"Sebenarnya Kakek sungguh tak ingin menahan kamu di sini Pelangi, tapi ada suatu hal yang harus kamu ketahui tentang dirimu yang selama ini belum kakek ceritakan."
"Tentang asal usul siapa diri mu yang sebenarnya, agar menjadi bahan pertimbangan untuk pengembaraan mu kelak..," kata kakek Jayeng Rono, membuat Pelangi terkesima sesaat, karena inilah yang di nanti nya selama ini.
Jayeng Rono menarik nafasnya dalam dalam sebelum memulai ceritanya kembali.
Pelangi menyimak apa yang diceritakan oleh Jayeng Rono dengan seksama, begitupun Jaya Sanjaya yang juga mendengarkan cerita itu dengan baik, mungkin dengan adanya berbagai peristiwa yang dia dengar bisa mengembalikan ingatan nya akan siapa sesungguhnya dirinya.
"Itulah alasannya kenapa kami akhirnya sembunyi di sini..," kata Jayeng Rono, sambil menatap Jaya Sanjaya dan Pelangi bergantian, setelah mengakhiri ceritanya.
Pelangi yang mendengar cerita tersebut mata nya berlinangan, air mata itu meluncur deras mengetahui sampai sebegitu jahat nya orang orang itu ingin memiliki Ndaru Kolocokro, hingga mengorbankan orang lain, yang entah apa ada kebenaran nya tentang kekuatan tersebut.
"Sampai sekarang aku juga tak tau bagaimana sekarang nasib padepokan Bale Rupa dan penghuninya, termasuk kakang Benowo, aku takut untuk bepergian terlalu jauh dari dasar jurang ini, apalagi sampai ke sana." Jayeng rono menghela nafasnya, merasa beban begitu berat jika memikirkan tentang itu.
"Memangnya kakek tak pernah meninggalkan tempat ini sama sekali..?," tanya Jaya Sanjaya dengan penasaran, karena pengakuan Jayeng rono yang tak pernah pergi jauh.
"Pernah sih sekali dua kali, untuk mencari tanaman herbal dan berburu, tapi tak terlalu jauh dari sini, lagian aku khawatir meninggalkan Pelangi terlalu lama." kata Kakek Jayeng Rono yang juga ikut bersedih jika mengingat betapa beratnya hidup seorang Pelangi.
"Bagaimana Dinda..?, setelah mendengar cerita tadi.., apakah mau tetap disini..?, apa pergi melanglang buana bersamaku mencari gambaran kehidupan..?," tanya Jaya Sanjaya, menatap Pelangi yang masih terkejut mendengar cerita asal muasal dirinya.
Pelangi terdiam sesaat, menimbang, menelaah dan memikirkan nya, semua serba berat.
Tinggal di dasar jurang selama nya juga tak ada kebaikan nya.
"Aku akan tetap ikut kakang mengembara, masalah hidup mati sudah di gariskan oleh Sang Pencipta, aku juga penasaran dengan kedua orang tua ku kakang," kata Pelangi akhirnya mengambil keputusan.
Jaya Sanjaya mengangguk setuju, Jayeng Rono pun tak bisa berkata apapun, apalagi mencegah, Pelangi sudah beranjak dewasa sekarang sudah saatnya mengetahui kebenaran tentang diri nya.
**
Turunnya Ndaru Kolocokro ke Alam ini belasan tahun yang lalu, ternyata tak hanya terjadi di wilayah Karajaan Agung Karang Kadempel tepat nya kerajaan Ngarsopuro, yang ada di bawah naungan Kerajaan Agung itu.
Di lima Kerajaan Agung lainnya pun ternyata juga dihujani Cahaya Keberuntungan tersebut.
Jadi di lima Kerajaan Panca Buana tersebut masing masing wilayah di hujani Cahaya Keberuntungan.
Semua itu baru di sadari akhir akhir ini, setelah orang orang saling bercerita kesana sini, mencocok kan berita yang beredar, akhirnya di ketahuilah bahwa waktu itu ada lima Cahaya yang melesat dari Alam lain menuju Alam ini.
Kelima Cahaya Keberuntungan tersebut tersebar ke berbagai Kerajaan Agung Panca Buana.
Hanya saja " INTI" dari Ndaru Kolocokro itu sebenarnya adalah di buang nya Dewa Perang yang sudah di lemahkan, dengan serpihan yang terlempar di berbagai wilayah.
Seandainya sang Dewa mampu mengingat lalu menyatukan serpihan itu maka di mungkinkan kekuatannya akan pulih sepenuhnya seperti sedia kala, karena kini hanya dua puluh persen saja kekuatan yang di miliki di bandingkan dengan kekuatan aslinya.
Serpihan Cahaya tersebut terdiri dari beberapa bagian kehebatan yang di miliki nya, antara lain senjata dan perlengkapan nya, termasuk baju Zirah Tameng Jiwo.
Saat ini semua pihak sudah mulai memburu pusaka pusaka tersebut untuk di gunakan meningkatkan tingkat kependekaran masing masing individu maupun kelompok.
**
"Kakek Jayeng .. sebaiknya kita meninggalkan tempat ini saat matahari mulai terbenam, agar tak menimbulkan kecurigaan orang orang terhadap kita," usul Jaya Sanjaya kepada Jayeng Rono yang memang di setujui nya.
"Ya..aku setuju usulan mu Jaya..,Kita bertiga akan menuju ke padepokan Bale Rupa, menengok kakang Benowo sebelum menuju ke kerajaan Ngarsopuro yang ada di bawah naungan Kerajaan Agung Karang Kadempel."
Jaya Sanjaya dan Pelangi hanya mengangguk, karena keduanya tak memiliki ingatan apapun tentang dunia luar, wilayah dan lokasinya.
Mendekati matahari menggelincir ke barat ketiga orang itu mulai meninggalkan tempat yang selama ini menjadi persembunyian mereka.
Berjalan menuju ke hilir yang lebih landai untuk menemukan celah menuju kearah dunia luar yang merupakan jalan rahasia yang di temukan oleh Jayeng Rono.
Bertepatan dengan matahari tenggelam mereka sudah keluar dari jalan rahasia itu, menuju ke arah padepokan Bale Rupa yang ada dalam ingatan Jayeng Rono.
"Hmm...di balik bukit sana itu tempat padepokan kami berada..," tunjuk Jayeng Rono ke arah bukit yang mulai tak terlihat jelas.
"Waah...ternyata jauh juga kek..," sahut Pelangi mencoba mengawasi bukit yang terlihat jauh dengan mata menyipit karena mulai hilang di telan kegelapan.
"Ya..masih sangat jauh, apalagi kita tak memiliki kuda tunggangan."
"Sebaiknya kita terus bergerak, jika menemukan tempat yang cocok kita bisa bermalam," kata Jayeng Rono kembali.
Dua anak muda itu hanya mengangguk saja, lalu mengikuti langkah kakek tua yang kini sedikit bongkok badannya.
Malam kian larut, berjalan di kegelapan hutan ternyata memang menyusahkan meskipun mereka golongan pendekar, tetap saja masih kesulitan.
"Kek..nampaknya di depan ada rombongan orang," seru Pelangi yang berjalan paling depan menatap di kejauhan terlihat obor yang hilang timbul tertutup lebatnya hutan.
Jayeng Rono yang mulai menghafal jalan tersebut sedikit mengangguk.
"Sebaiknya kita susul mereka bagaimana pun berjalan dengan sedikit penerangan lebih terasa nyaman..," Jayeng Rono sedikit tersenyum.
Jaya Sanjaya dan Pelangi mengangguk setuju.
Ketiganya bergegas menyusul rombongan yang makin terlihat nyata.
_____________
Jangan lupa tinggalkan jejak nya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Matt Razak
mantap 👍💯💥
2024-09-09
0
Albet Jalius
makin mantap aja thor.... 👍👍👍👍👍
2022-10-22
4
Simon Istia
jooooos
2022-05-27
1