Bab #7

Ingram Jakoobäh yang biasanya hanya melontarkan ekspresi datar, refleks ikut melongok tidak percaya.

Serupa pula dengan air muka Duke Oakley yang sontak menatap syok, pemandangan kotak dengan logo kekaisaran Sëraphyn yang dikelilingi lukisan seekor naga emas—tanda bahwa pemiliknya adalah seseorang dengan darah Yang Mulia Sëra.

Darah murni, keturunan suci pendiri bangsa Sëraphyn atau lebih detailnya, termasuk ke dalam bagian kardinal dari struktur keluarga besar dan terhormat Kekaisaran Sëraphyn.

“Ini...”

“Jujur, aku tidak terlalu paham apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tetapi, Tuan Besar pernah berpesan kepada-ku sebelumnya, ‘Jika perintah itu langsung dari kakak terkasihku, Yang Mulia Zelîg, maka jangan ragu untuk segera mengembalikannya’ Jadi, aku mohon. Tolong rawat dan jaga Rashn sebaik yang tuan berdua mampu.”

Duke Oakley dan Ingram Jakoobäh bahkan belum menjelaskan maksud mereka. Tetapi Bibi Marcy, dengan hanya mendengarkan instingnya yang mungkin telah lama tak lagi tajam, berkata dengan sangat lembut dan penuh keyakinan.

Walau ironis dan betul-betul tidak bisa disangkal. Sesuatu di dalam relung dada Bibi Marcy masih teramat belum siap menerima.

Melihat samar-samar, kesepuluh jari-jemari dengan potongan kuku-kuku yang tidak rapi itu, kian detik kian bersimbah keringat dingin dan terus berlaku gemetaran tiap detak baru berdentum, di antara otot-otot jantung kolotnya.

“Kami tidak akan mengecewakan kebaikan anda, Nyonya.”

...⚔⚔⚔...

“ ...”

“Apa yang sedang mereka bicarakan?”

Horam dan aku menatap fokus Bibi Marcy yang datang dengan nampan berisikan makanan dan minuman, yang tadi sempat aku lihat sebelum keluar dari rumah.

Dua orang pria yang hanya aku dan Horam dapat lihat punggung lebar dan berotot mereka, dengan gerakan seperti masyarakat juga tamu biasa.

Singkatnya, bukan bagian dari bangsawan atau orang-orang berpangkat tinggi yang kelewat sering berlaku arogan, menerima dengan sangat sopan sodoran gelas berisikan teh Da-Hong Pao.

Jenis teh yang aku sendiri hanya pernah menyesapnya tidak ada tiga kali, dikarenakan suatu kali Tuan Queè pernah berkata, kalau harga teh dari timur bumi itu benar-benar super mahal.

Begitu mahal dan juga sangat jarang ditemukan, sampai-sampai hanya rumah-rumah para bangsawan yang memilikinya. Itu pun, bangsawan yang memang berpangkat tinggi dan sangat berpengaruh di pemerintahan.

“Horam, aku tidak dapat mendengar sedikit pun yang mereka bicarakan. Bagaimana ini? Bagaimana jika mereka itu sebenarnya penjahat? Perampok? Atau lebih parah,”

Aku menenggak air ludah susah payah. “Bagaimana, jika mereka ternyata adalah bagian dari anggota Der ESK'∅?”

Pikiranku sudah berkelana tidak karuan. Rasa khawatir bercampur takut benar-benar sangat menghantuiku. ‘Bagaimana jika kali ini Bibi Marcy yang pergi meninggalkan aku?’

Sementara Horam yang berada di sebelahku juga ikut menggigit bibir bawahnya kasar. Ia pun sesekali melemparkan lirikan cemas.

Sebab, bagaimana kami tidak cemas? Fakta bahwa identitas dua orang tamu itu sama sekali belum kami ketahui dan dengan pikiran kami yang jelas agak gila.

Sepotong imajinasi ekstrem, tentang kemungkinan tidak bersumber, kalau keduanya termasuk ke dalam bagian dari organisasi paling menakutkan dan misterius, Der ESK'∅ atau jika aku tidak keliru, kepanjangannya adalah Der Echo' Sicarrï Kommisar ZeRo.

Sebuah organisasi assassin paling mengerikan seantero bumi dan lebih menakutkan, karena tidak ada informasi lanjut mengenai siapa mereka, berapa jumlah keseluruhan anggota mereka, bahkan dari mana mereka berasal, pun tidak.

Semuanya sangatlah abu-abu dan mengerikan. Hingga bahkan aku, yang hanya menyebutkannya saja, langsung bergidik ngeri.

“Tapi, Rashn. Kotak apa itu?”

“Ko-kotak?”

Aku dan Horam serta merta tercengang menatap sebuah kotak persegi, yang menurutku jika dijual, pastilah kami tidak perlu repot-repot lagi bekerja sampai dua puluh tahun, empat puluh tahun, bahkan mungkin seumur hidup, kami tidak perlu lagi khawatir tentang uang pun kemewahannya.

Namun, baru saja aku selesai berfantasi. Kotak pandora itu dengan sangat mudahnya oleh Bibi Marcy diberikan kepada dua tamu, sekaligus sosok yang masih berstatus orang asing, yang duduk tepat di hadapannya.

“Rashn, apa Bibi Marcy kita sekarang sedang dalam masalah?”

“A-aku tidak tahu. Tapi kupikir, sudah waktunya untuk kita berhenti bersembunyi.”

Horam ikut membulatkan matanya lebar. Dari kejauhan, Bibi Marcy yang sebelumnya menampilkan ekspresi terkejut tiba-tiba tersenyum hangat. Ia lalu tiba-tiba melambai santai ke arah kami berdua, yang entah sejak kapan sudah terekspos tengah menguping.

“Kita akan baik-baik saja kan, Rashn?”

...⚔⚔⚔...

“Apa kalian sudah selesai mengantarkan pie-pie sekaligus salamku kepada Tuan Queè?”

Dua tamu asing itu menatap sok ramah ke arahku dan Horam yang berdiri beberapa langkah dari tempat mereka duduk. Sementara Bibi Marcy yang berada tepat di hadapan kami, malah dengan santainya menanyai nasib pie-pie dan sepatah salam untuk Tuan Queè.

Aku dengan tidak nyaman menatap balik kedua manik mata Bibi Marcy. Bingung sekali ingin melontarkan jawaban seperti apa.

“Ehm, itu...”

“Bibi! Pie-pie itu sudah dengan selamat sampai ke tujuan dan Tuan Queè menitipkan ini sebagai ucapan terima kasihnya.”

Aku dan Horam serta merta terbelalak kaget. Neelix dengan nafas terengah-engah, peluh menetes dari ujung-ujung rambut, jemari tangan kanan menggenggam sebuah gulungan surat dan jemari lainnya menenteng keranjang rajut berukuran sedang, berisikan tumpukan rempah-rempah dan dedaunan kering, tiba-tiba sudah berdiri tegap di sebelah kiri Horam.

Kelima jemari tangan kanannya lalu menyodorkan cepat si gulungan surat tanpa stempel, sembari melontarkan samar-samar senyum canggung.

“Oh, Neelix?”

Bibi Marcy yang sama terkejutnya dengan aku, Horam dan kemungkinan juga dua tamu asing itu, lalu dengan patah-patah menerima sodoran dadakan Neelix. Sedangkan satu tangan Bibi Marcy yang bebas, secara refleks mengusap lembut keringat yang membanjiri wajah tembam Neelix.

Aku dan Horam yang melihat gerak-gerik patah-patah Bibi Marcy, perlahan akhirnya dapat kembali menghela nafas lega.

“Ehm, kalau begitu, Horam dan... Neelix, tolong bantu Bibi sekali lagi untuk menata isi parsel ini ke dalam wadah. Juga, jangan lupa untuk memisahkannya sesuai jenis.”

Aku melirik sangsi kepergian Horam dan Neelix yang meninggalkan aku sendiri;memasuki pintu reyot rumah Bibi Marcy.

Sementara Bibi Marcy lalu kembali duduk. Jari-jemari gempalnya ikut menarik lenganku untuk duduk di sampingnya. Menghadap tepat dua sosok yang menurutku, beraura sama sekali tidak menyenangkan.

“Jadi, Rashn. Perkenalkan, aku, Duke Oakley dan ini, Ingram Jakoobäh.”

Sosok berwajah agak lebih bersahabat dari yang lainnya tiba-tiba buka suara. Ia memperkenalkan santai dirinya, beserta figur berambut perak di sebelahnya.

Sedangkan aku yang diberi sapaan hanya diam. Tidak berniat sama sekali untuk beramah-tamah menanggapi, apalagi repot-repot balas memperkenalkan diri.

“Kami berdua sedang dalam penugasan Yang Mulia Zelîg dari Sëraphyn.”

“Së-Sëraphyn?”

Nafasku mendadak tercekat. Linglung, sekaligus tidak nyaman mendengar nama pemimpin negeri Sëraphyn itu disebut dan lebih buruk, karena aktivitas membungkam juga berpura-pura tidak peduli yang terus aku rapalkan sejak tadi, seketika ikut lenyap.

Seratus persen habis terpangkas menyedihkan, bagai nasib dua rerumputan liar macam Imperata cylindrica dan Cyperus rotundus L, yang tentu, peruntungan mereka akan berkali lipat lebih memilukan ketika hari mulai memasuki musim panen di kaki bukit pegunungan Espiña.

Sebuah pegunungan yang menjadi lokasi lembah pertanian dan perkebunan terbesar milik dua keluarga bangsawan terkaya selama tiga puluh lima tahun terakhir, semenjak diperketatnya akses keluar masuk dua negeri, yakni Dømirez dan Myrz'el, yang terletak di barat laut ibukota Achyls.

.

.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!