waaaww... ini langka lohh. Mei emang berbeda
Mereka pun duduk lesehan dan Mei mulai memperkenalkan Rea dan Tia pada para pelayan, begitupun para pelayan memperkenalkan dirinya masing-masing.
Rea dan Tia sangat menikmati acara makan siang ini. Ini adalah pengalaman baru yang berharga untuk mereka. Ternyata dengan berkumpul seperti ini, ikatan antara majikan dan pelayan semakin erat. Bisa mendengar keluh kesah mereka, sharing beban kita. Bisa mendapat masukan dan nasihat dari sudut pandang yang berbeda.
"Ini menyenangkan... apa kalian setiap hari seperti ini? " tanya Tia
" Ya.. aku tidak suka makan sendiri di meja makan yang besar. Aku lebih nyaman seperti ini, dengan begini aku mempunyai keluarga lengkap. Walau bukan dengan kedua orang tuaku, tapi rasanya sangat bahagiakan? " ucap Mei pada teman-temannya dan di setujui oleh mereka
" Kamu benar Mei.. aku jadi betah di sini." ucap Rae
" Pantas saja kemarin kamu berani melawan keluarga Rega dan Adhisti. Ternyata oh ternyata... " ucap Tia terkekeh
" Tentu saja... aku akan membiarkan mereka berbahagia dulu saat ini, namun saat pengumuman pewaris tunggal Albifardzan dan acara resmi serah Terima jabatan presdir nanti, aku akan membuat mereka tidak berkutik." ucap Mei
" Balas dendam yang cantik Mei" ucap Rea
Mereka pun menghabiskan hari dengan berkumpul di gazebo taman belakang. Mereka banyak bercerita sampai tak terasa waktunya shalat Ashar... Mereka pun shalat bernama bersama para pelayan. Lalu berkumpul di ruang keluarga.
Saat ini sudah bertambah satu orang, Sari pun ikut bergabung karena di paksa Mei.
Meraka pun berkenalan, Sari yang baru pulang kuliah. Ia pun menceritakan pengalaman barunya saat tadi di antar dan di jemput menggunakan mobil keren dan mewah.
Sari merasa sedih karena ia di katai jadi sugar daddy bisa di antar jemput oleh mobil mewah.
" Kamu tenang aja Sar, besok saat aku masuk kuliah akan jadi gebrakan pertamaku membuka sedikit demi sedikit identitas ku. Aku mau lihat separah apa mereka akan membully aku dan kita lihat siapa saja yang masih berlaku baik padaku." ucap Mei dengan mengangkat salah satu ujung bibirnya.
Rea, Tia dan Sari pun terdiam karena aura mencekam dari Mei.
" Oke... kita lupakan masalah kampus. Bagaimana kalo kita bersenang-senang, kita ke mall yuuuu. " ajak Mei
" Tumben banget ngajak ke mall Mei, biasanya kalo di ajak ma kita susah benerrrrr. "ucap Rea
" Hehehe... kan aku mau buka identitas sedikit-sedikit. Pelan-pelan aja... ga usah grasak grusuk. " ucap Mei
" Oke... kita kemon" ucap Rea
" Ayo Sar... " ajak Mei
" Sari juga ikut ka? " tanyanya
" Iyalah... ga usah sungkan, kamu udah kaka anggep adik. Jadi kemana aku pergi, kamu juga bolehh ikut dong. " ucap Mei
Sari pun tersenyum dan mengangguk
Mereka pun pergi menggunakan 3 mobil, Rea dan Tia membawa mobil masing-masing. Sedangkan Mei berdua dengan Sari menggunakan mobil sport kesayangan Mei. Hadiah ulang tahun dari kedua orang tuanya saat sebelum kedua orangtuanya meninggalkannya.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit, mereka sudah tiba di pelataran mall. Mereka masuk ke tempat parkir, setelah memarkirkan mobilnya mereka pun berjalan masuk ke dalam mall.
" Mau kemana dulu nih kita? " tanya Tia
" Nonton kuy" ajak Rea
" Kuyylahhh" jawab mereka serempak
Sepanjang perjalanan mereka menjadi pusat perhatian para pelanggan di mall itu. Karena selain mereka berisik, mereka berempatpun terlihat bersinar sendiri karena kecantikan mereka.
" Nonton apa? "tanya Sari
" Wiiihhhh... si miskin nih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Hariyanti
toa masjid sdh pada nyaring nih 🤪🤭
2025-03-17
1
Zanzan
duuuhhh..,ada yang mulai ngereog nih....si oray kadut..,apa topeng monyet enaknya ya...,😁
2024-07-08
2
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
/Good//Good//Good//Good/
2024-03-01
1