Sesuatu yang tak dapat dikatakan

.

.

Dengan langkah ringan Lino berjalan dari tempatnya berteleportasi, sepertinya ini sudah pagi sekitar jam enam, jadi hampir tidak ada orang lewat saat Lino tiba-tiba sampai di samping apartemen.

Di samping gedung apartemen ada taman

kecil dan parkiran, biasanya ada beberapa orang berkeliaran di sekitar sana, tapi untungnya tempat Lino mendarat sedang tidak ada orang sama sekali.

Atau mungkin juga sistem misterius yang terus menempel padanya seakan dia sedang main game ini yang sudah memperkirakan tempat aman untuk mendarat.

Lino sangat lelah dan rasanya ingin segera

mandi, sarapan, lalu tidur yang lama. Dia ingin berhibernasi karena ia merasa tulangnya remuk semua, apalagi pakaian yang ia kenakan juga sangat kotor dan penuh darah.

Kalau orang yang melihat Lino tidak tau Lino itu pemburu yang baru masuk pintu dungeon, pasti mengira Lino itu pembunuh atau penjahat, atau bahkan aktor yang baru selesai adegan laga.

Dan yang pasti tatapan mereka akan menganggapnya aneh.

Senyum Lino terbit tatkala melihat sosok adiknya keluar dari gedung apartemen dengan agak tidak sabaran, dia terlihat menutupi mulutnya dan rambutnya sedikit berantakan.

Lino mengerutkan dahinya bingung, ini si Felly kenapa ya?

“OY Felly!! Fellicia!!” teriak Lino, sambil berjalan santai menghampiri adiknya yang langsung berhenti dan berdiri mematung di depannya setelah melihat sosok Lino.

“BANG LINO!!!”

Felly yang sudah tersadar segera berlari menghampiri Lino lalu memeluk lehernya erat.

“Fe – Fel.. abang kotor banget nih, nanti piyama kamu kena darah monster.. Felly?”

Hati Lino hancur melihat adiknya menangis seperti ini, kalau saja tangannya tidak kotor, dia akan mengusap air mata yang keluar dari adiknya tersebut, namun sayang sekali tangannya kotor, dia tidak mau mengacaukan wajah cantik nan mulus Felly.

“Hiks ii.. ini beneran Bang Lino kan? Bukan hantu kan? hiks”

Lino terkekeh mendengar pertanyaan itu “Mereka mengatakan aku sudah meninggal? Dan kau langsung percaya? Ayolah.. abangmu ini kan sangat kuat!”

Mendengar itu perlahan senyumpun terbit di bibir mungil Felly, kemudian dia memukul dada Lino, tidak terlalu keras.. lagipula memang Felly sangat lemah.

“Aku tidak percaya tapi – perasaanku sudah tidak enak sejak Bang Lino bilang mau masuk pintu... jadi aku - hiks”

Lino kembali menarik tubuh Felly ke dalam pelukannya “Cup cup... kamu emang cantik kalo nangis gini, tapi hati abang sesak liatnya, jangan nangis ya? Abang kan udah selamat, nih lihat... kamu aja bisa meluk abang kan? Udah jangan nangis, ayo kita ke dalam.. abang udah gatel pengen mandi, bau darah semua ini”

Felly pun terkekeh lalu menarik lengan kakaknya untuk segera masuk gedung apartemen.

Selesai mandi dan membersihkan diri hingga tidak ada noda darah atau bau darah lagi, Linopun duduk di meja makan yang ada di dapur, hanya ada tiga kursi dan satu meja disini, semuanya serba apa adanya.

Tapi... mungkin setelah ini Lino bisa merubah keadaan keluarganya. Dia akan menjual satu mata naga ke asosiasi dan akan mendapat uang miliaran, selain itu dia juga memiliki banyak emas dan perhiasan yang ia pungut di dungeon, belum lagi core dan taring naga yang harusnya memang menjadi hak miliknya.

Lino ingin membeli rumah atau apartemen sendiri, tidak harus mewah, yang penting nyaman untuk menjadi tempat tinggal Felly dan dirinya, dan kalau bisa tidak jauh dari sekolah Felly.

“Woah, apaan nih?” tanya Lino heran, karena bukannya nasi yang terhidang sebagai sarapannya, melainkan roti dan telur yang... eum, sebenarnya terlihat enak.

Tapi sebagai warga Indonesia yang seumur hidup memang hidup di Indonesia, utamanya di pulau Jawa ini... tentu saja makan tanpa nasi itu bukan makan!

“Udah makan aja bang, itu namanya french toast, enak banget kok... cobain deh” kata Felly dengan cerianya, dia adalah satu-satunya orang yang tidak takut melihat tatapan tajam yang Lino berikan, malah Felly pernah bilang jika Lino dalam mode seram begitu malah terlihat lucu.

Jadi sampai sekarang Lino kadang masih heran karena orang-orang malah takut padanya, padahal menurut Felly dia manis, imut dan lucu kok... bukan seram.

“Kamu ini lagi diet apa gimana?”

“Aku aja makan setengah udah kenyang Bang! Lagian kita tuh lagi ngirit tau... beras mahal”

Oh, jadi itu alasan tersembunyinya.

“Ya udah, nanti malem kita belanja bulanan ya? Catet aja semua yang kurang”

Felly tidak menjawab, dia hanya mengangguk kecil. Mungkin dia masih shock karena pagi-pagi saat dia bangun, langsung ada kabar dari guildnya Lino jika Lino sudah tiada.

Tadi juga rencananya Felly akan pergi ke gedung guild untuk meminta penjelasan, tapi untungnya Lino tiba-tiba datang.

“Aku akan menyelesaikan masalah di guild dulu siang ini... mungkin mereka masih mengira aku meninggal”

“Sebenarnya apa yang terjadi?”

Lino terdiam, dia menimbang apakah ia akan menceritakan hal yang sebenarnya pada Felly atau tidak? Tapi Lino juga tidak ingin Felly kepikiran. Kalau Lino bilang teman-teman pemburunya meninggalkannya di dalam dungeon bersama seekor naga... pasti Felly marah, lalu meminta Lino keluar dari guild segera.

Bukan berarti Lino tidak mau keluar sih...

Karena dia sekarang akan punya banyak uang, dia bisa membeli rumah atau apartemen, jadi tidak ada alasan lagi Lino berada di guild itu kan? Lagipula Lino hanya rank F yang keberadaannya sering dihina dan dihujat, mereka pikir guild akan rugi karena menampung Lino.

Lino ingin jadi pemburu lepas saja, yang tidak punya guild.

Andai ranknya A atau S, mungkin dia akan buat guild sendiri jadi bisa bebas.

“BANG LINO!!”

Lino terperanjat dan tersadar dari lamunannya setelah mendengar teriakan Felly.

“Apa sih Fel berisik banget!”

“Bang Lino tuh ya... aku tuh nanya, sebenernya ada apa sih?”

“Nanti aja abang ceritanya, abang gak mau cerita abang jadi ganggu sekolah kamu nanti, oke? Tunggu abang selesai ama semuanya, baru cerita”

Felly menatap Lino dengan bibir mengerucut lucu, seperti bebek “Janji ya?”

“Iya iya... abang janji cerita”

Felly pun tersenyum “Hehe gitu dong”

“Ngomong-ngomong rotinya enak juga pake telor gini, buatin lagi dong”

“Bahannya abis”

***

PUK

PUK

Lino menggeram kesal, seseorang mencoba membangunkannya dengan menepuk pipinya, dia pikir Felly, jadi ia singkirkan tangan itu “Jangan ganggu Fel abang ngantuk banget ini”

“Master! Ini udah jam satu siang lho!”

Lino mengernyitkan dahinya, lalu berusaha membuka mata, ia usap matanya sebentar lalu menguap.

Ada seorang gadis cantik di depannya, Lino yang nyawanya baru terkumpul pun sontak terkejut dan langsung bangkit duduk “HUWAA KAU SIAP – Hanna?”

Hanna tertawa geli melihat Lino terkejut seperti itu “Hehe akhirnya master bangun juga..”

“Kenapa kau bisa keluar? Kan aku tidak menyuruhmu keluar” tanya Lino, rasa kantuk masih melekat dalah tubuhnya, jadi dia ingin tidur kembali.

“Aku bisa keluar sendiri karena levelku kan lebih tinggi dari master”

“Kalau kau lebih tinggi, kenapa mau saja jadi peliharaanku?”

“Aku pengikut! Bukan peliharaan! Lagian aku udah minum darah mster, dan master punya bakat menjadi penjinak monster – dan.. yah, anggap saja aku sial”

“HEH apa maksudnya?!”

“Ssshh master jangan berisik, nanti tetangga denger...”

Lino yang setuju untuk tidak berisikpun terdiam, karena aprtemen ini kecil, jadi ada kemungkinan tetangga akan terganggu jika mereka berisik. Lino dan Felly juga sering kena tegur kalau sudah berisik oleh tetangga...

Malunya itu lho.

Lino kan tidak seperti adiknya yang tidak tau apa itu malu, malah lebih sering malu-maluin.. untung aja adek ya.

“Tapi kenapa tampilanmu berubah? Mana rambut hijaumu itu?” tanya Lino lagi, karena beda dengan sebelumnya, kini penampilan Hanna lebih seperti manusia, dia seukuran Felly, rambut coklat bergelombang, gaunnya juga jadi putih saja bukan gaun bunga lagi.. namun, hiasan bungan di kepalanya masih ada. Tidak masalah, dia cantik.

Monster cantik.

“Aku hanya ingin berbaur dengan penduduk bumi”

“Jadi kau bukan penduduk bum – oh iya, kau itu monster peri bunga... peri itu termasuk monster ya?”

“Spesies kami berbeda, master sudah melihat bagaimana kekuatanku kan?”

“Iya, dari pada peri bunga, sepertinya lebih tepat jika disebut monster bunga”

Hanna berdecak kesal, sebenarnya dia tidak suka dipanggil monster.

“Hanna, ceritakan tentang asal usulmu, kau berasal dari dunia lain kan? Lalu, kenapa kau bisa ada di dungeon dan –”

TEP

Lino berhenti saat Hanna tiba-tiba meraih wajah Lino dengan tangan lentiknya yang terasa dingin tersebut.

“Jika aku mengatakannya, aku akan langsung binasa, tapi jika master benar-benar ingin tau, aku akan menjawabnya untuk master”

“Kau serius Hanna?”

“Hmm..”

Lino bisa melihat pancaran mata Hanna yang terlihat polos dan jujur, jadi kemudian dia tersenyum dan melepas tangan Hannya dari wajahnya “Baiklah, aku tidak akan memaksamu”

“Master mau pergi ke guild kan? Karena itu aku membangunkanmu master..”

“Oh iya!”

Lino pun segera bangkit dari ranjangnya, siap-siap untuk pergi ke gedung guildnya.

.

.

Terpopuler

Comments

fck

fck

bnr🗿

2023-01-07

0

Sahrul Fadriansyah

Sahrul Fadriansyah

wkkwkwk🤣

2022-12-22

0

Rozh

Rozh

keren novelnya.

2021-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 Pemburu rank F
2 Memasuki dungeon tingkat D
3 Mengalahkan anak naga
4 Sistem pemburu dan ruangan ajaib
5 Sesuatu yang tak dapat dikatakan
6 Hukuman membasmi slime
7 Menjual mata naga
8 Membeli apartemen baru
9 Pindah ke apartemen baru
10 Membasmi kawanan goblin
11 Anak kembar yang aneh
12 Apapun untuk adik
13 Kebaikan palsu?
14 Membuat guild tim khusus
15 Pintu dungeon A+
16 Peliharaan baru: Raja Srigala
17 Pengasuh bocah?
18 Tiket gacha level SS
19 Pemburu baru yang suram
20 Membeli sebuah gedung
21 Pintu dungeon level S
22 Putri kerajaan yang diusir
23 Menjadi calon Raja
24 Sam dan Luna
25 Kisah sedih anak kembar
26 Malam yang panjang
27 Mencoba senjata baru
28 Apa yang sebenarnya terjadi?
29 Harta para hantu
30 Saudara yang iri
31 Mimpi yang aneh
32 Kristal hitam
33 Merawat Luna yang sakit
34 Mimpi atau nyata?
35 Menjinakkan para kristal
36 Sihir hitam yang tidak terkendali
37 Di bawah sinar rembulan
38 Jangan makan sembarangan
39 Calon raja iblis?
40 Kristal biru, Angkasa
41 Kembar lima?
42 Kristal jingga yang hilang
43 Cerita tentang lima kristal
44 Yang sebenarnya terjadi
45 Dunia lain, Ardez
46 Nama baru untuk guild
47 Pintu dungeon di dalam laut
48 Kalian hidup lagi, tapi kami tidak
49 Putri duyung, Mutiara
50 Jika semuanya telah berakhir
51 Visual tokoh
52 Panen bunga mawar
53 Orang-orang tidak tau diri
54 Rubah putih licik
55 Hutan para elf
56 Menyelamatkan gadis dari naga
57 Rahasia masing-masing
58 Terasa familiar
59 Menghilangkan pengaruh buruk
60 Membuka gerbang wilayah iblis
61 Toko 'Aneka Jamur'
62 Pembicaraan dengan Raja Iblis
63 Persik putih yang familiar
64 Mengunjungi hutan peri
65 Bertemu teman lama
66 Bocah laki-laki yang kesepian
67 Dua mansion besar
68 Cerita yang membingungkan
69 Membuka kembali mansion besar
70 Membuka kotak kaca
71 Bertemu keluarga
72 Menceritakan yang sesungguhnya
73 Sama sama tertipu
74 Pada akhirnya...
75 Udah END
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Pemburu rank F
2
Memasuki dungeon tingkat D
3
Mengalahkan anak naga
4
Sistem pemburu dan ruangan ajaib
5
Sesuatu yang tak dapat dikatakan
6
Hukuman membasmi slime
7
Menjual mata naga
8
Membeli apartemen baru
9
Pindah ke apartemen baru
10
Membasmi kawanan goblin
11
Anak kembar yang aneh
12
Apapun untuk adik
13
Kebaikan palsu?
14
Membuat guild tim khusus
15
Pintu dungeon A+
16
Peliharaan baru: Raja Srigala
17
Pengasuh bocah?
18
Tiket gacha level SS
19
Pemburu baru yang suram
20
Membeli sebuah gedung
21
Pintu dungeon level S
22
Putri kerajaan yang diusir
23
Menjadi calon Raja
24
Sam dan Luna
25
Kisah sedih anak kembar
26
Malam yang panjang
27
Mencoba senjata baru
28
Apa yang sebenarnya terjadi?
29
Harta para hantu
30
Saudara yang iri
31
Mimpi yang aneh
32
Kristal hitam
33
Merawat Luna yang sakit
34
Mimpi atau nyata?
35
Menjinakkan para kristal
36
Sihir hitam yang tidak terkendali
37
Di bawah sinar rembulan
38
Jangan makan sembarangan
39
Calon raja iblis?
40
Kristal biru, Angkasa
41
Kembar lima?
42
Kristal jingga yang hilang
43
Cerita tentang lima kristal
44
Yang sebenarnya terjadi
45
Dunia lain, Ardez
46
Nama baru untuk guild
47
Pintu dungeon di dalam laut
48
Kalian hidup lagi, tapi kami tidak
49
Putri duyung, Mutiara
50
Jika semuanya telah berakhir
51
Visual tokoh
52
Panen bunga mawar
53
Orang-orang tidak tau diri
54
Rubah putih licik
55
Hutan para elf
56
Menyelamatkan gadis dari naga
57
Rahasia masing-masing
58
Terasa familiar
59
Menghilangkan pengaruh buruk
60
Membuka gerbang wilayah iblis
61
Toko 'Aneka Jamur'
62
Pembicaraan dengan Raja Iblis
63
Persik putih yang familiar
64
Mengunjungi hutan peri
65
Bertemu teman lama
66
Bocah laki-laki yang kesepian
67
Dua mansion besar
68
Cerita yang membingungkan
69
Membuka kembali mansion besar
70
Membuka kotak kaca
71
Bertemu keluarga
72
Menceritakan yang sesungguhnya
73
Sama sama tertipu
74
Pada akhirnya...
75
Udah END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!