" Ups... sorry" ucap Jesselyn lagi
" Dia calon menantumu bu, Satu-satunya wanita yang akan aku nikahi." ucap Edrick tersenyum
Ibu pun mengerutkan dahinya dan mengingat-ngingat sesuatu.
" Apa dia adalah.... " Edrick pun mengangguk semangat.
" Tunggu.. tunggu.. kenapa hanya aku saja yang seperti orang bodoh di sini. Siapa dia memangnya? ishhhh... " tanya Jesselyn
Bukannya menjawab, ibunya malah berteriak.
" Aaaaaa... benarkah? benarkah ia Sunny? anak ceria yang selalu mengikutimu? " tanya ibu senang
" Iya bu... ia adalah Sunny ku, anak yang sudah aku lamar sedari ia kecil. Dan hanya ia satu-satunya wanita yang akan aku nikahi." jawab Edrick mantap
"Apa ayahmu sudah tau? Bagaimana dengan Anin dan Nesa? Apa mereka tidak ikut ke sini?" tanya ibu lagi
Edrick pun langsung terdiam
" Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" tanyanya lagi
" Ibu... kaka.... siapa dia? kenapa kalian tidak menjelaskannya padaku? huaaaaa... aku sedari tadi tidak di anggap" ucap Jesselyn
" Ishhh... anak ini. Dia adalah gadis masa kecil kakakmu, saat kami akan kembali ke Jerman, kakakmu sudah melamarnya. Ibu kira itu hanyalah cinta monyet dan akan segera di lupakan oleh kakakmu. Namun... siapa sangka, ternyata kakakmu benar-benar membawa Sunny kemari. Dialah Sunny " cerita singkat ibu seraya tersenyum
"" Benarkah? waaahhh... kaka ternyata pria yang setia ya. Ku kira selama ini kaka menghindari wanita karena tidak tertarik dengan lawan jenis, tapi ternyata sedang menunggu gadis masa kecilnya." ucap Jesselyn kagum
" Lalu.. kenapa wajahmu seperti itu nak? " tanya ibu lagi
Edrick menarik nafas dan menghembuskannya pelan.
" Paman Nesa dan bibi Anin sudah tiada 5 tahun yang lalu bu. Maaf karena dulu saat aku kembali dari Indonesia aku lupa memberitahu kan ibu. " ucap Edrick pelan
" Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" ucap Ibu dan Jesselyn bersamaan
" Sungguh malang nasib Sunny, masih muda ia sudah di menjadi yatim piatu." ucap Ibu
" Kak... " panggil Mei pelan dan semua orang di ruangan itu pun mengalihkan pandangannya pada Mei. Mei yang merasa di pandangi pun langsung menunduk karena malu.
" Sayang... kenapa kamu terbangun hmm. Kemarilah" ucap Edrick sembari menepuk sofa di sebelahnya.
Mei pun menghampiri Edrick, namun sebelumya ia menghampiri Sarah terlebih dahulu dan mencium punggung tangannya dan tersenyum pada Jesselyn. Lalu ia pun duduk di sebelah Edrick.
" Kau sudah bangun sayang, bagaimana ,apa tidurmu nyenyak?" tanya Sarah
" Alhamdulillah.. nyenyak bibi, maafkan Mei bi, karena baru sampai Mei malah tertidur." jawabnya merasa bersalah
" Tidak apa-apa, kamu pasti lelah karena melalui perjalanan yang cukup panjang. Maafkan bibi dan paman karena tidak datang saat kedua orang tuamu tiada." sesal Sarah
" Bibi... tidak apa-apa. Mei baik-baik saja." ucap Mei tersenyum
Sedangkan sedari tadi Jesselyn hanya diam memandangi Mei. Edrick yang sadar adiknya terus menatap Mei pun bertanya.
" Ada apa denganmu Jess? Kenapa kamu melihat kaka ipar mu seperti itu? " tanyanya
blushhh... Mei pun langsung menunduk malu karena Edrick mengatakan " kaka ipar"... oh God!!!
" Tidak.... hanya saja, kenapa kaka ipar sangat cantik? Pantas saja kaka selalu menolak wanita yang ibu jodohkan, ternyata wanita yang kaka tunggu selama ini sangat cantik. Hai.. ka, kenalkan aku adik ipar mu yang tak kalah cantik. Namaku Jesselyn.. " ucap Jesselyn dan Mei pun mengangkat kepalanya lalu tersenyum pada Jesselyn.
" Hai.. kenalkan aku Mei." jawab Mei
" Senang berkenalan dengan kaka, apa kalian akan lama di sini? " tanya Jesselyn
" Kaka akan mengurus kepindahan pusat perusahaan ke Indonesia, jadi mungkin butuh beberapa hari. Dan kita semua akan pindah ke sana, aku pun akan mengurus kepindahan sekolah mu." ucap Edrick
" Benarkah? kita akan pindah ke Indonesia? Aaaaaaa.... aku sangat menantikan ini kaka. " ucap Jesselyn senang
" Apa kamu yakin nak? Apa ayahmu sudah tau rencanamu? " tanya Sarah
Edrick pun mengangguk
" Aku sudah membicarakannya dengan ayah melalui ponsel saat aku masih di Indonesia. Dan ayah menyetujuinya." ucapnya
" Baiklah... bila memang sudah di putuskan seperti itu, lagipula urusan kita sudah selesai di sini." ucap Ibu tersenyum.
" Kalau begitu kita bisa jalan- jalan kaka ipar. Aku akan mengajakmu berkeliling. " ucap Jesselyn
" Memang kamu hapal jalan di sini? " tanya Edrick
" Tentu saja.... tidak. Kalian kan tidak pernah mengijinkan ku keluar kecuali sekolah." rajuk Jesselyn
Yaaa.... selama ini kedua orangtuanya tidak pernah mengijinkan Jesselyn keluar rumah, karena takut menjadi incaran rival Edrick dan ayahnya.
" Kita akan minta tolong pada mr. Alan untuk mengajak kamu berkeliling dan kita akan shoping kaka ipar. " ucap Jesselyn bersemangat sedangkan ibu hanya menggelengkan kepalanya.
" Ayo... aku pun sangat ingin mengunjungi beberapa tempat di sini. Jangan lupa membeli oleh-oleh untuk orang-orang di rumah dan sahabat ku." ucap Mei tak kalah bersemangat
Edrick pun tersenyum melihat Mei kembali menjadi periang setelah tadi menangis selama perjalanan.
'Teruslah tersenyum sayang... Jadikan kami alasanmu u tik selalu tersenyum,aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia dan selalu tersenyum',gumamnya dalam hati
" Bagaimana kalau mulai nanti malam kita berjalan-jalan ka? Kita akan mengelilingi kota ini." ajak Jesselyn dan di angguki dengan antusias oleh Mei.
" Apa kamu tidak lelah sayang? " tanya Edrick pada Mei
Mei pun menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.
" Baiklah... kalau begitu aku akan ke kantor dulu menemui daddy dan mulai mengurus kepindahan. Sekalian menyelesaikan urusan yang harus di selesaikan minggu ini. Nanti malam aku jemput kalian. " ucap Edrick dan di angguki Mei, setelah berganti pakaian, Edrick pamit pergi ke kantor
Sedangkan Mei bercengkrama dengan ibu dan Jesselyn.
" Apakah ibu akan ikut? Kita akan bersenang-senang bu. " tanya Jesselyn
" Tidak.. kalian saja. Sunny apa kau sudah makan? " tanya ibu dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Mei
" Ya ampuun... bagaimana Edrick ini, calon istrinya tidak di beri makan." gerutu Sarah
" Ayo.. ibu temani kamu makan." ajak Sarah dan di ikuti oleh Mei, bukan tidak tau malu. Namun perutnya memang sudah berontak sedari tadi.
" Dasar calon suami tidak ada akhlak, calon istri kelaparan malah di biarkan." omel Sarah seraya mengambilkan nasi dan lauk untuk Mei.
" Bibi... biar Mei ambil sendiri. " ucap Mei
" Sudah diam, biar ibu yang melayanimu. Dan Sunny... jangan panggil ibu dengan bibi, panggil ibu dan ayah pada paman mulai sekarang." perintah Sarah yang membuat Mei meneteskan air matanya karena terharu, sudah 5 tahun bibirnya tidak mengucapkan kata keramat itu.
Sarah pun terdiam dan duduk di sebelah Mei, ia pun mengusap air mata yang jatuh di pipi Mei dan memeluk sayang Mei.
" Jangan menangis sayang... sebentar lagi kamu akan menjadi menantu ibu dan itu artinya kamu akan menjadi anak ibu. Anggaplah ibu seperti ibu kandungmu, walaupun ibu tau tidak akan sama rasanya seperti ibumu. Tapi.. ibu, ayah, Edrick dan Jesselyn menyayangimu nak." ucap ibu yang membuat Mei semakin terisak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
LENY
MEI KAYAK NAINA DAN YURA JAGOAN 😂😂
2024-08-07
1
Rifa Lestari
knapa cerita pemeran utamanya udh yatim piatu, sprti aku yg d tinggal kdua ortu hampir 20th yg lalu 😭😭
2024-07-03
2
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
🫠🫠🥲🥲🥲
2024-03-01
1