part 13

" Yang?! " ucap Tia, Rea dan Sari bersamaan

blushh.... haishhh... Mei memang sudah terbiasa panggilan sayang bila berdua, sepertinya ia harus membiasakan diri dengan panggilan itu di depan orang lain.

" Ya.. ka kami sudah memutuskan akan bertunangan." jawab Mei gugup juga membuat Edrick tersedak dengan ludahnya sendiri. Karena ia kira Mei belum memutuskan menerima lamarannya.

" Waaahhh... gercep ya" ucap Rea tertawa

" Bagaimana kalau acara akbar nanti sekalian jadikan hari pertunangan kalian? Ku rasa ide ini tidak buruk juga." ucap Sari

" Kamu benar... semakin cepat semakin baik" jawab Edrick.

krik.. krik.. krik..

" Waaahhh... kaka benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan. Teerrrrrbaik" ucap Rea seraya mengangkat kedua ibu jarinya dan di angguki oleh Tia dan Sari

Edrick hanya tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Ck... bolehlah, berarti ka Alden juga harus membuat undangan untuk kolega kaka juga. Nanti aku hubungi ka Alden dan kaka siapkan nama-nama kolega kaka, lalu kirim padaku nanti." ucap Mei

" Tunggu... dari tadi aku dengar nama Alden. Siapa dia? Apa pria yang saat itu ada di ruang rapat? Kamu tadi tersenyum padanya kan yang? " tanya Edrick mulai marah.

Mei pun mengerjapkan matanya, menggemaskan melihat wajah cemburu prianya. Tunggu.. prianya? hahaha

Mei pun mengangguk dan membuat Edrick membuang muka ke arah lain. Mei pun tersenyum

Mei pun memegang tangan Edrick, sehingga membuat Edrick kembali melihat Mei.

" Ka Alden adalah asisten pribadiku ka. Selama ini ia yang membantu Mei menjalankan perusahaan, Mei hanya bekerja di balik layar. Karena Mei masih menyembunyikan identitas Mei. Selain itu ka Alden hanya aku anggap kaka, ga lebih. Selama ini ia yang selalu ada dan membantu Mei. Jangan cemburu padanya, karena dari dulu, sekarang dan nanti hati ini akan selalu untuk kaka, untuk Edrick Shreyansh." ucap Mei yang membuat Edrick tersenyum lebar, hatinya berbunga-bunga.

" Ehemm... " ambyar kabeh suasana romantis tadi, dan membuat Edrick menatap sengit pada Rea.

glek... susah payah Rea menelan ludahnya.

Pecahlah tawa di ruangan itu, karena melihat wajah Rea.

" Oke.. Oke.. baiklah. Aku berhutang terimakasih dan harus memberi hadiah pada ka Alden mu itu, karena sudah menjagamu selama ini." ucap Edrick tersenyum dan mengusap lembut pipi Mei.

" Bucin" gumam Rea pelan namun masih terdengar.

" Oya yang.. kamu bilang akan menjelaskan masalah tadi saat di restoran." ucap Edrick

Mei pun mengangguk

" Aku rasa tak ada yang perlu aku rahasiakan lagi dari kalian, namun hal ini benar-benar harus kalian rahasiakan dari siapapun." ucap Mei

" Rahasia apalagi Mei? Apa rahasia kamu yang seorang pewaris tunggal Albifardzan masih kurang?" tanya Tia

Mei pun tersenyum

" Sebenarnya... aku... aku adalah ketua dari mafia dunia the dragon dree" ucapnya menggigit bibir bawahnya

hening.......

" APAAAAA?! " teriak orang-orang yang ada di ruangan itu, sehingga membuat Mei menutup mata dan telinganya.

" Ka kamu ketua mafia? Ohhh... God, ayolah Mei. Jangan jadikan candaan hal seperti ini." ucap Tia

" Apa aku terlihat sedang bercanda?" ucap Mei ngambek

" Waahhh... aku benar-benar tak menyangka semua ini benar. Rahasia tentangmu yang pewaris aja masih membuat ku shock. Dan sekarang... what the ****?" ucap Rea

" Kamu benar-benar penuh kejutan yang, pantas saja kamu hebat berkelahi tadi melawan kelompok Baldomero." ucap Edrick

" Apa... Mei berkelahi? dengan kelompok Baldomero? Bukankah itu kelompok mafia di Jerman? Kenapa bisa nyasar ke sini? " cecar Rea

" Wahh... kamu banyak tau ternyata ka." sela Sari

" Ya.. kamu benar, tadi kami di hadang oleh kelompok mafia Baldomero." ucap Mei

" Kenapa? Apa mereka menyerangmu karena tau kalau kamu owner the dragon dree?" tanya Tia

" Bukan.. ini gara-gara aku" ucap Edrick

Rea dan Tia pun memelototi Edrick. dan Mei tersenyum melihatnya.

" Tidak... bukan salah ka Edrick bila banyak yang suka, salahkan wajah kaka yang terlalu tampan." ucap Mei

" Hahh?! " Rea, Tia dan Sari serempak

" Mereka anak buah dari ayah seorang wanita yang mengejar-ngejarku. Berkali-kali aku tolak, tapi ia tak pernah menyerah." ucap Edrick

" Waahh... bahaya tuh, cewe yang sudah terobsesi, akan melakukan apapun. Itu artinya keluarga kaka dalam bahaya ka." ceplos Sari

" Kamu benar.. kaka sebaiknya kita ke Jerman malam ini, sebaiknya pemindahan pusat perusahaan kaka di lakukan secepatnya dan bawa paman dan bibi ke negara ini." ucap Mei khawatir

" Aku akan meminta anak buahku yang di sana siaga di rumah paman dan bibi. Dimana alamat nya ka? " ucap Mei dan Edrick pun memberitahukan nya

Lalu Mei pun menghubungi anak buahnya yang ada di Jerman untuk berjaga di rumah Edrick.

Di Jerman

Braaakk... braaakk..

" Aaaaaaaa..... aku tidak Terima Edrick bersama wanita lain. Hanya aku.. aku yang pantas untuknya. Kemana anak buah yang aku kirimkan, kenapa mereka tidak memberi kabar?" teriak Felicia seraya membanting semua barang di kamarnya.

tok.. tok..

" Fel.. Felicia.. kenapa kamu nak?" panggil ayahnya

ceklek

" Ya Tuhan... apa yang sudah kamu lakukan pada kamarmu?Ada apa denganmu nak?" tanya ayahnya

" Edrick dad... dia menemui wanita lain di Indonesia. Dia menemui wanita masa kecilnya. Aku tidak mau dia dimiliki wanita lain, selama ini aku mengejar-ngejarnya. Namun hanya penolakan yang aku Terima, sedangkan dengan wanita itu... lihat ini, ia tersenyum pada wanita itu. Aku membencinya dad." ucap Felicia menangis seraya memberikan foto Edrick saat bersama Mei di kampus kiriman dari anak buahnya yang mengikuti Edrick selama di Indonesia.

" Kurang ajar.. berani dia membuat putri kesayangan daddy menangis. Kamu tenang saja daddy akan menghabisi wanita itu. " ucap ayahnya

" Aku sudah mengirimkan anak buah daddy untuk menghabisi wanita itu, tapi sampai sekarang tidak ada kabar dad." ucap Felicia

" Benarkah? kemana mereka? Baiklah.. sebaiknya kita culik keluarga Edrick dan kita buat pertukaran dengan dia agar mau menikahimu." ucap ayahnya

" Ayah benar.. kenapa tidak terpikirkan olehku." ucapnya berbinar

Alex pun menghubungi anak buahnya untuk ke rumah Edrick dan menculik semua keluarganya. Namun sayang... saat anak buahnya datang, ternyata rumah itu mendapatkan penjagaan yang ketat dari anak buah Mei.

Anak buah Baldomero pun melaporkan hal itu pada Alex. Bahwa di rumah Edrick di jaga ketat oleh pasukan mafia the dragon dree.

'Ada hubungan apa Edrick dan The dragon dree? kenapa rumahnya bisa di jaga ketat oleh mafia dunia?' gumam Alex dalm hati

Sebelumnya kedua orangtua dan adik Edrick kaget karena di datangi beberapa pria berjas hitam mendatangi rumahnya, namun setelah Edrick menghubungi dan menjelaskan semuanya. Akhirnya kedua orangtuanya pun tenang dan melarang Jesselyn keluar rumah.

Terpopuler

Comments

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🥰🥰🥰🥰

2024-03-01

1

Henimy

Henimy

walaupun dunia halu tapi aku syuuuuuka banget.!!
good job thor/Good//Good//Good//Good/

2023-12-26

3

Ni Ketut Patmiari

Ni Ketut Patmiari

Ya ampun cepat sekali alurnya... sat set sat set... tapi ceritanya bagus kok 🥰

2023-12-03

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!