POV Miki
Aku bahagia melihat mommy yang semangat berjalan-jalan denganku untuk menikmati wisata kuliner malam di seputaran Simpang Lima. Boleh dibilang girls day out buat aku dan mommy tanpa direcoki abangku satu itu. Kami berjalan keluar hotel menuju tahu petis Prasojo favoritku dan mommy. Biarpun mommy penganut pola makan sehat, namun tidak pernah melarang kami jajan asal bareng mommy dan itupun seminggu sekali.
Mommy selalu mengajari aku dan Abang makanan baru agar lidah kami sekolah ( istilah mommy ) hingga tahu semua masakan baik masakan Indonesia maupun luar negeri.
Ketika kami sampai di depan counter Prasojo, tiba-tiba aku merasa seperti diawasi. Dan benar, aku melihat Daddy ! Daddy membawa kamera seolah-olah memfoto kehidupan di simpang lima tapi aku tahu kami lah yang menjadi obyek Daddy. Aku berusaha tidak excited melihat Daddy tampak nyata di dekatku, tidak hanya dari foto saja.
Entah siapa yang bersama Daddy namun mereka seperti atasan dan bawahan. Eh tunggu, aku sepertinya mengenali Oom itu. Dia kan yang berada di lorong lantai kamar kami ketika kami menunggu lift tadi sore sembari menelpon seseorang.
Oke Dad, aku ikuti saja permainan kalian!
...POV Miki End....
***
Shanum dan Miki telah sampai di lantai kamar mereka dan Miki melihat Oom Rudy memberi kode dimana kamar daddynya berada. Sebuah kedipan diberikan anak perempuan itu sebagai tanda mengerti. Rudy memperhatikan kedua wanita beda usia itu sampai masuk kamar lalu menuju kamar bossnya.
Hiro membuka pintu kamarnya setelah mendengar suara bel, tampak Rudy di hadapannya.
"Nyonya sudah masuk kamar tuan." lapor Rudy.
"Baik Rud. Kau tunggu sini, aku akan menemui istriku." Hiro bergegas menuju kamar Shanum.
Rudy pun masuk ke kamar mewah tuannya.
***
Kamar Shanum dan Miki.
Shanum meletakkan belanjaannya yang berisi air mineral botol besar, coklat, pembalut dan minuman kunir asam. Rasanya dia akan datang bulan karena perutnya terasa tidak enak.
"Senang jalan-jalannya nak?" tanya Shanum sambil membereskan baju kotor yang terlipat di lemari untuk dimasukkan ke kantong plastik yang memang sudah disiapkan.
"Senang lah mom. Sudah lama kita nggak jalan-jalan kayak gini. Pa lagi gadha Ni-chan, bisa mommy and daughter day out" tawa Miki.
"Hei, kau itu masih enam tahun. Dari mana tahu acara mommy and daughter day out?" ujar Shanum sambil menowel hidung putrinya.
"Oma Yana sama Tante Alexa suka bilang gitu. Mereka spa bareng lho mommy. Tapi aku lebih suka jajan sama mommy" cengir Miki.
"Ish, kamu mah sukanya jajan makanya pipimu gembul tuh" goda Shanum.
"Kan nurun dari mommy" sanggah Miki tidak mau kalah.
"Iya iya kalau nggak gitu, Miki anak siapa dong?"
"Anak mommy and daddy" ucapan Miki membuat Shanum terdiam. "Mom, apakah aku salah?"
Shanum memeluk putrinya "Tidak sayang, tidak ada yang salah. Tanpa Daddy, tidak akan ada kamu dan Abang". Miki mengangguk dalam pelukan mommynya.
Suara bel mengagetkan keduanya.
"Kamu pesan room service?" tanya Shanum bingung.
"Nggak mom" jawab Miki berusaha bersikap masa bodoh padahal jantungnya sudah deg-degan karena tahu siapa di depan.
Shanum hanya mengerenyitkan alisnya yang bagus. Tanpa melihat di lubang pintu, Shanum membuka pintu.
Betapa terkejutnya pada sosok di hadapannya.
Hiroshi Al Jordan tampak begitu tampan dengan balutan kaos santai dan celana pendek putih, dan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya. Wajah tampannya menatap Shanum dengan tatapan campur aduk, rindu, gemas, kagum, jengkel apapun itu menjadi satu.
"Mas...Hi.. Hiro?" bisik Shanum yang sudah pasti wajahnya pucat pasi sekarang.
"Halo Shan" panggilan itu sudah lama dia tidak dengar dari bibir pria yang mengobrak-abrik hati dan otaknya. "Apa kabar?"
Shanum tidak mampu berpikir dan hanya satu saja yang ia mampu melakukannya.
Tanpa basa-basi, tangannya terkepal dan langsung meninju wajah suaminya dan Hiro pun terjengkang hingga jatuh.
"Mom!" seru Miki yang kaget melihat Daddynya kena tinju mommynya.
"Sudah lama aku ingin melakukannya dan akhirnya keinginan itu terwujud!" bentak Shanum lalu membanting pintu kamarnya.
Miki yang shock melihat adegan baku hantam kedua orang tuanya, eh sebenarnya adegan mommynya menonjok Daddynya kemudian membuka pintu kamarnya lagi.
Tampak pemandangan Daddynya masih mengusap-usap rahang dan pipi kirinya yang sekarang tampak membengkak dan memerah.
"Dad, ayo bangun. Mi-chan obati" ajak Miki sambil membantu ayahnya berdiri walaupun dia tahu tidak kuat karena tubuh ayahnya besar.
"Pumpkin! Biarkan saja dia disitu!" teriak Shanum.
"Mom, please jangan buat keributan disini. Dad, kita masuk dulu" Hela Miki sambil membawa ayahnya masuk kamar dan menutup pintunya. Miki menuntun ayahnya untuk duduk di sofa sedangkan mommynya hanya bersedekap di pinggir tempat tidur dengan wajah marah.
Miki lalu mengambil handuk kecil dan botol kaleng minuman dingin lalu diberikan kepada ayahnya untuk dikompres ke pipinya.
"Mom, please bantu Daddy" pinta Miki.
"Dia bisa urus dirinya sendiri!" ketus Shanum cuek.
Miki hanya menghela nafas panjang sambil mengedikkan bahunya.
"Sudahlah princess, mommymu sedang pms" sahut Hiro. Shanum hanya mendengus kesal. "Pukulanmu benar-benar ya Shan. Hasil latihan krav maga mu benar teruji."
"Sudah? Sana kembali ke kamarmu!" usir Shanum sarkasme.
"Belum sayang, pipiku masih bengkak ini" Rajuk Hiro. Shanum hanya memutar matanya malas.
Pppfffftttt. Miki nyaris tergelak melihat wajah Daddynya yang mirip abangnya kalau sedang akting dramatis.
"Shan, apakah kau tidak merindukanku?" bujuk Hiro.
Shanum melotot ke arah Hiro.
"Rindu? Padamu? Ngimpi!" bentak Shanum.
Hiro tidak menjawab namun dia mengambil ponselnya.
"Rudy, tolong kemari, bawa Miki ke kamarku. Aku hendak bicara empat mata dengan istriku".
"Aku tidak mau berbicara dengan mu Hiroshi!"
"Mas Hiro, Shan" ralat Hiro kalem.
"Panggilan itu sudah tidak berlaku sejak hari itu!"
"Tapi tadi kau memanggilku dengan sebutan 'mas' " balas Hiro.
"Tadi.. tadi keceplosan" bantah Shanum.
Suara bel menghentikan perdebatan mereka. Hiro lalu membuka pintu yang mendapat pandangan bertanya dari Rudy yang melihat wajah bengkak bossnya.
"Don't ask! Sekarang bawa Miki ke kamarku. Princess ikut oom Rudy yaaaa bawa sekalian camilanmu. Daddy dan mommy harus berbicara berdua" Miki mengangguk lalu membawa kantong isi camilannya lalu mengikuti Rudy.
"Miki! Miki! Mau kemana nak?" sebelum Shanum bisa keluar dari kamar, Hiro segera menutup pintunya dan memeluk tubuh istrinya.
"Seperti yang aku bilang tadi, aku ingin berbicara berdua denganmu tanpa ada Miki diantara kita. Sekarang, bagaimana kabarmu Shan?"
Shanum hanya melotot ke arah Hiro yang masih tersenyum mesra.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Nur Bahagia
ini lebih seru nih adegan eyel2 an nya ngeselin plus gemesin 🤭
2024-08-21
1
Nur Bahagia
wkwkwk ketika emosi lebih dominan daripada akal..saking syok nya, Hiro kena tonjok 🔥😅
2024-08-21
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Miki orang nya pemerhati....... jadi mata nya jeli dan detail ... peka juga ...
2023-10-28
1