.
.
Lino mengeluarkan tas berisi semua core yang memang harus ia kembalikan pada guild. Kemudian dia melihat notifikasi, ia membukanya dan itu berisi misi harian.
...--*--...
...MISI HARIAN:...
...Sit up 100x push up 100x squat jump...
...100x lari 500 meter...
...Lakukan sekarang [Ya] [Tidak]...
...--*--...
Lino yang tidak begitu mengerti memilih mengabaikannya, karena dia juga harus cepat-cepat pergi ke gedung guild saat ini.
Karena Lino tidak memiliki kendaraan, dia memilih memakai angkutan umum untuk pergi ke tujuannya.
Seperti yang dia duga, guildnya sedang ribut saat ini, mereka bahkan tidak ada yang menyadari jika Lino sedang memasuki gedung.
“Kita harus segera melapor pada asosiasi jika Lino sudah meninggal karena kecelakaan perburuan” kata Joni
“Tapi itu akan berpengaruh pada guild kita, Tiger akan turun pamor” balas pemilik Guild Tiger, Rian.
“Tapi tidak mungkin kita menutup-nutupi hal itu, lagipula ini salah mu karena kau menerima bocah rank F itu” sahut sekertaris Rian, Sherli.
“Mau bagaimana lagi, aku kasihan padanya... dan lagipula kita mendapat bonus dari asosiasi karena sudah mau memasukkannya ke guild kita” kata Rian.
Bagai disambar petir, Lino pun terkejut mendengarnya. Dia tidak tau jika asosiasi memberi guild Tiger ini bonus karena menampungnya, mungkin asosiasi merasa tidak enak karena mereka mengundang media saat Lino memeriksa peringkat ranknya untuk meliput gedung baru mereka.
Lino pikir Rian tulus saat menolongnya... tapi ternyata tidak, mereka mencari muka di hadapan asosiasi.
“Kalau begitu, keluarkan aku dari guild ini, jadi masalah selesai”
Mendengar suara familiar itu sontak mereka menoleh, lalu betapa terkejutnya mereka melihat Lino berdiri disana dengan mata yang menatap mereka kosong.
Bahkan Rian sekilas melihat tatapan kecewa dari mata Lino, namun Lino menutupinya dengan sangat baik.
“Lino? Kau – bagaimana kau bisa kembali?” tanya Rian tidak percaya.
“Bukankah kau sudah dimakan naga? Aku
melihatnya sendiri!” sahut Joni
Lino terkekeh mendengarnya “Melihatnya sendiri? Apa aku salah dengar? Yang ada kau meninggalkanku disana dan lari seperti pengecut bukan? Bagaimana kau bisa tau aku dimakan naga hah?”
“Li – Lino tenangkan dirimu dan duduk dulu” pinta Rian
Linopun duduk di kursi kosong di depan Rian “Aku tidak mau basa-basi, aku serahkan semua core ini, beri aku gaji karena sudah ikut perburuan.. dan, karena core boss dungeon ada tiga jadi harusnya aku dapat bonus kan?”
“Apa-apaan itu? Aku yang mengalahkannya, harusnya aku yang dapat bonus, kenapa jadi kau yang –” Joni
Perkataan Joni terputus ketika Lino menoleh padanya dan menatapnya tajam, bahkan rank A
sepertinya bisa terintimidasi oleh tatapan Lino, dia ini benar rank A atau bukan sebenarnya? Lino mulai meragukan hal itu.
“Joni, kau meninggalkanku disana bersama naga, jika asosiasi tau... kau bisa mendapat denda bukan? Karena kau pemimpin perburuan itu – aku sudah memilih bungkam dan hanya meminta gajiku saja, tapi jika kau ingin kena denda...” Lino
“Lino, tunggu! Jangan laporkan, Sherli, ambilkan gaji Lino sekarang, dan juga bonusnya” pinta Rian. Sherli pun segera berdiri untuk mengambil gaji milik Lino.
“Ku mohon jangan laporkan ya, karena hal itu akan berakibat buruk pada guild ini”
Lino menghela nafas lelah, karena dia sudah mendengar jika Rian selama ini tidak sebaik yang ia pikirkan dan hanya ingin memanfaatkannya untuk mendapat bonus dari asosiasi, jadi Lino sudah kelihangan respeknya untuk Rian.
“Oke deal, aku tidak akan melaporkan Joni dan yang lain... tapi, aku ingin keluar dari sini, bukankah itu yang terbaik? Aku tidak akan menganggu kalian, aku sendiri yang akan menemui asosiasi jadi jangan khawatir, aku tidak akan menjadi beban setelahnya” kata
Lino.
“O – oke.. tunggu sebentar, akan ku siapkan suratnya untukmu” Rianpun pergi untuk mencari surat pengunduran diri untuk Lino. Surat itu harus diserahkan pada asosiasi setelahnya untuk diproses, dan saat itu pihak asosiasi pasti menanyai Lino kenapa dia bisa mengundurkan diri, jika pihak guild yang melakukannya pasti akan repot, jadi lebih baik Lino sendiri saja.
“Bagaimana kalu bisa lolos dari sana? Kau tidak bisa melawan naga” tanya Joni
Lino menyeringai “Tapi aku bisa lolos tuh... kira-kira, apa yang terjadi ya?”
Joni menggeram kesal mendengar hal itu, rasanya dia ingin menghajar Lino yang tidak pernah terlihat takut padanya itu. Padahal Lino hanya rank F, peringkatnya jauh di bawahnya, tapi dia berani padanya dan bahkan sekarang bisa mengancam segala.
Tapi denda dari asosiasi sangatlah besar, Joni takut jika Lino melaporkannya, bisa-bisa dia harus menjual pedang mewahnya hanya untuk membayar denda.
Rian datang lagi untuk memberikan surat pengunduran diri dan gaji untuk Lino.
Dengan cepat Lino menandatanganinya, dan mengambil gajinya.
“Aku sudah melebihkannya, jadi – jangan laporkan Joni ya?” pinta Rian lagi
“Tenang saja... aku ini orang baik, tidak seperti kalian, selamat tinggal”
Linopun pergi dari sana dengan perasaan lega, akhirnya dia keluar juga dari tempat ini, dan tujuan selanjutnya adalah gedung asosiasi.
“Sial! Dia berani mengancamku!” teriak Joni setelah Lino benar-benar pergi dari sana.
“Ini semua juga salahmu karena meninggalkannya disana!” Rian “Jika dia melapor pada asosiasi, kita bisa menjual gedung ini hanya untuk membayar denda!”
“Aku panik waktu itu! Mana aku tau jika tiba-tiba ada naga – eh, tapi... bagaimana Lino bisa lolos dari naga itu?” Joni
“Mana aku tau!” Rian
“Jangan-jangan itu bukan Lino, tapi arwahnya yang balas dendam!” sahut Sherli
“Jangan ngawur Sher!” Rian
“Atau jangan-jangan naga itu hanya halusinasi saja... tidak benar-benar ada, makanya Lino tidak kenapa-napa” kata Joni, berusaha mencari kemungkinan paling masuk akal.
“Itu bisa saja Jon, rank F sepertinya mana mungkin bisa mengalahkan naga” timpal Rian
“Pokoknya jika dia berani mengadu ke asosiasi, awas saja, aku akan benar-benar menghabisinya” Joni
***
Lino duduk di bangku taman depan asosiasi sambil menikmati cilok yang ia beli seharga lima ribu rupiah dan juga milk tea seharga sepuluh ribu rupiah. Sebelum masuk asosiasi, dia istirahat dulu sambil menghitung gajinya.
“Sialan!” ia tidak tahan lagi untuk mengumpat, bagaimana tidak? Rian sudah bilang akan memberi bonus bukan? Tapi tidak ada bonus sama sekali.
Gaji untuk rank rendah sepertinya tidak banyak, hanya tiga juta rupiah untuk sekali masuk dungeon, biasanya kalau ada bonus akan ditambahkan satu juta lagi.
Tapi ini apa? Hanya tiga setengah juta saja.
Jadi bonusnya hanya 500 ribu?
“Gini nih kalau terlalu meremehkan orang, padahal udah dikasih hati minta jantung pula, mereka pikir aku punya rasa kasihan pada mereka begitu? Cuih! Aku akan laporkan semua keburukan mereka, terutama Joni, lihat saja!”
Dengan perasaan dongkol, Linopun memasukkan uang gajinya ke dalam kotak penyimpanan sistem. Karena tidak aman jika hanya ditaruh di tas kecil yang dia bawa, rawan maling atau copet.
Untung saja tempat Lino berada ini sedang sepi.
“Apa sih ini?”
Notifikasi misi harian muncul lagi, tapi dia sedang tidak mood untuk olah raga di sore hari, jadi tanpa ragu Lino menekan pilihan [Tidak]
Tanda peringatan muncul di layar trasparan itu.
...--*--...
...Anda memilih untuk tidak melakukan...
...misi harian, hukuman akan segera di proses......
...10%... 30%......
...--*--...
“Apa ini?? Hukuman apa?” Linopun panik, dan menoleh kesana kemari, dia takut jika hukumannya adalah melawan monster yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Namun, bukannya monster yang muncul, tapi sebuah cahaya putih yang menelan tubuhnya.
Linopun menutup matanya erat-erat karena silau, dan ketika ia merasa sinar itu menghilang, ia pun membuka matanya kembali.
Tapi... ia sudah tidak berada di teman depan gedung besar asosiasi.
Melainkan sebuah padang rumput hijau yang luas.
Entah ini ada dimana, dia tidak ingat ada tempat seperti ini di sekitar Malang.
[Hukuman anda adalah melawan semua
monster slime!]
Slime?? Slime adalah monster yang tidak terlalu kuat, namun jika tidak tau cara membunuhnya mereka tidak akan mati-mati. Lino tidak pernah bertemu monster jenis slime, namun dalam buku panduan melawan monster yang ia baca, ada petunjuk penting untuk mengalahkan slime.
Yaitu incar inti tubuhnya.
Boing boing
Lino menoleh pada asal suara, dan betapa terkejutnya dia melihat bagaimana slime tersebut. Bukan kecil seperti dalam bayangannya, namun besar sekali! Ukurannya hampir setengah tinggi Lino, dan mereka banyak sekali!!
[Pilih senjata untuk melawan!]
Kemudian layar sistem menunjukkan beberapa senjata yang dapat lino gunakan, ada pisau, panah, tombak, bahkan pistol...
“Aku pilih pistol!”
[Pistol putih ini terbuat dari taring naga gunung, sangat ringan dan penggunaannya hanya dengan batu sihir atau core, keduanya akan membantu pistol untuk mengeluarkan peluru sihir]
Linopun mengeluarkan core naga yang tentu saja tidak ia berikan pada guild tiger “Ini terlalu besar bagaima - oh”
Pistol tersebut segera menyerap core yang Lino dekatkan.
“Bagus! Sekarang kita uji pistol putih ini”
Dengan senang hati, Lino arahkan pistolnya pada salah satu slime yang bergerak mendekatinya.
Ia bisa melihat inti slime tersebut seperti bulatan merah di tengah-tengah tubuhnya.
DOR
Slime tersebut langsung menghilang tanpa sisa.
Ah, tidak juga... ada core yang jatuh ke rerumputan.
“Nice!”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
noteXXX
kak tolol aja mc nya
2022-02-07
0
Overli
ch ini ko kya solo leveling cuma beda job ama hukumannya.
2021-12-14
0
Oyiib Pw
zmngt
2021-11-30
0