Hari demi hari sudah Rafael lewati, tak terasa sudah 1 Minggu dia berada di dunia aneh ini.
Tidak ada yang berubah, semua masih sama keluarga nya yang membenci nya, bahkan tak segan-segan memperlakukan nya dengan kasar.
Pria yang satu Minggu lalu mengganggu nya pun sampai sekarang tetap sama, ah dia tau nama laki-laki itu sekarang.
Zergio Hernandez.
Bukan Rafael nama nya jika dia tidak membalas semua perlakuan manusia jahat itu, walaupun sudah sering Rafael buat babak belur baik Leo, ayah, kakek, Zergio dan kedua teman nya tidak ada yang merasa kapok.
Mereka justru semakin gencar menganggu Rafael, terbukti dengan sekarang.
Saat ini Rafael dan Zergio sedang berada di tengah lapangan parkiran kampus, Zergio yang kembali menghadang Rafael untuk membalas kan rasa sakit nya 2 hari yang lalu saat Rafael menghajar nya habis-habisan.
Rafael hanya memandang Zergio dengan datar, dia hanya diam tak bergerak saat mendengar semua ocehan tak bermutu dari manusia berkulit pucat di depan nya ini.
"Berhentilah mengoceh si*lan, kau membuat ku pusing! jika memang ingin membalaskan dendam mu langsung saja keinti nya!." potong Rafael dengan dingin.
Dia tidak suka keributan, sungguh!.
Bahkan dia saja selalu menjauh dari kedua adik nya saat masih berada di dunia nya, Rafael suka ketenangan dia sangat benci keributan!.
Zergio melotot tak terima, dia menarik kerah pakaian Rafael.
"Berani nya kau memotong perkataan ku, mau mati hah?!." bentak Zergio tak terima.
Rafael mendengus, dia menepis tangan Zergio dengan kasar hingga membuat Zergio terhuyung.
"Jangan dekat-dekat, kau bau!." sinis Rafael dengan dingin lalu berjalan pergi meninggalkan Zergio yang sedang menganga tak percaya.
"RAFAEL SI*LAN, BERHENTI KAU BAJ*NGAN!!." murka Zergio tak terima hingga membuat dia menjadi pusat perhatian di parkiran itu.
Zergio berlari mengejar Rafael yang sudah berjalan menjauh dari nya, saat sudah berada di belakang Rafael tak segan Zergio menendang punggung Rafael dengan keras hingga membuat Rafael terjatuh.
Brugh
Rafael terjatuh hingga membuat kepala nya membentur batu hiasan yang berada di depan nya itu dengan keras.
[Batu hiasan yang memang ada di setiap jalan di kampus Rafael.]
Semua orang terkejut tapi tidak dengan Zergio yang justru malah tersenyum puas melihat Rafael yang terjatuh membentur batu itu.
Rafael meringis sakit, dia memegang kepala nya yang mengeluarkan banyak darah itu.
Dia menggeleng kan kepalanya saat merasakan pusing yang teramat sangat, saat dia mencoba berdiri dia pun kembali meringis.
Saat Rafael sudah berhasil berdiri dia menatap Zergio dengan tajam.
"Kau?!." Rafael menunjuk Zergio dengan tajam.
"Sakit? rasakan kau brengsek haha." Zergio tertawa dengan puas melihat wajah Rafael yang dipenuhi darah.
Tak ada yang berani menolong Rafael disana, karena mereka takut berurusan dengan Zergio yang memang terkenal kejam dan tukang bully.
Saat Rafael akan berjalan menuju Zergio untuk memberinya pelajaran, tiba-tiba kepala Rafael terasa sangat sakit dia mencengkeram rambut nya dengan wajah kesakitan.
"Argh!." Rafael meringis kesakitan.
Brugh
Rafael terjatuh dia menunduk sakit masih dengan mencengkeram rambut nya.
Zergio dan semua orang yang melihat itu menatap Rafael heran.
"Argh!." Rafael berteriak sakit.
Sungguh saat ini dirinya benar-benar merasa kesakitan, darah yang terus mengalir dari luka di kening nya semakin membuat Rafael terlihat menyedihkan.
"S-sakit..." Rafael bergumam lirih bahkan tanpa sadar air mata nya keluar, rasa sakit yang Rafael rasakan benar-benar seperti di tusuk oleh ribuan jarum.
"Bun.. bun-da, sakit.. argh!." gumam Rafael dengan lirih dan kembali berteriak kesakitan.
Zergio yang melihat itu benar-benar tak bergerak, ada apa dengan pria itu?.
Tak lama kesadaran Rafael perlahan menipis, tubuh nya terhuyung dan..
Brugh
Rafael pingsan, lagi-lagi mereka semua terkejut.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?!." teriak seseorang dari arah belakang Zergio.
Zergio tersentak, dia menoleh menatap seseorang yang baru saja berteriak itu.
Lalu tak lama orang yang berteriak itu berlari menuju Rafael, dia menepuk pipi Rafael dan saat mengetahui jika pria itu tak sadarkan diri dia kembali berteriak.
"KENAPA KALIAN DIAM SAJA SI*LAN?! DISINI ADA SESEORANG YANG TERLUKA DAN TAK SADARKAN DIRI KALIAN HANYA BERDIAM DIRI SEPERTI MANUSIA BOD*H SAJA?!!." teriak nya lagi pada sekumpulan manusia tak berguna yang berada disana.
Mereka semua hanya diam tak menjawab.
"Kalian!." orang itu menunjuk pada dua laki-laki dihadapan nya.
"Bantu aku untuk membawa dia kerumah sakit!." perintah nya dengan emosi.
Kedua mahasiswa itu mengangguk, lalu mereka pun segera menggotong tubuh Rafael dan membawa nya masuk kedalam mobil perempuan tadi.
Setelah Rafael dimasukan perempuan itu pun mulai melajukan mobil nya menuju rumah sakit terdekat.
"Dasar manusia-manusia tak berguna! disaat ada seseorang yang terluka dan membutuhkan pertolongan mereka justru hanya diam saja seperti manusia bod*h!!." gerutu perempuan itu dengan kesal.
Perempuan itu terus saja menggeretu sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, hingga saat dia sampai di parkiran rumah sakit dia pun memanggil suster yang tak jauh dari tempatnya.
"Suster! tolong bantu diriku, teman ku terluka!." teriak nya lagi.
Suster yang di panggil itu pun mengangguk, lalu dia mengambil kursi roda yang berada di pintu masuk rumah sakit itu.
Setelah nya suster itu pun dengan terburu-buru membawa Rafael masuk dengan di ikuti perempuan tadi, setelah membawa Rafael masuk kedalam UGD perempuan itu hanya bisa duduk diam di kursi tunggu.
Tak lama dokter masuk kedalam ruangan itu dengan beberapa suster, lagi-lagi dia hanya bisa menghela nafas.
Dan ngomong-ngomong, bagaimana dia bisa menghubungi keluarga Rafael?.
Saat dia sadar jika tas yang Rafael bawa berada di mobilnya, dia pun kembali berlari menuju parkiran dan memeriksa tas Rafael untuk mencari handphone.
Setelah dapat perempuan itu segera membuka nya dan kembali mencari kontak yang bisa di hubungi, saat nama Jack terlihat tanpa ragu perempuan itu menghubungi nya.
"Hallo tuan muda, kenapa menghubungi saya? apakah kelas tuan muda sudah selesai?." tanya Jack dengan heran.
Perempuan itu mengernyit, tuan muda? sebelum menjawab dia pun menggeleng kan kepala nya, bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal-hal yang tak penting.
"Cepatlah datang ke rumah sakit xxxx, Rafael terluka dan sekarang sedang di tangani." ucap nya.
"Apa?!." teriak Jack dengan keras hingga mengagetkan James dan perempuan itu.
"Jangan berteriak bod*h!." maki perempuan itu dengan kesal.
"A-ah, maafkan saya nona saya sangat terkejut tadi, baiklah saya dan teman saya akan segera kesana.
Tolong jaga tuan muda kami terlebih dahulu nona, terimakasih." tanpa mendengar jawaban dari lawan telepon nya Jack segera memutuskan sepihak sambungan itu.
"Cih! Menyebalkan." gumam nya dengan kesal dan segera kembali menuju UGD tempat Rafael di tangani.
20 menit berlalu akhirnya Jack dan James sampai di rumah sakit yang di maksud, dia mencari tempat Rafael di tangani hingga matanya tak sengaja melihat seorang wanita yang sedang duduk diam saja.
"Permisi, maaf, apakah nona yang menghubungi saya tadi dengan memakai handphone tuan muda Rafael?." tanya Jack dengan hati-hati.
Perempuan itu menoleh dia bangkit berdiri lalu mengangguk.
"Benar itu aku." jawab nya.
Jack dan James menghela nafas.
"Bagaimana bisa tuan muda terluka nona? Apakah nona tahu penyebab nya?." tanya James dengan khawatir.
Perempuan itu menggeleng, dia memang tidak tahu penyebab pasti kenapa Rafael terluka.
Jack dan James hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ini tas dan handphone Rafael, aku akan kembali ke kampus." perempuan itu menyodorkan tas dan handphone Rafael pada dua orang di depan nya.
Jack menerima nya "terimakasih nona, dan berhati-hati lah di jalan." perempuan itu mengangguk lalu mulai melangkahkan kakinya menjauhi kedua orang itu.
"Tuan muda?." gumam nya dengan heran.
Tak lama setelah perempuan itu pergi dokter keluar dengan dua suster yang menangani Rafael.
"Bagaimana dok?." tanya James dengan cepat.
"Keluarga pasien?." tanya dokter itu dengan heran.
"Kami bodyguard tuan muda." jawab Jack.
Dokter itu mengangguk.
"Luka yang pasien dapat lumayan parah di bagian kepalanya, seperti nya benturan yang dia dapat cukup keras hingga membuat dia kehilangan banyak darah."
Jack dan James terkejut bukan main, benturan?.
"Lalu dok? bagaimana keadaan tuan muda sekarang?." tanya James.
"Tidak terjadi sesuatu yang cukup berbahaya untuk sekarang ini, dia sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat."
Jack dan James kembali menghela nafas.
"Jika pasien sudah sadar tolong hubungi saya, saya hanya ingin memastikan sesuatu saja apakah saat dia sadar nanti dia akan kehilangan ingatan nya atau tidak.
Saya permisi, dan pasien akan segera di pindahkan kalian bisa menjenguk nya nanti." ucap dokter itu lagi lalu setelah nya berjalan pergi meninggalkan Jack dan James yang lagi-lagi terkejut.
Amnesia? bukan kah tuan muda saat ini sedang amnesia? apakah jika tuan muda amnesia lagi akan semakin parah?.
↓
Satu lagi nyusul ya guys, belum selesai di ketik hehe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
yoona
gua suka gaya lo bestiii hahaha
2021-11-26
0
guest1052940504
thor.........masih gk move on dgn alur ceritanya. !?!
2021-11-09
0
Neva Lina P
masih penasaran thor knp tiba2 rafael jaman kuno bisa masuk ke tubuh rafael jaman modern,
trus rafael jaman modern kmna apa udah mati?
knp rafael tdk dpt ingatan dari rafael asli..
lanjut thor, caiiyooo 🦾
2021-11-06
1