Rafael saat ini sedang berdiam diri menatap keluar jendela dengan pandangan kosong nya, semua yang dia alami selama ini terlalu membuat nya pusing.
Dimulai dari diri nya yang tiba-tiba pingsan hingga akhirnya berada di tempat ini saat bangun, lalu keluarga Alexander yang membenci nya hingga tak segan-segan menyakiti nya.
Belum lagi Zergio yang selalu mem-bully nya dan menjadikan nya bulan-bulanan selama di kampus, rahasia kehidupan Rafael yang belum dia ketahui sama sekali.
Di mulai dari kenapa keluarga Alexander membenci nya?.
Rafael kembali meringis memegang kepalanya saat rasa sakit kembali muncul, dia menghela nafas panjang lalu berjalan menuju tempat tidur.
Setelah tertidur Rafael kembali mengingat kembali saat dirinya tak sadarkan diri beberapa hari yang lalu, dan beberapa kilasan-kilasan yang dia lihat.
Flashback
Setelah tiba-tiba kesadaran nya di renggut, saat ini pangeran Rafael sedang berada di tempat yang tidak dia ketahui sama sekali.
Tempat yang hanya terdapat bunga-bunga, air terjun, sungai kecil dan pohon-pohon hijau yang sangat indah di sekitarnya nya.
[Ilustrasi tempat yang di maksud Rafael].
Suara gemericik air yang berasal dari air terjun itu begitu menenangkan, Rafael sangat menyukai tempat ini, indah, tenang dan nyaman.
Hingga..
"Rafael."
Rafael membalikan tubuhnya dengan cepat saat mendengar seseorang memanggil nya, dia mengernyit heran saat melihat seorang pria tampan berada tepat dua langkah di belakang nya.
"Perkenalkan aku Rafael Alexander." ucap pria itu dengan tersenyum kotak yang sangat manis.
Rafael kembali mengernyit tak mengerti.
"Maksud mu? nama mu Rafael sama seperti ku?."
Pria itu mengangguk.
"Kita memiliki nama yang sama tapi takdir yang berbeda."
Rafael mengangkat sebelah alisnya tak mengerti dengan ucapan pria yang mengaku bernama Rafael itu.
Rafael Alexander tersenyum saat melihat pria di depan nya itu menampilkan wajah tak mengerti.
"Aku tau kau pria baik Rafael, sebelumnya maaf karena tiba-tiba aku membawa mu kesini aku hanya ingin kau membantu ku Rafael, kau mau membantu ku kan?."
Rafael menganga tak percaya saat mendengar ucapan pria di depan nya itu.
"Jadi kau yang membawa ku kesini? kau yang membuat aku tiba-tiba tak sadarkan diri hah?!." ucap Rafael tidak terima.
Tanpa wajah bersalah Rafael Alexander mengangguk.
"Berani-beraninya kau?!." saat Rafael hendak memberikan satu pukulan pada wajah tampan nan menyebalkan itu tiba-tiba dia membeku saat tangan nya menembus tubuh di depan nya itu.
"Rafael kau terkejut? wajar saja, aku sudah bukan manusia Rafael aku hanya arwah." jelas Rafael Alexander.
Lagi-lagi Rafael terkejut.
"Ma-maksud mu?."
"Aku tidak akan banyak bicara Rafael waktu ku hanya sebentar, jadi intinya aku hanya ingin kau membantu ku Rafael balaskan dendam ku pada manusia-manusia yang tak memiliki perasaan itu.
Aku dan kau satu Rafael, maka dari itu aku bisa membawa mu kemari kau adalah aku dan aku adalah kau, kita terikat takdir Rafael.
Setelah kau selesai membalaskan dendam ku, aku akan membiar kan mu kembali ke kehidupan mu lagi Rafael dan setelah itu kau berhak memilih tetap tinggal di dunia ku dengan ragaku atau kembali ke dunia mu dan tubuh ku benar-benar akan mati.
Jika kau mau membantu ku mungkin saat kau tersadar kau tak akan mengingat apapun, tapi setelah kau siap aku akan memperlihatkan padamu semua tentang kehidupan ku."
Rafael terdiam tak menjawab karena mencerna semua perkataan pria di depan nya itu, entah apa yang terjadi tiba-tiba ingatan itu berubah begitu saja.
Saat ini Rafael sedang berada di sebuah tempat yang tidak Rafael kenali, dia melihat beberapa orang berjalan dengan bercerita di sekitarnya.
Saat Rafael masih menatap sekeliling nya tak sengaja netra nya melihat seseorang yang Rafael kenali sedang di tertawakan oleh beberapa orang.
Rafael berjalan mendekat, dia terkejut bukan main saat melihat Rafael Alexander pria yang baru dia temui sudah babak belur dengan pakaian yang compang camping.
Dia melihat Rafael hanya bisa menangis dan meminta ampun pada tiga orang di depan nya itu, Rafael mengepalkan tangannya tak terima berani sekali manusia-manusia bod*h ini!!.
Saat Rafael hendak membantu Rafael Alexander lagi-lagi Rafael tiba-tiba saja berada di tempat yang tidak di ketahui, rumah? batin nya.
Rafael berjalan ke sekililing, dia terdiam di tempatnya saat melihat dua wanita sedang adu mulut.
Rafael terkejut saat melihat salah satu wanita disana menampar, menarik dan membenturkan kepala wanita satu nya dengan keras ke arah meja.
Dan yang lebih terkejut nya lagi dia melihat satu anak laki-laki sedang menatap keributan itu dengan menangis dan tubuh bergetar.
"Ibu.." gumam nya dengan takut.
Wanita yang di pukuli tadi bangkit berdiri, dia menampar wanita itu dan melakukan hal yang sama ya itu membenturkan kepala nya ke arah meja.
Darah mengalir dari kepala kedua nya tapi tidak ada yang mau mengalah, sampai wanita itu tak terima dan mata nya menatap sebuah pisau dan tanpa aba-aba mengambil nya lalu menusukkan pisau itu tepat di jantung nya.
"Ibu.." teriak anak kecil berumur 15 tahun itu yang sedari tadi melihat kejadian nya tapi tidak bisa melakukan apapun.
"Rafael.."
Brugh
Keributan itu ternyata memancing pelayan disana, wanita yang membunuh ibu Rafael itu terkejut dan pura-pura pingsan juga.
Rafael mencabut pisau itu dan membuang nya kesembarang arah, dia memangku kepala ibu nya dan menangis keras.
Kejadian itu pangeran Rafael saksikan sendiri dengan mata kepalanya, dia hanya bisa berdiam diri dengan tubuh yang membeku.
...
Rafael membuka mata nya dengan cepat saat kilasan itu kembali berputar di benak nya, dia mendudukkan dirinya dengan nafas yang terengah.
Kejadian itu, apakah itu semua kejadian yang Rafael asli alami? Rafael kembali berfikir, apakah kilasan terakhir tadi adalah ibu Rafael yang di bunuh oleh ibu nya Leo?.
Lalu kenapa? apa alasan ibu nya Leo melakukan hal nekat seperti itu? dan juga kenapa dia tidak di hukum atas apa yang telah dia perbuat?.
Teka-teki yang selama ini Rafael fikirkan mulai terkuak, dia mulai mengetahui satu persatu rahasia kehidupan seorang Rafael Alexander.
Yang belum dia ketahui hanya tinggal alasan keluarga Rafael membenci Rafael dan kenapa Zergio selalu mem-bully nya?.
Rafael lagi-lagi meringis saat kepala nya berdenyut, argh dia lupa jika dia tidak boleh terlalu banyak berfikir.
Oh ngomong-ngomong, seperti nya dia harus memberi pelajaran pada Zergio saat dia sudah masuk kuliah nanti!.
...
Sedangkan di tempat berbeda di sebuah mansion mewah nan megah, terlihat tiga orang pria sedang saling menatap dengan ekspresi wajah yang terlihat berbeda-beda.
"Jadi bagaimana?." tanya salah satu pria tampan dengan bibir tipis dan gigi kelinci di depan nya.
"Apa kakak mu tidak akan membatalkan rencana kita lagi?." tanya pria berambut abu-abu dengan menatap teman nya itu.
Pria yang pertama bertanya tadi menghela nafas panjang lalu menyenderkan tubuhnya pada sofa.
"Ck! Bos, tolong bantu aku. kau kirim kakak ku ke luar negeri dulu saja untuk mengecek anak perusahaan mu, kau tau bukan? dia selalu saja memantau ku setiap saat." decak nya dengan kesal.
Pria yang di panggil bos itu menatap salah satu sekretaris nya dengan datar.
"Kau menyusahkan." jawab nya dengan dingin.
Lalu pria itu pun mengambil handphone nya, setelah panggilan nya terhubung dia pun berbicara.
"Aku memiliki tugas untuk mu, salah satu anak perusahaan ku yang berada di Korea, China dan jepang memiliki sedikit masalah kau datanglah ke sana.
Aku beri waktu tiga Minggu dan selesaikan semua masalah di perusahaan ku itu, sebelum selesai jangan kembali kesini." perintah nya dengan dingin lalu segera mematikan handphone nya.
Lalu dia pun kembali menghubungi seseorang.
"Buat beberapa masalah di perusahaan ku yang berada di Jepang, Korea dan China lakukan dengan cepat." perintah nya lagi hingga membuat anak buah nya yang berada di seberang telepon itu bingung.
"Masalah seperti apa bos? aku hancurkan atau bagaimana?."
"Berani kau menghancurkan nya, aku hancurkan terlebih dahulu tubuh mu." ancam nya dengan datar.
"Baiklah aku mengerti bos." pria itu menelan saliva nya dengan kasar, lalu sambungan telepon itu pun terputus.
Kedua orang di depan nya itu tersenyum dan saling menatap.
"Kau terbaik bos!."
↓
Hayo, siapa coba?.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Murtianingsih
mungkinkah Rafael Halbert? 🤔
2021-11-13
1
guest1052940504
gk ngerti thor...... kepoooo
2021-11-09
1
LegiSutri
11. pilih gulali atau kue sumbu...
certa ini slalu aq tunggu.........
2021-11-08
1