.
.
Setelah dari gedung asosiasi, Lino mengunjungi gedung yang Randy maksud. Pemilik gedung sebelumnya sudah menunggunya. Meski Lino tidak mengenalnya secara pribadi, tapi Lino tau siapa pemilik gedung ini.
Dia adalah seorang model yang cukup terkenal, dia berasal dari keluarga yang kaya raya, bahkan keluarganya punya guild pemburu juga, guildnya juga sudah cukup besar. Dan wanita ini, yang juga merupakan pemburu rank B memilih untuk mengurusi guild tersebut.
Tentu saja wanita ini cukup terkenal, sampai Lino yang tidak terlalu pedulian saja bisa mengenalnya. Dia cukup hebat karena meski hanya rank B namun dapat menghandle guild besar dengan banyak pemburu rank S dan A.
“Mari masuk Tuan Marcelino” wanita itu mempersilahkan Lino masuk untuk melihat-lihat gedung.
Gedung ini sangat besar, dan biasa disewakan untuk cafe atau toko lain.
Namun ada tempat kosong di lantai paling atas, dan tempat itu yang akan ditempati untuk kantor baru guild khusus. Mereka harus naik lift untuk naik ke ruangan di lantai ini.
Lino tersenyum melihat ruangan itu, sangat luas, pemandangan diluar jendela juga bagus.
“Bagaimana tuan?” tanya wanita itu
“Hmm aku suka gedung ini, tapi kalau boleh tau – kenapa anda menjual gedung sebagus ini? Dan lagi... anda sendirilah yang datang kemari menemui saya” kata Lino
“Sebelumnya, maaf tidak sopan karena baru mengenalkan saya, nama saya Sarah. Gedung ini hanyalah salah satu gedung milik keluarga saya yang kebetulan di hadiahkan pada saya. Sekarang saya fokus dengan guild saya sendiri, dan lagi –” Sarah tersenyum pada Lino dengan senyuman menggoda.
Dia cantik, Lino mengakui itu, dia juga bertubuh indah dan sexy... kemampuan bisnis dan mengurus sebuah perusahaan memang Sarah sudah tidak dapat dibantah lagi.
Tapi bukan berarti dengan begitu Lino akan mudah luluh.
Lino menarik sudut bibirnya membentuk seringaian apalagi setelah mendengar kelanjutan ucapan Sarah.
“Saya sudah melihat berita tentang anda, Marcelino... mungkin saja selanjutnya kita bisa memiliki kerja sama yang saling menguntungkan satu sama lain”
Lino tau jika beberapa guild terutama yang besar-besar itu saling bekerja sama, namun biasanya antar kota. Dari yang Lino dengar guild Sarah memiliki kerja sama dengan guild besar di Jakarta, Semarang, dan Bali.
Mengajak kerjasama sesama guld dari kota yang sama agak aneh di telinga Lino, apalagi guildnya masih baru. Meski memang guild Lino adalah guild khusus bentukan asosiasi, tapi tetap saja.
“Itu bisa didiskusikan nanti nona Sarah, saat ini saya hanya fokus dengan hal-hal penting yang harus dikerjakan terlebih dahulu, kami masih guild baru”
“Anda terlalu merendah, saya tau bagaimana kualitas anda... terlebih lagi mata naga itu”
Hmm, begitu.
Ternyata Sarah sudah mengetahui tentang mata naga. Mungkin bukan hanya Sarah, tapi mungkin saja semua pemburu mengetahuinya.
Lino tidak tau harus bereaksi seperti apa.
Sebenarnya dia agak terganggu karena orang-orang secara mendadak berbalik berpihak padanya hanya karena di sekarang sudah memiliki banyak uang, diapun sudah bukan rank F lagi tapi rank S. Terlebih.. dia ditunjuk sebagai ketua guild khusus yang dibuat asosiasi.
Pasti banyak orang yang jadi seperti Sarah, mendekatinya agar mendapat sedikit keuntungan darinya.
Tapi Lino juga tau, ini dunia bisnis, tidak ada rasa malu atau harga diri, semuanya akan diturunkan hanya demi keuntungan semata.
Ini dunia yang keras.
“Memangnya kerja sama seperti apa yang anda inginkan?” tanya Lino, kemudian dia sengaja menjauh dan berjalan menuju jendela, dia melihat jauh pemandangan di luar jendela.
Lino bisa mendengar suara sepatu hak tinggi yang Sarah kenakan berjalan mendekati Lino. Suara ketukan heels itu terdengar cukup keras apalagi du ruangan ini hanya ada mereka berdua.
Hanna tidak ikut Lino naik ke atas, dia telah melihat stand yang menjual ice cream dan crepe, jadi Lino membiarkannya membeli jajanan.
Lino berjengit saat Sarah tiba-tiba memeluknya dari belakang “Entah.. bisa apa saja”
Lino sudah menduga ini, Lino melepaskan tangan Sarah dari perutnya, lalu dia berbalik “Apa kau selalu seperti ini pada yang lain? Kau pikir semua lelaki akan jatuh pada pesona kecantikanmu?”
Sarah mengalungkan lengannya pada leher Lino “Tidak juga.. aku cukup pilih-pilih, aku hanya melakukan ini pada tipeku saja”
“Jadi aku tipemu?”
“Tentu saja.. kau tampan, dan juga sangat kuat.. juga cerdik”
“Hmm.. hanya itu? Kau perlu menambahkan hal lain juga tentangku, aku ini orang jahat – kau tau guild tiger? Aku yang menghancurkan mereka, padahal mereka yang memungutku dulu saat aku masih rank F. Kau yakin mau bekerja sama dengan orang jahat sepertiku? Bagaimana jika aku memilih untuk memanfaatkanmu dan berbalik menghancurkanmu?”
Bukannya takut, Sarah malah terkekeh mendengarnya, seakan Lino baru saja mengatakan lelucon paling konyol yang pernah ia dengar.
“Hahaha aku benar tentangmu, kau sangat menarik”
Lino kembali menyeringai, dia tidak percaya kata-katanya malah membuat Sarah semakin tertarik padanya, padahal Lino ingin mendapat reaksi sebaliknya.
BRAK
Pintu ruangan dibuka dengan paksa, Hanna masuk dengan membawa dua crepe di tangannya “MASTER!” Hanna berhenti saat melihat Lino berada di posisi ambigu dengan seorang wanita.
Hanna menggebungkan pipinya kesal, dia tidak suka.
“Kau siapa? Lepaskan master!”
“Harusnya aku yang bertanya padamu, kau siapa?” balas Sarah
Hanna yang tidak sabaran mengeluarkan sulur dari tubuhnya, sulur tersebut menarik Sarah dan melemparkan tubuhnya ke sofa yang berada tidak jauh dari sana. Setelah itu Hanna berlari dan berdiri di depan Lino.
“Jangan dekati masterku!”
Sarah meringis, tubuhnya sakit karena baru saja terlilit sulur dan terlempar ke sofa.
“Kekuatan sihir tidak boleh digunakan dengan sembarangan di luar dungeon! Kau beruntung aku juga pemburu, kalau tidak aku bisa menuntutmu!” teriak Sarah.
“Ini salah paham Sarah, maafkan Hanna... bagaimana jika kita langsung ke sesi tanda tangan saja? Okay?” Lino kembali tersenyum, dia dekati lagi Sarah dan pura-pura baik lagi.
Tentu saja dia tidak mau Hanna dilaporkan ke pihak asosiasi, Hanna bisa mendapat hukuman, dan lagipula Lino tidak ingin Hanna mengamuk lalu ketahuan jika dia sebenarnya adalah monster.
“Master..”
“Ssshh diamlah dulu, kita tidak boleh melawannya sebelum mendapatkan gedung ini, mengerti? Bagaimana jika kau ke atap dulu? Tunggu aku disana, okay?” bisik Lino. Untungnya Hanna mau mengerti, jadi dia menuruti permintaan Lino dan kembali keluar menuju atap gedung seperti perintah Lino.
“Siapa dia?” tanya Sarah
“Dia salah satu anggota guildku, maafkan dia, dia belum mengenalmu”
Sarah kembali mendekati Lino lalu memeluk lengannya “Aku akan memberikan harga terbaik untukmu, aku sudah mendiskon 40%”
Hah?
Sudah didiskon 40% tapi harganya masih 95 miliar?
Terserah saja lah, Lino harus mendapat gedung ini, dia sudah sabar-sabar menghadapi Sarah, jika tidak jadi membeli gedung ini Lino akan merasa rugi.
Akhirnya semua ditandatangani, Lino menatap dokumen itu dengan wajah puas.
Akhirnya gedung ini jadi miliknya.
“Setelah ini apa kau sibuk?” tanya Sarah
Tentu saja Lino mengangguk “Aku sangat sibuk, banyak yang harus diurusi, aku juga berencana membeli beberapa bibit tanaman”
Sarah terlihat kecewa mendengarnya.
Bahkan jika Lino tidak memiliki kesibukan apapun, dia akan tetap bilang sibuk.
“Aku masih akan melihat-lihat tempat ini, kau pulanglah duluan, bukankah kau punya guild untuk diurusi juga?”
“Baiklah, jangan lupa menghubungiku ya?” kata Sarah sebelum pergi.
“Tentu saja...”
Kalau ingat.
Lino membereskan semua dokumennya dan
menyimpannya dengan baik di kotak penyimpanan. Dia tersenyum sangat lebar, senang sekali akhirnya gedung ini jadi miliknya. Sebenarnya dia merasa diuntungkan juga sih dengan Sarah ingin mendekatinya, karena dengan begitu gedung yang bagus dan letaknya strategis ini bisa ia dapatkan dengan mudah, apalagi dia juga mendapat diskon.
Sepertinya Lino memang jahat sekali ya? Karena memanfaatkan Sarah hanya demi gedung, setelah itu Lino mungkin tidak akan peduli lagi.
Dengan langkah ringan, ia keluar dari sana, menghampiri Hanna yang mungkin sedang ngambek.
“Hanna?”
Lino sudah sampai di atap, tidak ada siapapun disana selain Hanna yang sedang duduk di tepi atap memunggungi Lino.
Lino duduk di sebelahnya, dan benar saja, saat Lino melihat wajah Hanna, dia sedang cemberut dan wajahnya sangat suram.
“Kau kenapa?”
“Apa master menyukainya?”
“Maksudmu siapa?”
“Perempuan licik tadi!”
Lino tertawa mendengarnya “Memangnya Sarah licik?”
“Aku bisa melihatnya, dan master malah membelanya!”
Lino menghela nafas, kemudian dia menarik Hanna untuk dipeluknya “Bukannya begitu Hanna, manusia memang agak merepotkan, kami memiliki beberapa aturan yang harus dipatuhi. Jika tidak maka dunia ini akan hancur karena kekacauan pasti ada dimana-mana. Dan Sarah juga benar tentang pemburu yang tidak boleh menggunakan kkuatannya di luar kepentingan berburu.
Kita masih boleh menggunakan jika sedang latihan, tapi untuk menyerang seseorang seperti tadi itu tidak diperbolehkan, terutama dengan manusia biasa yang bukan pemburu, jika kau tetap melakukannya kau akan ditangkap lalu mereka akan tau jika kau itu sebenarnya bukan manusia, aku tidak ingin itu terjadi”
“Maaf master.. aku tidak menyukainya”
“Aku juga tidak kok”
Hanna mendongak menatap Lino “Sungguh ? Tapi kenapa master mau saja ditempeli perempuan itu?”
“Aku hanya baik karena ingin membeli gedungnya, dan sekarang gedung ini telah jadi milikku, lagipula untuk menghindari beberapa hal, aku harus hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Kau juga harus begitu”
Hanna mengangguk “Baiklah”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
HoneyXing 🍯
aduh sarah lino tuh masih 19 tahun..
2023-06-04
0
seRLy AgusTina
laki laki yg tak peka,,kasian hanna 😔
2023-04-16
0
ZET Z
hebattt
2022-01-08
0