"Uugh.."
"Aarch...!!."
Gumaman pelan terdengar dari seorang pemuda yang merintih kesakitan.
Pemuda yang sempat di kejar kejar oleh beberapa orang di hutan pinggir jurang dan terjatuh tersebut, ajaibnya masih hidup dan kini nampak sedang terbaring lemah di sebuah tempat tidur sederhana yang terbuat dari kayu.
"Weeiih...kau sudah bangun rupanya," terdengar suara dengan sedikit serak, seakan tak percaya dengan pendengaran dan penglihatannya.
Pasalnya saat di temukan pemuda tersebut dalam kondisi mengenaskan, badan penuh luka dengan tulang belulang yang nyaris hancur di beberapa bagian.
Nampak seorang kakek tua dengan badan sedikit bungkuk mendekat dan mengawasi anak muda yang di tolong nya.
"Jagat Dewa Batara..!!, luar biasa daya pemulihanmu anak muda ini," gumam sang kakek yang tak bisa menutupi kekagumannya, sambil menatap tak percaya kearah sang Pemuda.
"Siapa kau sebenarnya anak muda..?." Gumam kakek tersebut dengan penuh ketakjuban, seakan pertanyaan itu di peruntukkan untuk dirinya sendiri.
"Pelangii...Pelangiii....!!," teriak kakek bongkok memanggil seseorang begitu sosok yang ditolong nya sudah mulai terlihat siuman, kakek itu memanggil seseorang yang masih nampak berkutat di samping bangunan reyot tersebut.
Nampak sesosok perempuan dengan baju alakadarnya, sekedar menutupi tubuhnya terlihat mendekat ke arah pria tua itu, setelah sebelumnya nampak membuat semacam ramuan dan obat obatan dan kini di bawa di kedua tangannya.
"Ada apa kek??."
"He..he..he..kau beruntung..dapat teman baru di dasar jurang ini.. Dia mulai sadar dari pingsannya..." kata sang kakek, menggoda seseorang yang datang atas panggilannya tadi.
"Benarkah kek..?," terdengar jawaban dari sosok yang berpakaian alakadarnya tersebut dengan sangat antusias, namun kemudian wajah nya kembali lesu.
"Hmm.." sahut sang kakek dengan senyum di bibirnya, mengangguk anggukan kepalanya.
"Alaah...paling paling nanti mati, seperti yang selama ini kita tolong kek."
Sungut si gadis setelah cukup dekat dengan kakeknya
"Hussh...jangan menyumpahi orang sembarangan kayak gitu, kalau Sang Pencipta Jagat belum mengijinkan mati pasti tak akan mati," seru sang kakek sedikit meninggikan suara nya, melihat reaksi perempuan muda itu.
Gadis yang di panggil Pelangi itu hanya cemberut, wajahnya yang belepotan dan kotor itu kembali tak semangat.
"Tapi bukankah selama ini seperti itu kek, kita susah susah menolong merawat jika ada orang yang terjatuh ke dasar jurang, namun ujung ujungnya malah mati..," kata gadis yang ternyata sedikit cerewet itu, sambil cemberut.
"Cck .!," sang kakek malah berdecak menggelengkan kepalanya melihat tingkah polah gadis yang sudah di anggap sebagai cucunya tersebut.
"Uuugh... dimana aku..?," gumam sang pemuda memecah perdebatan kakek dan cucunya, dengan pelan mencoba untuk duduk, menyender di tempat tidurnya.
"E..eeh..jangan duduk dulu, tulangmu masih banyak yang patah..!," seru Pelangi dengan cepat mencoba menahan pemuda itu untuk duduk.
Namun betapa kagetnya dirinya ketika menahan punggung dan memegang badan pemuda itu, semua tulang nampak sudah pulih dan kembali ke bentuk semula.
"Aneh.''
Kakek Bongkok dan Pelangi adalah dua orang guru dan murid yang sangat ahli dalam pengobatan, jadi bisa tau kapan kira kira menyembuhkan tulang yang patah, apalagi patah tulang yang sangat parah.
Paling cepat satu bulan dengan mengalirkan tenaga dalam murni yang terus menerus dan memberikan ramuan herbal yang mengandung tumbuh tumbuhan langka penyatu tulang, baru bisa pulih dengan sempurna seperti ini, tapi pemuda ini baru tiga hari yang lalu di temukan dengan hampir semua tulang hancur namun siang ini semua seakan tak pernah remuk atau patah.
"Aarhh..Jagat Dewa Batara..Yang Tunggal..!," seru Pelangii kaget, sambil menutup mulutnya yang tak bisa tidak, pasti menganga.
"Dimana aku..?, Siapa kalian..?."
Tanya pemuda tersebut kembali terdengar, dengan pandangan memutar dan silih berganti menatap kakek bongkok dan gadis aneh, karena wajah sang gadis belepotan entah oleh apa.
"Kamu ada di jurang...," jawab polos sang gadis sambil gantian menatap pemuda yang wajahnya juga belepotan tanah meskipun sudah di basuh sedikit air.
"Di Jurang...??," gumam sang pemuda mencoba mengingat ingat kejadian apa yang menimpa nya.
"Ooh...ya aku ingat sekarang ..," seru sang pemuda kemudian sedikit tersenyum kecut, membuat Pelangi yang tak pernah bertemu dengan orang lain selain kakek bongkok dan para korban yang jatuh ke jurang itu sedikit terpana.
Bagi Pelangi melihat orang lain yang masih utuh seperti pemuda itu adalah hal yang langka, rata rata korbannya pasti sudah remuk tak berbentuk saat di temukan di dasar jurang.
Pemuda itu kini perlahan sudah duduk dengan tegak, butuh tiga hari bagi tubuh nya untuk pulih dari luka yang ada di tubuhnya, itupun bagi kakek bongkok dan Pelangi sudah sebuah keajaiban.
"Terimakasih..kalian pasti yang telah menolongku," kata sang Pemuda menatap kedua orang di depannya yang masih terpana tak percaya.
"Ya..cucuku menemukan mu saat mencari bahan bahan yang kami butuhkan untuk obat, dan keperluan sehari hari."
"Namaku Jayeng Rono namun orang orang memanggilku Kakek Bongkok, dan ini muridku yang sudah ku anggap seperti putri atau cucu panggil saja Pelangi," kata sang kakek memperkenalkan diri.
Sang pemuda mengangguk mendengar itu.
"Siapa namamu anak muda..?." tanya balik Jayeng Rono sambil mendekat dan duduk di depan pemuda tersebut.
Pemuda tersebut menggeleng, pandangan nya lesu menunduk ke tanah, "Aku tak tau siapa diriku ini, tiba tiba aku terbangun sudah berada di dalam gua dan begitu aku keluar, orang orang mengeroyokku."
Pemuda itu lalu menceritakan semua yang di alaminya kepada Jayeng Rono dan Pelangi, membuat dua orang itu hanya mampu menganguk angguk karena tak mampu membantu apapun.
"Ya sudah kalau begitu kamu aku kasih nama Jaya Sanjaya, karena kamu telah berjaya dari kematian yang tak mampu merenggut nyawa mu..," kata Jayeng Rono yang di angguki oleh Pelangi.
"Aku akan panggil kamu Jaya,...kakang Jaya tepat nya,"' Seru Pelangi kegirangan, merasa mendapat teman baru di lingkungan dasar jurang tersebut.
____________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Nurul Pky
ada yang baru nih
2024-01-31
3
Yanka Raga
siiiep 👍👌
2024-01-29
0
Mamat Stone
asal bukan jaka Sinting 🤣🤣🤣
2023-09-20
1