Eps 2

Setelah sampai di kamar Rafael terdiam di tempatnya dengan pandangan yang sulit di artikan.

Dia kembali menatap ke sekeliling, saat pandangan nya tak sengaja melihat sebuah cermin Rafael pun berjalan mendekati cermin itu.

Setelah sampai, dia menatap tak percaya pantulan dirinya yang berada di cermin itu.

Rafael pun memegang dengan pelan wajah nya, lalu menepuk pipinya untuk memastikan jika ini hanya mimpi.

Tapi saat dia merasakan sakit dia pun memundurkan tubuhnya, ini bukan wajah nya! Siapa pria yang ada di cermin itu!!.

Rafael panik, dia menatap kembali sekitarnya.

Baru kali ini dia merasakan panik seperti ini, lalu dia pun membalikkan tubuh nya dan berlari keluar dari kamar itu.

Dengan terburu-buru Rafael menuruni tangga mengabaikan panggilan kedua penjaga yang berada di pintu kamar nya.

Saat melewati ruang tamu, Rafael tak menoleh sedikitpun saat kembali mendengar teriakan murka dari pria tua yang tadi membentak nya.

Saat sampai di halaman rumah Rafael terdiam, dia menatap kembali sekeliling nya lalu menatap benda-benda berbentuk besi atau apalah itu yang memiliki roda empat.

Rafael tak tahu, dan dia pun tak mau tahu.

Yang harus dia lakukan sekarang adalah, dia harus mencari tahu ini dimana dan wajah yang dia lihat di cermin tadi siapa!.

"Tuan muda."

Rafael menoleh saat seseorang memanggil nya dari arah belakang, dia menatap dua pria itu.

"Ini dimana?." tanya Rafael dengan datar.

Kedua penjaga itu menatap heran Rafael.

"Ini di kediaman anda tuan muda." jawab salah satu nya.

Rafael terdiam, dia menggeleng.

"Bukan! Katakan dengan benar, ini dimana? Dan siapa kalian?." bantah Rafael dengan tidak terima.

Mereka kembali saling tatap.

"Saya mengucapkan kebenaran tuan muda, ini kediaman anda."

Rafael terdiam, ada apa sebenarnya ini?.

Bunda, ayah, kalian dimana?.

"Dimana bunda dan ayah?." tanya Rafael sekali lagi, dia hanya ingin memastikan sesuatu.

"Bunda? Ayah?." tanya balik kedua penjaga itu.

Rafael mengangguk.

"Tuan muda, apakah anda lupa? Jika ibu tuan muda sudah meninggal saat tuan muda berumur 15 tahun."

Rafael tersentak, dia mengigit bibirnya saat mulai menyadari sesuatu.

INI BUKAN DUNIA NYA!!.

Rafael meremas rambut nya dengan keras, dia mengusap wajah nya dengan kasar saat mulai menyadari bahwa dirinya saat ini bukan berada di dunia nya.

"Tuan muda, anda baik-baik saja?." tanya salah satu penjaga itu saat melihat tuan muda nya seperti merasa kesakitan akibat tarikan di rambut nya.

Rafael kembali mengusap wajahnya, lalu menghela nafas panjang.

"Siapa nama ku?." tanya Rafael saat mulai merasa tenang.

Walaupun aneh dan merasa bingung, kedua penjaga itu tetap menjawab pertanyaan Rafael.

"Rafael Alexander, tuan muda kedua keluarga Alexander."

Rafael mengangguk.

"Tuan muda, boleh saya bertanya?."

Rafael memicing.

"Silahkan."

Dengan ragu penjaga itu pun bertanya.

"Kenapa tuan muda bertanya hal-hal aneh seperti tadi? Tuan muda, apakah tuan mengalami amnesia?."

Rafael mengernyit, jangan kalian kira dia tidak tahu apa itu amnesia ya!.

"Sepertinya, aku memang tidak mengingat apapun, bahkan nama ku sendiri aku tidak ingat." jawab Rafael dengan datar.

Jalan satu-satunya agar dia tidak di curigai hanya ini, dia harus berpura-pura amnesia agar tidak di kira aneh oleh orang-orang.

Kedua penjaga itu tersentak.

"Mereka sudah keterlaluan!." gumam kedua nya dengan geram.

Rafael mendengar gumaman itu, tapi dia memilih acuh dan kembali berjalan menuju rumah nya.

Entahlah dia mendadak pusing, waktu pun sudah menunjukkan sore hari dia harus membersihkan dirinya dan kembali memikirkan apa yang terjadi padanya setelah membersihkan diri.

Saat melewati ruang tamu, teriakan amarah kembali terdengar oleh Rafael.

"RAFAEL! BERHENTI KAU DISANA BRRNGSEK!." teriak Leo dengan keras.

Rafael berhenti, dia menatap datar Leo yang berjalan ke arah nya dengan wajah memerah.

Setelah sampai tanpa aba-aba Leo menarik kerah pakaian Rafael dengan kencang lalu meninju wajah Rafael dengan keras.

Bugh

Brukh

Rafael terjatuh, dia meringis saat merasakan darah mengalir dari bibir nya yang sobek akibat pukulan pria di depan nya ini yang sekarang sudah kembali menarik kerah pakaian nya.

"Berani-beraninya kau tadi melawan ku, sudah sok berani kau ya sekarang hah?!."

"Bajingan seperti mu memang benar-benar selalu membuat ku mauk!."

Saat Leo hendak kembali memukul Rafael, Rafael terlebih dahulu menendang perut Leo dengan kencang hingga membuat Leo terjatuh.

Brukh

"Uhuk, uhuk."

"Leo!."

Rafael berjalan mendekati Leo, saat Leo hendak berdiri Rafael kembali menendang perut Leo dan menginjak perut nya.

"Akh! Lepaskan brengsek!." teriak Leo dengan marah.

"Leo!."

"Bajingan! Jauhkan kaki mu dari tubuh anak ku sialan!." teriak ibu Leo dengan murka.

"Berani kau mendekat, aku pastikan tubuh anak mu terbelah menjadi dua sekarang juga." ucap Rafael dengan sangat dingin saat melihat ibu Leo hendak mendekati mereka berdua.

Sontak hal itu membuat semua orang menegang termasuk Leo yang sudah pucat pasi.

Rafael berjongkok, dia mencengkeram dagu Leo dengan kuat.

"Sudah aku katakan bukan, jika kau kembali mengusik ku kau tidak akan selamat!.

Kau tau? Kau itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan diriku, keahlian mu bahkan tidak ada seperempat nya dari semua keahlian yang aku miliki.

Hanya dengan mengandalkan kedua tangan mu itu kau mau melukai ku? Cih! Lelucon apa yang sedang kau buat hm?.

Kau tau? Kau terlihat sangat memalukan saat ini dimata ku!." sinis Rafael dengan tersenyum miring.

Dia melepaskan cengkraman tangan nya dengan keras, lalu setelah berdiri dia pun kembali menendang perut Leo dengan keras hingga dia terbatuk mengeluarkan darah.

Saat Rafael sudah berjalan menjauh, semua anggota keluarga Alexander pun mendekati Leo dan membantu Leo untuk berdiri.

Sedangkan kedua penjaga Rafael, mereka segera mengikuti Rafael dengan keterkejutan yang masih mereka alami.

Itu benar-benar tuan muda Rafael? Tuan muda keluarga Alexander yang terkenal bodoh?.

Tapi tadi?.

"Itu benar-benar tuan muda Rafael?." tanya salah satu penjaga itu dengan tampang bodohnya.

"Aku tidak tahu, sejak kapan tuan muda menjadi begitu berani melawan tuan Leo?." timpal penjaga satunya.

"Entahlah, tapi tuan muda tadi benar-benar terlihat sangat keren, dia terlihat sangat berbeda dengan biasanya."

Teman nya itu mengangguk, mereka menatap tuan muda mereka yang berada beberapa langkah di depan mereka itu.

Taun muda mereka terlihat sangat berbeda sekali saat ini, dia menaiki tangga dengan santai nya bahkan kedua tangan nya dia masukan kedalam saku celana yang dia pakai.

Kenapa mereka baru tahu jika tuan muda mereka bisa melakukan hal seperti tadi? selama mereka menjadi penjaga Rafael tidak pernah sekalipun mereka melihat Rafael yang seberani tadi.

"Apa amnesia bisa merubah kepribadian seseorang?." penjaga itu bertanya dengan menolehkan kepalanya pada teman nya.

"Aku tidak tahu Jack, jangan bertanya hal yang tidak aku ketahui sama sekali!." dengus teman nya itu.

Orang yang di panggil Jack itu hanya menghela nafas.

"Jika memang iya, aku harap tuan muda selalu seperti tadi agar dia tidak bisa diremehkan dan di bully lagi saat di dalam ataupun luar kampus, begitupun saat di rumah ini." ujar Jack dengan serius.

"Aku harap juga begitu Jack." pria itu menepuk pelan pundak Jack dengan tersenyum kecil.

.......

Leo Alexander

Anak pertama keluarga Alexander, penerus perusahaan AX Company perusahaan ternama di NY.

[Sebenarnya ga tega buat Hobi jadi jahat, tapi ga apa-apa lah ya Bi kamu juga pasti ngertiin aku༎ຶ‿༎ຶ]

Terpopuler

Comments

yoona

yoona

ceritaaa nagih sii, bikin yang baca penasaran teruss. semangat berkarya author hehehe

2021-11-26

1

yoona

yoona

suamiii yang jadi tumbal xixixi

2021-11-26

0

CiRCLE

CiRCLE

Nggk dikasih ingatan gitu thor?

2021-11-18

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!