Nampak nya rombongan besar yang berjalan di depan mereka adalah rombongan para pengantar barang, mereka ingin mengantarkan barang pesanan dari salah satu kelompok yang ada di wilayah kerajaan Ngarsopuro.
Rombongan yang terdiri dari beberapa gerobak itu nampak berjalan tergesa-gesa membawa barang pesanan itu, mereka nampak seperti mencemaskan sesuatu.
"Kita harus segera melewati hutan ini sebelum tengah malam..!," begitu pemimpin rombongan tersebut memandu anak buahnya.
"Aku tak ingin bertemu dengan kelompok Rogo Geni yang biasa beroperasi di wilayah ini tepat tengah malam."
"Baik tuan Basuki.." sahut anak buahnya sembari mencambuk sapi sapi yang menarik gerobak pedati tersebut.
Rogo Geni adalah salah satu ketua kelompok bandit yang suka merampok para pelintas yang melewati wilayah nya.
Sedangkan Basuki adakah seorang pemimpin dari biro pengiriman barang yang bernama biro Elang Putih.
Biro Elang Putih biasa mengirimkan barang melewati tempat tersebut, sehingga Basuki sangat hafal dengan kelompok yang suka membikin onar dan waktu operasional nya.
Rombongan itu makin cepat bergerak setelah ada perintah dari pemimpin biro.
Setelah melewati sedikit turunan mereka bergerak mendaki, karena jalanan kian menanjak.
Kraaaaakk..!!
Entah kenapa tiba tiba salah satu penyangga roda gerobak nampak terdengar patah, mungkin karena beban yang berat yang ada di muatan gerobak tersebut.
"Ada apa...!!, cepat periksa..!!," perintah Basuki dengan segera dan makin terlihat panik, karena saat ini mereka berada di tengah belantara yang lebat.
Dan itu bisa menjadi sasaran empuk para perampok.
"Nampaknya penyambung roda gerobak patah, tuan..," lapor anak buah yang memeriksa kerusakan gerobak pedati tersebut, masih sambil berjongkok melihat gerobak yang sudah miring tersebut.
"Uugh..dasar sial..!," umpat sang pemimpin biro pengiriman barang sedikit kesal.
" Cepat perbaiki..!, usahakan kita tak bermalam di tempat ini.
"Baik tuan...!."
Dengan sigap beberapa anak buah dari Elang Putih tersebut bekerja memperbaiki kerusakan dari gerobak pedati tersebut.
Sementara itu sedikit jauh terlihat tiga orang yang tak lain adalah Jaya, Pelangi dan Jayeng Rono masih mengawasi kegiatan itu tak mencoba mendekat, tak ingin di curigai sebagai orang yang berniat jahat.
Malam makin larut, Untung nya ada sedikit cahaya bulan yang menerangi, sehingga mempermudah pekerjaan anak buah Elang Putih memperbaiki kerusakan gerobak pedati itu.
Namun belum juga mereka berhasil membereskan kerusakan itu dari balik semak semak bermunculan beberapa orang yang nampak mengepung rombongan biro pengiriman barang.
"Ha..ha..ha.. nampak nya kita dapat rejeki nomplok ada mangsa di sini tak perlu mencari jauh jauh," sebuah suara di sertai suara tawa menggelegar membahana di malam yang sunyi itu.
Rupanya apa yang di takutkan Basuki menjadi kenyataan, rombongan perampok pimpinan Rogo Geni sudah menyatroni rombongan biro pengiriman dan pengawalan barang tersebut.
"Rogo Geni..! jangan berani macam macam dengan biro kami..!," gertak Basuki, dengan posisi tangan sudah bersiap memegang gagang pedang yang ada di pinggang nya.
"Memang apa yang harus ku takutkan dari biro kalian..?!," balas Rogo Geni dengan senyuman sinis, nampak nya keduanya sudah saling mengenal karena tahu identitas masing masing.
"Kami membayar pajak kepada kerajaan dengan benar, pasti kalian akan di buru jika berani bertindak melanggar hukum..!." gertak Basuki.
"Memang kami terlihat perduli dengan semua itu..?, kau tak berfikir Dewa Api akan berpangku tangan saja jika melihat kami di buru..??," tantang Rogo Geni tak nampak takut dengan ancaman lawannya.
kini semua orang sudah terlihat tegang dan meraba gagang senjata masing masing.
"Seraaang...!!," Rogo Geni sudah memerintahkan anak buahnya yang berjumlah dua puluhan orang menyerang lawan yang juga berjumlah hampir sama.
Wwwuusss.. wwuuuss...!
Orang orang Rogo Geni langsung meloncat melesat menyerang menebaskan senjatanya.
"Hiaaaa...!! hiaaa...!!."
Pasukan perampok yang rata rata tingkat kependekaran nya di prajurit perak (tingkatan kependekaran bisa di lihat di chapter ingin mengembara ) itu sudah merangsek ke arah lawan.
Pedang para pasukan perampok itu sudah berkelebat menebas ke arah lawannya.
Traang..! traang..!!
Hutan yang semula sepi kini sudah terdengar ramai oleh bunyi benturan dua senjata yang beradu, dan teriakan orang orang tersebut.
Sriing..! sriiing...!!
Craassh... craassh...!!
Dalam waktu tak lama korban sudah berjatuhan dari kedua belah pihak.
Rogo Geni yang tingkat kependekaran ada di prajurit emas level v, tengah bertarung dengan Basuki yang tingkat kependekaran ada di tingkat yang sama namun masih di level lll.
Meskipun dalam satu tingkatan yaitu prajurit emas namun berbeda level tetap membuat Basuki lama lama terlihat kepayahan dan terdesak hebat.
Setiap gerakannya seakan kalah satu langkah dari lawannya.
Traaang .!!
Sambaran pedang Rogo Geni berhasil di tangkis Basuki, namun ada bagian sisi kiri dari kepala pengawalan biro Elang Putih yang terbuka sehingga bisa di manfaatkan oleh kepala perampok itu.
Bouuugh...!!
Sebuah tendangan mengenai rusuk kirinya membuat Basuki terpental terlempar satu tombak.
"Aarch..!!." Basuki menggeram menahan sakit akibat tendangan tersebut, memegangi rusuk kirinya.
"He.he.he..menyerahlah sebelum kepala mu aku paksa lepas dari badan mu..!." ledek Rogo Geni sembari berjalan menghampiri lawannya yang masih membungkuk memegang rusuk kirinya.
Rogo Geni sudah bersiap menebas lawan nya ketika sebuah bayangan sudah berdiri menghadang langkahnya.
"Heeh..siapa kau..!!," bentak Rogo Geni melotot menatap sosok pemuda yang entah sejak kapan berada di sana.
"Aku bukan siapa siapa, hanya saja aku tak suka jika ada kejahatan di depan mataku.." kata Jaya Sanjaya yang sudah gatal tangannya, karena ada kejahatan di depannya, dan kini sudah bertindak maju, tak bisa di cegah oleh Jayeng Rono yang tadi mencoba menahannya agar tak ikut campur.
"Kau belum tau siapa aku..!!??." bentak Rogo Geni, "Aku orang kepercayaan Dewa Api.., kau bisa celaka jika mencampuri urusan ku..!," gertaknya.
"Aku tak perduli dengan dewa mu..jika kau bertindak kejahatan maka akan aku hentikan..!," balas Jaya Sanjaya dengan tenang, menatap tajam orang di depannya.
"Baik..jangan menyesal kau..!!," teriak Rogo Geni melesat menebaskan pedangnya.
Sriing...!!
Sambaran pedang itu hampir mengenai lengan Jaya Sanjaya yang terlambat bergerak.
Lalu berturut turut serangan Rogo Geni makin menggila dan di percepat.
Meskipun masih kaku Jaya Sanjaya berhasil menghindari tiap serangan lawannya.
Jika lawan bergerak cepat maka Jaya Sanjaya juga cepat bila lawan melambatkan serangan demikian juga dengan Jaya Sanjaya.
Meskipun terlihat aneh namun seperti nya dia tak tersentuh lawan bahkan ujung bajunya sekali pun.
Hingga sebuah kesempatan di dapatkan oleh Jaya Sanjaya saat lawannya sedikit lengah, Dia menghantamkan pukulan Mangar Pecah hasil didikan Jayeng Rono.
Duaaaar...!!
Hantaman yang terkesan seenaknya itu mampu melempar badan Rogo Geni hingga beberapa tombak jauhnya.
Hal itu membuat lawan terbelalak, bukan hanya sang lawan tapi Jayeng Rono pun kaget dengan hasil pukulan Jaya Sanjaya.
"Luar biasa anak ini...," batin Jayeng Rono, menggeleng gelengkan kepala nya.
_____________
Jangan lupa tinggalkan jejak nya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Zacky yulianto
/Good//Good//Good/ mantao
2024-09-28
0
Albet Jalius
mantap thor...
2022-10-22
4
Kancellotti Unholy Mbachoter
test jurus jaya pertamakali
2022-05-07
1