Di belahan benua lain, seorang pria tampan berusia 35 tahun tampak memandangi MacBook nya. Sebuah foto terpampang disana yang menunjukkan seorang wanita cantik mengenakan gaun berwarna broken white tanpa lengan, rambutnya disanggul Cepol, wajahnya memakai make up tipis natural, dengan kalung berlian di lehernya sedang melakukan sambutan. Dilihat dari acaranya, tampaknya wanita itu sedang berada di Jepang.
Pria itu menenggak minuman kerasnya.
Akhirnya kau berani muncul juga Shan! Setelah tujuh tahun kau pergi, akhirnya kau kembali. Dan kau tambah cantik, sayang!
Pria berbadan tegap, atletis dengan roti sobek di perutnya lalu menghabiskan minumannya. Tatapannya mengarah keluar jendela apartemennya. Hiruk pikuk lalu lintas di bawah jendelanya tidak mengusiknya walaupun balkonnya terbuka. Baginya, wanita di layar MacBook selalu memenuhi otaknya setiap saat.
Tunggu saja Shan, aku akan membawamu kembali ke pelukanku!
***
Kota Solo Indonesia
Shanum terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. Mimpi itu lagi! Dia mengambil gelas berisikan air putih yang selalu disiapkan setiap malam sebelum tidur, lalu menenggaknya habis. Makanya Num, bis sholat subuh jangan tidur jadinya ngimpi jelek kan?
Shanum lalu turun dari tempat tidur Queen sizenya menuju kamar mandi lalu melakukan ritual mandinya. Setengah jam kemudian, Shanum keluar kamar menuju meja makan dimana putrinya sudah sibuk berkesperimen membuat roti bakar dengan isi macam-macam.
"Mommy kok tumben bangun siang? Ini sudah jam setengah tujuh lho!" omel Miki sambil asyik mengolesi roti tawarnya dengan selai strawberry.
"Non Shanum mau teh atau kopi?" tawar Bik Sum dari dapur.
"Kopi ajah bik, kasih creamer satu sendok teh sama gula satu sendok teh juga ya. makasih." jawab Shanum.
"Baik non". Bik Sum kemudian membuat permintaan Shanum.
"Maap ya pumpkin, mommy semalam membuat desain buat klien Opa sampai malam jadi mommy bangun kesiangan" ucap Shanum sambil mengusap kepala putirnya.
"Iya mommy. Tadi pagi Oma telepon bangunin Mi-chan buat sholat subuh terus tanya mommy, Mi-chan bilang mommy masih bobok. Oma bilang jangan ganggu mommy karena ada desain dari opa" jawab Miki sambil menyerahkan piring berisi roti bakar yang sudah matang ke Shanum bertepatan dengan kopi yang sudah dibuatkan bik Sum.
Shanum menyesap kopinya dan memakan roti bakarnya yang berisikan Nuttela.
"Enak pumpkin. Mommy suka roti bakar buatanmu sayang" Shanum pun memeluk dan mencium pipi Miki.
"Yay, kan makanan buatan Mi-chan selalu enak" cengir Miki.
"Iya bener non Miki, masakan buatan non enak tapi nggak enaknya bik Sum yang bagian beres-beres" sahut bik Sum sambil ketawa.
"Yah kan harus balance bik, Mi-chan bagian masak, bik Sum bagian beres-beres kan ntar bik Sum maem juga masakan Mi-chan" kerling Miki jenaka.
Shanum dan bik Sum tertawa. Gadis kecil satu ini memang senang memasak macam-macam tapi paling malas membersihkan peralatannya. Sampai-sampai Mamoru sering mengomelinya.
"Dek, kamu lihat deh semua peserta MasterChef Australia itu selesai masak, pasti dibersihin, diberesin. Nggak kayak kamu!" omel Mamoru saban mereka asyik nonton acara kontes memasak itu.
"Lha kan ada bik Sum yang bersihin" sahut Miki cuek.
"Nggak gitu juga bambaaannggg" Mamoru lalu mengacak-acak rambut Miki yang berwarna coklat panjang.
"Iiissshhh namaku Miki bukan bambaaannggg, tauuuu!!!" bantah Miki kesal.
Dan kalau sudah seperti itu keduanya akan adu ribut, baru berhenti setelah sang ibu mengancam akan mengirim mereka ke asrama di Inggris.
Kini Shanum beserta keluarga kecilnya memutuskan tinggal di kota Solo. Selain Shanum memang menyukai kota batik ini, Shanum menganggap Hiro tidak akan kepikiran mencarinya hingga kesini.
Bulan lalu Shanum memang sengaja memunculkan dirinya di Tokyo bersama saudara sepupunya Alexandra untuk acara launching butik baru milik sepupunya. Shanum lah yang merancang desain interior butik Alexa dan menanamkan saham juga disana. Shanum memang tidak berharap akan bertemu Hiro disana, namun hendak membuktikan bahwa dirinya baik-baik saja tanpa kehadiran pria itu.
Shanum dan keluarganya tahu pasti Hiro akan mencari tahu usai acara di Tokyo, Shanum akan kembali ke negara mana dan itu sudah diperhitungkan oleh keluarga Pratomo. Menggunakan nama samaran, Shanum pun berhasil pulang ke solo tanpa diketahui orang-orang suruhan Hiro.
Di kota Solo ini, Shanum memilih kerja dari rumah. Semua pekerjaan yang menjadi bagiannya dikirim via email dan klien yang ingin berkonsultasi dihandle oleh asistennya, Ferdi, yang mampu mengimplementasikan pekerjaan Shanum. Sejak pernikahannya bermasalah dan Shanum memutuskan menghilang dari kehidupan Hiro, dia memang selalu bekerja dibawah radar, hanya orang-orang tertentu yang tahu.
Kini Shanum tinggal di sebuah rumah dua lantai, dengan lima kamar di daerah Manahan. Lingkungannya asri walaupun bukan perumahan namun rumahnya agak tersembunyi. Shanum sengaja mencari rumah dengan lokasi itu agar tidak mencolok. Pak RT pun tahu siapa Shanum karena dulu beliau teman SMA ayahnya jadi bukan suatu masalah Shanum tinggal bersama kedua anaknya tanpa suami.
"Miki, hari ini kita jalan-jalan gimana? Mommy boring nih, butuh refreshing Gegara semalam urus kerjaan" tanya Shanum ke putrinya.
"Yuk mom! Mau kemana? Kemuning? Salatiga? Ungaran, atau ke Semarang maem bandeng serani di Juwana?" sahut Miki antusias.
Shanum tertawa. Putrinya memang mirip dirinya, sangat suka bandeng serani buatan tempat oleh-oleh di jalan Pandanaran Semarang. Bahkan saat hamil pun Shanum sampai sebulan harus nginap di sebuah apartemen di daerah sana karena dia ngidam makan bandeng serani hampir tiap hari. Entah kenapa masa ngidamnya malah senang makanan di Semarang. Bahkan mamanya sampai ikut menemani Shanum ngidam lumpia, bandeng presto, bandeng serani, wingko babat yang maunya Shanum makan di tempat di Semarang.
"Mau ke Semarang? Ayo siap-siap. Kita ke Juwana, trus mau kemana lagi?" tawar Shanum.
"Mau Lawang Sewu trus maem bakso di lesanpuro trus nanti kita Paragon trus..." Miki langsung berbinar-binar membayangkan rute jalan-jalannya yang tidak jauh-jauh dari wisata kuliner.
"Terserah princess ajah. Yuk kita siap-siap, bawa baju ganti sekalian siapa tahu nginap disana mumpung ini malam Minggu" Shanum kemudian menggandeng tangan putrinya.
"Asyiiikk! Bik Sum ikut nggak Mom?"
"Coba tanya"
Miki berbalik ke arah dapur "Bik Sum, mau ikut Mi-chan ma mommy ke Semarang nggak?"
"Nggak non Miki, bik Sum jaga rumah ajah. Nanti bik Sum dibawain oleh-oleh ya non" jawab Bik Sum sambil membersihkan meja makan.
"Otak-otak bandeng kan sukaannya bik Sum. Beres lah!" Miki kemudian menyusul mommynya ke kamarnya untuk menyiapkan baju yang hendak dibawanya ke Semarang.
Pagi ini jam 8 ibu dan anak itu sudah bersiap-siap jalan-jalan dan sama-sama mengenakan kemeja flannel, celana jeans dan sneaker putih. Rambut panjang hitam Shanum hanya diikat cepol, sedangkan Miki dikepang keatas. Dua buah duffle bag Balenciaga sudah dibawa bik Sum ke dalam mobil HRV hitam milik Shanum.
"Bik Sum, tolong jaga rumah ya. Aku ma Miki mau jalan-jalan" pesan Shanum dari dalam mobil.
"Siyap non. Hati-hati". Tak berapa lama mobil Shanum keluar dari pagar dan bik Sum mengunci pintu pagar itu lalu masuk ke dalam rumah.
Tanpa disadarinya, ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan rumah itu dari warung wedhangan depan rumah Shanum.
***
Tas Shanum dan Miki
Mobil HRV prestige milik Shanum
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
seg2... yg merhatiin bapak angkat nya shua kan👀👀👀👀
2024-12-09
1
Nur Bahagia
sopoo ikii
2024-08-21
1
Ray Aza
olahraganya di stadion ya num.... heheheheeee
2024-08-08
1