Shanum dan Miki berjalan berdua sambil asyik ngobrol. Tanpa mereka sadari banyak pasang mata yang meliriknya antara kagum, iri maupun tidak sopan dan Hiro merasa geram. Memang istrinya hot mama banget, walaupun sudah melahirkan dua orang anak, bodinya masih *****i meski pinggulnya lebih lebar dari yang Hiro ingat.
Hiro berjalan di belakang kedua perempuan bersama dengan Rudy. Kedua pria tampan itu tentu saja mencuri perhatian kaum hawa yang sedang berjalan-jalan di seputaran Simpang Lima.
"*Gantengnya"
"Mau dong jadi temen tidurnya"
"Yakin tuh berdua nggak belok?"
"Cowok, godain kita dong*"
Hiro bukannya tidak tahu bahasa Indonesia, sangat fasih malah, namun tetap pura-pura tidak paham. Rudy sendiri tidak seperti pria Indonesia pada umumnya, malah seperti pria asal Korea atau Jepang padahal aslinya dia orang Solo.
"Rud, kita pakai bahasa Inggris saja ya" bisik Hiro.
"Baik tuan" jawab Rudy.
Rudy adalah salah satu asisten yang direkrut Hiro karena pengetahuannya yang luas tentang batik bahkan Gegara itu Hiro berkenalan dengan Shanum delapan tahun lalu. Rudy juga yang tahu bagaimana terpuruknya dia ketika Shanum meninggalkannya. Sejak tahun lalu, Hiro membuka cabang AJ Corp khusus menampung pengrajin batik tulis kecil berkualitas bagus untuk diekspor ke Dubai dan masuk ke mall milik keluarga Al Jordan. Sebagai pemimpinnya ditunjuklah Rudy dan yang membuatnya kesal dan kecolongan, selama setahun pun tidak bisa menemukan Shanum padahal satu kota.
Hiro berpura-pura mengambil foto di seputaran Simpang Lima layaknya turis namun yang menjadi objek tetap saja istri dan putrinya yang malam ini sama-sama mengenakan kaos polo warna hitam, celana jeans, sepatu Converse seri hello Kitty dan tas selempang Elle. Wajah Shanum pun hanya make-up tipis dan lipgloss warna peach. Dada Hiro berdesir ketika melihat Shanum menjilat lelehan petis di bibirnya, membuatnya ingin membantu menjilat petis nakal itu.
Hiro dan Rudy berada agak jauh dari tempat duduk Shanum dan Miki sambil minum air mineral seolah-olah menikmati pemandangan ramai di hadapannya, padahal dirinya selalu melirik ke arah istrinya.
Shanum dan Miki kemudian berdiri setelah menghabiskan tahu petis Prasojo favorit mereka berdua lalu berjalan menuju arah kembali ke hotel. Hiro dan Rudy pun masih mengikuti dengan jarak agak jauh.
Tampak keduanya melewati Matahari simpang lima lalu berbelok ke arah jalan kyai Ahmad Dahlan. Shanum dan Miki menuju penjual jagung bakar yang berada disitu. Hiro pun tidak menyia-nyiakan pemandangan indah di hadapannya, tampak Shanum dan Miki tertawa lepas sambil mengobrol dengan ibu penjual jagung. Entah apa yang mereka bicarakan namun ketiganya tampak seru.
"Tuan, nyonya dan nona kecil tampak bahagia ya" bisik Rudy.
"Iya Rud. Aku ingin menjadi bagian mereka. Kesalahanku memang fatal tapi aku harap Shanum bisa memaafkanku" Hiro tampak sendu jika mengingat peristiwa tujuh tahun lalu. Betapa bodohnya dia.
Hiro dan Rudy sabar menunggu Shanum dan Miki menghabiskan jagung bakarnya. Keduanya kemudian jalan-jalan lagi setelah membayar jagungnya. Hiro dan Rudy kemudian berjalan di belakang Shanum dan Miki.
"Pumpkin habis ini mau kemana lagi?" tanya Shanum sambil menggandeng tangan putrinya.
Pumpkin? Shanum memanggil putriku pumpkin?
"Nasi gandul sama es puter conglik mom"
"Siyap sayang" ujar Shanum sambil bergaya hormat.
Miki tertawa lalu tiba-tiba dia menoleh ke belakang tepat Hiro dan Rudy sedang berjalan mengikuti nya. Tentu saja kedua pria tampan itu terkejut atas perbuatan Miki namun tatapan sekian detik membuat jantung Hiro berdebar-debar. Putriku mengenaliku.
Namun sekian detik pula Miki bersikap biasa lagi lalu menatap ke depan. Tentu saja Shanum sedikit kaget atas perilaku putrinya.
"Kenapa sayang?" tanya Shanum. Hiro dan Rudy terpaksa berhenti, berpura-pura memotret.
"Nggak mom, tadi lihat mobil mirip mini Cooper punya Tante Alexa" elak Miki.
"Kan Mini Cooper merah punya Tante Alexa memang pasaran." sahut Shanum.
" Iya sih" cengir Miki.
"Tuh es puter congliknya dah keliatan. Miki maem nasi lho yaaaa dari tadi jajan terus lho." Shanum mengajak Miki menyeberang.
"Gimana kalau sama nasi gandul mom? Kita beli es congliknya, trus kita bawa ke warung nasi gandul"
"Boleh lah". Shanum mengantri untuk membeli es puter coklat untuk dirinya dan Miki. Setelah mendapatkan es puternya, Shanum dan Miki menuju warung nasi gandul dekat situ.
Hiro dan Rudy kemudian memakai masker agar tidak ketahuan masuk ke dalam warung nasi gandul dan duduk dibelakang namun mata tajam Miki membuat dua pria itu salah tingkah.
Tiba-tiba Miki mempunyai ide agar mommynya pergi sebentar. Dia ingin menghampiri Daddynya.
"Mommy, Mi-chan bisa minta tolong mommy ke mini market untuk membelikan obat maag?" wajah Miki dibuat seolah kesakitan.
"Duh sayang, apa kita pesan bawa pulang saja biar kita makan di hotel?" Shanum tampak panik melihat putrinya tampak kesakitan.
"No mom, Mi-chan minta obat maag saja" pintanya.
"Miki berani disini sendirian?" memang jarak warung nasi gandul dengan mini market hanya lima menit.
"Berani mommy. Kan Mi-chan sudah belajar taekwondo, lagipula kalau ada yang macem-macem ma Mi-chan, tinggal teriak saja" Shanum menatap tajam putrinya dan melihat kesungguhan gadis mungilnya.
"Wait mommy in here. Wakatta?"
"Haik" angguk Miki mantap. Shanum lalu keluar menuju mini market untuk membeli obat maag sirup.
Bagaimana aku tidak merasa aman, ada Daddy di belakangku Mom!
Miki pun langsung berjalan menuju Daddynya dengan muka kesal.
"Apa maksudnya Daddy mengikuti kami?" tanyanya tanpa basa basi.
"Miki..." bisik Hiro bingung.
"Dad, be brave hadapi mommy. Jangan membuat mommy menggantung begitu. Kalau memang Dad mau pisah dengan mommy, segera tandatangani surat cerai itu tapo kalau dad masih ada rasa ke mommy, berjuanglah!" omel Miki. "Lebih baik Dad dan Oom..."
"Rudy"
"Dad dan Oom Rudy, pergi aja deh nanti mom curiga. Kalau memang Dad kesini tujuannya untuk mom, datanglah ke kamar kami. Mi-chan yakin pasti Oom Rudy tahu berapa nomor kamar kami." tatap Miki ke Rudy.
"Baiklah sayang, Dad akan datang ke kamar kalian nanti. Apa setelah ini kalian akan jalan-jalan lagi?" tanya Hiro.
"No Dad, habis ini kami pulang ke hotel." jawab Miki. "Sudah, Dad segera pergi, mommy sudah mau sampai." Hiro dan Rudy bergegas meninggalkan warung itu hanya selisih sekian detik dengan Shanum yang masuk ke dalam.
Miki pun bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.
"Sayang, minum obatnya dulu terus dimaem yaaa nasi gandulnya" bujuk Shanum.
"Oke mom. Habis maem, kita balik hotel ya" pinta Miki.
"Anak mommy sudah capek yaaa?" senyum Shanum sambil makan nasi gandulnya.
Miki mengangguk.
"Oke princess".
Mom, tahukah kalau Daddy berada dekat dengan kami? Aku ingin segera pulang ke hotel agar mom bisa bertemu dengan Daddy.
***
Oom Rudy yang diajak nguntit ma Daddy Hiro
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Nur Bahagia
kok Miki tau itu daddy nya ya.. gw kira pertemuan mereka akan mengharukan dan bikin kaget
2024-08-21
1
Mawar berduri
aw aw om rudi..maukah kau padaku🤭
2023-01-08
1
aaah ayang Danniel Henney 😘😘😘😘😘
2022-10-16
1