Tokyo, Jepang
Hiro melihat hasil penguntitan anak buahnya yang disebar di Solo dan Semarang. Sejak Minggu lalu ia mendapatkan info bahwa Shanum ada di Solo setelah anak buahnya mengikuti Mike dan Nabila yang datang menjemput Mamoru.
Setelah sekian tahun keluarga Pratomo berusaha menyembunyikan Shanum, akhirnya Hiro pun bisa mencari celah informasi tentang istrinya. Ya, Shanum masih istrinya karena kata 'talak' pun tidak pernah keluar dari mulutnya. Hingga detik ini Hiro selalu mencintai Shanum, ditambah dia baru mengetahui mereka memliki dua orang anak kembar.
Mamoru Jasir Pratomo
Miki Jasmine Pratomo
Bahkan nama belakangku tidak kau sematkan pada anak-anak kita, sayang. Kau bahkan memakai nama belakang keluarga mu.
Suara ponsel membuyarkan lamunan Hiro, dilihatnya nama anak buahnya di Solo.
"Mereka ke Semarang? Oke." panggilan itu langsung diputus.
Hiro segera bersiap-siap. Tas traveling dan koper Louis Vuitton sudah dipersiapkan sejak kemarin bahkan isinya sudah rapi, lalu dia mengambil tas slempang Prada nya.
"Nobu, siapkan pesawat. Aku mau ke Semarang" titah Hiro via ponselnya.
"..."
"Dalam waktu satu jam sudah ready. Aku menuju Narita". Hiro segera memutuskan panggilannya lalu keluar dari pintu penthousenya menuju lift.
***
Shanum dan Miki berada di kamar executive dan langsung meletakkan dua tas Balenciaga nya. Shanum lalu membongkar tasnya untuk mengambil mukena dan sajadah buat dirinya dan Miki, sedangkan putrinya mengambil baju rumahnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Pumpkin, nanti sholat dhuhur bareng yaaaa" teriak Shanum karena tahu Miki tidak dengar karena suara gemericik air.
"Iya mom" balas Miki.
Shanum pun melepas kemeja flannelnya dan menggantungnya di lemari, lalu celana jeans-nya, kemudian mengenakan dasternya. Nampaknya Shanum kena karma akibat menggoda kakaknya dulu yang selalu minta dikirimkan daster banyak. Sekarang malah dia yang senang pakai daster.
Miki sudah keluar dari kamar mandi lalu gantian Shanum yang membersihkan diri lalu berwudhu. Cuaca Semarang yang panas membuat keduanya gerah.
Setelah bersih, Shanum dan Miki sholat dhuhur berjamaah dan dilanjut dengan dzikir. Usai ibadah, Shanum dan Miki tiduran di kasur mereka sambil nonton tv. Tak lupa Miki membawa camilan kue mochi yang diletakkan di dadanya.
"Hati-hati tepungnya ya nak" pesan Shanum seraya melebarkan beberapa tissue.
"Iya mom. Mommy kalau mau Boboks, boboks aja gapapa. Mi-chan tahu mommy capek." ucap Miki sambil mengusap tangan mommynya.
"Miki gapapa ditinggal bobok mommy?" jujur mata Shanum sudah ingin terpejam.
"Hu um, gapapa. Nanti jam empat kita bangun, Mi-chan pasang alarm di hp kok".
"Oke sayang. Mommy Boboks dulu yaaa." Shanum pun memejamkan mata dan tak lama sudah menuju alam mimpi.
Miki membuka ponselnya dan melihat foto Daddynya yang memang ia simpan di folder rahasia.
Dad, kapan Daddy berani mendatangi mommy? Aku dan bang Moru ingin memiliki keluarga utuh tapi kalau Daddy tidak bisa meyakinkan mommy, aku bisa apa.
Miki menatap keluar jendela. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan. Tanpa disadari air mata mengalir melewati pipi chubbynya. Daddy, datanglah kemari, temui mommy.
***
Boston, Massachusetts.
Mamoru terbangun. Dadanya terasa sesak, dia seperti merasa bahwa adik kembarnya sedang sedih yang teramat dalam.
Miki menangis? Daddy?
Mereka memang bukan kembar identik namun perasaan satu dengan lainnya sangat kuat. Jika salah satu merasa sedih, pasti yang lain merasakan, begitupun sebaliknya jika satu bahagia, satunya pun merasakan.
Mamoru mengambil ponselnya di nakas lalu membuka banyak pesan yang diberikan olehnya. Kontak di dalam ponselnya hanya berisikan keluarga besarnya, teman-teman sekolahnya dan guru-gurunya. Mamoru tidak pernah menyimpan nomor tidak penting. Dilihatnya ada pesan dari mommy dan Miki. Mamoru tersenyum melihat keduanya berada di Lawang Sewu dengan gembira, memamerkan bandeng serani, lumpia dan wingko. Hatinya sempat kesal karena tidak bisa menyicipi makanan favoritnya.
Lalu dibawahnya ada pesan terbaru dari Miki.
'Bang Moru, Miki ingin ketemu Daddy'
Dada Mamoru terasa sakit. Jika Miki sudah memanggilnya begitu berarti dia merasa sedih teramat dalam. Jadi ini yang membuat dadaku sesak.
Mamoru lalu membalas pesan Miki.
'Dek, Abang selalu bilang jangan lupa setiap habis sholat minta pada Allah agar mommy dan Daddy bisa bertemu. Apakah mereka akan berbaikan atau tidak, kita tidak tahu. Selalu berdoa dek, diberikan jalan yang terbaik buat kita'.
send.
Centang biru.
'Iya bang. Miki sayang Abang, terimakasih'
'Abang mau sholat tahajud bis itu bobok lagi ya. Disini masih jam 2 pagi dek'
'Iya bang. Maap bangunin Abang'
'Gakpapa dek. Muah muah buat mommy'
'😚😚😚'
Mamoru kemudian turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk wudhu lalu melaksanakan sholat tahajud dan tidak lupa berdoa agar kedua orangtuanya tetap bersama sehingga menjadi keluarga yang utuh.
***
Bandara Ahmad Yani Semarang
Hiroshi turun dari pesawat pribadinya di tempat parkir pesawat yang disediakan untuk pesawat pribadi. Setelah cek paspor, Hiro keluar sambil membawa dua tas traveling nya. Tampak di tempat kedatangan, dia sudah disambut oleh Rudy, salah satu anak buahnya yang mengikuti Shanum. Keduanya lalu masuk ke dalam mobil Alphard hitam langsung menuju hotel Ciputra.
"Sudah kau pesankan kamar Rud?" tanya Hiro.
"Sudah tuan. presidential suite sudah dipesan."
"Istri dan anakku di kamar mana?"
"Room executive tuan. Berada satu lantai dengan tuan."
"Bagus Rud. Sekarang mereka dimana?"
"Nyonya dan nona kecil di kamar, tuan. Nampaknya sore ini tidak pergi tapi entah nanti malam. Karena ketika nyonya dan nona muda makan di Juwana, nona kecil minta tahu petis yang lokasinya di seberang hotel." jawab Rudy.
"Oke. Jangan sampai anak dan istriku tahu. Putraku masih di Boston?" tanya Hiro lagi ketika mobil berbelok masuk ke dalam area hotel.
"Infonya tuan kecil masih di Boston dan lusa akan ke Harvard bersama kakak ipar tuan."
Sepertinya Mamoru sudah ingin tahu tempat kuliahnya kelak.
"Baik, segera kita check in Rud. Aku tidak mau bertemu istriku dulu, nanti dia shock." Hiro pun berjalan menuju lobby hotel disusul Rudy yang membawakan dua tas Louis Vuitton bossnya.
Usai check-in, keduanya naik ke lantai tempat kamar presidential suite berada. Hiro pun menoleh ke arah lorong tempat Shanum dan Miki menginap setelah diberitahu oleh Rudy. Mereka hanya berbeda arah begitu keluar lift, Hiro ke kamarnya sebelah kiri, Shanum sebelah kanan.
Tunggu aku Shan, akan kuberi kejutan manis untukmu.
Hiro pun segera memasuki kamarnya sendiri tanpa Rudy yang masih harus bertugas mengawasi nyonyanya.
***
Daddy Hiro mo kasih surprise mommy Shanum
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
duuhhh kok ya ada bawang merahnya tho yaaa😭
2024-07-08
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
wow ... masih kecil udah sholat tahajjud.
Abang anak sholeh yg so pasti keren 😍😍😍😍
2023-10-26
1
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
Masyaa Allah.. machoo nyaa kereenn and so handsome Babang Hiroshi 😍😍😍🖤💙🖤💙💙🖤💙🖤💙💙🖤🖤💙🖤🖤💙🖤💙
2023-10-18
0