Pagi ini usai sarapan di hotel, Shanum, Miki, Hiro dan Rudy sudah berada di dalam mobil HRV Shanum. Rudy yang menyetir dengan Hiro di sebelahnya, sedangkan Miki bersama ibunya di belakang.
"Mom, kita beli oleh-oleh dulu yaaaa. Kan sudah janji ma bik Sum bandeng otak-otak." ucap Miki kepada Shanum.
"Oke sayang, sekalian kasih ke pak Samsul dan beberapa tetangga ya"
"Oke mom." angguk Miki. Moodnya pagi ini agak tidak enak Gegara Daddynya menolak menyetel lagu-lagu NCT dari audio mobilnya.
"Daddy pusing dengernya princess" kata ayahnya tadi. Akhirnya Miki mendengarkan lewat airpod nya.
"Dek Rudy, tolong ke jalan Pandanaran ya" pinta Shanum ke Rudy.
"Baik Bu"
Hiro mengerenyit mendengar panggilan Shanum ke Rudy.
"Kamu tuh manggil Rudy 'dek' tapi manggil aku nama doang" sungut Hiro kesal.
"Karena kamu masih masa percobaan, Hiroshi!" sahut Shanum cuek. Rudy dan Miki hanya tersenyum mendengar perdebatan unfaedah kedua pasangan itu.
"Awas Rud! Jangan senyum-senyum! Kupotong bonusmu!" ancam Hiro.
"Wah jangan tuan. Buat modal rumah tangga itu" gelak Rudy yang tahu bossnya hanya menggodanya.
"Dek Rudy memang usia berapa?" tanya Shanum kepo.
"Saya 28 tahun ini Bu"
"Nah bener kan aku manggilnya dek soalnya usianya di bawahku."
"Nggak usah diperjelas juga Shan! Bikin bete ajah" omel Hiro.
"Maap Bu, kita parkir mana enaknya?" tanya Rudy ketika mendekati tempat oleh-oleh.
"Kita ke tempat jual bandeng yang dekat BRI saja biar gampang parkirnya" tunjuk Shanum ke sebuah toko pusat oleh-oleh. "Kan satu cabang".
Rudy kemudian memarkiran mobil. Keempatnya kemudian turun. Pagi ini Shanum mengenakan gaun tanpa lengan warna biru motif bunga-bunga dan sepatu wedges coklat, rambut hitamnya hanya diikat asal plus makeup tipis membuat wajahnya jauh lebih muda dibanding usianya yang kepala tiga.
Sedangkan Miki lebih memilih memakai kaus putih, topi, kacamata hitam, celana pendek jeans dan rambut yang dicurly oleh sang mommy. Tak lupa tas biru yang senada dengan topinya.
j
Keduanya berjalan mendahului dua pria tampan yang pagi ini hanya memakai kaos berwarna abu-abu dan jeans plus sepatu sneaker. Kehadiran keempat orang di tempat oleh-oleh itu sontak membuat karyawan dan pengunjung terkesima.
"*Duh Gusti ngimpi apa aku semalam ada makhluk Tuhan paling **** masuk ke toko"
"Ya Ampun! Tuhan pasti lagi niat pas nyetak mereka"
"Mau dong jadi istrinya, kedua nggak papa deh*"
Shanum sampai jengah mendengarnya namun Hiro dan Rudy cuek sambil tetap mengikutinya dan Miki.
"Beli banyak nggak papa, sayang. Itung-itung berbagi ma tetangga" ucap Hiro sengaja agak keras biar didengar para wanita rumpi binti julid.
"*Yaaaahh udah punya istri"
"Yang satu pasti masih single".
"Harus bisa dapat nomor teleponnya tuh*"
Rudy yang masih memilih oleh-oleh untuk ibu dan adiknya di rumah terkejut ketika seorang wanita terang-terangan menempel dirinya.
"Mas, boleh nggak minta nomor teleponnya?" rayu wanita itu dengan genitnya.
Rudy hanya menatap heran. "Buat apa mba?"
"Biar bisa kenalan lebih lanjut sama masnya" jawab wanita itu lebih centil.
"Waduh Maap mba, kalau mau kenalan sama saya berarti kenalan sama istri saya juga dong" ucap Rudy sambil menunjukkan cincin kawin yang ada di jari manis tangan kanannya.
"Oh, Maap ya mas" wanita itu membalikkan badannya dengan wajah malu.
"*Yah ternyata sudah non available"
"Mbok ya dikirim makhluk kayak gitu lagi satu yang single*"
Peristiwa itu tidak luput dari pengamatan Hiro dan Shanum.
"Bukannya tadi Rudy bilang masih lajang ya Sayang?" bisik Hiro di telinga kanan Shanum yang berdiri di depannya.
"Entahlah" jawab Shanum.
Acara belanja oleh-oleh akhirnya berakhir dan seperti biasa Miki membeli banyak mochi dan brownies coklat.
Di dalam mobil, Hiro penasaran atas status Rudy langsung bertanya.
"Bukannya kamu bilang masih lajang Rud?"
"Memang tuan." jawab Rudy
"Tapi kok kamu memakai cincin kawin di jarimu dek?" kepo Shanum.
Rudy tertawa. "Itu cincin kawin almarhum ayah saya bu. Memang sengaja saya pakai supaya tidak ada gangguan seperti tadi".
Hiro dan Shanum tertawa.
"Salah siapa kau memiliki wajah dan tubuh yang menarik kaum hawa, dek" kekeh Shanum.
"Heeeiiii, Shan! Berani-beraninya kau memuji pria lain di depan ku?" protes Hiro. "Suamimu ini jauh lebih tampan dan bodi bagus dibanding Rudy"
"Huh! Hanya casingnya saja" cemberut Shanum.
"Mommy, kita makan siang dimana?" potong Miki ketika mobil sudah masuk tol Jatingaleh.
"Princess mau kemana?" tanya Hiro.
"Ayam goreng ABC boleh mom?"
"Boleh. Miki kangen ayam goreng atau usus gorengnya?" goda Shanum. Putrinya satu ini sangat suka jerohan.
Miki nyengir. Dia dan mommynya memang satu server, suka makan street food walaupun tidak sering.
"Dek Rudy, nanti kita keluar tol Bawen lalu masuk kota Salatiga ya."
"Ayam goreng ABC kanan jalan itu kan Bu?"
"Yak betul."
Sesampainya di kota Salatiga bertepatan hampir masuk waktu makan siang. Shanum, Hiro, Miki dan Rudy memasuki rumah makan yang berada di pinggir jalan jenderal Sudirman.
Shanum dan Rudy lalu memesan karena Hiro hanya ikut saja apa yang dipesan mereka. Akhirnya pesanan mereka pun datang.
Bebek goreng, usus goreng dan petai plus sambal korek untuk Shanum, Miki dan Rudy.
Sedangkan Hiro, Shanum memesankan ayam goreng.
Jujur Hiro baru kali ini makan makanan seperti ini bahkan Rudy menawarkan untuk mencoba petai. Walaupun rasanya agak gimana di lidah Hiro, namun ia bisa menikmatinya, bahkan sampai tambah nasi lagi.
"Enak ya?" tanya Shanum sambil menyuap nasi dan potongan usus goreng.
"Iya enak. Eh tapi sayang, itu kan makanan tidak layak makan" protes Hiro ketika anak dan istrinya menikmati usus sapi goreng.
"Sekali-kali. Cobalah" Shanum memotong usus goreng menjadi satu gigitan, mencampurnya dengan nasi dan sedikit sambal lalu menyuapkan ke dalam mulut Hiro yang diterima dengan senang hati oleh pria itu. Ternyata rasanya lumayan juga. "Gimana?"
"Rasanya jauh lebih enak karena disuapi langsung dari tanganmu, sayang" gombal Hiro yang membuat Shanum melengos.
"Disuapi dari tangan mommy itu paling sedap Dad" sahut Miki sambil minum es tehnya.
"Nah bener tuh princess!" Hiro bersorak karena putrinya ikut mendukungnya.
"Itu yang pertama dan terakhir kalinya aku suapin kamu!" sahut Shanum cuek.
"Jangan dong sayang. Kalau kita rujuk lagi, kamu harus sering-sering menyuapi diriku" bujuk Hiro dengan muka memelas.
"In your dream Mr. Al Jordan!"
"Princess, Daddy harus gimana ini?" keluh Hiro ke arah putrinya yang sekarang ikutan cuek mode on seperti mommynya.
"Ganbatte Otosan!" sahut Miki dan Hiro pun menunduk dramatis.
Rudy tersenyum melihat interaksi keluarga bossnya.
Semoga nyonya mau menerima tuan karena baru kali ini aku melihat tuan ceria dan bahagia. Tujuh tahun benar-benar merubah tuan menjadi pribadi yang dingin dan kejam tapi sekarang di hadapan nyonya dan nona kecil, pribadi tuan menjadi lebih manusiawi.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Nur Bahagia
panggil nama aja lebih enak kayak nya.. kalo pake dek kesannya piyee gitu 🤭
2024-08-21
1
Murti Puji Lestari
sabar Hiro, kamu lagi dalam mas MOS/Joyful//Joyful//Joyful/
2024-07-08
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
iyalah dek Rudy ... kalo udah ketemu pawang nya kan begitu ... 😅😅😅
2023-10-28
1