"Aaaarch..!., dimana aku..?," terdengar rintihan suara seorang pemuda dengan tampilan sangat tampan, meski pakaiannya terlihat lusuh penuh keringat dan noda kotoran.
Perlahan pemuda itu membuka matanya perlahan lahan, di kedip kedipkan matanya, seakan sedang mencoba merasakan apa yang dirasa saat ini.
Pandangannya menoleh kearah sekitarnya, memutari ruangan yang entah ada dimana, membuat dahinya berkerut, bingung dengan apa yang ada di depan matanya.
"Dimana aku..?, apa semua ini..?," gumamnya sambil mengambil aneka benda benda yang menutupi badannya dan ada di sekitarnya, aneka macam benda benda termasuk harta kekayaan, senjata senjata, kitab pusaka serta aneka tanaman herbal yang pastinya bermanfaat bagi para ilmuwan di dunia persilatan.
Nampak di sebelahnya terdapat gunungan harta benda yang lumayan banyak, aneka senjata yang tak terhitung pula banyaknya dan yang paling terlihat mencolok adalah sebuah tombak sedikit pendek bersanding dengan sebuah perisai dengan warna hitam legam, nampak bersender di dinding ruangan yang ada di sebelah sang pemuda tergeletak.
Perisai yang tak terlalu lebar maupaun terlalu kecil itu seakan menarik dirinya untuk mendekat.
"Pegang ..sentuh...aku..!."
Sebuah suara yang tiba tiba terdengar di kepala sang pemuda, seakan memerintahkan untuk nya memegang dua senjata yang berdampingan tersebut.
Pemuda itu bangkit perlahan, duduk lalu sedikit ragu menatap dua senjata itu, lalu memukul kepalanya karena merasa ada suara suara yang mengusik nya.
"Aaarcchhh...!." teriaknya.
Pemuda itu meremas rambutnya, menjambak nya karena otaknya seakan mendengar suara suara aneh.
"Aaarch...pergi ..kalian...!." teriak nya lagi, menggema di dalam gua tersebut.
"Jangan membuat aku gila....!!."
Pemuda itu berteriak teriak tak karuan, semacam orang gila yang tersadar dari tidur panjang nya.
Suara teriakan sang Pemuda yang terdengar keras tersebut, ternyata masih kalah dengan suara yang ada di luar gua, ratusan bahkan ribuan orang yang berkumpul kini makin terdengar suaranya, saling berbantah bantahan tak jelas, saling mengklaim bahwa kelompok mereka yang paling berhak atas gua temuan beserta isinya tersebut.
Setelah berteriak pemuda tersebut lalu duduk kembali, mencoba menenangkan dirinya, nalurinya mengatakan agar menenangkan diri untuk bisa mengingat semuanya.
Dia berusaha duduk bersila mengatur nafasnya, memejamkan matanya menghirup udara sekuat kuatnya lalu melepaskannya, begitu terus menerus hingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya perlahan menjadi sedikit jernih.
Dengan perlahan di hampiri nya dua senjata itu dan di sentuh nya.
JREEEENG....
"Aaaaarrcchh..!."
Kembali pemuda itu berteriak hebat seakan ada aliran listrik yang menyambar nya, alam terdistorsi, semua itu terjadi saat kedua tangannya memegang senjata itu, sebuah gelombang menghantam ke dalam kesadaran sang Pemuda, lalu secara aneh senjata itu menghilang dari pandangannya dengan di awali oleh gelang yang ada di lengannya berpendar terang.
Kembali pemuda itu ternganga, tak percaya dengan apa yang dilihatnya, badannya bergetar hebat mencoba menstabilkan lonjakan kekuatan yang memasuki badannya.
Bersamaan dengan peristiwa tersebut badannya sedikit berpendar, terasa ringan dan bertenaga.
"Aaahh...apa yang terjadi??."
Sang pemuda sedikit terdorong dan sedikit melayang badannya seakan ada yang mengangkat tubuhnya.
Setelah sedikit tenang sayup sayup kini telinga nya mendengar suara ribut ribut di luar tempat nya berada.
"Dimana aku berada? nampaknya aku ada di dalam sebuah gua" gumam sang pemuda sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Seakan ada yang memerintahkannya, entah kapan secara naluri tangannya berkelebat melambai dengan gerakan tertentu dan anehnya semua harta benda dan pusaka itu menghilang dari pandangan matanya, gelang di tangan kanannya kembali bersinar, lalu semua benda tersebut tersimpan di gelang dimensi yang ada di lengan kanan nya itu.
Setelah semua menghilang pemuda itu mulai mengerak gerakan seluruh badannya, melakukan peregangan seakan melemaskan diri, merelaksasi kan otot otot yang ada ditubuhnya.
**
Suasana di luar gua sudah sangat kacau, entah siapa dan dari kelompok mana yang memulai keributan itu terjadi.
Pertarungan kacau tanpa aturan tercipta, karena lawan yang di hadapi juga terdiri dari beberapa orang dan kelompok tersebut berlangsung dengan seru.
Tak ada kawan dan rekanan selain yang sekelompok, semua hanya lawan yang berada di sana.
Traaang....!
Traaang...!!
Craaassh... craaassh....!!
Benturan benturan senjata dan benda tajam terdengar keras berdentangan, antara senjata lawan dan senjata lainnya.
Jeritan para korban yang terkena sambaran sabetan senjata terdengar melolong kesakitan.
"Bantai semaunya ....!!," teriakan komando dari para pemimpin masing masing kelompok terdengar keras, untuk saling memusnahkan lawan lawannya, semua itu terdengar begitu mengerikan.
Semua terlihat menggila mengayunkan senjata andalan yang dimilikinya, yang penting kelompok nya menang, bisa membunuh sebanyak mungkin adalah yang di harapkan.
"Hiaaaa...!!."
"Hiaaaaaa..!!."
Craaaasshh.... craaaash....!
Pertarungan itu kian seru dan makin beringas.
BLUAARR..!!
Sebuah ledakan keras tiba tiba terdengar dari mulutnya gua di tengah hiruk pikuk nya pertempuran.
Batu besar yang melintang menutupi mulut gua kini terlihat menganga lebar, dan perlahan lahan dari dalam gua tersebut keluar sesosok pemuda tampan, dengan baju sudah buluk, namun tak mengurangi kadar ketampananya. Dia tampak maju berlahan dengan kikuk.
Semua mata menatap kearah mulut gua, melihat munculnya sosok pemuda yang bajunya sudah sedikit sobek di sana sini.
Jujur semua terkejut, sejak kapan ada orang di dalam gua? padahal selama ini gua tersebut tertutup rapat hanya ada celah sedikit yang mengakibatkan benda benda tercecer dari dalam gua.
"Siapa kau..!," bentak salah satu orang berbaju dengan lambang api, dengan suara keras dan galak.
"Ya..dari golongan mana kau..!!," bentak yang lainnya, tak kalah galak.
"A..A-aku ..J..jjuga masih bingung siapa aku..?," kata pemuda itu dengan polos yang tak di buat buat.
Orang orang lalu tak menghiraukan nya karena terlihat pemuda tersebut tak membawa apapun di tubuhya dari dalam gua.
"Uuh..aman... harta benda masih di dalam," entah dari kelompok mana orang yang berkata begitu.
Tanpa di komando ratusan orang langsung meloncat, merangsek maju dan masuk kedalam gua, guna memperebutkan harta yang ada di dalamnya.
"Hhaaaah...??!!," semua mata terbelalak, gua tersebut dalam keadaan kosong melompong tak ada sedikitpun benda di sana, apalagi harta dan pusaka.
Wajah wajah yang semula ternganga, kaget tak menemukan sedikitpun harta, kini terlihat merah padam penuh amarah.
"Kejar pemuda sinting itu..!!, dia mencuri harta pusaka..!!." teriak seseorang entah dari kelompok mana.
Tanpa di komando lagi ratusan mendekati ribuan orang tersebut langsung berlari mengejar sang pemuda yang masih berjalan kebingungan tak tentu arah menjauh dari lokasi tersebut.
"Itu Dia di sana...!!," terdengar sebuah teriakan sambil menuding ke arah sang pemuda berjalan.
Merasa semua orang seperti berlari ke arahnya, pemuda itu reflek menjauh dan berlari sekuat tenaga nya.
Badannya yang masih lemas langsung di genjot untuk berlari menghindar dari amukan massa.
"Kejaaaar jangan sampai lolos..!!."
Sriing... sriiing...!!
Puluhan anak panah sudah terlepas menyasar ke arah tubuh sang pemuda, begitu melihat buruan mencoba kabur.
Dengan sekuat tenaga pemuda itu menghindar, meloncat dan terus berlari tanpa arah tujuan.
"Kejar teruuus..!!." teriakan komando menggema susul menyusul.
"Jangan sampai lolos.....!!!."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Iskandar Yunaeni
WAH RAME NIH
2024-11-16
0
Matt Razak
mantap
2024-09-08
0
Inara Cantik
baru baca... tulisan bagus.. rapi jarang typo... alur cerita....!!!???.. lanjut... lam kenal thor/CoolGuy/
2024-08-15
0