Pagi ini usai melaksanakan shalat subuh, Shanum menelpon kedua orangtuanya perihal Hiro yang menemuinya langsung dari Jepang. Tentu saja kedua orangtua Shanum heboh.
Papa Adrian : Apa maksudmu memberikan kesempatan? Papa sudah jengkel sama anak itu!
Mama Niken : Num, kalian memang tidak ada talak namun kalian sudah berpisah tujuh tahun jadi harusnya menikah lagi.
Papa Adrian : APA?! Nggak! Nggak! Enak saja!
Mama Niken : Pah, ini masalah Shanum dan Hiro, biar mereka menyelesaikan secara baik-baik dengan cara mereka sendiri. Num, kamu yakin memberikan waktu tiga bulan kepada Hiro?
Papa Adrian : Dan kalian tidak boleh tidur sekamar! Bukan muhrim!
Shanum : Ya ampun Pa, siapa juga yang mau sekamar ma Hiro. Shanum pun juga tahu aturannya.
Papa Adrian : Kenapa tidak kau suruh dia tinggal di apartemen atau rumah kontrakan dekat situ. Nanti papa hubungi Samsul!
( Samsul adalah Pak RTnya Shanum yang merupakan teman ayahnya waktu SMA )
Shanum : Kalau Hiro tinggal terpisah, bagaimana Shanum bisa melihat interaksi dia dengan anak-anak?
Papa Adrian : Bilang saja kau masih suka padanya!
Mama Niken : Ish papa jangan galak pagi-pagi. Num, papamu benar. Ada baiknya kalian hidup terpisah dulu, lagian Hiro kan sudah biasa sendirian tujuh tahun, apa salahnya ditambah tiga bulan? Toh kamu juga kerja di rumah jadi tidak ada masalah kan?
Shanum terdiam. Ucapan kedua orangtuanya benar, dia terlalu terburu-buru membuat keputusan.
Shanum : Oke pa ma, Hiro tidak tinggal denganku. Biarkan dia mencari tempat tinggal sendiri dan berjuang mendapatkan aku dan anak-anak.
Papa Adrian : papa pegang omongan kamu Num, jangan biarkan kutu kupret itu besar kepala merasa kamu masih ada rasa sama dia!
Mama Niken : pa, kutu kupret yang papa bilang itu tinggi besar lho, papa kalah.
Papa Adrian : Hah? Papa ini tingginya 177 emang masih kurang ma? Badan papa juga tegap, masih terawat.
Mama Niken : Iya pa, cuma kan sekarang papa sudah berumur jadi perutnya tinggal sepack.
Papa Adrian : tapi papa masih kuat lho kalau sama mama...
*suara keplakan terdengar oleh Shanum*
Shanum : Haaaiissshhhh!! Woooiiii masih pagi ini!!!
Papa Adrian : Aduh, mama ini kalau mukul pedes!
Mama Niken : Salahnya bikin ulah pagi-pagi. Wis Num, gini ajah. Suruh Hiro mencari rumah sendiri karena kalian terpisah lama walaupun secara hukum negara kalian belum bercerai namun secara agama kalian sudah bukan suami istri. Bicarakan ini dengan Hiro dan anak-anak. Abang kapan pulang Num?
Shanum : Minggu depan Abang pulang ma. Besok malah Abang diajak mba Nabila dan mas Mike ke Harvard karena Mas Mike menjadi salah satu pembicara acara seminar disana.
Mama Niken : Oke sayang. Dibicarakan sama Miki dan Hiro ya. Papa sama Mama mau jalan pagi dulu, udah mulai terang ini.
Shanum : Baik ma pa. Selamat jalan pagi, jangan beli macem-macem lho pa, inget kolesterol
Papa Adrian : Iisshhhh nggak macem-macem, cuma semacem. Hati-hati pulangnya nanti. Assalamualaikum
Shanum : iya pa. Wa'alaikum salam.
***
Sementara itu di waktu bersamaan.
Hiro menelpon kedua orangtuanya dengan panggilan video. Tampak kedua orang tuanya Akira dan Raina memandang putranya dengan tatapan bertanya karena jarang sekali putranya menelpon di jam segini. Hiro hapal kedua orangtuanya selalu sholat tahajud di jam yang sama dengan Semarang karena perbedaan 3 jam dengan Dubai.
Papa Akira : Ada apa putraku yang brengsek ini menelpon pagi-pagi buta?
Hiro : Astaghfirullah Dad, salam dulu. assalamualaikum
Mama Raina : wa'alaikum salam. Ada apa sayang? Kamu dimana ini?
Hiro : Aku di Semarang.
Papa Akira : Semarang itu mana?
Hiro : Semarang itu kota di Indonesia, ibukota propinsi Jawa Tengah.
Papa Akira : Ngapain kamu disana? Bukannya bisnis mu di Solo?
Hiro memperlihatkan foto Shanum dan Miki yang sedang tertawa ke arah kedua orangtuanya. Semalam ia memprint hasil jepretannya dan beberapa dia simpan di folder ponselnya. Bahkan foto Shanum terbaru, ia jadikan wallpaper.
Mama Raina menjerit terkejut, begitu pun papa Akira yang terkesiap melihat sosok yang ditunjukkan oleh Hiro.
Mama Raina : Sha... Shanum? Sama sia... Apakah itu cucu mama nak?
Raina langsung menangis bahagia.
Hiro : Iya ma, ternyata Shanum sedang hamil pada saat peristiwa laknat itu. Dan sekarang aku memiliki dua anak kembar!
Papa Akira : Tapi papa lihat hanya satu ini son.
Hiro : Princess ku bernama Miki, sedangkan putraku bernama Mamoru sedang berada di Boston bersama Nabila dan Mike.
Mama Raina : Dan selama ini Niken tidak pernah memberitahuku bahwa aku punya dua cucu. Hiks.
Papa Akira : Papa tidak menyalahkan Adrian dan Niken ma, tapi papa menyalahkan anak brengsek ini!
Papa Akira menuding wajah Hiro di layar ponselnya.
Hiro : Pa, kurang apalagi aku harus dihukum? Tujuh tahun aku kehilangan Shanum dan anak-anak, mama tidak mau berbicara padaku, papa juga sama. Aku minta doa dan restu papa dan mama agar aku bisa membawa Shanum dan anak-anak kembali mau bersamaku.
Mama Raina : Jadi kalian hendak rujuk?
Hiro : Belum ma, tapi Shanum memberikan kesempatan kedua buat aku ma.
Papa Akira : Shanum terlalu baik sama kamu boy! Kalau papa jadi Shanum, tetap pilih pisah!
Hiro : Ish papa mah gitu. Shanum kan memang baik pa.
Papa Akira : Kalau memang baik, kenapa kamu jadi pria brengsek Hoshi!!! Eh tunggu dulu, apa yang terjadi dengan wajahmu?
Wajah Hiro sekarang mulai tampak membiru dan lebam walaupun sudah dikompres namun bekasnya masih tampak. Pukulan Shanum memang tidak main-main. Hiro meringis.
Hiro : Oh ini ... Kena tonjok Shanum.
Papa Akira dan Mama Raina terdiam sesaat dan tak berapa lama keduanya tertawa terbahak-bahak.
Mama Raina : Good job menantu mama! Hahahahaha
Papa Akira : Enak son kena bogem? Hahahahaha
Hiro cemberut kena bully kedua orangtuanya.
Hiro : Udah ketawanya? Senang banget anaknya dianiaya
Papa Akira : Iyalah, akhirnya Shanum menghajarmu lagi. Memang kamu patut mendapatkannya
Mama Raina : Son, kamu hari ini rencananya bagaimana?
Hiro : Aku hari ini akan ikut ke rumah Shanum di Solo.
Papa Akira dan Mama Raina : SOLO???
Mama Raina : Jadi selama ini Shanum di solo?
Hiro : Baru setengah tahun ini ma dan itu kecolongan aku yang paling fatal padahal aku punya kantor cabang disana dan Rudy pun tidak tahu.
Papa Akira : Hebat Adrian bisa membuat Shanum tidak terlacak hingga kini. Pasti bantuan dari Duncan McGregor, Adriana dan Adinda.
Mama Raina : Udah pa, memujinya nanti saja kalau kita bertemu. Nak, mama pesan sama kamu, kalau bisa kalian jangan serumah dulu. Memang kamu tidak menalak Shanum dan secara negara belum bercerai tapi kalian sudah berpisah lama. Coba kamu minta Rudy mencarikan rumah yang dekat Shanum dan anak-anak. Buktikan pada istrimu bahwa kamu sudah berubah, benar-benar mencintainya. Ini demi misimu nak. Hargai Shanum karena kamu berada di Indonesia bukan di Jepang atau mana yang tidak peduli kalian hidup bersama tanpa ada ikatan pernikahan.
Hiro pun terdiam. Memang benar dia belum bercerai dengan Shanum tapi juga secara agama mereka sebenarnya sudah bercerai.
Hiro : Baiklah ma pa, aku akan minta Rudy mencarikan rumah dekat rumah Shanum. Doakan misiku berhasil ya.
Papa Akira : Pria itu yang dipegang adalah ucapannya. Buktikan pada menantuku, son. Dan kalau sudah berhasil, bawa kedua cucuku agar kami bisa bertemu.
Hiro : Pasti pa. Doakan kami.
Mana Raina : Selalu sayang. Assalamualaikum.
Hiro : Wa'alaikum salam.
***
Daddy Hiro be like "jauh di hati dekat di mata"
Eh?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
aas
wkwkw nikeeen jujur banget 😂
2025-03-19
1
Nur Bahagia
wkwkwk 😅
2024-08-21
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
nah ini ... mam Raina sepemahaman sama mam Niken ... kata2nya mirip banget .. lope lope mam Raina 💙💙💙🌹🌹🌹
2023-10-28
1