Hari-hari berganti dengan cepat, Rafael sudah kembali melanjutkan aktivitas nya dengan biasa setelah malam itu Jack dan James menceritakan semua nya.
Bahkan dia berniat ingin mengunjungi keluarga Smith, keluarga sang ibu.
Rafael terdiam menatap jalanan yang padat akan orang-orang pagi itu, mata elang nya terus menatap jalanan yang dia lewati saat menuju kampus itu.
Kampus neraka bagi seorang Rafael Alexander.
Setelah sampai dan keluar dari mobil Rafael kembali melangkahkan kakinya menuju dalam gedung itu, tapi saat di pertengahan jalan dia mata nya mengkap siluet seseorang yang sangat dia kenali.
Seseorang yang sudah membuat nya terbaring di rumah sakit selama 3 hari.
Langkah kaki Rafael berjalan menuju lapangan basket yang ada di kampus itu, orang-orang yang ada di lapangan basket itu menatap heran pada Rafael yang berjalan menghampiri Zergio.
Dengan sembarangan Rafael melemparkan tas yang dia bawa begitu saja, lalu dia pun menarik kerah pakaian Zergio dan tanpa aba-aba memukul nya.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Brukk
Rafael meninju wajah Zergio dengan brutal lalu dia pun menendang perut nya hingga membuat Zergio terpental kebelakang.
"Zer!." teriak Nathan dan Daniel dengan terkejut.
Lalu Nathan dan Daniel pun bersamaan menghajar Rafael.
"Brengsek kau Rafael!." murka Zergio saat dia sudah berhasil berdiri dan menatap ke arah Rafael yang sedang bertarung dengan kedua teman nya.
Lagi-lagi Nathan dan Daniel kalah, mereka terbaring tak berdaya dengan wajah penuh darah akibat pukulan yang Rafael berikan.
Rafael berjalan pelan menuju Zergio dengan wajah datar.
"Sudah beberapa kali aku peringatkan padamu, tapi sepertinya kau hanya menganggap peringatan ku angin lalu.
Jadi rasakan akibat yang akan kau terima setelah ini, karena tak akan ada ampun jika aku benar-benar sudah berada di ambang kesabaran ku." ucap Rafael dengan tersenyum miring.
"Kau pikir aku takut pada manusia bodoh seperti mu hah?!." bentak Zergio dengan penuh emosi.
Rafael tak menjawab.
Bugh
Brukh
"Uhuk, uhuk."
Rafael dengan keras kembali menendang perut Zergio hingga Zergio terpental kebelakang dengan seteguk darah keluar dari mulut nya.
Dengan kasar Rafael menarik kerah pakaian Zergio lalu menyeret nya pergi dari lapangan dengan kasar.
"Lepaskan brengsek!!." amuk Zergio dengan tenaga yang tersisa.
Orang-orang yang menyaksikan itu hanya bisa diam tak berani ikut campur, setelah Rafael dan Zergio tak terlihat mereka pun segera membantu Nathan dan Daniel untuk segera di bawa ke UKS.
Rafael tetap menyeret Zergio dengan kasar menuju rooftop di gedung kampus itu.
Brakk
Dengan kasar Rafael menendang pintu rooftop hingga terbuka, lalu kembali menyeret Zergio menuju ujung rooftop.
Pikiran Zergio mulai tak enak saat Rafael menyeretnya menuju ujung rooftop, dan benar saja setelah berada di ujung rooftop Rafael mendorong tubuh Zergio hingga hampir terjatuh.
"Akh!." refleks Zergio berteriak dengan kencang saat tubuhnya hampir saja terjun bebas dari rooftop itu jika saja tangan Rafael tidak menarik kerah nya.
"A-apa yang kau lakukan baj*ngan!!." teriak Zergio dengan penuh emosi bercampur takut saat mata nya kembali menatap ke bawah sana.
Tinggi, sangat tinggi bahkan Zergio bisa membayangkan jika tubuh nya terjun bebas dari atas rooftop bisa Zergio pastikan tubuh nya akan menjadi tak berbentuk.
"Aku hanya akan menerjunkan dirimu dari atas gedung ini saja, tidak lebih." jawab Rafael dengan tersenyum miring.
Mata Zergio melebar, dia terkejut bukan main.
"Argh!." Zergio kembali berteriak saat Rafael semakin mengendurkan pegangan pada kerah pakaian belakang nya.
"Jangan gila kau brengsek!! Apa kau tidak tau siapa aku hah?! aku anak tunggal keluarga Hernandez, pemilik kampus yang berada di seluruh negara ini!." teriak Zergio dengan kalut sekaligus takut.
Rafael semakin mendatarkan wajahnya.
"Aku tidak peduli." bisik nya tepat di telinga Zergio dengan dingin.
Zergio yang mendengar itu semakin gemetar, dia menelan ludah nya dengan kasar.
Lalu tak lama..
"HUAAAAAA, TOLONGGG RAFAEL!! AKU TIDAK MAU MATI, MAAFKAN AKU HUAAAA."
Teriakan keras dengan air mata yang sejak tadi Zergio tahan membuat Rafael terkejut bukan main, apa dia tidak salah melihat? Zergio menangis?.
"HUAAAAA MAAFKAN AKU RAFAEL, AKU TIDAK MAU MATI TOLONG JANGAN BUNUH AKUU!!." Zergio kembali berteriak meminta maaf dan ampunan dengan sesegukan.
Dia sudah tidak memikirkan tentang harga dirinya lagi, yang terpenting sekarang adalah nyawa nya!.
Tapi tak lama Rafael tersenyum miring, dengan seringai di bibirnya Rafael mendorong tubuh Zergio hingga semakin turun.
"HUUAAAA RAFAEL!!!." tangis Zergio semakin pecah.
"Aku minta maaf huaaa, maafkan aku, jangan bunuh aku Rafael!." kembali Zergio meminta maaf, dia semakin menangis dengan sesegukan bahkan penampilan nya sudah kacau sekarang.
"Aku akan melepaskan mu, tapi dengan satu syarat."
Zergio yang mendengar itu segera mengangguk dengan cepat.
"Aku akan mengabulkan semua permintaan mu Rafael, asal aku mohon ampuni aku jangan bunuh aku." dengan cepat Zergio menjawab ucapan Rafael masih dengan tangisan nya.
Rafael kembali menyeringai.
"Aku tidak suka omong kosong."
Zergio menggeleng ribut.
"Aku janji padamu aku tidak akan berbohong, aku akan menuruti semua permintaan mu apapun itu!." sesekali segukan masih terdengar dari Zergio.
"Aku pegang ucapan mu, tapi jika kau berani berbohong padaku, saat itu juga aku akan membunuh mu." ancam Rafael dengan dingin.
Zergio kembali mengangguk.
"Aku berjanji padamu."
Setelah mendengar itu Rafael pun menarik tubuh Zergio lalu mendorong nya kebelakang.
Brukh
Zergio jatuh terduduk dengan tubuh gemetar, sedangkan Rafael hanya bersender pada pembatas rooftop menatap tajam pada Zergio yang masih sesekali segukan itu.
Ingin tertawa rasanya Rafael saat melihat orang yang selama ini mem-bully nya sekarang terlihat kacau di hadapan nya, bahkan yang tak Rafael duga orang itu akan menangis dengan memperihatinkan.
[Pengen ngakak liat foto nya, tapi gemes banget ga kuat༎ຶ‿༎ຶ].
Zergio mengusap air mata nya dengan bibir yang menekuk kebawah, tubuh nya masih gemetar dia masih takut bahkan bayang-bayang dia jatuh dari rooftop saja masih bergentayangan di otak nya.
Jika ingat itu ingin menangis kembali rasanya.
Setakut itu dia mati ternyata.
"Cih, cengeng juga ternyata kau." ledek Rafael dengan tersenyum miring.
Zergio tak menanggapi nya, dia masih menghapus air mata nya dengan kasar yang dengan kurang ajar nya masih saja mengalir.
"Kau tak malu terlihat begitu memprihatinkan di hadapan orang yang selama ini kau bully?." ledek Rafael lagi dengan dingin.
Zergio mendongak menatap Rafael yang sedang menyeringai padanya, Zergio yang sudah mulai berhenti menangis itu kembali menekuk bibir nya air mata nya kembali mengalir.
"Kau iblis." maki Zergio dengan sesegukan.
Rafael mengernyit.
"Jika aku iblis, lalu kau apa? tak sadar diri rupa nya." dengus Rafael.
Zergio terdiam, dia tak menjawab ucapan Rafael karena memang dia juga sadar jika dirinya pun selama ini berkelakuan layak nya iblis jahanam.
......
Pakaian Rafael saat di kampus tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
r_lin.kanz (hiatus dulu)
Aduh duduuuuh.....
Sakit perut sueran dah.....
Ngakak...😭😭😭😭😭😂
2021-11-13
2
guest1052940504
wkwkwk wkwkwk kocak
2021-11-12
1
Callysta Nungrum Amira
setakut itu saking gak mau mati ppfff....ngakak
2021-11-12
1