part 15

" Tidak mungkin aku melepaskanmu, selama ini aku bertahan dan terus memantaskan diri hanya untukmu. Ini semua bukanlah sebuah alasan untuk aku meninggalkanmu. Aku tulus mencintaimu Sunny" ucap Edrick tersenyum

" Kalau perlu.. aku pun akan masuk ke dunia yang sedang kamu geluti. Bagaimanapun aku harus lebih hebat kan darimu?" ucapnya lagi

Mei yang mendengarnya pun tersenyum senang. Ia bahagia karena prianya mau menerima dia dan dunianya.

" Terimakasih kaka... " ucapnya seraya memeluk kembali Edrick.

" Wanita murahan... keluar kamu" teriak Felicia lagi yang benar-benar sudah merusak moodnya.

" Habisi mereka, tapi jangan dengan wanita itu." titah Mei pada anak buahnya

" Baik nona.. " pertarungan pun tidak dapat di elakkan. Pasukan the dragon dree dan Baldomero melakukan pertarungan tangan kosong. Sudah bisa di pastikan siapa pemenangnya. Karena pasukan Baldomero merasa terpojok, akhirnya mereka menggunakan senjatanya.

Dorr... dorr..

Salah satu anak buah Mei tertembak di bahunya. Dan itu memancing pasukan the dragon dree yang lain meradang. Mereka pun akhirnya mengeluarkan senjata dan terjadilah baku tembak.

Felicia yang saat itu sedang di luar pun berteriak-teriak. Itu menjadi pemandangan indah menurut Mei.

" Menjijikan " gumamnya pelan, karena ia gemas melihat tingkah laku Felicia pun akhirnya ia keluar dan mengambil salah satu senjatanya yang ada di tasnya.

" Sayang.. " dengan menempelkan jadi telunjuk pada mulutnya sendiri, Mei mengisyaratkan Edrick agar diam. Bukan karena dia pengecut, tapi dengan dirinya yang mempunyai ilmu beladiri di bawah Mei. Pasti bukannya membantu, namun malah akan membuat Mei kesulitan.

Mau tak mau Edrick pun diam di dalam mobil.

" Akhirnya kamu keluar ******. Kematianmu sudah dekat." ucap Felicia percaya diri, yang membuat Mei jadi tertawa terbahak-bahak.

" Hahahaha.... apa kamu tidak lihat di belakangmu? Apa masih ada anak buahmu yang selamat?" tanya Mei

Felicia pun berbalik dan melotot karena ternyata benar, anak buahnya sudah tumbang semua. Mei pun menyeringai yang membuat Felicia bergidik ngeri.

" Si siapa kamu sebenernya? " tanya Felicia tergagap, ia merasakan aura yang menakutkan.

" wah... wah... kemana keberanianmu yang tadi? kenapa sekarang jadi temenan sama azis gagap? " tanya Mei yang sempat-sempatnya ngebanyol.

" Bawa wanita ini ke markas dan bawa teman-temanmu yang terluka ke rumah sakit." ucap Mei dan berlalu pergi lalu masuk ke dalam mobil.

Felicia yang di pegangi anak buahnya pun berontak.

" Lepas... lepaskan aku. Kalian tidak tau siapa ayahku hahh?! kalian akan habis oleh ayahku." teriaknya

" Diam.. kamu pun akan bertemu dengan ayahmu." ucap anak buah Mei.

" A apa maksudmu? " tanpa menjawab pertanyaan Felicia, anak buah Mei pun menyeret nya masuk ke dalam salah satu mobil.

Ternyata anak buah Mei yang berada di Jerman, sudah menyerang markas Baldomero juga meledakkan markasnya,lalu membawa Alex ke markas the dragon dree.

" Sayang.. kamu ga kenapa-kenapakan? " tanya Edrick khawatir

" Mau kenapa-kenapa gimana, orang pas keluar udah beres semua. ck" jawab Mei kesal

" Maafkan aku... rasanya aku telah gagal menjadi seorang pria. Aku tidak bisa melindungi, jujur... aku sangat malu. " ucap Edrick pelan

" Hei ka... ga harus selalu ko seorang laki-laki yang menjaga wanita, apalagi wanitanya seperti aku. hahahah"

" Kaka... jangan merasa malu, kaka nanti bisakan latihan denganku atau dengan anak buahku. Aku malah inginnya kaka tidak berhubungan dengan dunia mafia. Aku pun sebenarnya enggan seperti ini, namun ayah dan ibuku sudah mewarisinya. Pantas saja sejak kecil aku sudah di ajarkan beladiri dan menggunakan beberapa senjata. Anak perempuan kecil normalnya main masak-masakan, aku malah di suguhi katana. Anak lain bermain boneka, aku malah bermain pistol. Anak lain berlarian kesana ke sini aku malah di ajak tarung. Anak lain minta uang untuk jajan ,aku malah di ajak bermain saham...hahahaha. Huft... namun aku menikmati semuanya, kenangan bersama kedua orang tuaku yang tidak akan pernah aku lupakan. Sangat singkat memang, tapi aku pun tidak bisa terus terpuruk kan??? " ucap Mei seraya menghembuskan bacanya perlahan dengan mata yang mulai berkaca-kaca

" Menangislah... jadikan pundakku sandara. untukmu. Lepaskan semuanya, jangan kamu pendam sendiri. Luapkanlah semua emosi mu, sesakmu, sedihmu, tangismu. Aku siap menjadi tempatmu meluapkan semuanya." ucap Edrick daaannnn pecahlah tangisan Mei yang selama 5 tahun ini ia pendam.

Mei menangis dalam pelukan Edrick, tangisan yang menyayat hati. Edrick yang mendengarnya pun merasakan sesak di dadanya. Wanitanya selama ini menanggung beban seorang diri.

" Maafkan aku... maaf karena tak ada saat dirimu berada di titik terendah mu, di saat kamu membutuhkan seseorang di sampingmu. Maafkan aku yang terlambat menemukanmu. Maaf... " ucap Edrick dengan suara yang bergetar.

Mei pun menggelengkan kepalanya dalam pelukan Edrick. Selama perjalanan Mei menangis dan karena kelelahan ia pun tertidur. Edrick pun mengusap sayang kepalanya dan berkali-kali mengecup puncak kepala Mei, ia merasa bersalah karena terlambat menemukan Mei.

Merekapun telah sampai di halaman rumah Edrick. Karena Edrick tak tega membangunkan Mei, akhirnya ia pun menggendongnya ala bride style masuk ke dalam rumah.

Ibu Edrick yang saat itu sedang menyiram tanaman pun kaget melihat Edrick menggendong seorang wanita, karena setannya selama ini anaknya selalu menghindar dengan yang namanya wanita.

" Sayang... siapa dia?" tanya ibunya seraya menaruh selang yang ia pegang.

" Nanti Edrick ceritakan bu, bantu Edrick membuka pintu kamar tamu." ucap Edrick dan di turuti ibunya. Saat masuk rumah, ia pun mendengar suara nyaring si cerewet.

" Kakak.. " teriak Jesselyn dan Edrick pun langsng memelototi nya, sehingga membuat adiknya mengatupkan mulutnya dan cemberut. Namun ia pun penasaran dengan wanita yang di gendong kakaknya.

" Siapa? " tanya Jesselyn tanpa bersuara pada ibunya, namun ibunya hanya mengangkat bahu.

" Ck... " decih Jesselyn, namun ia pun membuntuti kakak dan ibunya.

Edrick pun merebahkan tubuh Mei secara perlahan ke ranjang, setelah menyelimuti Mei, ia pun mengajak ibu dan adiknya untuk keluar.

Saat di ruang tamu, mereka pun duduk di sofa.

" Siapa dia ka? tumben kaka mau menyentuh wanita. Ku kira kaka tidak normal.. hahahah" ucap Jesselyn dan langsung di hadiahi bantal oleh Edrick

" Sialan" ucap Jesselyn

" Jess.. mulutmu" ucap Sarah ibunya Edrick seraya melotot dan Jesselyn pun nyengir.

" Maaf ibu.. habisnya kaka melemparkan bantal tepat di wajahku, menyebalkan" ucap Jesselyn

" Siapa dia Edrick? kenapa kamu membawanya ke sini? Kamu tidak macam-macamkan selama di Indonesia?" tanya Sarah beruntun

" Ohh.. ayolah bu, memang apa yang akan aku lakukan? Kenapa ibu mencurigai ku seperti itu? " sungut Edrick

" Hahaha... Karena kaka memang patut di curigai, selama ini kaka selalu menolak para wanita yang di jodohkan oleh ibu dan selalu menghindari wanita. Dengan sekertaris mu yang berpenampilan seperti ****** pun, kau tidak tertarik ka dan sekarang tiba-tiba kaka pulang membawa seorang wanita. ." ucap Jesselyn yang mendapatkan pelotatan dari Edrick

" Ups... sorry"

Terpopuler

Comments

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

😃😃😅🥰🥰🥰

2024-03-01

2

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

calon menantu yang mantap

2023-12-14

2

Bernadeth Meilan

Bernadeth Meilan

ibunya tak kenal

2023-02-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!