Eps 19

Ken saat ini masih sibuk dengan komputer nya sedangkan Sean dia berada di samping Ken dan melihat bagaimana Ken bekerja mencari tahu informasi tentang pemimpin perusahaan SH Corp.

"Sudah 1 jam kau mencari informasi tentang pemimpin perusahaan itu, masih belum dapat juga?." tanya Sean dengan heran.

Pasal nya ini baru pertama kali dia melihat Ken mencari informasi tentang orang lain sampai 1 jam, biasanya dia hanya butuh waktu 20 menit dan paling lama 30-35 menit.

"Belum, entah kenapa ini sulit." jawab Ken dengan heran juga.

Sudah 1 jam dia berkutat dengan komputer nya untuk mencari informasi yang di perlukan oleh Deon, tapi tak ada hasil sama sekali.

Informasi nya seperti sangat di lindungi.

(Ruangan Ken).

"Seperti nya ada seseorang yang memiliki kedudukan tinggi dan hebat melindungi dia Ken, jika tidak bagaimana mungkin kau yang memang sang Hacker hebat tidak bisa mencari tahu informasi tentang nya?."

Ken terdiam mendengar ucapan Sean, dia masih berkutat dengan komputer nya memfokuskan pandangannya sepenuhnya pada layar di hadapan nya itu.

[information data not detected]

Ken berdecak dengan kesal saat lagi-lagi tulisan menyebalkan dihadapan nya itu muncul, dia mengusap wajahnya kasar lalu menyenderkan tubuhnya.

"Sudahlah istirahat saja terlebih dahulu, jangan terlalu di paksakan Ken."

Ken menghembuskan nafasnya dengan panjang.

"Ck, baru kali aku merasa tidak berguna menjadi seorang hacker." decak Ken dengan kesal.

"Jangan di paksakan, nanti saja lagi kau mencari informasi tentang dia." Sean menyenderkan tubuhnya pada sofa dan menatap layar komputer.

"Aku semakin penasaran siapa kira-kira orang itu hingga kau tidak bisa menembus data-data informasi tentang dia?."

Ken menoleh setelah meminum air minum nya.

"Seperti nya dia orang yang memiliki dukungan hebat di belakang nya, atau mungkin dia sendiri orang hebat itu." jawab Ken dengan menatap layar komputer nya lagi.

Sean mengangguk "kau masih mau mencari informasi tentang dia?." tanya Sean seraya bangkit berdiri.

Ken menatap Sean lalu mengangguk.

"Aku semakin penasaran siapa dia sebenarnya."

"Baiklah, jangan terlalu di paksakan jika memang kau tidak bisa mencari informasi nya.

Aku akan pergi ke markas untuk melatih anak buah kita."

Sean mulai melangkahkan kaki nya menjauhi Ken.

"Oke, hati-hati."

Sean hanya mengangkat salah satu jempolnya untuk menanggapi ucapan Ken, setelah Sean tak terlihat Ken kembali fokus pada komputer nya.

"Mari kita lihat, apa aku benar-benar akan tidak bisa menembus data-data informasi tentang mu atau tidak.

Jangan panggil aku Ken Darius Xabilo jika aku tidak bisa membobol informasi tentang mu tuan." gumam Ken dengan pelan lalu dia pun kembali berkutat dengan komputer nya.

Sedari awal membuka mata Rafael masih terdiam tidak berbicara sedikit pun, jika di tanya ingin minum atau makan hanya gelengan kepala atau anggukan saja yang dia perlihatkan.

Jack dan James hanya bisa saling menatap mencoba mencari tahu ada apa dengan tuan muda mereka?.

"Nek... maaf, maaf, maaf kan Ael nek.."

Sedari pertama sadar hanya itu yang Rafael ucapkan di dalam hati nya, dia benar-benar merasa bersalah dengan kematian nenek nya.

Rafael benar-benar menyalahkan diri nya sendiri atas semua kejadian yang menimpa keluarganya, apa Rafael harus menghukum diri nya sendiri?.

"Maaf, maafkan Ael ayah bunda, kakek, nenek, Ael benar-benar tidak berguna.

Maaf karena Ael nenek meninggalkan kita semua, Ael benar-benar meminta maaf."

Satu tetes air mata meluncur keluar dari ujung mata Rafael, dia mengedipkan matanya saat pandangan nya mengabur.

Di tengah keheningan di dalam ruangan itu, handphone James berdering memecah keheningan.

"Halo tuan Zergio."

"....."

"Apa? bagaimana bisa tuan?." tanya James dengan terkejut.

Jack menatap James dengan heran saat melihat raut wajah James yang terlihat begitu terkejut.

"....."

"Ah baiklah tuan, terimakasih atas info nya, saya akan memberitahu tuan muda."

Lalu setelah itu pun panggilan terputus.

"Kenapa?." tanya Jack dengan penasaran.

James menghela nafas dia bangkit berdiri lalu berjalan ke arah Rafael dengan di ikuti Jack.

"Tuan muda?."

Rafael menoleh.

"Saya baru saja mendapatkan kabar dari tuan Zergio, dia bilang jika selama satu jam tadi ada yang mencoba membobol data informasi tentang tuan." James berucap dengan menatap ekspresi Rafael yang masih saja datar.

Sedangkan Jack terkejut bukan main.

"Lalu? bagaimana bisa ada yang mencoba membobol informasi tentang tuan muda?." tanya Jack setelah tersadar dari keterkejutan nya.

James menggeleng "tapi tenang saja tuan muda, orang itu tidak bisa mencuri satu data pun tentang tuan muda."

Jack menghela nafas lega mendengar itu, sedangkan Rafael hanya diam saja dengan wajah datar dan tatapan kosong nya.

Benar-benar seperti tidak ada kehidupan sama sekali dalam diri Rafael.

"Tuan muda, apa kita perlu mencari tahu siapa orang yang mencoba membobol data informasi tentang tuan?."

Rafael kembali menoleh saat Jack bertanya.

"Lakukan."

Jack dan James mengangguk.

"Baik tuan."

Setelah nya Jack pun sedikit menjauh untuk menghubungi seseorang.

"Apa kau bisa mencari tahu siapa orang yang mencoba membobol informasi tentang tuan muda?."

"Bisa, akan aku lakukan dengan cepat. jika sudah mendapatkan informasi nya akan aku hubungi."

"Terimakasih."

"Oh iya tuan Jack, orang yang mencoba membobol informasi tentang tuan Rafael masih belum menyerah juga.

Aku masih memantau nya sedari tadi, sebenarnya aku juga saat ini masih tengah mencoba mencari tahu siapa dia tapi sepertinya sedikit sulit dan membutuhkan waktu lama.

Apa tuan Rafael mau menunggu?."

Jack terdiam mendengar itu lalu dia menoleh pada Rafael.

"Ya tidak apa-apa asal setelah nya kita bisa mengetahui siapa orang itu sebenarnya."

"Baiklah tuan Jack."

Sambungan telepon itu pun terputus Jack kembali menghampiri Rafael.

"Tuan, anak buah tuan Zergio baru saja mengatakan jika orang yang mencoba membobol informasi tentang tuan masih belum menyerah juga.

Saya khawatir orang itu memiliki niat tersembunyi."

Lagi-lagi tak ada tanggapan berarti dari Rafael.

"Biarkan dia bermain-main terlebih dahulu, aku ingin tau sampai kapan dia masih mau mencari informasi tentang ku."

Kalimat terpanjang dari awal Rafael sadar akhirnya bisa Jack dan James dengan juga, yah walaupun saat ini tuan muda mereka semakin terlihat dingin dan wajah nya yang semakin terlihat datar tanpa ada ekspresi.

Bukan hanya itu saja, sekarang pun tatapan tuan muda mereka terlihat kosong, kenapa? ada apa dengan tuan muda mereka?.

Apa siksaan yang kemarin tuan muda mereka dapatkan semakin memperburuk keadaan nya? apa saat ini mental tuan muda mereka sedang tidak baik-baik saja?.

Jika sudah berurusan dengan mental apa yang harus Jack dan James lakukan, apalagi jika tuan dan nyonya Smith tahu?.

(◠‿◕)

Jangan lupa like, coment ya papayyy!!

Terpopuler

Comments

ŕhàďýt

ŕhàďýt

kasihan jia li meninggal

2023-02-10

0

r_lin.kanz (hiatus dulu)

r_lin.kanz (hiatus dulu)

Lagi lagi lagi lagi thooooor...

2021-11-24

1

Callysta Nungrum Amira

Callysta Nungrum Amira

lanjutt....telat lagi saya:(

2021-11-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!