Solo, Jawa Tengah
Kini di meja makan terdapat perbedaan formasi personil. Miki duduk di sebelah Shanum, dan di hadapan mereka Hiro dan Rudy yang duduk berdampingan. Kali ini bik Sum tidak ikut makan bersama, membiarkan majikannya menikmati makan malam bersama setelah tujuh tahun berpisah.
Shanum mengambilkan nasi, bandeng presto yang digoreng dengan telur, lalapan dan sambal untuk Miki, kemudian untuk dirinya sendiri. Hiro hanya memandang Shanum dengan tatapan gemas.
"Ayo maem" Shanum lalu menyuap nasinya ke dalam mulutnya. "Dek Rudy, ayo ambil lauknya yang banyak".
Rudy melirik bossnya yang masih memandang istrinya tanpa ada niatan mengambil nasi dan lauk pauk.
"Kenapa dek? Mau nunggu boss mu ambil nasi? Ga usah ditungguin, kelamaan" Miki terkikik mendengar ucapan mommynya yang judes.
Sabar ya Dad!
Rudy tersenyum. "Baik Bu". Aku lebih takut sama nyonya daripada ma boss. Pria tampan itu lalu mengambil nasi dan lauk pauknya.
"Shan!" panggil Hiro.
"Ya?" jawab Shanum kalem.
"Aku nggak diambilin nasi?" tanya Hiro sambil menyodorkan piringnya. Shanum menaikkan sebelah alisnya.
"Ambil sendiri nggak bisa?" sahut Shanum judes.
Hiro menggeleng sambil nyengir.
Astaga tuan! Benar-benar deh! batin Rudy.
"Dad, ambil sendiri lah. Tangan mommy sudah kena sambal nanti kena centong nasi" ucap Miki yang langsung mendapatkan tatapan tajam Daddynya.
"You're not helping Princess!" desis Hiro jengkel putrinya tidak tahu kode. Miki memasang wajah polos.
Tiba-tiba Shanum berdiri menuju wastafel lalu mencuci tangannya dan kembali ke meja makan.
"Mana piringmu?" tangannya meminta piring Hiro.
Hiro tersenyum penuh kemenangan dan langsung memberikan piringnya kepada istrinya yang langsung mengambilkan nasi dan lauk pauk.
"Kalau nggak segera diambilin, sampai besok pun kamu nggak makan makan!" omel Shanum kesal.
"Terima kasih sayangku" senyum Hiro dengan wajah sumringah.
Rudy dan Miki tersenyum simpul melihat pasangan absurd itu. Dan acara makan malam pun berlanjut tanpa ada drama manja Hiro.
***
Hiro dan Rudy berada di ruang keluarga menikmati dua cangkir teh panas dan camilan kacang rebus yang tadi dibeli bik Sum saat ada penjual kacang lewat.
"Kamu nginap sini ajah Rud. Besok bisa sekalian langsung ke kantor." tawar Hiro sambil ngemil kacang.
"Nggak usah tuan, setelah ini saya langsung pulang saja. Kan ojek online banyak, pula bawaan saya tidak banyak" tolak Rudy.
"Lho rumahmu dimana tho dek Rudy?" tanya Shanum ikut menimbrung bersama Miki yang asyik bermain Nintendo DS nya.
"Daerah Mojosongo Bu" jawab Rudy.
"Lumayan ya. Sudah nginap sini saja nggak papa" kali ini Shanum yang menawarkan.
"Terimakasih Bu tapi saya langsung pulang saja, kasihan ibu dan adik saya menunggu".
Akhirnya setengah jam kemudian Rudy pulang menggunakan ojek online. Bik Sum lalu mengunci pagar dan menutup pintu rumah tak lupa menguncinya.
Miki sendiri sudah ketiduran di sofa sambil memeluk Nintendo nya.
"Aku akan menggendongnya ke kamar" bisik Hiro yang dijawab anggukan Shanum.
"Aku siapkan kamarmu" Shanum lalu menuju kamar tamu yang berada di lantai satu bersebelahan dengan kamar Mamoru.
Hiro lalu menggendong putrinya ke lantai dua. Hot Daddy itu meletakkan putrinya pelan lalu mencium keningnya.
"Daddy love you princess" bisiknya kemudian mengganti lampu kamarnya menjadi lampu tidur dan menuju lantai satu.
Hiro memperhatikan Shanum membereskan tempat tidur yang sudah diganti seprai baru oleh bik Sum sore tadi di depan pintu. Malam ini istrinya masih memakai kaus gombrong dan celana panjang batik.
"Sudah rapi itu Shan" suara Hiro mengagetkan Shanum yang memang posisnya membelakangi pintu.
"Miki sudah di kamarnya?" tanya Shanum yang kini berhadapan dengan Hiro.
"Sudah"
Shanum kemudian berjalan menuju pintu hendak keluar namun dihalangi oleh Hiro.
"Minggir" desisnya.
"Tidak mau!" balas Hiro sambil bersedekap.
Tanpa basa basi, Shanum lalu mencengkeram baju Hiro, menjegal kakinya lalu membanting tubuh suaminya. Hiro yang terkejut dengan serangan Shanum menatap wajah istrinya dengan tatapan shock.
"Astaghfirullah Shan!" ucapnya setelah jantungnya agak normal "Kalau kamu posisi diatas, nggak usah begini caranya" cengir Hiro karena posisi Shanum memang diatas tubuhnya. Keplakan tangan mungil itu mendarat di bahu Hiro.
"Mesum! Makanya kalau aku bilang minggir ya minggir!" Shanum lalu berdiri dan meninggalkan Hiro yang masih tertawa.
"Shan, pintu kamarmu jangan dikunci ya. Siapa tahu aku menyusul mu dan kita berpelukan seperti dulu" goda Hiro makin menjadi.
"In your dream Mr. Al Jordan!" balas Shanum sambil masuk ke dalam kamarnya dan tak lama terdengar suara kunci diputar.
Hiro bangun dan menatap kamar Shanum yang berada di lantai dua dengan tatapan rindu. Kenangan saat mereka bersama muncul kembali. Rumah Shanum sudah dalam kondisi redup karena bik Sum hanya menyalakan beberapa lampu sudut yang bewarna kuning.
Pelan-pelan Hiro membuka kamar putranya dan dirinya tersenyum melihat nuansa biru putih sangat dominan di kamar Mamoru.
Tempat tidur Mamoru.
Tempat belajar Mamoru.
Rupanya selera putranya sama dengan dirinya yang penggemar warna biru navy. Hiro menyentuh semua yang berada di kamar putranya. Mata coklatnya memindai semua barang milik Mamoru, bahkan dia membuka lemari baju anaknya yang fashionable semua baju-bajunya. Selera Shanum memang bagus.
Tiba-tiba netranya melihat sebuah foto yang tersembunyi di balik printer hitam. Sebuah foto pernikahan antara dirinya dan Shanum yang mengenakan pakaian adat Jawa warna hitam.
Hiro membalikkan foto itu dan membaca tulisan khas anak kecil.
Mommy Shanum dan Daddy Hiroshi on their wedding day
Hiro tercekat. Mamoru.
Rasa bersalah kepada Shanum, Mamoru dan Miki makin besar. Betapa dia merutuki kebodohannya bisa terjebak oleh saingan bisnisnya hingga dia harus kehilangan istrinya dan kepercayaan keluarganya. Tanpa disadari air matanya menetes. Dia, Hiroshi Al Jordan, salah seorang businessman terkaya di dunia menangis di kamar putranya di sebuah kota di Indonesia.
Hiro bertekad untuk memperbaiki semuanya, menggantikan waktu yang hilang selama tujuh tahun ini dan menggantinya seumur hidupnya.
Tunggu aku Shan, akan aku buktikan bahwa aku sangat-sangat menyesal dan aku berharap hatimu akan kembali padaku seperti dulu. Mamoru dan Miki, Daddy akan memperbaiki semuanya. Percayalah!
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Ray Aza
halah ..... malah tonggone ibuku... 😅😅😅
2024-08-08
1
Murti Puji Lestari
semangat ya yang habis kena banting mommy shanum
2024-07-08
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
ayo dad Hiro, ganbatte !!!
2023-10-28
1