Chapter 19

🌺 Tujuh tahun kemudian. 🌺

"Papa..." teriak gadis kecil dengan rambut di kuncir dua. Gadis kecil itu berlari menyongsong sang Papa yang baru pulang kerja, menyambutnya dengan senyuman manisnya jangan lupa dengan lesung pipinya.

Sang Papa langsung menangkap tubuh kecil itu dan membawanya ke dalam pelukannya, serta menciumi pipi gadis kecilnya.

"Gimana hari pertama sekolah?," tanya Papa.

"Seru, pa!" jawabnya riang.

Gadis kecil berkuncir dua itu adalah Aisyah, kini gadis kecil itu tumbuh menjadi anak yang sangat menggemaskan bagi Papanya yang bernama Adam Adaskhan. Seorang pengusaha Asuransi yang cukup terkenal di ibu kota.

Adam membawa gadis kecilnya menuju kamarnya. Adam begitu sangat menyayangi Aisyah walaupun Aisyah bukanlah puteri kandungnya, tapi bagi Adam Aisyah segalanya.

Adam menurunkan Aisyah di atas ranjang king sizenya. "Papa, sebentar lagi Ais 'kan ulang tahun, Ais ingin di rayakan di sekolah bersama teman baru Ais," ucap Aisyah.

"Ok, apa sih yang nggak buat Ais." Adam mencubit hidung mungil Ais.

"Terima kasih Papa, Ais saaaayang Papa." Ais langsung mencium pipi kanan Adam. Adam 'pun tersenyum senang mendapatkan ciuman dari gadis kecilnya.

"Sekarang Papa harus mandi dulu, ya."

"Oke, Papa!" seru Aisyah, lalu Aisyah turun dari ranjang dan melangkah keluar kamar.

Saat kaki kecilnya melangkah, Aisyah berpapasan dengan Marshall, Kakak angkat Aisyah.

" Abang, mau kemana?, Ais ikut dong."

"Nggak!," jawabnya ketus.

"Huh, Bang Marshall selalu begitu!, Ais 'kan juga ingin ikut main sama Bang Marshall," cetus Aisyah sembari mengerucutkan bibirnya, sedangkan Marshall sudah pergi turun ke bawah dan akan bermain basket di halaman rumah.

Walaupun Marshall adalah Kakak angkatnya, akan tetapi Marshall bukanlah anak kandung dari Adam Adaskhan. Melainkan anak dari hasil perselingkuhan istrinya bersama pacarnya. Marshall dan Aisyah hanya selisih umur dua tahun. Adam tak begitu menyayanginya karena selalu teringat dengan istrinya yang sedang bercinta dengan pacarnya saat dirinya tiba dari luar kota.

Flashback.

Hari ini Adam berencana akan memberikan surprise buat istrinya yang bernama Marisa. Ini adalah hari Anniversary pernikahannya yang ke Tiga.

Adam yang mempercepat kepulangannya dari luar kota hanya untuk merayakan Anniversary bersama Marisa. Adam tersenyum bahagia saat dirinya sudah tiba di depan rumahnya, Adam melangkah masuk sembari membawa sebuket bunga kesukaan Marisa.

"Semoga Marisa suka." Adam menatap kalung liontin yang ada di tangannya.

Senyum Adam terus terpancar di bibirnya saat menaiki anak tangga, tapi saat sudah tiba di depan pintu kamarnya. Samar-samar Adam mendengar des*ahan dari dalam kamarnya, dengan pelan Adam membuka pintu kamarnya dan mengintip apa yang sedang Marisa lakukan.

Adam tertegun melihat pemandangan dimana istrinya sedang di ber*cinta dengan pria lain. Adam melihat betapa panasnya per*cintaan mereka di atas ranjang, bahkan Marisa begitu menikmati hen*takkan dari pria itu. Hati Adam benar-benar hancur, wanita yang selama ini dia cintai ternyata adalah penghianat. Karena sudah tidak tahan melihat istrinya sedang dicumbu oleh pria lain, Adam membuka pintu kamarnya secara kasar.

Brak

Pintu terbuka lebar dan Adam berdiri di gawang pintu dengan tatapan nyalang.

"Mas!" cicit Marisa yang masih di bawah Kungkungan lelaki itu.

"Jadi selama ini kamu menghianatiku," sarkas Adam penuh kemarahan.

Mata Adam memerah, menyiratkan kemarahannya. Lalu tanpa ba bi bu, Adam langsung menerjang lelaki itu tanpa ampun.

"Dasar brengsek!" pekik Adam sembari terus memukul pria itu

"Mas...stop!" jerit Marisa.

Tapi Adam terus memukul pria selingkuhan Marisa, karena Adam tak berhenti menghajar kekasih gelapnya. Marisa langsung memeluk Adam dari belakang dan berusaha menarik tubuh Adam agar berhenti memukul kekasihnya.

" Lepas!" hardik Adam.

"Oke, aku akan lepaskanmu Mas. Tapi aku mohon jangan memukul dia lagi." Pinta Marisa.

Adam mendengus, Adam melepaskan tangan Marisa yang melingkar di perutnya dengan kasar. Lalu memandang Marisa dengan pandangan jijik.

"Berapa lama kamu selingkuh sama dia!" Desak Adam dengan tatapan tajam.

"Itu, bukan urusan kamu, Mas." Bantah Marisa.

"Baiklah mulai saat ini aku akan menceraikan kamu!" Hardik Adam.

Hari berikutnya Adam mengajukan perceraiannya ke pengadilan agama, dan hal itu diketahui oleh Papanya yang sedang sakit. Papanya meminta jangan bercerai dengan Marisa karena Papanya Adam pernah berhutang nyawa kepada Papanya Marisa. Dengan terpaksa Adam mencabut pengajuan perceraiannya karena itu adalah permintaan terakhir Papanya.

Flashback off.

Adam selesai mandi dan kini Adam sedang menemui putri tercintanya, Aisyah. Adam mengintip kamar Aisyah yang memang pintunya terbuka sedikit. Adam tersenyum, melihat Aisyah sedang bermain bersama boneka-bonekanya sambil berceloteh, Adam mengetuk pintunya.

"Boleh Papa masuk?"

"Boleh dong, Papa."

"Kenapa main sendiri, Mbaknya mana?" tanya Adam.

"Mbak lagi membantu bibi di dapur," sahut Aisyah.

Adam mengangkat tubuh Aisyah dan mendudukkannya di pangkuannya. Adam mengelus kepala Aisyah dengan sayang.

"O iya, Ais mau kado apa dari Papa?"

Ais memicingkan matanya sembari mengetuk-ngetuk telunjuknya di dagunya.

"Ais pengen adik, Pa!" Pinta Aisyah.

"Kalau soal adik Papa nggak bisa ngabulin, Sayang," tukas Adam lembut.

"Yaaah, kenapa nggak bisa?. Teman-teman Ais banyak yang punya adik, Pa," ucap Aisyah pelan.

Adam tersenyum lembut kepada Aisyah lalu mendekap Aisyah, mana mungkin Adam menceritakan kelakuan wanita ular itu kepada Aisyah, putri kecilnya.

"Karena Mama sudah tak mau punya bayi lagi, Sayang. Lagian Mama sibuk dengan urusannya."

"Kalau gitu, Ais nggak mau minta kado dari Papa. Ais maunya Papa selalu ada buat Ais dan Bang Marshall." Ucap Aisyah tulus.

"Papa akan selalu ada buat Ais, kapanpun."

" Bang Marshall juga dong, Pa!" seru Aisyah.

"Iya...," jawab Adam singkat.

"Permisi Tuan, Non. Makan malamnya sudah siap," ucap Mbak Anin.

"Ayo, kita makan dulu." Ajak Adam sembari menurunkan tubuh Aisyah dari pangkuannya.

Adam dan Aisyah melangkah ke luar kamar dan bersamaan Marshall juga keluar dari kamarnya. Pandangan mata Marshall tertuju kepada tangan Adam yang menggandeng tangan Aisyah. Hati Marshall meringis melihat perlakuan Adam yang lebih menyayangi Aisyah di bandingkan dengannya.

"Abang, Ayo kita makan malam bersama," ucap Aisyah riang.

Tapi Marshall tak menyahutinya dan memilih melangkah lebih dulu daripada turun bersama Aisyah dan Adam.

"Abang, kenapa selalu begitu sih sama Ais?" ucap Aisyah sedih.

"Sudah, biarkan saja."

Aisyah dan Adam tiba di meja makan, Adam menarik satu kursi buat Aisyah lalu Adam juga ikut duduk. Semua perlakuan istimewa Adam kepada Aisyah tak luput dari pandangan Marshall yang hatinya semakin tercubit sakit.

Kenapa Papa begitu menyayangi Aisyah, sedangkan denganku Papa selalu berlaku cuek bahkan nggak peduli denganku. Kapan Papa akan memperlakukan aku sama seperti Aisyah, aku juga ingin merasakan di peluk sama Papa.Batin Marshall.

Mata Marshall berkaca-kaca tapi Marshall menyembunyikan kesedihannya sendiri.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

kasihan adam.dn jg hanna

2023-07-27

0

fitria cahyasari

fitria cahyasari

Baru dapat novel kayak gini 🥰

2022-03-09

0

Sukliang

Sukliang

kshan ya adam, 2 anak yg asuh, bukan anak ksndung

2022-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Ternodai
2 Pulang Kampung
3 Pingsan di hari pernikahan.
4 Hamil
5 Perlakuan Anton
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 84
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Bonchap 1
112 Bonchap 2
113 Bonchap 3
114 Bonchap 4
115 Bonchap 5
116 Bonchap 6
117 Bonchap 7
118 Bonchap 8
119 Promo Novel Baru
120 Novel Baru
121 Promo Novel Baru
122 Pengumuman Novel Baru.
123 Membawa novel baru
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Ternodai
2
Pulang Kampung
3
Pingsan di hari pernikahan.
4
Hamil
5
Perlakuan Anton
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 84
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Bonchap 1
112
Bonchap 2
113
Bonchap 3
114
Bonchap 4
115
Bonchap 5
116
Bonchap 6
117
Bonchap 7
118
Bonchap 8
119
Promo Novel Baru
120
Novel Baru
121
Promo Novel Baru
122
Pengumuman Novel Baru.
123
Membawa novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!