Malam ini rumah Shanum ramai dengan kehadiran kedua kakak dan keluarga Rudy. Ya, tadi sore Rudy membawa ibu, adik perempuannya Rana dan calon istrinya Fyneen. Dan yang membuat semua orang terkejut ternyata Fyneen memiliki anak angkat bernama Joshua.
Nabila yang kepo langsung bertanya panjang kali lebar kali tinggi usai mereka semua menyelesaikan makan malam. Sekarang kaum wanita berada di meja makan sambil menikmati teh wasgitel dan Snack, sedangkan para pria berada di sofa ruang tengah menikmati kopi dan anak-anak berada di kamar Mamoru.
"Saya adalah anak panti asuhan di Jogja dulu mbak" ucap Fyneen yang dipaksa memanggil kedua kakak beradik cantik itu dengan panggilan 'mbak' karena mereka risih dipanggil 'nyonya' atau 'bu'. "Ketika saya pulang kuliah, di usia saya baru 18 tahun, saya menemukan bayi laki-laki depan panti. Entah kenapa saya ingin menjadi ibunya dan Bu Maryam, ibu panti, mengijinkan saya mengangkat Joshua menjadi anak saya."
"Sekarang Joshua usia berapa?" tanya Shanum.
"Joshua sekarang mau 9 tahun." jawab Fyneen.
"Saya dulu juga kaget ketika Rudy datang membawa Fyneen ke rumah bersama Joshua. Saya mung mbatin 'duh anakku dapat Rondo Wis nduwe anak' tapi satu sisi saya nggak boleh gitu kalau memang jodoh mau gimana" papar Bu Naning, ibu dari Rudy dan Rana.
"Iya lho mbak, waktu mas Rudy datang ma mbak Fyneen aku juga kaget. Begitu cerita bahwa mbak Fyneen belum menikah dan Joshua adalah anak angkatnya, membuat aku agak lega" sahut Rana blak-blakan.
Fyneen tidak tampak tersinggung karena dia sudah biasa menghadapi cibiran orang-orang yang punya anak tanpa suami.
"Lho kalian itu kenal dimana sih?" tanya Nabila.
"Bu Maryam punya usaha batik tulis kecil-kecilan di Jogja lalu setahun lalu perusahaan AJ Corp membuka kantor cabang disini untuk mencari batik tulis buatan pengusaha kecil namun kwalitas bagus untuk diekspor ke Dubai dan Jepang. Saya ikut mencoba mendaftar dan disana pertama kali saya bertemu dengan mas Rudy." cerita Fyneen.
"Dek Fyneen lulusan apa?" kali ini Shanum yang bertanya.
"Saya lulusan Akademi Batik dan Fashion Institut Seni Indonesia Yogyakarta mbak." jawab Fyneen.
"Pantas batik buatan mbak Fyneen bagus-bagus kata mas Rudy" sahut Rana.
"Saya malah senang anak jaman sekarang menghargai warisan budaya kita terutama batik. Itu kan trademark kita sebagai wong Jowo" sambung Bu Naning.
"Iya bu, kata mas Rudy batik-batik yang lolos seleksi terjual mahal di luar negeri apalagi AJ Corp punya cabang dimana-mana walaupun pusatnya di Dubai dan Tokyo. Dan kami sebagai pengusaha UMKM mendapatkan keuntungan juga. Perusahaan nya Tuan Hiro selalu mendukung kami-kami ini" papar Fyneen.
Shanum menatap Hiro yang sedang asyik ngobrol dengan Mike dan Rudy di ruang tengah dengan perasaan campur aduk.
"Jangan kayak gitu lihatnya, bisa-bisa tiga bulanmu Didiskon lho" bisik Nabila yang membuat wajah Shanum memerah.
***
Kamar Mamoru
Ketiga anak berbeda usia tampak asyik bermain PlayStation di kamar Mamoru. Miki yang tidak terlalu suka game asyik membaca berbagai macam buku resep dari beberapa chef favoritnya yang dibawakan abangnya.
"Bang Joshua sekarang kelas berapa?" tanya Mamoru tanpa mengalihkan pandangannya dari tv besar yang menempel di dinding kamarnya.
"Aku sekarang kelas empat. Tadi aku dengar kalian baru mau tujuh tahun kok sudah kelas tiga?" jawab Joshua.
"Kami ikut kelas akselerasi jadinya kami loncat kelas deh" jawab Miki yang masih membaca buku.
Joshua menoleh "Keren ya kalian". Miki membalas dengan senyum manisnya. Ya ampun Miki kecil-kecil gini udah cantik gimana nanti besarnya ya. Tunggu, jantungku kenapa ini?
"Bang Joshua tahu kenapa kita bisa ikut akselerasi? Karena dulu kami usia tiga tahun sudah pengen sekolah, akhirnya mom memanggil guru ke rumah." kali ini Mamoru yang menjawab.
"Bang Joshua sekolah di Jogja ya?" tanya Miki.
"Iya non, tapi nanti kalau mama menikah dengan papa Rudy, aku pindah sini" jawab anak laki-laki yang memiliki kulit putih, wajah oval, mata sipit, hidung mancung dan berbibir tipis.
"Wah bisa main bareng dong" seru Miki yang dijawab anggukan Joshua.
"Aaargghhhh!!! Jagoanku kalah!" teriak Mamoru yang kesal jagoannya di Tekken 7 kalah oleh Joshua.
"Maap ya tuan muda" cengir Joshua.
"Bang, jangan panggil gitu dah. Risih kupingku" Mamoru mengusap-usap telinganya.
"Nggak berani saya tuan muda, kan papa Rudy pegawainya tuan besar Hiro" jawab Joshua.
"Panggil yang normal ajah kenapa bang. Panggil ajah aku Mi-chan dan Ni-chan ke bang Moru. Jangan formal gitu deh!" sungut Miki.
"Tapi nona muda..."
"MI-CHAN!"seru Miki dengan suara cemprengnya yang membuat Mamoru mendelik.
"Gak usah ngegas juga kaleee dek! Suaramu jelek tahu!" omel Mamoru.
"Iiissshhh abis bang Joshua gitu!" bibir gadis mungil itu menjadi manyun.
"No... Mi-chan, baiklah. Aku memanggil nona muda Mi-chan yaaa" bujuk Joshua.
"Aku jangan dipanggil seperti kebiasaannya Miki. Panggil dik juga nggak papa kok" sahut Mamoru dengan gaya coolnya.
"Apa tuan besar ma nyonya besar tidak marah kalau aku panggil seperti itu?" tetap saja Joshua khawatir karena tadi mama dan calon papanya sudah wanti-wanti cara memanggil keluarga bossnya.
"NGGAK!" jawab si kembar bersamaan.
"Astaghfirullah aladzim" bisik Joshua sambil mengelus dadanya kaget.
Miki cekikikan sedangkan Mamoru hanya tersenyum smirk.
***
Mama Fyneen calonnya Oom Rudy
Oom Rudy lagi asyik ngobrol bareng dua bossnya.
***
FYI... Nama yang author pakai disini murni hanya kehaluan author aja. Tetiba dapat ide nama itu langsung dipakai.
Kalau ada kesamaan nama untuk perusahaan atau apapun, itu murni tidak ada sangkut-pautnya dengan story disini.
Just kehaluan saya pribadi once again.
Salam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
chantiiiiiqqq 😍😍🌹🌹
2023-11-02
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
anak2 horang kayah yg rendah hati dan baik budi ....
hebat mama Shanum bisa mendidik anak2nya spt itu ...
2023-11-02
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
isshh ... Joshuaaa .... belajar dulu yg rajin, boy ....
2023-11-02
1