Ndaru Kolocokro

Pemuda yang di beri nama Jaya Sanjaya oleh kakek bongkok atau Jayeng Rono itu kini sementara menetap bersama mereka di dasar jurang yang sedikit gelap dan lembab tersebut.

Makin lama kesadaran dari Jaya Sanjaya makin membaik, dalam arti daya nalar nya sudah kembali, hanya saja ingatan tentang dari mana dirinya berasal dan siapa diri nya yang sesungguhnya masih belum bisa di ketahui nya.

"Kenapa kakek Jayeng Rono dan Dinda Pelangi bertempat tinggal di sini, bukannya lebih nyaman jika bertempat tinggal di hunian yang normal berbaur dengan masyarakat lainnya..?," tanya Jaya Sanjaya kepada kakek Jayeng Rono suatu saat, ketika mereka berbincang sembari membuat dan meracik obat obatan.

"Hmm...itu juga yang sering di minta oleh Pelangi, tapi aku belum siap jika harus kehilangan dirinya," sahut Kakek Jayeng Rono dengan wajah khawatir, namun pandangan matanya menelisik ke arah Jaya Sanjaya.

"Maksud nya kek..?." tanya Jaya tak mengerti.

"Aku belum siap bercerita sekarang, jika tiba waktunya nanti aku pasti menceritakan semuanya.," sahut Kakek Jayeng Rono, sambil kembali menumbuk daun daun-an yang di campur aneka rempah dan tanaman herbal langka di olah menjadi obat obatan.

Jaya Sanjaya pun tak mendesak lagi jika memang kakek bongkok itu tak mau membagi kisah hidupnya, karena dirinya sendiri juga masih bingung dengan keadaanya sendiri, tentang siapa jati dirinya sesungguhnya. mereka baru kenal dan tentu saja ada banyak rahasia yang tak bisa di ungkapkan begitu saja.

**

Flashback on.

Enam belas tahun yang lalu di sebuah kerjaan kecil yang bernama kerajaan Ngarsopuro yang ada dibawah naungan kerajaan Agung Karang Kadempel terjadi suatu peristiwa yang cukup menggemparkan.

Peristiwa yang cukup memilukan bagi sang raja Ngarsopuro dan keluarga sebenarnya, karena harus kehilangan anak yang sudah di dambakan selama ini.

Peristiwa tersebut tak lepas dari adanya Cahaya Keberuntungan yang turun dari langit, yang di yakini membawa keberuntungan bagi siapa saja yang berhasil memiliki nya.

Cahaya itu di namakan Ndaru Kolocokro, konon kabarnya benda apa saja yang terkena cahaya itu akan menjadi sebuah senjata pilih tanding.

Bahkan jika cahaya itu menimpa sebuah sapu ijuk pun mungkin bisa jadikan pusaka, sebagai pusaka setingkat pusaka langit dan itu sangat jarang di dapatkan oleh semua orang. begitulah kabar yang tersiar.

Maka sudah sejak beberapa waktu yang lalu, sejak Ndaru Kolocokro itu di ramalkan akan melesat ke bumi orang orang sudah bersiap untuk memburu nya.

Para tokoh sakti dari berbagai belahan dunia dengan berbagai latar belakang sudah berada di sekitar wilayah tersebut, karena berdasarkan ramalan yang beredar memang kali ini cahaya keberuntungan itu akan jatuh di wilayah kerajaan Ngarsopuro setelah hampir beberapa ratus tahun tak mampir ke alam ini.

Malam itu hujan sangat deras, dengan kilat dan petir yang menyambar nyambar, diiringi oleh angin kencang memporak porandakan apapun, sebuah cahaya yang di tunggu oleh para pemburu yaitu Cahaya Keberuntungan nampak muncul dari balik gelapnya awan yang menggantung di langit.

Melesat cepat ke bumi dengan kecepatan stabil langsung lurus menuju ke arah wilayah kerajaan Ngarsopuro.

Sebenarnya ada dua Cahaya yang terlihat melesat dari langit, namun cahaya inti tersebut sangat jernih dengan warna biru transparan seakan membungkus sesuatu, kemudian dikelilingi oleh cahaya kekuningan yang merupakan bungkus dari cahaya biru tersebut.

Setelah mendekati angkasa kerajaan Ngarsopuro, Cahaya biru tak kasat mata itu terpisah terlempar ke sebuah hutan tepatnya ke dalam gua, dan Cahaya kuning jernih melesat ke arah istana.

Para tokoh sakti baik dari golongan hitam maupun putih, orang biasa rakyat jelata maupun perangkat dan keluarga kerajaan baik dari kerajaan itu atau yang lainnya, semua bergerak ke arah melesatnya Cahaya kuning jernih tersebut.

Banyaknya tokoh sakti yang mengejar Cahaya Keberuntungan itu hingga membuat para prajurit istana Ngarsopuro kewalahan untuk mencegah dan menganggulangi kedatangannya.

Akhirnya Cahaya kuning yang dianggap Cahaya Keberuntungan atau Ndaru Kolocokro itu, jatuh menimpa Jabang bayi yang baru saja di lahirkan oleh sang Permaisuri.

Kegembiraan yang menyelimuti pihak istana menjadi kegemparan dan Malapetaka ketika para tokoh sakti tau dan berniat merangsek nekat masuk ke istana guna memperebutkan sang jabang bayi.

Desas desus jatuhnya Cahaya Keberuntungan yang mengenai jabang bayi langsung heboh, para tokoh sakti itu bahkan sudah mulai berebutan hak kepemilikan atas dirinya.

Dengan kesaktiannya para tokoh itu bahkan mampu untuk menundukkan kekuatan kerajaan kecil Ngarsopuro. membuatnya tak berkutik jika berurusan dengan para tokoh sakti para pemburu pusaka.

Bagi para tokoh itu memiliki bayi tersebut akan mendatangkan keuntungan, apalagi ada yang berpendapat jika daging dan darah bayi tersebut di makan, maka akan bisa membuat kekuatan kesaktian seseorang yang memakan daging dan meminum darahnya meningkat berkali kali lipat. pendapat ini banyak di percaya para tokoh hitam.

"Bagaimana keadaan di luar paman Patih..?," seru sang prabu Danar Kencono kepada sang patih yang selalu setia mendampinginya tersebut.

"Sangat mengerikan Yang Mulia, para tokoh sakti sudah mau merangsek nekat masuk ke istana, mereka sebentar lagi pasti akan menjebol gerbang istana Jika kita tidak segera bertindak," jawab sang Patih sembari menarik nafas panjang dengan hati gundah, badannya terlihat sedikit bergetar membayangkan apa yang akan terjadi.

Prabu Danar Kencono mengurut pelipisnya mulai merasa pusing dengan apa yang di hadapi.

Sebuah pilihan sulit yang harus diambilnya, menyelamatkan keberlangsungan istana Ngarsopuro atau merelakan bayi putri anak nya di ambil mereka.

"Aku harus bagaimana paman..?." tatapan sang prabu sudah terlihat pilu meminta pendapat sang Patih.

"Ampun Yang Mulia Prabu.., sebuah keputusan yang sulit harus kita ambil," kata sang Patih dengan hati hati mengeluarkan pendapat nya.

"Katakan saja paman..!."

"Ampun beribu ampun Yang Mulia, sekarang hamba bertanya, apa yang akan Yang Mulia pilih antara istana atau Yang Mulia putri."

Kembali sang Prabu mengurut pelipisnya, bingung mau memilih yang mana, hingga beberapa saat tak mampu berucap apapun.

Blaaaarrt...!!

Terdengar ledakan lumayan keras, menandakan bahwa gerbang istana sudah berhasil di jebol oleh para pemburu Ndaru Kolocokro tersebut.

Sang Prabu kembali tergagap, kemudian dengan cepat berkata, "Bawalah anakku ke tempat guru Benowo, semoga beliau bisa melindungi anakku," kata prabu Danar Kencono dengan cepat mengambil keputusan disaat yang kritis.

Dengan segera sang Patih memerintahkan Gardaraja untuk melaksanakan tugas tersebut.

"Segera laksanakan perintah Yang Mulia..!." teriak sang Patih kepada bawahan nya.

Dengan di pimpin oleh salah satu Senopati terbaik berangkatlah rombongan sekitar tiga puluh orang tersebut membawa jabang bayi, menuju ke arah gunung Pancawarna tempat sang guru Benowo berada, wilayah yang ada di sebelah selatan dari kerajaan tersebut.

__________

Selamat membaca jangan lupa tinggalkan dukungan dan suport nya..

Terpopuler

Comments

Matt Razak

Matt Razak

Mantap

2024-09-08

0

Raimon

Raimon

Hahahaa....cerita versi Dalam Negri....

2023-09-16

4

Ahmad Iqbal

Ahmad Iqbal

mantulll thor

2023-04-28

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Pemuda Aneh
3 Jatuh ke Jurang Kematian.
4 Masih di beri Kehidupan.
5 Ndaru Kolocokro
6 Kesetiaan Para Punggawa
7 Pelangi dan Jaya Sanjaya
8 Ingin mengembara
9 Misteri Lima pecahan Ndaru Kolocokro
10 Mengusir Orang Jahat.
11 Melihat Kehidupan
12 Dunia ini luas
13 Orang orang hebat dan Pendukung nya
14 Perusuh para perusuh
15 Zirah Tameng Jiwo
16 Bertemu Kelompok Mata Iblis
17 Makin Memanas
18 Kehebatan Mata Iblis
19 Bertarung dengan Perusuh
20 Membahas Kebangkitan Mata Iblis
21 Menguak Kebenaran
22 Legenda Mata Dewa
23 Bertemu
24 Dewi Mata Iblis
25 Pemilihan Selir untuk Pemimpin Agung
26 Dua Tragedi
27 Selamat dari Maut
28 Guru dan Murid
29 Mulai Berguru
30 Mengembara
31 Musuh yang Aneh
32 Cacing Darah Dewa
33 Perebutan Zirah Pusaka.
34 Misteri Pencuri Bertopeng
35 Kitab Pusaka
36 Para Pemburu Pusaka
37 Ikut Memburu Pusaka
38 Ikut Memburu Pusaka ll
39 Pertempuran Para Pemburu Pusaka
40 Bertemu sang Ratu Mata Iblis
41 Bertarung dengan Raja Pengemis
42 Jurang kedungpuru di Bukit Meniran
43 Bertarung demi Kitab Pusaka
44 Merebut kitab Pusaka
45 Roh Kitab Pusaka
46 Di buru Pemburu Pusaka
47 Asal Mula Pusaka Tombak dan Perisai
48 Rahasia matinya Gagak Hitam
49 Menunjukan Pamor Dewa
50 Menaklukkan Sepasang Raja Pedang
51 Sebuah Aliansi
52 Membangun Markas
53 Kelompok Jiwa Abadi
54 Makin Kacau
55 Sebuah Kisah Masa Lalu
56 Kembali ke Sirih Putih
57 Memberi Pelajaran
58 Anak buah Jiwa Abadi.
59 Hancur nya Gajah Alas
60 Pertarungan Ratu dengan Sugioprano
61 Berjumpa Kembali
62 Perkenalan...
63 Bersama...
64 Pitu Geni pemimpin Darah Api
65 Anggota Baru
66 Tiga Bayangan Setan
67 Bertarung dengan Kelompok Api Suci
68 Memberi Pelajaran kepada Api Suci
69 Menyambangi Gagak Hitam..
70 Mengajak Bergabung...
71 Zirah Sayap Garuda
72 Keributan...
73 Berrebut....
74 Ujian Kesabaran...
75 Kemunculan Kelelawar Hitam
76 Bantuan yang tak di duga
77 Kembali Melanjutkan perjalanan
78 Bertemu Sora Tinampi...
79 Tertangkap nya Zirah sayap Garuda
80 Bayangan Setan Vs Pencuri bertopeng
81 Pertemuan dua sosok bertopeng
82 Sumantri si Mata Malaikat
83 Empu Cipta guna
84 Pedang Angin Puyuh
85 Menuju kota Gunung Emas.
86 Dua Bidadari
87 Kembali Bertemu....
88 Dua Iblis Wora Wari
89 Menyadarkan Yang Salah
90 Makin Memanas
91 Jiwa Abadi mulai Mengancam
92 Pelajaran untuk lawan
93 Kelompok Sang Mayat
94 Asal muasal Jiwa Abadi dan Gagak Hitam
95 Menyambut Kekacauan...
96 Kembali menuju Awan Putih
97 Di buru kelompok yang lain...
98 Menuju Kotaraja Karang Pandan
99 Kota Candi Baru
100 Bertarung dengan Penguntit
101 Bertarung melawan Srigala Merah
102 Hancurnya Srigala Merah
103 Salah Paham
104 Kekalahan Tumenggung
105 Penasaran....
106 Mengenal kelompok Akar Jiwa
107 Wilayah kerajaan Jogonolo..
108 Pelajaran untuk anggota Pisau Terbang
109 Masih di buru....
110 Ketakutan nya Gambir Anom
111 Bertarung dengan Sumantri
112 Kembali kepada sang Pemilik
113 Rencana Raja....
114 Memberikan Bantuan...
115 Makar....
116 Rencana Lawan...
117 Tragedi Pemberontakan
118 Perang yang menyedihkan
119 Hancur nya Akar Jiwa
120 Melanjutkan perjalanan...
121 Mencari masalah....
122 Melumpuhkan Marto Mantingan
123 Menuju Ngarsopuro....
124 Asal usul Layon Pitu
125 Layon Pitu masih memburu
126 Kegundahan Pelangi
127 Tiba di Ngarsopuro...
128 Bersiap Menghadapi Lawan
129 Bertarung dengan kelompok Golok Naga
130 Takluknya Anuso Birowo sang Golok Naga.
131 Rezeki tak kemana...
132 Tobat nya Mata Elang....
133 Jebolnya gerbang Selatan
134 Rontok nya perwakilan Partai Es Abadi
135 Membantu di Gerbang Selatan
136 Meninggalkan Ngarsopuro
137 Bertarung dengan Layon Pitu
138 Bertarung dengan Layon Pitu ll
139 Kabur...
140 Kediaman Jambumangli..
141 Menuju markas Awan Putih
142 Dunia makin panas
143 Kedatangan Prono condro
144 Gagak Hitam resmi Bergabung
145 Kegundahan Jaya....
146 Memperkuat Kelompok.
147 Di sambangi dua Legenda Api Suci
148 Bertarung dengan Dua Legenda
149 Masih di beri Pengampunan.
150 Mulai Membentuk Jati Diri Kelompok
151 Kedatangan Raja Karang Doplang
152 Koloireng mengembara
153 Bertemu Koloireng
154 Mengetahui Markas Jiwa Abadi.
155 Kembali Bertarung....
156 Takluknya Koloireng
157 Ancaman Kelompok Orong Orong.
158 Menyambangi Markas kelompok Orong Orong
159 Menghajar Lawan
160 Membumi Hanguskan Markas Perampok
161 Menyambangi Karang Doplang
162 Singgah di kota Batu Intan
163 Bersua Jrabang Geni
164 Bersitegang dengan Jrabang Geni
165 Bertarung dengan Agni Mahesa Suro
166 Menaklukan Pemimpin Jrabang Geni
167 Dua kelompok Pengemis
168 Bertarung dengan Pengemis Tongkat Kuning
169 Kembali menuju Markas
170 Mulai Bergerak ke Utara
171 Semua Bersiap.
172 Ingatan Yang Terhapus
173 Mengail di air Keruh
174 Pemberontakan.
175 Mengimbangi Pemberontak
176 Membasmi para Pemberontak.
177 Memenangkan peperangan melawan Pemberontak
178 Menuju Selayang Pandang
179 Negeri Bulak Sumur.
180 Para Peserta Serikat Pendekar Berdatangan
181 Bersua dengan Anggota
182 Tiba di Selayang Pandang
183 Mendekati Purnama, Malam Pertemuan Serikat Pendekar.
184 Menjelang Malam Purnama.
185 Pertarungan di Selayang Pandang
186 Pertarungan di Selayang Pandang ll
187 Pertarungan di Selayang Pandang lll
188 Pertarungan di Selayang Pandang lV
189 Pertarungan di Selayang Pandang eps Partai Es Abadi
190 Pertarungan di Selayang Pandang eps Api Suci
191 Kemenangan Kelompok Awan Putih.
192 Menarik Paku Jagat dari Dasar Bumi
193 Tercabutnya Paku Jagat
194 Makin Menggila
195 Hancurnya Kelompok Persilatan
196 Tempat Tujuan Bernaung
197 Perang Kembali Pecah
198 Perang Kembali pecah ll
199 Perang Kembali Pecah lll
200 Perang Kembali Pecah lV
201 Perang Kembali Pecah V
202 Bertarung dengan Dwarakolo
203 Menghadapi Pengeroyokan
204 Menghadapi Pengeroyokan ll
205 Menghadapi Pengeroyokan lll
206 Matinya Sang Panglima Iblis
207 Masih Bertarung dengan Dua Iblis
208 Kyai Rojo Molo
209 Matinya Iblis Wora-Wari
210 CAOS (kekacauan)
211 Kejahatan tetap Merajalela
212 Menegakkan Keadilan Kembali
213 Menertibkan Dunia
214 Menghancurkan Jubah Perak.
215 Bertarung dengan Tiga Dewa Prajurit.
216 Matinya salah satu Dewa Prajurit.
217 Merajuk...
218 Sekilas tentang Dewa-Dewi
219 Penyerangan di Tiga Batu Jajar
220 Kejutan untuk Junara
221 Menghentikan Bayangan Kegelapan
222 Seorang Dewa..?
223 Ancaman Belum Berakhir
224 Menuju MulyaBhumi
225 Menuju MulyaBhumi ll
226 Dewa Arogan..?
227 Pembuat Onar.
228 Bertarung dengan Dewa Selo
229 Bertarung dengan Dewa Selo ll
230 Penyesalan Tiga Dewa Utusan
231 Kekalahan Para Dewa Utusan
232 Dewa Pemusnah
233 Keputusan para Dewa
234 Cerita tentang Dewa
235 Wicaksono
236 Bertarung dengan Wicaksono
237 Sosok Sesungguhnya Wicaksono
238 Berbincang dengan Dewa Kebijaksanaan
239 Menyingkap Tabir
240 Menyingkap Tabir ll
241 Saling Mencerahkan
242 Ancaman
243 Sumpah Janji
244 Menuju Pertempuran
245 Pertarungan para Dewa l
246 Pertarungan para Dewa ll
247 Masih Pertarungan dengan Dewa
248 Kekuatan Tersembunyi
249 Kehancuran Alam Dewa
250 Kunjungan ke Alam Dewa
251 Masih Pertempuran di Alam Dewa
252 Pemusnahan Alam Dewa
253 Sebuah Rencana
254 Kartu Truf
255 Membangkitkan Pasukan Batu
256 Penguasa Pasukan Prajurit Batu
257 Akhir dari Kekaisaran Dewa
258 Awal Kehancuran Iblis
259 Menuju ke Istana Kekaisaran
260 Berguguran nya para Iblis
261 Pemimpin bertemu Pemimpin
262 Pertarungn Tingkat Tinggi
263 Pertarungan Dua Kekuatan
264 Musnahnya Para Iblis
265 Kehancuran Kaisar Dewa
266 Pindahan
267 Akhirnya...
Episodes

Updated 267 Episodes

1
Awal Mula
2
Pemuda Aneh
3
Jatuh ke Jurang Kematian.
4
Masih di beri Kehidupan.
5
Ndaru Kolocokro
6
Kesetiaan Para Punggawa
7
Pelangi dan Jaya Sanjaya
8
Ingin mengembara
9
Misteri Lima pecahan Ndaru Kolocokro
10
Mengusir Orang Jahat.
11
Melihat Kehidupan
12
Dunia ini luas
13
Orang orang hebat dan Pendukung nya
14
Perusuh para perusuh
15
Zirah Tameng Jiwo
16
Bertemu Kelompok Mata Iblis
17
Makin Memanas
18
Kehebatan Mata Iblis
19
Bertarung dengan Perusuh
20
Membahas Kebangkitan Mata Iblis
21
Menguak Kebenaran
22
Legenda Mata Dewa
23
Bertemu
24
Dewi Mata Iblis
25
Pemilihan Selir untuk Pemimpin Agung
26
Dua Tragedi
27
Selamat dari Maut
28
Guru dan Murid
29
Mulai Berguru
30
Mengembara
31
Musuh yang Aneh
32
Cacing Darah Dewa
33
Perebutan Zirah Pusaka.
34
Misteri Pencuri Bertopeng
35
Kitab Pusaka
36
Para Pemburu Pusaka
37
Ikut Memburu Pusaka
38
Ikut Memburu Pusaka ll
39
Pertempuran Para Pemburu Pusaka
40
Bertemu sang Ratu Mata Iblis
41
Bertarung dengan Raja Pengemis
42
Jurang kedungpuru di Bukit Meniran
43
Bertarung demi Kitab Pusaka
44
Merebut kitab Pusaka
45
Roh Kitab Pusaka
46
Di buru Pemburu Pusaka
47
Asal Mula Pusaka Tombak dan Perisai
48
Rahasia matinya Gagak Hitam
49
Menunjukan Pamor Dewa
50
Menaklukkan Sepasang Raja Pedang
51
Sebuah Aliansi
52
Membangun Markas
53
Kelompok Jiwa Abadi
54
Makin Kacau
55
Sebuah Kisah Masa Lalu
56
Kembali ke Sirih Putih
57
Memberi Pelajaran
58
Anak buah Jiwa Abadi.
59
Hancur nya Gajah Alas
60
Pertarungan Ratu dengan Sugioprano
61
Berjumpa Kembali
62
Perkenalan...
63
Bersama...
64
Pitu Geni pemimpin Darah Api
65
Anggota Baru
66
Tiga Bayangan Setan
67
Bertarung dengan Kelompok Api Suci
68
Memberi Pelajaran kepada Api Suci
69
Menyambangi Gagak Hitam..
70
Mengajak Bergabung...
71
Zirah Sayap Garuda
72
Keributan...
73
Berrebut....
74
Ujian Kesabaran...
75
Kemunculan Kelelawar Hitam
76
Bantuan yang tak di duga
77
Kembali Melanjutkan perjalanan
78
Bertemu Sora Tinampi...
79
Tertangkap nya Zirah sayap Garuda
80
Bayangan Setan Vs Pencuri bertopeng
81
Pertemuan dua sosok bertopeng
82
Sumantri si Mata Malaikat
83
Empu Cipta guna
84
Pedang Angin Puyuh
85
Menuju kota Gunung Emas.
86
Dua Bidadari
87
Kembali Bertemu....
88
Dua Iblis Wora Wari
89
Menyadarkan Yang Salah
90
Makin Memanas
91
Jiwa Abadi mulai Mengancam
92
Pelajaran untuk lawan
93
Kelompok Sang Mayat
94
Asal muasal Jiwa Abadi dan Gagak Hitam
95
Menyambut Kekacauan...
96
Kembali menuju Awan Putih
97
Di buru kelompok yang lain...
98
Menuju Kotaraja Karang Pandan
99
Kota Candi Baru
100
Bertarung dengan Penguntit
101
Bertarung melawan Srigala Merah
102
Hancurnya Srigala Merah
103
Salah Paham
104
Kekalahan Tumenggung
105
Penasaran....
106
Mengenal kelompok Akar Jiwa
107
Wilayah kerajaan Jogonolo..
108
Pelajaran untuk anggota Pisau Terbang
109
Masih di buru....
110
Ketakutan nya Gambir Anom
111
Bertarung dengan Sumantri
112
Kembali kepada sang Pemilik
113
Rencana Raja....
114
Memberikan Bantuan...
115
Makar....
116
Rencana Lawan...
117
Tragedi Pemberontakan
118
Perang yang menyedihkan
119
Hancur nya Akar Jiwa
120
Melanjutkan perjalanan...
121
Mencari masalah....
122
Melumpuhkan Marto Mantingan
123
Menuju Ngarsopuro....
124
Asal usul Layon Pitu
125
Layon Pitu masih memburu
126
Kegundahan Pelangi
127
Tiba di Ngarsopuro...
128
Bersiap Menghadapi Lawan
129
Bertarung dengan kelompok Golok Naga
130
Takluknya Anuso Birowo sang Golok Naga.
131
Rezeki tak kemana...
132
Tobat nya Mata Elang....
133
Jebolnya gerbang Selatan
134
Rontok nya perwakilan Partai Es Abadi
135
Membantu di Gerbang Selatan
136
Meninggalkan Ngarsopuro
137
Bertarung dengan Layon Pitu
138
Bertarung dengan Layon Pitu ll
139
Kabur...
140
Kediaman Jambumangli..
141
Menuju markas Awan Putih
142
Dunia makin panas
143
Kedatangan Prono condro
144
Gagak Hitam resmi Bergabung
145
Kegundahan Jaya....
146
Memperkuat Kelompok.
147
Di sambangi dua Legenda Api Suci
148
Bertarung dengan Dua Legenda
149
Masih di beri Pengampunan.
150
Mulai Membentuk Jati Diri Kelompok
151
Kedatangan Raja Karang Doplang
152
Koloireng mengembara
153
Bertemu Koloireng
154
Mengetahui Markas Jiwa Abadi.
155
Kembali Bertarung....
156
Takluknya Koloireng
157
Ancaman Kelompok Orong Orong.
158
Menyambangi Markas kelompok Orong Orong
159
Menghajar Lawan
160
Membumi Hanguskan Markas Perampok
161
Menyambangi Karang Doplang
162
Singgah di kota Batu Intan
163
Bersua Jrabang Geni
164
Bersitegang dengan Jrabang Geni
165
Bertarung dengan Agni Mahesa Suro
166
Menaklukan Pemimpin Jrabang Geni
167
Dua kelompok Pengemis
168
Bertarung dengan Pengemis Tongkat Kuning
169
Kembali menuju Markas
170
Mulai Bergerak ke Utara
171
Semua Bersiap.
172
Ingatan Yang Terhapus
173
Mengail di air Keruh
174
Pemberontakan.
175
Mengimbangi Pemberontak
176
Membasmi para Pemberontak.
177
Memenangkan peperangan melawan Pemberontak
178
Menuju Selayang Pandang
179
Negeri Bulak Sumur.
180
Para Peserta Serikat Pendekar Berdatangan
181
Bersua dengan Anggota
182
Tiba di Selayang Pandang
183
Mendekati Purnama, Malam Pertemuan Serikat Pendekar.
184
Menjelang Malam Purnama.
185
Pertarungan di Selayang Pandang
186
Pertarungan di Selayang Pandang ll
187
Pertarungan di Selayang Pandang lll
188
Pertarungan di Selayang Pandang lV
189
Pertarungan di Selayang Pandang eps Partai Es Abadi
190
Pertarungan di Selayang Pandang eps Api Suci
191
Kemenangan Kelompok Awan Putih.
192
Menarik Paku Jagat dari Dasar Bumi
193
Tercabutnya Paku Jagat
194
Makin Menggila
195
Hancurnya Kelompok Persilatan
196
Tempat Tujuan Bernaung
197
Perang Kembali Pecah
198
Perang Kembali pecah ll
199
Perang Kembali Pecah lll
200
Perang Kembali Pecah lV
201
Perang Kembali Pecah V
202
Bertarung dengan Dwarakolo
203
Menghadapi Pengeroyokan
204
Menghadapi Pengeroyokan ll
205
Menghadapi Pengeroyokan lll
206
Matinya Sang Panglima Iblis
207
Masih Bertarung dengan Dua Iblis
208
Kyai Rojo Molo
209
Matinya Iblis Wora-Wari
210
CAOS (kekacauan)
211
Kejahatan tetap Merajalela
212
Menegakkan Keadilan Kembali
213
Menertibkan Dunia
214
Menghancurkan Jubah Perak.
215
Bertarung dengan Tiga Dewa Prajurit.
216
Matinya salah satu Dewa Prajurit.
217
Merajuk...
218
Sekilas tentang Dewa-Dewi
219
Penyerangan di Tiga Batu Jajar
220
Kejutan untuk Junara
221
Menghentikan Bayangan Kegelapan
222
Seorang Dewa..?
223
Ancaman Belum Berakhir
224
Menuju MulyaBhumi
225
Menuju MulyaBhumi ll
226
Dewa Arogan..?
227
Pembuat Onar.
228
Bertarung dengan Dewa Selo
229
Bertarung dengan Dewa Selo ll
230
Penyesalan Tiga Dewa Utusan
231
Kekalahan Para Dewa Utusan
232
Dewa Pemusnah
233
Keputusan para Dewa
234
Cerita tentang Dewa
235
Wicaksono
236
Bertarung dengan Wicaksono
237
Sosok Sesungguhnya Wicaksono
238
Berbincang dengan Dewa Kebijaksanaan
239
Menyingkap Tabir
240
Menyingkap Tabir ll
241
Saling Mencerahkan
242
Ancaman
243
Sumpah Janji
244
Menuju Pertempuran
245
Pertarungan para Dewa l
246
Pertarungan para Dewa ll
247
Masih Pertarungan dengan Dewa
248
Kekuatan Tersembunyi
249
Kehancuran Alam Dewa
250
Kunjungan ke Alam Dewa
251
Masih Pertempuran di Alam Dewa
252
Pemusnahan Alam Dewa
253
Sebuah Rencana
254
Kartu Truf
255
Membangkitkan Pasukan Batu
256
Penguasa Pasukan Prajurit Batu
257
Akhir dari Kekaisaran Dewa
258
Awal Kehancuran Iblis
259
Menuju ke Istana Kekaisaran
260
Berguguran nya para Iblis
261
Pemimpin bertemu Pemimpin
262
Pertarungn Tingkat Tinggi
263
Pertarungan Dua Kekuatan
264
Musnahnya Para Iblis
265
Kehancuran Kaisar Dewa
266
Pindahan
267
Akhirnya...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!