Shanum terbangun ketika alarm ponselnya berbunyi setiap pukul 4.45. Setelah minum air putih yang selalu dia siapkan di nakas sebelah kasurnya, Shanum masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Pagi ini dia berhalangan untuk ibadah jadi memutuskan masuk ke kamar putrinya untuk membangunkan agar melakukan shalat subuh.
Pelan-pelan Shanum membuka pintu bewarna pink dengan gambar My Melody tergantung di depannya. Dilihatnya Miki masih terlelap sambil memeluk boneka hello Kitty kesayangannya.
Shanum mendekati putrinya.
"Pumpkin, ayo bangun. Sholat subuh dulu nak." bisiknya berulang namun Miki memilih memejamkan mata. Gemas melihat putrinya, Shanum pun tidak kurang akal. "Eh kamu kalau nggak bangun, ditinggal sarapan ma Daddy lho". Miki langsung membuka matanya.
"Mi-chan bangun mom" dengan suara serak. Shanum tertawa.
"Hhhmmm sekarang mommy dinomorduakan yaaaa" Rajuk Shanum.
"No mommy. Mommy tetap nomor satu, cuma kali ini mommy ngalah dulu ma Daddy yaa" rayu Miki sambil memasang wajah imut.
"Haaaiissshhhh. Dah sana siap-siap sholat subuh, waktunya mau habis tuh".
Miki bangun lalu menuju kamar mandi, Shanum pun keluar ke arah lantai satu. Diliriknya kamar Hiro masih tertutup rapat. Dulu sewaktu masih bersama, Shanum selalu membangunkan suaminya untuk beribadah tapi kini kebiasaan itu harus ditahannya.
Di dapur, Bik Sum sudah sibuk memasak nasi dan membuat kopi. Shanum lalu mengeluarkan lauk yang di dalam kulkas untuk dipanaskan.
"Non, sarapan apa enaknya?" tanya bik Sum.
"Panasin usus goreng, bikin telur dadar sama tumis brokoli ajah bik. Aku siapkan roti bakar juga buat Hiro kalau-kalau dia nggak cocok sarapannya."
Kedua wanita itu kemudian mulai acara membuat sarapan.
***
Sementara di kamar, Hiro mengerjap-kerjapkan matanya. Dia baru sadar bahwa dirinya bukan di penthouse nya di Tokyo. Hiro bersyukur semua kamar di rumah Shanum memiliki kamar mandi dalam. Setengah jam kemudian Hiro keluar kamar dan seperti déja vu, ia mencium bau roti bakar dan kopi seperti beberapa tahun yang lalu.
"Morning daddy!" sapa Miki yang baru turun dari lantai dua.
"Morning princess" sapa Hiro sambil memeluk dan mencium kepala putrinya. Pagi ini Miki memakai daster anak-anak bermotif batik parang coklat sedangkan Hiro memakai kaos putih agak ketat yang menonjolkan tubuh atletisnya dan celana kargo selutut.
"Daddy acara apa hari ini?" tanya Miki.
"Mungkin menunggu Oom Rudy soal rumah buat Daddy lalu membeli mobil".
"Kenapa nggak pakai mobil mommy, kan aku masih liburan jadi nggak dipakai antar aku ke sekolah." tanya Miki sambil menemani ayahnya di sofa.
"No Princess, itu mobil mommy. Kalau dipakai Daddy, nanti mommy bingung naik apa. Daddy nanti bisa kok naik ojek online" jawab Hiro sambil menyalakan televisi.
"Nanti Mi-chan rayu mommy supaya mau antar Daddy ke showroom mobil" kedip Miki ke ayahnya.
"Sip princess. Kamu memang pintar" ucap Hiro sambil mengacak-acak rambut Miki.
"Lho sudah pada rapi?" tanya Shanum dari arah dapur ketika melihat keduanya sudah tampak rapi dan segar.
"Sudah wangi malah mom" sahut Miki.
"Mana? Mana? Mana putri mommy yang wangi?" Shanum menghampiri Miki seraya mencium pipi dan lehernya.
"Hahahahaha, geli mommy" Miki tertawa kegelian.
Hiro yang melihat interaksi Shanum dan Miki merasa sesak. Betapa aku melewati banyak hal dengan istri dan anak-anakku.
"Shan" panggilnya. Shanum dan Miki lalu berhenti bergurau. Keduanya lalu menatap Hiro.
"Ada apa?" tanya Shanum.
"Kamu tidak mau mencium tubuhku seperti ke Miki?" godanya.
Wajah Shanum berubah menjadi jutek dan pipinya merona.
"Nggak!" cetusnya sambil mengajak Miki ke ruang makan. Padahal dalam hatinya ia merindukan aroma tubuh Hiro yang kembali muncul di bawah alam sadarnya.
"Lho, aku sudah wangi dan memakai parfum yang menjadi favoritmu" Hiro pun menyusul keduanya.
"Bomat!" sahut Shanum.
***
Di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan sarapan. Miki langsung mengambil potongan usus goreng, nasi putih, sayur brokoli dan potongan telur dadar. Shanum pun mengambil menu yang sama. Hiro hanya mengambil nasi, telur dadar dan sayur.
"Kok kamu bikin roti bakar juga?" tanya Hiro.
"Miki kalau habis makan nasi, pasti makan roti." jawab Shanum. Hiro hanya ber 'oh' ria.
"Mommy, kata Daddy hari ini mau beli mobil" jawab Miki sambil melahap brokolinya.
Shanum menatap Hiro. "Iya kah?"
Hiro mengangguk. "Aku kan nggak mungkin pakai mobilmu kemana-mana."
"Kantor cabangmu di Solo nggak ada mobil nganggur?"
Hiro menaikkan sebelah alisnya. "Sayang, kalau bisa beli kenapa harus pake mobil kantor? Nanti operasional mereka berantakan."
"Whoah, sombongnya!" sindir Shanum. "Lagian kan kamu cuma tiga bulan disini."
"Nggak bakalan Shan, aku akan selamanya denganmu" sahut Hiro kalem.
"Halu!"
Perdebatan unfaedah keduanya terhenti ketika Miki berdehem.
"Mom, Dad, mau sampai kapan berdebat melulu".
Kedua orang dewasa itu terdiam lalu melanjutkan makan tanpa berbicara lagi.
Mom itu sebenarnya masih sayang ma Daddy cuma gengsinya tinggi. Semoga nggak lama-lama deh ngambeknya mommy. Batin Miki sambil melihat kedua orang tuanya.
***
Miki menikmati roti bakar buatan mommynya sambil nonton acara masak-memasak di food channel. Karena ini masih liburan semester, Miki benar-benar menikmati hari-harinya dengan nonton channel kuliner favoritnya. Kalau ada masakan yang dia suka, dicari resepnya lalu mencoba membuatnya dengan bantuan mommy dan bik Sum walau endingnya dapur jadi battlefield.
"Miki sayang, kamu itu kayak Oma Raina" Hiro sudah berada di sofa duduk berdua dengan putrinya.
"Sama gimana dad?" tanya Miki.
"Setiap habis makan rutin selalu harus makan roti. Ternyata nurun ke princessnya Daddy"
"Oooohhhh jadi nurun dari Mama Raina" sahut Shanum sambil membawa dua cangkir kopi lalu menyerahkan satu cangkirnya ke Hiro.
"Kopi hitam dengan 1 sendok teh gula kan?" tanya Hiro sambil menerima cangkir kopinya.
"Hu um" Shanum menyusup kopinya.
"Ternyata kamu masih hapal Shan" Jangan ditanya hati Hiro yang menghangat atas perhatian istrinya.
"So, acara hari ini gimana jadinya?" tanya Shanum mengalihkan pandangannya dari Hiro ke Miki.
"Ikut acaranya Daddy" jawab Miki.
"Kita menunggu Rudy dulu saja. Tadi dia sudah kirim pesan pagi ini setelah absen di kantor, mau mampir kemari"
Sambil menunggu Rudy datang, ketiganya mengobrol berbagai macam hal. Hiro mengetahui bahwa putrinya ingin menjadi chef seperti Ryu sepupu iparnya, sedangkan Mamoru ingin menjadi dokter bedah seperti kakak iparnya.
"Shan, Nabila dan Mike masih beredar kemana-mana?" tanya Hiro mengingat kedua kakak iparnya ikut doctors without Borders.
"Masih, ini sekarang lagi di Boston. Dua tahun lalu malah mereka di India".
"Benar-benar kedua kakakmu itu."
Shanum mengangguk. Dalam hatinya sebenarnya dia agak khawatir kalau kedua kakaknya berada di negara yang kurang aman.
Suara bel rumah berbunyi dan bik Sum menuju pintu pagar. Tak lama Rudy sudah masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang tengah dimana boss dan keluarganya berkumpul.
"Selamat pagi tuan, nyonya dan nona kecil"
"Pagi" sapa ketiganya kompak.
"Dek Rudy sudah sarapan?" tanya Shanum.
"Sampun Bu. Ohya ini ada jajanan pasar buatan ibu saya untuk tuan sekeluarga" Rudy menyerahkan kotak Tupperware besar kepada Shanum.
"Wah repot-repot dek."
"Nggak repot kok bu, soalnya ibu dan adik saya memang usahanya membuat jajanan pasar untuk dijual di beberapa toko roti di Solo."
Miki yang mendengar langsung heboh. "Oom Rudy, aku mau dong ke rumah Oom Rudy, mau belajar buat jajanan pasar kayak getuk, cenil, lapis, dan sebangsanya itu. Boleh ya?"
"Princess, memang mommy nggak bisa bikin?" tanya Hiro yang setahunya Shanum bisa masak.
"Mommy payah kalau bikin jajanan pasar" adu Miki.
Hiro kemudian berdiri dan berbisik di telinga Shanum "Kamu tuh paling bisa menghangatkan tempat tidur bersamaku"
Shanum mendelik.
"HIROSHI!!!"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
babang Hiro mancing teroooosss ....
ntar kepancing sendiri .... gelisah sendiri lhoh .... 🤪🤪😅😅😅
2023-10-31
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
sstt 🤫..... Miki ... kerjain mommy biar deketan terus sama daddy ... 😅😅😅😅
2023-10-28
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
nyesek banget pastinya ..
kangen tapi harus nahan diri ... 😓
2023-10-28
1