part 14

Sebelumnya kedua orangtua dan adik Edrick kaget karena di datangi beberapa pria berjas hitam mendatangi rumahnya, namun setelah Edrick menghubungi dan menjelaskan semuanya. Akhirnya kedua orangtuanya pun tenang dan melarang Jesselyn keluar rumah.

Saat ini di Indonesia pukul 18.10,itu berarti di Jerman pukul 12.10...selisih 6 jam antara 2 negara.

Mei dan Edrick berencana akan ke Jerman hari ini juga menggunakan pesawat pribadi Mei.

" Berapa lama kamu di sana Mei? " tanya Tia, saat ini ia mereka berada di kamar Mei, ia sedang berkemas.

" Mungkin 1 minggu paling lama 10 hari di sana, harus menyiapkan beberapa urusan terkait pemindahan pusat kantor perusahaan ka Yash" jawabnya

" Oyaa... 2 minggu lagi juga acara pertunangan si Adhisti dan Rega, apa kamu mau menghadirinya?" tanya Rea

" Benarkah? Tentu saja aku akan ke sana dengan daddy sugarku ka Yash" ucapnya seraya tertawa terbahak-bahak

" Aku ingin lihat bagaimana ekspresi wanita itu saat aku datang dengan segala keberuntungan yang aku miliki. Lepas dari batu kali dan mendapatkan batu berlian.haha" ucap Mei

###########

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Sejak 1 jam yang lalu Mei dan Edrick sudah di pesawat. Edrick terlihat sedang sibuk dengan laptopnya, selain sibuk dengan pekerjaannya ia pun meminta list nama-nama koleganya pada asisten pribadinya. Sedangkan Mei saat ini sedang sibuk melihat tempat-tempat wisata yang ada di Jerman. Jangan di sia-siakan kesempatan ini.. hahaha.

Mei pun membawa anak buahnya, namun mereka berbeda pesawat. Karena Mei tau, bahwa mereka pasti akan bertarung dengan kelompok mafia Baldomero.

Karena bosan, akhirnya Mei pun tertidur. Edrick yang menyadari wanitanya tertidur pun memindahkan Mei di kamar pribadi di pesawat itu.

Ia merebahkan Mei di ranjang secara perlahan agar tak membangunkannya. Ia menyelimuti tubuh Mei hingga dada dan mencium keningnya. Ia pun memandangi wajah Mei dan tertuju pada bibir Mei.

Edrick pun mengusap dagunya sendiri dan bergumam

"Sampai kapan aku akan terpaku hanya dengan mencium keningnya saja? Kalau seperti ini, aku akan jadi pakar cium kening" ia pun terkikik geli dengan ucapannya sendiri.

Lalu ia ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Mei dan memeluk erat tubuh Mei.

Setelah beberapa jam Mei tertidur, ia pun terbangun. Saat akan menggeliat kan tubuhnya, ia merasa tertahan dengan sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Saat melihat siapa pemiliknya ia pun tersenyum, lalu ia pun memindahkan tangan tersebut pelan-pelan dari perutnya.

Mei pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu keluar kamar setelah terlihat lebih segar.

" Sebentar lagi sampai ternyata, berarti aku tertidur cukup lama ya." gumamnya seraya duduk di dekat jendela pesawat.

Saat sedang asyik bermain ponselnya, ia pun di kagetkan dengan pelukan dari sampingnya.

" Astaghfirullah... kaka" ucap Mei sambil mengusap dadanya.

" Maaf.. aku tidak bermaksud mengagetkan mu, kenapa kamu meninggalkan aku tertidur sendiri yang?" ucap Edrick

Mei pun tersenyum

" Kaka terlihat sangat lelah dan pulas saat tidur tadi, Mei tak tega membangunkan kaka. Ayo kita makan ka, aku sudah menunggumu." ucap Mei

Edrick pun melepaskan pelukannya dan mereka memulai makan. Makanan yang sudah di siapkan di pesawat.

Setelah melewati 16 jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di Munchen airport.

Saat ini pukul 07.00 berarti pukul 13.00 di Indonesia. Mei pun mengabari sahabat-sahabatnya bila ia sudah sampai di Jerman.

" Kemana kita ka? " tanya Mei

" Kita akan langsung ke rumah ibu, apa kamu tidak keberatan?" tanya Edrick

" Tidak... tentu saja tidak keberatan, aku juga rindu pada bibi dan paman. Apa beliau masih mengingatku?" tanya Mei gusar

Edrick pun tersenyum dan membelai rambut panjang Mei.

" Tentu saja ayah dan ibu tidak akan melupakan gadis cengeng ini. Yang selalu mengikutku kemanapun aku pergi. Nanti kamu akan bertemu dengan Jesselyn." ucap Edric

Mei pun mengernyitkan dahinya

" Siapa Jesselyn? Apa dia wanitamu selama di sini? " tanya Mei cemburu

Edrick pun tertawa terbahak-bahak

" Kau akan melihatnya nanti. Dia juga sangat ceria sama sepertimu." ucap Edrick yang membuat Mei kesal tapi penasaran.

' Kalau kau berani main api di belakangku,akan aku habisi perkutut mu.' gumam Mei dalam hati seraya memelototi Edrick dan membuatnya semakin tertawa.

" Beginikah bila seorang Albifardzan cemburu. Kamu semakin menggemaskan sayang." ucap Edrick seraya mencubit pipi Mei gemas.

Mereka pun akhirnya naik mobil yang di bawa oleh asisten pribadi Edrick dan menuju ke rumah, namun sayang di perjalanan mereka di hadang kembali oleh pasukan Baldomero.

" Cihhh... aku kira akan beristirahat dulu sejenak, ternyata mereka langsung menyambut kita." ucap Mei yang langsung menghubungi anak buahnya yang ada di rombongan mobil belakang.

" Siap nona" jawab salah satu anak buahnya dan semua anak buahnya pun turun.

"Sial... siapa mereka.Kenapa mereka menghalangi ku untuk membunuh wanita ****** itu." ucap Felicia yang ternyata ia ikut karena ingin lihat langsung wanita yang membuat Edrick menolaknya.

" No nona... " ucap salah satu anak buahnya tergagap.

" APA?! " sentak Felicia yang sedang kesal.

" Se sebaiknya kita mundur dan menyerah." ucapnya

" Apa maksudmu hahh?! Aku tidak akan membiarkan wanita ****** itu hidup, kini ia ada di daerah kekuasaanku. Bisa apa dia di sini? Apa yang kamu takutkan?" kemarahan Felicia semakin meradang.

" Ta tapi nona... " belum selesai anak buahnya bicara, Felicia pun turun dari mobilnya.

" Wanita ******, turun kamu! teriak Felicia

" Ck... dia sudah merusak mood ku pagi-pagi. Apa aku boleh membunuhnya?" tanya Mei pada Edrick dengan santainya

Edrick yang mendengar nya pun kaget, walau dia tau kekasihnya seorang leader mafia, tapi mendengar kata membunuh rasanya....

" Hahaha... kenapa wajah kaka tegang sekali, di dunia mafia seperti kita. Membunuh adalah hal yang lumrah, namun aku pun tidak sembarangan membunuh orang ka. Mana mungkin aku membunuh orang yang tak bersalah. Kelompok mafia ku hanya akan mengeksekusi orang-orang yang memang bersalah, itupun kita tidak langsung membunuhnya ka. Aku harus tau semua bukti kebenarannya dan di tingkat apa mereka membuat kesalahan. Kalau kesalahannya ringan, akupun hanya memberikan peringatan dan hukuman ringan."

" Duniaku seperti ini ka, bila kamu memang menerimaku apa adanya. Mari kita lanjutkan rencana kita untuk ke jenjang selanjutnya, namun bila kaka tidak siap dan tidak bisa menerima duniaku.... kaka bisa mundur dan tentu hubungan kita akan berbeda, hanya sebatas kaka dan adik." jelas Mei tersenyum

Yaaa.. mau bagaimanapun, Mei sadar dengan statusnya yang seorang leader mafia. Tidak semua orang bisa menerima dunianya.

Edrick yang mendengar penjelasan Mei pun tertegun, tidak mungkin ia melepaskan wanita yang selama ini sudah mendarah daging di hati dan pikirannya. Tentu ia akan menerimanya dengan senang hati, baik buruknya Mei ia pun harus menerimanya dengan ikhlas.

" Tidak mungkin aku melepaskanmu, selama ini aku bertahan.....

Terpopuler

Comments

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Geura lah mulai perang na 😁😁

2024-03-01

2

Bernadeth Meilan

Bernadeth Meilan

menerima apa adanya

2023-02-13

3

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓔𝓭𝓻𝓲𝓬𝓴 𝓳𝓷𝓰𝓷 𝓵𝓮𝓶𝓪𝓱 𝓳𝓭 𝓬𝓸𝔀𝓸𝓴 𝓸𝓴🤭🤭🤭

2023-01-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!