Ketiganya telah menyelesaikan makan siang dan Shanum yang sudah hapal kebiasaan putrinya pasti langsung mengantuk, mengambil kunci mobil di meja dan hendak berjalan menuju parkiran namun tangannya dipegang oleh Hiro.
"Kamu mau kemana Shan?"
"Aku mau ambil selimut untuk Miki, dia pasti ngantuk dan mau tidur. Sudah biasa kalau dia disini seperti itu."
"Biar aku saja yang mengambilnya. Seperti apa selimutnya?" Hiro mengambil kunci mobil dari tangan Shanum.
"Di kursi belakang dekat tas Miki, selimut tebal bergambar little twins star warna pink dan sekalian bantal hello Kitty nya".
Hiro mengangguk lalu segera ke parkiran mobil. Shanum lalu ke arah Miki yang mulai mengantuk.
"Mommy, Mi-chan ngantuk" ucapnya pelan.
"Sini Boboks di paha mommy, Daddy sedang mengambil selimut dan bantal" Miki lalu meletakkan kepalanya di paha Shanum.
Tak berapa lama, Hiro datang membawa selimut dan bantal. Melihat Miki sudah terlelap di pangkuan Shanum, dia meletakkan selimut dan bantalnya di kursi, lalu menggendong Miki. Shanum lalu menata selimut diatas dua kursi yang digabungkan sebagai alas dan meletakkan bantalnya. Hiro lalu meletakkan tubuh putrinya pelan-pelan diatas selimut tebal itu.
Setelah dilihat putrinya posisi nyaman, Hiro mengusap kepala Miki lalu kembali ke tempat duduknya bersebelahan dengan Shanum yang masih membereskan meja agar nyaman. Shanum memanggil seorang pelayan yang lewat untuk meminta tolong membersihkan piring kotor namun meninggalkan dua poci teh, cangkir dan jajanan yang masih tersisa.
"Shan" panggil Hiro ketika Shanum menata meja setelah piring-piring kotor itu dibawa pergi.
"Ada apa?"
"Waktunya kita bicara" Hiro menatap wajah cantik Shanum dengan raut serius.
"Apa yang harus dibicarakan?"
"Aku mencintaimu Shan, yesterday today tomorrow. Dan itu tidak akan berubah. Tidak bisakah kita memulai lagi? Kita menikah lagi, menjadi keluarga yang utuh?"
"Kan perjanjian tiga bulan sedangkan ini baru tiga hari". Shanum menatap Hiro yang kemudian menyesalinya. Sial! Dia semakin tampan! Duh dadaku!
"Perjanjian batal! Aku sudah menanti tujuh tahun untuk bisa menemukanmu!" desis Hiro.
"Please, Hiro. Kamu harus menepati janjimu. Kan baru bertemu Miki dan aku, belum dengan Mamoru. Setidaknya berjuanglah dulu, agar mendapatkan respek dari anak-anak."
"Apa kau akan membahas peristiwa laknat itu? Kita belum membahasnya hingga detik ini karena kau langsung pergi meninggalkanku". Hiro penasaran dengan apa yang di benak wanita cantik di sebelahnya.
Shanum menghela nafas panjang. Banyak yang ingin aku ungkapkan tapi pasti akan membuka luka lama tapi aku tidak mau diperbudak perasaan dendam yang membuatku sakit hati setiap detik.
"Apa kau ingat hari itu?" tanya Shanum setelah beberapa lama terdiam. Hiro mengangguk.
"Aku bahagia pada saat itu ketika dokter menyatakan aku hamil. Kau ingat, aku selalu mengeluh pusing tapi pada saat itu kau bilang 'kamu terlalu banyak memandang layar laptop jadi pusing terus' dan kau menyuruhku ke dokter sendiri karena kau bilang ada janji."
Hiro teringat kejadian itu.
"Aku tahu pada saat itu AJ Corp sedang sibuk hendak membangun mall di Shibuya jadi aku tidak ingin mengganggumu. Betapa bahagianya aku ketika tahu aku sedang mengandung 12 Minggu, anak yang sangat aku inginkan dan aku secepatnya ingin memberi kabar padamu. Dan aku langsung ke kantormu dari rumah sakit. Ketika Ameer melihatku, dia bilang 'Maaf nyonya, tuan sedang ada tamu dari pihak Nishihara group'. Aku bertanya 'siapa yang datang?' dan Ameer bilang 'Yuki Nishihara sendiri.' Pada saat itu perasaanku langsung tidak enak. Kau tau kenapa?"
Hiro menggeleng.
"Karena biatch itu sudah menggoda Jeremy suami Alexa walaupun Jay berhasil lolos dari jebakannya dan keduanya bilang padaku agar hati-hati dengan jal4ng itu!" Shanum menekan dadanya untuk mengurangi emosinya.
"Dan aku akhirnya memberanikan diri membuka pintu ruanganmu. Maksudku ingin memberi kejutan padamu tapi aku yang mendapatkan kejutan. Berani-beraninya biatch itu diatas tubuhmu dan hendak membuka celanamu!!! Dan kau!!! Kau malah diam saja!!!" bentak Shanum dengan suara tertahan karena tidak ingin Miki terbangun.
"Aku...aku pada saat itu diberi obat Shan" bela Hiro.
"Itu juga yang dialami oleh Jeffrey !!! Tapi Jeffrey lebih cerdas darimu! Walaupun Alexa akhirnya kelelahan tapi dia tidak mengkhianati istrinya!" Shanum mengeluarkan unek-unek nya.
"Kalau kamu ada di posisiku Shan, kamu akan tahu bahwa aku pada saat itu tidak dapat berpikir jernih! Entah obat apa yang diberikan oleh pela*** itu yang membuat aku sama sekali tidak bisa bergerak sama sekali! Tubuhku lemas Shan! Aku hanya diam saja ketika dia mulai bergerilya di tubuhku! Apa kau lihat aku meresponnya? TIDAK!" Emosi Hiro mulai menaik antara kesal atas kejadian itu.
"Aku sudah tidak peduli Hiro! Yang aku lihat jal4ng itu hampir menyentuh juniormu!" wajah Shanum memerah antara marah dan malu.
"Aku sudah tidak bisa berpikir jernih! Yang aku inginkan menghajarnya dan aku puas sudah membuatnya babak belur!"
Hiro bergidik. Wajah Shanum benar-benar menyeramkan dan dia sadar bahwa istrinya memang bar-bar.
"Dia lebih kecil darimu" bisik Hiro.
"So WHAT! Kecil tapi kelakuan bang***!" maki Shanum.
Hiro teringat diantara sadar atau tidak, dia melihat istrinya menghajar Yuki begitu bar-barnya tapi setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi karena pengaruh obat.
"Aku tidak ingat apa-apa lagi Shan setelah itu karena setelah biatch itu kau tarik rambutnya dan kau banting, pandanganku menjadi gelap. Bangun-bangun aku ada di rumah sakit dengan wajah linu".
"Jelas kau tidak ingat, karena aku menghajarmu!" jawab Shanum.
Istriku memang bar-bar!
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Nur Bahagia
owalahh di jebak pake obat tho..ga terlalu salah berarti 😅 tp hiro oon 🤭
2024-08-22
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
ooohh ... barti sebetulnya gak sampe terjadi una ena yaaa ... kan kata Shanum juga hampir menyentuh junior .... ya barti belom ada gowal geyol lucknut ...
cuma krn Hiro keliatannya spt pasrah... jadi deh salah paham ...
syiiipp lah Shan ... yakin dah si perkutut babang Hiro cuma buat dirimu seorang ... 😉
2023-11-01
1
Nila dini
waktu itu kenapa juga si Ameer ngebiarin si Hiro ketemuan cuma berdua aja di ruangan?? harusnya kan sebagai asisten dia paham seperti apa klien bosnya...
2022-03-07
1