Chapter 14

Hana tersenyum bahagia saat suster membawa bayinya,Hana sudah tidak sabar ingin segera menggendong buah hatinya.

Suster memberikan bayinya ke pangkuan Hana,bayi Hana menggeliat saat berada di pangkuannya.Hana terus tersenyum merekah menatap sang buah hati yang ternyata sangat cantik dan imut.Hana tak henti-hentinya memandang wajah bayinya yang tengah tertidur di pelukannya.

"Siapa namanya Na?"tanya Ibu Dumiya yang kini ikut memandang cucunya.

"Namanya Aisyah Ayumna Putri."

"Wah,nama yang sangat cantik.Persis seperti wajahnya yang cantik."seru Ibu Dumiya.

Bayi Hana tersenyum dalam tidurnya seakan bayi Hana paham karena sudah di beri nama oleh Ibunya.Hana mengelus kepala Baby Ais dan Baby Ais mengerjapkan matanya dan tersenyum menyambut sang Ibu.

"Bu,Na sangat bahagia sekali.Akhirnya Na bisa menggendong bayi Na,Bu."ujar Hana seraya berkaca-kaca memandang wajah cantik Putri tercintanya.

"Iya, Ibu juga merasakan yang sama."timpal Ibu Dumiya sembari tersenyum.

Hana mencium pipi gembul Baby Ais dan Baby Ais menggeliat tidak lama baby Ais menangis.

Oek..Oek..Oek

"Bu.."

"Mungkin Ais haus.."

Hana membuka kancingnya dan mengeluarkan salah satu gunungnya dari bra,lalu segera mendekatkannya ke mulut baby Ais.Baby Ais langsung menyesap ASI-nya dengan sangat kuat.

"Haus ya nak..."kata Hana seraya mengelus kepalanya.

Ada rasa yang tak bisa di jabarkan olehnya,rasa yang sangat bahagia karena selama ini menantikan kehadiran buah hatinya yang akan menemani hari-hari Hana yang kesepian dan sebagai penyemangat untuk Hana menjalani hidup ini.

***

Semenjak Hana sudah sadar, keadaan Hana semakin membaik.Jadi Hana pun sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.

Dan di sinilah Hana Sekarang,berada di rumahnya.Baby Ais saat ini tengah di kelilingi oleh kedua keponakan Hana,Danis dan Desi juga Rossiyana serta Ibu Dumiya, Sedangkan Hana di suruh istirahat, mumpung Baby Ais ada yang jaga.

Anton saat ini tengah menghadapi Pak Joko,orang yang telah membuat dirinya kalah dalam berjudi.Pak Joko datang tak sendirian,Pak Joko datang bersama para bodyguardnya yang berbadan besar dan sangar.

"Hey, Anton cepat bayar hutang-hutang kamu."Hardik yang pak Joko.

"Saya belum ada uangnya."sahut Anton gugup.

"Halah,dari kemarin nggak ada terus, kalau kamu tak membayar hutang kamu maka hutang kamu beranak menjadi seratus juta."ucap Pak Joko dengan tatapan tajam.

Anton menelan ludahnya saat mendengar hutangnya yang semakin banyak hatinya semakin gusar.

"Saya kasih kamu waktu tiga hari,jika kamu tidak membayar hutangnya maka saya akan ambil alih rumah orang tua kamu dengan paksa."sentak Pak Joko.

"I.. iya."jawab Anton terbata-bata.

"Ayo,kita pergi."ajaknya kepada anak buahnya.

"Ingat Anton, saya tidak main-main dengan perkataan saya."ancam Pak Joko lalu pak Joko dan anak buahnya pergi dari hadapan Anton sembari menggebrak pintu rumah.

Sekarang Anton frustasi,bingung mencari uang dengan waktu cepat.Anton mondar-mandir sambil berpikir gimana caranya dia mendapatkan uang dengan cepat

"Aahhh..."teriak Anton sembari mengacak rambutnya lalu mengusap wajahnya kasar.Pikirannya buntu tak tahu harus bagaimana lagi.

"Dari mana saya harus mencari duit dengan waktu yang cepat."gumam Anton seraya terduduk lemas.

Tiba-tiba Anton teringat kemarin saat dia sedang membeli rokok ada orang yang ingin mengangkat seorang anak dan akan membayarnya berapapun.Anton menyeringai dan segera menyusun rencana.

Di sinilah Anton,berdiri di depan rumah mertuanya.Ada rasa gugup di hati Anton dan harus menyiapkan diri dengan berbagai cercaan dari keluarga Hana tapi Anton tak akan menyerah dan dia harus mendapatkan apa yang dia mau.

"Baiklah,saya harus segera memulainya."ucapnya seraya memantapkan diri dan melangkah ke teras rumah mertuanya.

Tok tok tok

Pintu di buka oleh ibu mertuanya,Anton tersenyum ramah menatap mertuanya.Sedangkan Ibu Dumiya menatap sinis Anton.

"Mau apa kamu ke sini?"tanya Ibu Dumiya dingin.

"Maaf Bu, saya mengaku salah.Saya datang ke sini ingin bertemu dengan Hana dan ingin meminta maaf kepada Hana,saya sangat menyesal karena telah mengecewakan anak Ibu."ucap Anton dengan penuh penyesalan juga tatapan sendu.

"Ck,kami sudah tak mau menerima kamu lagi."sergah Ibu Dumiya.

"Bu.. saya mohon maafkan kesalahan saya.Saya sungguh-sungguh menyesalinya,saya nggak bohong Bu."sembari menitikkan air mata.

"Siapa Bu?"tanya Hana mendekati Ibunya sembari menggendong bayinya.

"Hana..."teriak Anton.

"Mas Anton.."cicit Hana yang terkejut melihat Anton yang berdiri di depan ibunya.

"Na,saya mohon maafkan kesalahan yang sudah saya perbuat sama kamu.Saya benar-benar minta maaf untuk semuanya, saya sangat menyesal."tutur Anton sembari meneteskan air matanya.

"Na,saya tulus datang kesini hanya untuk dapat ampun dari kamu, sayang.."kata Anton sembari mengelap air matanya.

"Ayo kita pulang dan kita mulai dari awal lagi,saya janji akan berubah untuk kamu dan juga bayi kita."ucap Anton dengan tatapan memohon.

Hana menghela nafasnya, pandangannya jatuh ke wajah bayinya.Selama ini Hana sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk Anton meski sikap Anton selalu kasar padanya.Hati Hana sudah sangat menderita hidup bersama dengan Anton dan Hana sudah tak sanggup lagi hidup bersama dengan Anton,tapi Hana melihat Anton seperti bersungguh-sungguh meminta maaf.Tapi Hana harus segera mengambil keputusan.

"Maaf Mas,Na nggak bisa kembali lagi denganmu.Na ingin pisah darimu Mas."tegas Hana.

"Hana, saya mohon maafkan saya dan ampuni semua kesalahanku yang sering menyakitimu,saya mohon Na."Anton menyatukan tangannya di depan dadanya lalu Anton berlutut dan mulai terisak.

"Maaf Mas, keputusanku sudah bulat."tegas Hana.

"Hana,saya mohon.."tutur Anton.

Tapi keputusanku sudah bulat ingin cerai denganmu.tukas Hana.

"Baiklah,saya tidak akan memaksa kamu tapi izinkan saya menebus semua kesalahanku.Izinkan saya tinggal bersamamu selama dua hari sebagai permintaan terakhir dan saya janji tidak akan menuntut apapun dari kamu.Ingat Na,kamu masih istri sah saya,"sambung Anton penuh dengan harap.

Hana mendesah samar dan memandang wajah Anton yang terlihat kusut juga tak terurus.

"Na nggak mau ambil keputusan sendiri.Na harus berbicara dengan kedua orang tuaku."tukas Hana.

"Baiklah,saya tunggu keputusannya sekarang."timpal Anton lalu Anton bangkit dan duduk di teras,Anton akan tetap menunggunya di sana.

Hana mengajak kedua orang tuanya berbicara soal keinginan Anton dan sekaligus minta pendapat kepada orang tuanya terutama bapaknya.Hana tidak mau salah langkah mengambil keputusan,maka dari itu Hana perlu berbicara dengan kedua orang tuanya.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

jgn mau na ente ank mu di culik

2023-07-27

1

Sukliang

Sukliang

aduhhh napa dak diudir aja hsna

2022-03-07

0

안니사

안니사

Dasar lelaki bi*d*p......

2022-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Ternodai
2 Pulang Kampung
3 Pingsan di hari pernikahan.
4 Hamil
5 Perlakuan Anton
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 84
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Bonchap 1
112 Bonchap 2
113 Bonchap 3
114 Bonchap 4
115 Bonchap 5
116 Bonchap 6
117 Bonchap 7
118 Bonchap 8
119 Promo Novel Baru
120 Novel Baru
121 Promo Novel Baru
122 Pengumuman Novel Baru.
123 Membawa novel baru
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Ternodai
2
Pulang Kampung
3
Pingsan di hari pernikahan.
4
Hamil
5
Perlakuan Anton
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 84
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Bonchap 1
112
Bonchap 2
113
Bonchap 3
114
Bonchap 4
115
Bonchap 5
116
Bonchap 6
117
Bonchap 7
118
Bonchap 8
119
Promo Novel Baru
120
Novel Baru
121
Promo Novel Baru
122
Pengumuman Novel Baru.
123
Membawa novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!