Shanum masih memelototkan matanya yang bagus ke wajah Hiro. Tanpa disadari, tubuhnya makin merapat dalam pelukan tangan kekar suaminya. Dan wajah keduanya pun semakin mendekat, dan nafas satu sama lain makin terasa.
"Lepaskan!" desis Shanum ketika otaknya sudah mulai sinkron dan mulai berusaha melepaskan tubuhnya.
"No darling. I won't let you go" bisik Hiro mesra. Namun Shanum seolah tidak mendengar ucapan pria itu. Tiba-tiba tubuh Shanum dihentakkan hingga membentur dada bidang Hiro. "Kamu bisa diam nggak Shan? Kau membangunkan juniorku" Shanum terkesiap.
Tujuh tahun Shanum hidup tanpa memikirkan soal itu, yang ada di otaknya hanya bagaimana menghindari suaminya dan membesarkan kedua anaknya. Pemikiran yang membuat otaknya traveling sudah dikuburnya dalam-dalam. Dan kini berada di dalam pelukan pria yang membuatnya seperti dalam pusaran roller coaster, membuat sesuatu di dalam tubuhnya mendesir.
"Lepaskan aku, Hiroshi" pinta Shanum.
"Mas Hiro" ralat Hiro lagi.
Shanum hanya terdiam. "Kalau kau tidak mau memanggilku seperti dulu, kita akan terus berpelukan seperti ini sampai pagi. Aku sih betah-betah ajah Shan, malah bahagia aku" senyum Hiro jahil.
Shanum memutar otaknya bagaimana cara membanting tubuh suaminya dengan segala jurus krav maganya. Melihat istrinya sedang memikirkan sesuatu, Hiro berbisik lagi "Tidak usah memikirkan jurus apa yang hendak membanting ku, lebih baik pikirkan jurus untuk bisa mende sah sepanjang malam".
Wajah Shanum yang semula pias berangsur memerah.
"Kau mesum!" bentak Shanum.
"Hei, mesum sama istri sendiri apa salah?"
"Kita sudah bukan suami istri"
"Kapan aku mengucapkan kata 'talak' kepadamu? Kau yang meninggalkanku dan langsung melayangkan surat cerai kepadaku!"
"Karena kamu memang brengsek!" bentak Shanum.
"Iya aku brengsek! Tapi kau sudah menghajar j4l4ng itu dengan sangat telak! Aku dalam posisi dijebak sayang!"
"Karena kamu bodoh!"
"Memang aku bodoh! Bodoh bisa terkena jebakan biatch itu! Bodoh karena tidak mampu menjelaskan pada istriku yang langsung menghajarku! Bodoh yang tidak mampu membela diriku di hadapan mertuaku! Bodoh yang tidak tahu istriku hendak memberikan kejutan pada saat itu! Bodoh tidak bisa mendampingi mu pada saat melahirkan buah cinta kita! Memang aku bodoh Shan! Karena kebodohanku hingga detik ini aku baru mengetahui keberadaan mu dan anak-anak seminggu yang lalu!" Hiro menghela nafas panjang. Wajah tampannya tampak lelah dan tanpa sadar pelukannya mengendur dan Shanum segera membebaskan dirinya lalu duduk di pinggir tempat tidur.
"Kau baru mengetahui seminggu lalu?" selidik Shanum.
"Iya sayang! Kau tak tahu bagaimana keluarga besarmu bisa membuat dirimu tidak terlacak. Mertua kakakmu adalah mantan mafia yang mempunyai jaringan dimana-mana, begitupun Tantemu Yana yang bisa merubah dirimu hingga tidak dapat dikenali! Kau kemana-mana memakai KTP pembantumu sehingga anak buahku tidak ada yang tahu. Tujuh tahun kau membuatku seperti orang gila! Tujuh tahun aku bertekad hidup berpuasa secara sek**sual karena yang aku inginkan hanyalah dirimu! Itulah mengapa aku tidak mau menandatangani surat cerai sial**an itu! Karena aku yakin suatu saat nanti aku dan kau akan bersatu kembali! Karena aku sangat mencintaimu!!!"
Shanum menatap Hiro untuk mencari kebohongan namun tidak menemukannya di mata coklatnya.
"Kau tidak tahu bagaimana keluargaku sendiri juga menghajarku habis-habisan karena aku menyakiti dirimu! Bahkan mama tidak mau berbicara padaku selama setahun! Papa menurunkan jabatanku selama tiga tahun menjadi pegawai biasa, dan selama itu jabatan CEO dipegang oleh Ameer asistenku. Selama aku menjadi pegawai biasa, aku harus membuktikan bahwa aku pantas mengambil alih jabatan ku kembali". Hiro berjalan gontai ke arah sofa.
"Tanpa harus kau hajar aku, aku sudah dapat ganjarannya. Semua karena dirimu! Iya kau sayang, Shanum Putri Pratomo, yang membuat keluargaku jatuh cinta padamu sampai-sampai aku yang anak kandung mereka malah seperti anak tiri"
Shanum masih terdiam, membiarkan Hiro mengeluarkan uneg-unegnya.
"Sayangku, aku ingin kita menjadi keluarga yang utuh, bersamamu, bersama anak-anak kita atau mungkin kita tambah anak lagi buat duo M" kerling Hiro.
Shanum mendelikkan matanya ketika mendengar kalimat terakhir Hiro.
"Please sayang, kita rujuk ya. Surat cerai sialan itu akan aku sobek-sobek!" bujuk Hiro. Mati-matian Hiro berusaha untuk tidak memeluk Shanum lagi apalagi melihat istrinya memakai daster batik nuansa hijau dengan model lengan pendek dan panjang dasternya hingga selutut.
Istrinya tidak memakai lingerie yang seksi tapi daster batik yang modelnya biasa malah membuat Hiro panas dingin. Apa ini efek puasa terlalu lama?
Shanum terdiam. Apakah masih ada rasa pada Hiro? Padahal baru tadi pagi dia bertekad seperti lagu NCT 127 I'm not going back tapi sekarang dirinya galau. Wajah Hiro ketika mengeluarkan uneg-unegnya juga bukan wajah yang berpura-pura, matanya mengungkapkan kejujuran.
"Shan? Apa jawabanmu?" Hiro lalu mendekati Shanum dengan posisi berlutut.
Shanum menatap wajah tampan suaminya yang kini tampak gurat-gurat lelah disertai faktor usia. Hiro yang sekarang tampak semakin matang, semakin menarik dan sek**si sebagai hot Daddy.
Seraya *******-***** ujung dasternya, Shanum lalu berkata "Buktikan bahwa kau memang pantas bersama kami. Buktikan bahwa kau tidak melakukan kebodohan lagi."
Hati Hiro bersorak, istrinya memberikan kesempatan namun wajahnya dibuat tidak terlalu tampak antusias "Berapa lama Shan?"
"Tiga bulan!"
"Hah? Apa yang harus lakukan?"
"Ikut kemana aku pergi" jawab Shanum kalem.
Wajah Hiro langsung cerah "Kita tinggal serumah? Di rumahmu?"
Shanum mengangguk. "Buktikan pada anak-anak bahwa kau pantas diantara kami. Setelah anak-anak menganggap bahwa kau memang pantas menjadi ayah yang baik, baru kau buktikan padaku kalau kau memang suami yang baik, setia dan hanya padaku seorang."
"Baik, akan aku lakukan Shan. Eeerrr sekarang aku tidur dimana?" Hiro menaikkan sebelah alisnya.
"Kau kembali lah ke kamarmu!" usir Shanum dan Hiro pun langsung melemas bahunya.
"Tidak bisakah kita tidur bersama?" bujuknya
"NO!" Shanum berdiri lalu membuka pintu kamarnya
"Bawa Miki kemari, biar tidur bersamaku".
Hiro pun mengangguk lalu menuju kamarnya. Tak berapa lama tampak Miki berjalan sambil terkantuk-kantuk digandeng sang ayah.
"Anak mommy sudah ngantuk ya?" Miki mengangguk mendengar pertanyaan mommynya. "Sikat gigi dulu, cuci kaki dan tangan langsung Boboks yaaaa" Shanum mencium pipi putrinya.
"Oke mommy" sahut Miki dengan suara ngantuk lalu menuju kamar mandi.
Hiro yang masih memperhatikan interaksi istri dan anaknya memandang kagum. Shanum yang dikenal barbar olehnya ternyata bisa sangat keibuan.
Shanum menoleh ke arah Hiro yang masih berdiri tanpa ada niatan pergi. "Kamu nggak kembali ke kamarmu?"
"Bukankah ini kamarku juga?" goda Hiro.
Shanum menatapnya tajam. "Pipi kananmu belum aku tonjok kan?"
Hiro terkekeh. "Daripada kau menonjok pipiku, lebih baik kan begini"
CUP!
Hiro mencium pipi kiri Shanum dengan cepat lalu lekas-lekas lari ke arah kamarnya.
Shanum yang terkejut hanya bisa mendesis "Hiroshi Al Jordan!!! AWAS KAMU!!!"
***
Muka jutek mommy Shanum kena curi cium dari Daddy Hiro
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
bikin gemes pengen ngakak juga
2024-07-08
2
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
huhuhu ... 7 taun bo' ... gak karatan ya .... tp ntar malah super greeenng bikin Shanum kewalahan ... 🤣🤣
2023-10-28
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
jadi mas Hiro ini bodoh bodoh tampan yak ... 😁😁
2023-10-28
1