" Jangan menangis sayang... sebentar lagi kamu akan menjadi menantu ibu dan itu artinya kamu akan menjadi anak ibu. Anggaplah ibu seperti ibu kandungmu, walaupun ibu tau tidak akan sama rasanya seperti ibumu. Tapi.. ibu, ayah, Edrick dan Jesselyn menyayangimu nak." ucap ibu yang membuat Mei semakin terisak
" Terimakasih ibu... terimakasih sudah mau menerima Mei" Sumpah Demi apapun , hari ini benar-benar menjadikan ia menjadi wanita yang cengeng.
Sedangkan Jesselyn yang melihat pemandangan haru itu pun ikut menangis. Hufttt.... dasar cengeng
" Sudah... sudah... makan dulu, perutmu pasti sudah berdemo sejak pagi." ucap ibu mengalihkan pembicaraan.
Mei pun makan di temani Sarah dan Jesselyn, mereka ngobrol dan tertawa.
Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat saat ini sudah pukul 7. Mei dan Jesselyn sudah siap sedari tadi dan sedang menunggu Edrick. Tak lama terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah. Mereka pun langsung berlari keluar.
Di luar sudah ada ayah Arnold dan Edrick, Mei pun menghampiri Arnold dan mencium punggung tangannya. Setelah berbasa basi sebentar, akhirnya mereka pamit untuk keluar. Edrick pun sudah mengganti pakaiannya.
Karena lelah menyetir, mereka di sopiri oleh Mr. Alan. Sepanjang jalan di mobil di penuhi suara berisik Mei dan Jesselyn. Padahal umurnya selisih 8 tahun, tapi Mei seperti anak-anak saat bersama Jesselyn.
Tibalah mereka di kota Munich
Pemandangan malam yang sangat indah di kota ini,Munich adalah ibu kota Bavaria dan merupakan kota terbesar ketiga di Jerman setelah Berlin dan Hamburg. Bavaria sendiri merupakan suatu wilayah yang mencakup 16 negara bagian dan terletak di tenggara Jerman.
Saat ini mereka berada di Marienplatz dan Neues Rathaus.
Marienplatz yang dibangun pada 1638 adalah alun-alun besar dan terbuka di Munich. Di sini ada landmark kota yaitu Neues Rathaus atau New Town Hall yang dibangun pada 1867 dengan gaya neo-gothic.
Penggemar arsitektur pasti senang mengunjungi Neues Rathaus dan melihat-lihat arsitekturnya yang mengagumkan. Kamu juga bisa naik ke menara setinggi 85 meter untuk melihat pemandangan kota Munich.
Mereka pun berlanjut ke Olympic Tower.
Mereka sangat menikmati pemandangan ini, Edrick yang berjalan di belakang Mei dan Jesselyn hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Saat mereka sedang bercanda ria, ternyata di depan ada yang berteriak.
" Bitte nimm meine Tasche "teriak salah seorang
( Tolong tasku di jambret )
Saat jambret itu berlari ke arah Mei, ia pun langsung menarik tangan jambret tersebut lalu membanting tubuhnya. Setelahnya Mei langsung berdiri tegak dan merapihkan baju juga rambutnya dan mengembalikan tas itu.
" Danke, Fräulein" ucap pemilik tersebut
(terimakasih nona)
" Gern geschehen, Madam" jawab Mei
( Sama-sama nyonya)
Kejadian itu tak luput dari semua pengunjung dan mereka pun bertepuk tangan.
" Waaahhh... ka Mei, kau sangat hebat, jadikan aku muridmu suhu." ucap Jesselyn seraya membungkukan badannya yang membuat Mei tertawa.
" Kamu tidak apa-apa kan sayang? " tanya Edrick
Mei pun menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak apa-apa ka" jawabnya
Saat pria yang menjambret akan di bawa, namun di tahan okeh Mei dan meminta biar dia yang mengurusnya. Mei pun mengajak mereka duduk di bangku taman dekat situ.
(Udahlah... anggap aja bahasa Jerman ya)
" Maaf aku membanting mu" ucap Mei yang membuat Jesselyn dan Edrick terheran
" Kenapa jadi kaka yang meminta maaf? " tanya Jesselyn
Mei hanya tersenyum.
Sedangkan pria itu merasa takut karena di kerubungi oleh mereka bertiga. Bila di lihat dari wajahnya, usianya di sekitar di bawah Mei namun di atas Jesselyn.
" Jangan takut, aku hanya ingin bertanya dan mungkin aku bisa membantumu." ucap Mei dan pria itu pun mengangguk.
" Apa kau bisa bahasa Indonesia? " tanya Mei
Pria itu pun mengangguk
" Siapa namamu? aku Mei, ini tunangan ku Edrick dan ini adikku Jesselyn." ucap Mei memperkenalkan diri
" Ehemm.. na namaku Fremont, panggil saja aku Rei" jawab pria itu.
" Kenapa kamu melakukan hal tadi?" tanya Mei lagi
REI pun menunduk
" Sebenarnya aku tidak mau melakukan itu, namun aku terpaksa. ibu dan adikku butuh makan, sudah 2 hari mereka tidak makan." ucapnya sedih
" Begiitupun dengan mu? " tanya Jesselyn yang akhirnya ikut bertanya, karena merasa tidak tega dengan cerita Rei.
Rei pun mengangguk.
" Dimana kalian tinggal, bolehkah aku mengunjungi?" tanya Mei
Rei pun mengangguk senang, lalu ia pun menjadi penunjuk arah menuju rumahnya. Rumahnya cukup jauh dari tempat wisata. Tak lama sampailah mereka di tempat yang di sebut rumah oleh Rei,Lebih tepatnya rumah dus.
Mei yang melihatnya pun merasa miris.
" Maukah kalian ikut denganku ke negaraku? " tanya Mei yang membuat semuanya kaget.
" Apa maksudmu sayang?" tanya Edrick
" Aku merasa hidupku jauh lebih beruntung, bisa tidur di bawah atap, tinggal makan saat lapar. Sedangkan mereka? Apa kaka tidak merasa ingin membantu mereka? " tanya Mei balik
Edrick yang mendengar nya pun tertegun dan bangga dengan apa yang di lakukan oleh kekasihnya.
" Bagaimana? apa kalian mau ikut? Hidup kalian akan terjamin, sebagai gantinya... Rei, kamu harus bekerja untukku." ucap Mei
Rei pun mengangguk dengan semangat
" Aku mau nona, terimakasih... terimakasih nona, tuan. " ucapnya
" Kalau begitu sekarang kalian ikut kami, saat ini kalian akan tinggal di hotel beberapa hari, sampai semua urusan kami di sini selesai." ajak Mei
Mei pun melihat ke arah Edrick.
Edrick yang mengerti pun hanya tersenyum.
" Ikuti mau nona" ucapnya yang membuat Mei tersenyum.
Mereka pun naik mobil dan berhenti di salah satu hotel, sebelumnya Mei membelikan mereka baju yang layak untuk mereka pakai. Setelah Mei memesan sebuah kamar, ia pun mengantar Rei dan keluarganya sampai kamar. Mei pun tak lupa memesan makanan untuk mereka. Setelah semua selesai Mei, Edrick dan Jesselyn pun kembali pulang.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Sepanjang perjalanan Mei dan Jesselyn tertidur.
" Kalian pasti lelah...aku bangga menjadi pria mu Sunny." gumamnya seraya memeluk Mei dan mengusap sayang kepalanya.
Saat ini posisi duduk mereka, Mei dan Edrick di kursi belakang. Sedangkan Jesselyn duduk di samping Mr. Alan.
Setelah melalui 30 menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai.
" Tolong bukakan pintunya Mr, dan tolong gendong Jesselyn ke kamarnya. Maaf merepotkan mu." ucap Edrick
" Tidak apa-apa tuan. " ucap Mr. Alan yang langsung membukakan pintu mobil untuk Edrick, lalu ia pun berputar dan membuka pintu sebelah Jesselyn. Dan menggendongnya sesuai perintah Edrick.
Setelah pintu di bukakan pelayan, mereka pun masuk dan membawa Mei juga Jesselyn ke kamar mereka masing-masing.
Setelah membaringkan Jesselyn di kamarnya, Mr. Alan pun pamit.
Begitupun dengan Edrick, setelah ia membaringkan Mei di ranjangnya. Ia pun keluar, setelah sebelah ia menyelimuti dan mencium kening Mei.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
LENY
TOKOH WANITA KARANGAN AUTHOR SEMUA TAJIR PANDAI BERKELAHI KRN MAFIA DAN BERHATI DERMAWAN KEREN👍👍SUKA MENOLONG ORANG MISKIN.
2024-08-07
2
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
😃🤗🤗🥰🥰🥰
2024-03-01
1
Kinan Rosa
edryc si pencium kening,🤣🤣
2023-05-11
3