part 8

" Apa?! " teriak Rea dan Tia bersamaan

" Bukankah ia adalah pria yang selama ini kamu tunggu? Lalu kenapa kamu ga seneng, malah jadi murung?" tanya Rea

" Aku tidak mau jadi orang ketiga " jawab Mei

" Orang ketiga apa? " tanya Tia

Mei pun bangun dan berlalu masuk ke ruang kerja, ia mencari majalah yang saat itu ia lihat. Setelah dapat ia pun membawanya keluar.

" Lihat ini... ia sudah memilikimu pasangan hidup. Apa aku harus merusak kebahagiaannya? " Mei pun memberikan majalah itu pada kedua temannya.

" Ya Allah ganteng banget" ucap Rea, namun ia langsung menutup rapat mulutnya saat melihat pelototan Mei.

" Cuma karena foto ini kamu menyimpulkan ka Yash mu sudah memiliki kekasih? " tanya Tia

" Tapi... selama ini dia tidak pernah memberi kabar apapun padaku." ucap Mei

" Bukankah selama ini ka Yash tidak tau silsilah keluargamu, sama seperti kamu sebelumnya. Dan dia juga tidak tau kalau kalian sudah pindah rumah. Apa kamu yakin ka Yash mu bisa menemukanmu? Apalagi data keluargamu susah di tembus." cerocos Tia

" Ayolah Mei.. kamu ga sebodoh itu untuk menyimpulkan sesuatu hanya karena satu foto ini. Barangkali sekertarisnya atau aspri nya? " ucap Rea

" Seorang pengusaha no 1 di dunia,sebodoh ini. Apa kamu tidak menyelidikinya terlebih dahulu.. Haddeehhh!!! Jadi selama 4 tahun ini, kesimpulan itu yang kamu tanam dalam otakmu. ckck" ucap Tia menggelengkan kepalanya.

' Benar juga.. kenapa aku sebodoh ini?Ternyata cemburu semenakutkan ini' gumamnya dalam hati

" Maaf... aku benar-benar bodoh ternyata" ucap Mei

" Memang" jawab Rea dan Tia serempak. Sari tidak berani berkomentar, walau bagaimanapun statusnya tetaplah seorang pelayan.

"Ehemm... Ka, apa ga sebaiknya kaka tanya baik-baik sama ka Yash. Kenapa selama ini dia tidak memberi kabar pada kaka, mungkin ada alasan yang sampai membuat ka Yash seperti itu. Buktinya tadi saat bertemu kaka, ada raut sedih dan rasa bersalah pada wajahnya. Maaf kalau Sari lancang memberi pendapat. " ucap Sari menunduk dan sambil mengunyah

" Haaahhh... kamu benar Sar, aku terlalu egois tadi. Tapi bagaimana caraku menanyakannya, sedangkan aku tidak memiliki no ponselnya." ucap Mei seraya menghembuskan nafasnya.

" Nah.. nah.. mulai lagi begonya. Kenapa ga kamu datangi perusahaannya. Bukankah perusahaannya juga ada di kota ini, Shreyansh Company. " ucap Rea

Mei pun mendelikkan matanya. " menyebalkan"

" Iya.. iya.. nanti kalo ga sibuk aku ke perusahaan ka Yash. Bukankah besok kita harus ngampus, ya Walaupun sudah tidak ada kegiatan lagi, karena sebentar lagi kita wisuda." ucap Mei

" Kamu benar" Jawab Rea

" Apa yang akan terjadi besok, saat kamu datang menggunakan mobil mewah? Sari aja di bilang sugar daddy... apa kabar kamu Mei? " tanya Tia

" Dan yang paling lemes mulutnya adalah.... " Ucap Rea menggantung

" Adhisti " jawab mereka kompak dan lalu tertawa

" Hadduhhh... ngebayanginnya aja pasti seru besok. Gimana Mei? apa besok kamu akan memperkenalkan diri pada petinggi kampus? Kamu kan pemiliknya? Pasti akan ada beberapa hal yang harus di bicarakan, bukankah selama ini yang mengurus semuanya asisten pribadimu. Siapa sih sih ganteng tapi kaku????.... aah.. Alden" ucap Rea tertawa

" Hahaha... aku bilangin nanti sama ka Al." ancam Mei

" Ishh... jangan dong, aku takut mati berdiri karena tatapannya. Hiii.... merinding rasanya cuma ngebayanginnya aja." ucap Rea

" Ngebayangin apa lo? ngebayangin yang iya iya pasti." ucap Tia terkikik

" Sue lo... enak aja" jawab Rea

" Sepertinya untuk tahun ini aku yang akan turun tangan. Kalau menurut kalian acara persemian dan pengumuman pewaris nanti aku barengin sama wisuda gimana?" tanya Mei

" Kayanya seru tuh. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Waaahhh... pasti menyenangkan, aku ga sabar liat wajah-wajah orang yang selalu menghina kamu habis-habisan." ucap Rea semangat

" Jadi kamu akan mengadakan acara besar-besaran nanti Mei? Secara semua pengusaha pasti kamu undangkan? " tanya Tia

" So pasti... Selama ini aku ga pernah buang-buang buat hal beginian dan akan aku coba untuk pertama kalinya. Tapi jangan lupa undang anak-anak yatim." Jawab Mei

" Kalian pasti bantu acara ku inikan? " tanya Mei

" So pasti... aku punya kenalan EO terkenal, yang pasti acara nanti akan megah dan tak terlupakan." Tia pun tos pada Mei

" Ishhh... aku ga ildi ajak tos? " rajuk Rea

Sari pun tertawa dan yang akhirnya menular pada yang lain.

Mereka bicara sampai malam, merencanakan acara akbar nanti.

Good morning

" Huaaaaaaaahhhh..... " Mei menggeliat kan tubuhnya.

" Jam berapa nih?" ucapnya seraya melihat jam di dinding.

" Masih pagi" ucapnya saat liat jam menunjukkan jam 07.25

" Mereka sudah bangun belum?" tanya Mei pada diri sendiri

tok.. tok...

" Nak... kamu sudah bangun? " tanya Bik Sum

" Masuk bik... " ucap Mei

Bik Sum pun masuk membawakan susu dan memberikannya pada Mei. Mei pun meminumnya sampai habis

" Mau sarapan di kamar apa di luar nak? " tanya bik Sum

" Di luar aja bik, barengan sama teman-temanku. Apa mereka sudah bangun? Lalu Sari... apa dia sudah sarapan? "

" Teman-teman nak Mei sudah di menunggu di meja makan dan Sari sudah sarapan tadi barengan bibi. " jawab bik Sum

Mei oun mengangguk

" Baiklah... Mei bebersih badan dulu, nanti Mei nyusul ke sana."

Bik Sum berlalu pergi sedangkan Mei masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah ia sipa, ia pun menyempatkan bercermin terlebih dahulu. Sekali ia mulai menggunakan pakaian-pakaian modisnya. Selama ini ia hanya menggunakan pakaian sederhana. Namun karena hari ini adalah hari pertama untuk dirinya mengenalkan pada dunia. Maka sedikit-sedikit ia akan berubah,

"Let's start the day" bisiknya pada diri setelah siap

" Wohooo... siap memulai hari baru sayang? " tanya Rea yang takjub dengan perubahan Mei.

" Of course yess... " jawab Mei semangat

" Kamu terlihat berbeda Mei" ucap Tia dan di balas senyuman oleh Mei

Mereka pun memulai sarapannya, sambil bersenda gurau. Setelah selesai... mereka pun bersiap berangkat ke kampus.

" Sari mana bik? " tanya Mei

"Sari di depan neng Mei, sudah menunggu neng" jawab bi Tini

" Ok.. makasih ya bi" mereka pun keluar rumah dan masuk ke mobil masing-masing. Seperti kemarin Mei bersama Sari.

25 menit kemudian, mereka pun sampai di kampus. Para mahasiswa dan mahasiswi tertegun dengan kedatangan mobil sport yang baru. Kalau mobil Rea m Tia mah udah biasa.

" Wiihh... siapa tuh, barengan ma Rea, Tia"

" Orang kaya baru kali ya"

" Mahasiswa baru kali "

" Keren banget tuh mobil"

" Adhisti aja kalah.. haha"

Banyak lagi Ucapan-ucapan dari para mahasiswa dan seperti biasa Adhisti merasa panas Telinganya.

" Brengsek.. siapa yang berani nyaingin gue."

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

MAKANYA JGN SOMBONG ADHISTI MSH ADA YG LBH KAYA DARI LU. SMG NNT GAK PINGSAN SAAT WISUDA MEI MEMBUKA JATI DIRINYA SDH GAK SABAR 😂😂

2024-08-07

2

Rifa Lestari

Rifa Lestari

nah Loch suhunya dah mulai keluar beraksi ketar ketir daaahhh si suhu kw2🤭🤭🤣

2024-07-03

1

Sri Puji

Sri Puji

😜😜😜😜🥰

2024-04-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!