Miki terbangun dari tidurnya, mata coklatnya mengerjap-ngerjap melihat sekelilingnya, kamar pink yang sangat dikenalinya. Kamarku! Tapi siapa yang menggendong aku? Mommy pasti nggak kuat secara aku berat sekarang. Apa Daddy? Miki langsung menjerit-jerit bahagia akhirnya bisa digendong ayahnya walau dia tidak merasakan.
Segera dia bangun lalu menuju kamar mandi untuk mandi sore karena waktu sudah menunjukkan jam empat. Hatinya sangat bahagia karena untuk pertama kalinya akan ada keluarga lengkap di meja makan.
Usai mandi dan sholat asar, Miki menyisir rambut panjangnya. Sore ini dia memakai daster hello Kitty nya, lalu memakai sandal rumah yang juga berbentuk kucing Sanrio itu. Lalu ia mengambil ponsel pinknya dan memanggil panggilan video ke saudara kembarnya. Tak berapa lama, Mamoru menerimanya.
"Ni-chan!!!" seru Miki.
"Iisshhhh kamu tuh dek, sukanya heboh" jawab Mamoru jengah. "Ada apa?"
Miki tidak menjawab namun keluar kamar sambil tetap melakukan panggilan video.
"Mi-chan ada kejutan buat Ni-chan" Miki sampai harus menutup mulutnya takut keceplosan.
"Apaan sih dek? Kalau kamu mau pamer lumpia, ga mempan. Besok kalo Abang pulang, minta mommy pergi ke Semarang lagi"
"Bukan itu bang!" cekikik Miki yang sudah sampai ke ruang tengah dimana ayahnya masih jutek mode on dengan Rudy.
"Nih lihat!" Miki membalikkan layar ponselnya ke arah Daddynya.
Hiro yang melihat wajah putranya di ponsel putrinya langsung tersenyum hangat.
"Hallo son" sapanya.
"Dda .. DAD??!!!" seru Mamoru tidak percaya sedangkan Miki sudah tertawa heboh. "Dad! Ngapain disitu!"
"Dad mau bertemu dengan mommymu dan kalian. Sayang kamu masih di Boston son."
"Berapa lama Dad di Solo?"
"Hhmmmm tiga bulan mungkin" jawab Hiro kalem.
"Astagaaaaa!!! Setelah sekian tahun Dad baru berani datang!?" bentak Mamoru. Dirinya merasa kesal disaat ayahnya berada di rumahnya tapi dia berada di belahan dunia lain.
"Mommy mu yang membuat Dad tidak bisa bertemu kalian son"
"Salah Dad sendiri membuat mom seperti itu!" tuduh Mamoru kesal.
"Moru, kau itu baru enam tahun..."
"Enam setengah Dad!" potong Mamoru.
"Iya enam setengah. Apa kalian tahu permasalahan mom and dad?" Hiro merasa heran kok putranya tahu. Apa Shanum bercerita pada anak-anak? Tapi rasanya tidak mungkin istrinya bercerita kejadian itu.
"Tenang Dad, bukan dari Mommy. Aku dan adek sudah tahu sejak sebulan lalu. Kami membongkar folder Opa" jawab Mamoru kalem.
"Astaga! Kalian meng-hack komputer Opa?" teriak Shanum yang membawa camilan dan kopi.
"Mom!!!" seru Mamoru dan Miki bersamaan.
"Abang! Besok Abang pulang mommy hukum. Miki, karena kamu sama saja dengan Abang, hukumanmu membantu bik Sum membersihkan dapur selama seminggu!" titah Shanum.
"Yah mom, jangan dapur lah!" rayu Miki.
"Ya sudah, dapur dan halaman belakang!" Shanum menatap galak ke putrinya.
"Oke mom" Miki langsung duduk lemas di sebelah Daddynya. Stop Mi-chan! Jangan bantah mommy lagi daripada kena tambahan hukuman.
"Ehem!" dehem Hiro setelah drama istri dan anak-anaknya. "Moru, jangan suka membobol komputer siapa pun, itu tidak baik."
"Tapi kalau tidak seperti itu, Abang tidak bakalan tahu siapa Daddy Abang dan adek" bela Mamoru. "Semua Opa, Oma, Pakdhe, Budhe, Oom dan Tante tidak ada yang mau kasih tahu. Padahal kan kami berhak tahu, siapa Daddy. Mom juga tidak mau memberitahukan alasannya kenapa tidak pernah cerita detail soal Daddy". Mamoru mengeluarkan semua uneg-unegnya dengan mata berkaca-kaca. "Abang marah sama mommy!"
Shanum pun merasa tertohok. Apakah dirinya yang terlalu egois sebagai seorang ibu? Hanya karena sakit hatiku sampai-sampai hak anak-anakku untuk mengetahui siapa ayah mereka pun tidak kuberikan. Aku yang salah disini. Aku yang terlalu emosi.
"Son, janganlah seperti itu pada mommy. Daddy yang salah disini. Daddy yang menyakiti mommymu dan mommy berhak marah sama Daddy. Sekarang Daddy sudah disini dan Daddy sudah berjanji pada mommy akan membuktikan bahwa Daddy pantas diantara kalian." Hiro menatap wajah tampan putranya dengan serius.
"Daddy tinggal di rumah Manahan?" tanya Mamoru.
"Tidak son, mommy dan Daddy belum boleh tinggal bersama tapi Daddy janji akan tinggal dekat dengan rumah kalian"
Tiba-tiba suara Nabila berteriak terdengar di ponsel.
"HIROSHI AL JORDAN!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISANA!!!"
"Halo mba Nabila" cengir Hiro tanpa dosa.
"Astagaaaaa! Mana Shanum? Berikan ponselnya!" perintah Nabila kesal. Hiro lalu menyerahkan hp pink itu ke Shanum yang segera diubah modenya menjadi telepon biasa.
"Iya mba... "
"... "
"Tiga bulan. Papa Mama sudah tahu"
" ... "
"Iya mba. Wa'alaikum salam." Shanum menghembuskan nafas panjang lalu memberikan ponsel itu ke Miki.
"Apa kata mbakyumu?" tanya Hiro.
"Biasalah" jawab Shanum malas. "Sudah, kita makan camilan dulu sambil ngopi. Dek Rudy, ayo dimaem."
"Baik Bu".
***
Boston, Massachusetts
Nabila uring-uringan sambil mondar-mandir di kamar Mamoru. Dirinya kesal kok bisa kecolongan yang membuat Hiro bisa bertemu dengan adiknya.
"Budhe, Abang pusing liat budhe kayak gitu" protes Mamoru.
"Budhe bingung, kok ayahmu bisa ketemu mommymu yaaaa" Nabila menggigit kukunya.
"Sayang, kamu dimana?" panggil Mike.
"Di kamar Mamoru" jawab Nabila. Dokter Mike Cahill masuk ke dalam kamar ponakannya hanya mengenakan celana piyama memamerkan body sixpack nya. Kebiasaan Mike tidur memang Shirtless.
"Ada apa sayang?" tanya Mike ketika melihat istrinya tampak panik.
"Hiroshi di rumah Shanum!"
Mike melongo. "Kok bisa? Padahal kita sudah berhati-hati"
"Itulah yang aku tidak tahu!" Nabila menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Itu kekuatan cinta pakdhe" kekeh Mamoru.
"Isshhhh anak kecil tahu apa?" ledek Mike sambil mengacak-acak rambut coklat ponakannya.
"Sudahlah! Memang ini sudah waktunya Shanum dan Hiro menyelesaikan permasalahan mereka." ucap Nabila menyerah atas kejadian yang mengejutkan. "Semoga Reza tidak menghajar Hiro" Reza adalah adik Nabila dan kakak Shanum.
"Reza kan di Sydney sayang, nggak mungkin lah dia rela terbang ke solo hanya menghajar Hiro" kekeh Mike.
"Iya ya, rugi bandar lah" sahut Nabila sambil tertawa.
"Budhe, aku nggak sabar pingin pulang" potong Mamoru.
"Budhe masih ada jatah cuti dua hari. Bisa diambil buat mengantarmu ke Solo tapi setelah pakdhemu selesai di Harvard ya" jawab Nabila.
"Uncle sayang, uncle!" bisik Mike sebal.
"Tetap ajah enak pakdhe Budhe. Mana ada uncle budhe!" Nabila meninggalkan Mike menuju dapur dengan bibir manyun.
"Kamu sih bang!" Mike menatap ponakannya sebal.
"Lho kok Abang?"
***
Budhe Nabila Pratomo McGregor
Uncle eh Pakdhe Michael Cahill McGregor
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Sapna Anah
mamorunya ga visualnya shi thor
2025-03-01
1
Murti Puji Lestari
bener nab mana ada uncle budhe, emang anak Voldemort suka ngadi ngadi
2024-07-08
1
Irma Tjondroharto
mike sayang banget ma nabila.. so sweet nya mereka... jadi kangen mereka..
2023-04-13
1