.
.
Saat Lino sudah kembali ke apartemen kecilnya, adiknya sudah menunggunya di ruang tamu sambil mengerjakan PR. Felly sudah mandi dan mengenakan pakaian rumahan berupa kaos lengan pendek dan celana panjang, rambut panjangnya dikuncir menjadi satu agar tidak menganggu.
Dia langsung mendongak dari bukunya saat Lino masuk “Bang! Abang beneran bawain nasi padang?” tanya Felly.
Memang hari ini tiba-tiba Lino memberinya pesan agar Felly tak perlu ribet mencari makan karena lino akan membelikan nasi padang saat pulang.
Lino meletakkan bungkusan nasi padang ke meja di depan Felly, gadis itu bertepuk tangan saking senangnya, sudah lama dia tidak makan nasi padag, jadi dia kangen dengan rasa rendang.
“Bang Lino yang terbaik!”
Lino hanya terkekeh melihat adiknya sesenang itu hanya karena nasi padang.
“Kamu kerjain PR dulu, abang juga mau mandi... habis itu kita makan sambil abang cerita semuanya padamu oke?”
Felly mengacungkan jempolnya “Oke!”
Lino mengusak kepala Felly gemas sebelum beranjak untuk mandi.
“Ih Bang Lino! Kan rambut Felly berantakan!” protes Felly, Lino hanya terkekeh mendengar protesan adiknya.
Mau tak mau Felly melepaskan kuncirnya, lalu kembali menguncir rambutnya biar rapi.
Sepuluh menit kemudian, Felly sudah selesai mengerjakan semua PR nya, diapun membereskan buku-buku dan merapihkannya. Setelah itu ia ambil bungkusan nasi padang untuk dibawa ke dapur.
Felly sudah menata dua piring untuknya dan Lino saat Lino selesai mandi. Lino mengenakan celana training dan kaos putih polos, dia juga membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
“Ayo bang cerita! Aku juga punya cerita nih..” kata Felly
“Makan dulu Fel, emang kamu punya cerita apa?”
“Hehe, abang dulu aja yang cerita..”
“Baiklah”
Akhirnya sambil makan Lino cerita, dan Felly mendengarkannya dengan sesama. Lino menceritakan semuanya kecuali bagian dia mendapat sistem, tapi Lino menceritakan Hanna sebagai monster baik yang membantunya untuk mengalahkan naga.
“Jadi ya begitu... tapi, aku tidak menceritakan tentang Hanna pada asosiasi, ini rahasia kita berdua oke? Aku tidak ingin keselamatan Hanna terancam karena semua orang tau”
Felly mengangguk-angguk mengerti “Aku mengerti Bang! Aku jadi pengen liat Hanna...”
Mendengar itu Lino hanya tersenyum, lalu ia kembali meneruskan makannya.
Akan tetapi...
“Hai Felly!”
“Uhuk” Lino buru-buru meraih segelas air putih karena dia tersedak segera setelah tiba-tiba Hanna keluar dari cincinnya.
Bukannya takut, Felly malah berdecak kagum.
“Hai Hanna!! Aku Felly adiknya Bang Lino... makasih udah bantuin Bang Lino ya, kalo gak ada kamu, mungkin Bang Lino udah.. udah.. hiks”
Hanna yang terkejut tiba-tiba Felly menangispun menghampirinya lalu memeluknya.
Saat ini Hanna sudah berubah mode manusia biasa, tapi itu hanya tampilannya, kalau kekuatannya ya masih tetap, itupun jika dia memilih menggunakannya.
“Hanna, aku tidak menyuruhmu keluar!” protes Lino setelah dia sudah tidak tersedak lagi dan lebih tenang.
“Aku kan bosan di dalam sana! Master juga gak ngasih makanan! Oh bungkusan apa itu? Aku makan ya!” Hanna melepas pelukannya pada Felly, lalu duduk di kursi lain dan meraih bungkusan yang belum di buka.
Itu isinya juga nasi padang, Lino takut Felly atau dirinya kurang, jadi beli tiga bungkus.
“Kamu bisa makan nasi juga?” tanya Felly
Hanna mengangguk cepat “Iya dong! Aku pemakan segala... jadi semua bisa ku makan – tapi aku tidak akan memakan manusia kok, rasanya pahit”
Lino terkekeh mendengarnya, sedangkan Felly terkejut “Jadi kamu pernah makan manusia?”
Hanna mengangguk tanpa beban “Iya! Soalnya
aku penasaran.. tapi kemudian aku menyesali keputusanku, karena rasa manusia tidak enak, hehe”
Felly menggeser kursinya agar dekat dengan Lino “Bang.. Felly takut..”
“Hahaha tenang aja Fel, dia udah jinak... lihat aja dia bisa makan nasi segala, kalian berteman dengan baik ya – oh iya.. ceritaku belum selesai, kamu masih mau denger?”
Felly mengangguk antusias “Mau!”
Lino kembali menceritakan apa yang terjadi di guild tiger dan juga di dalam asosiasi bersama wakil pimpinan, yaitu Bagas.
Setelah itu, Lino menunjukkan ponselnya, ada notifikasi dari bank jika akunnya telah ditransfer uang senilai satu triliun rupiah.
Felly yang melihat itu hampir tidak percaya “Bang ini nol nya banyak banget!”
“Hehe, karena itu Fel... lebih baik sekarang kita pilih mau tinggal di rumah atau apartemen aja, tapi kayaknya lebih enak apartemen kan? Lebih simple... kita cari apartemen paling bagus aja”
“Felly tau bang!”
Lino mengernyitkan dahinya “tau apa?”
“Aku kan udah bilang ada yang mau ku ceritain... jadi, di kelas Felly hari ini ada anak baru, mereka kembar bang! Cowo sama cewe... mereka cantik dan imut! Oh, maksudku yang cowo ganteng dan yang cewe cantik... hehe, mereka pindahan dari Surabaya dan mereka hanya tinggal berdua di salah satu gedung apartemen yang paling bagus dan deket sekolahan... kita beli apartemen disana juga ya? Ya?”
Bagaimana bisa Lino menolak mata kucing yang imut itu? Saking imutnya, Lino sampai mencubit kedua pipi Felly gemas.
“Apa sih yang enggak buat adeknya abang yang paling cantik ini?? Kasih tau alamat apartemennya, akan abang beli satu untuk kita”
“YEAY!!” Felly melepaskan cubitan Lino di pipinya lalu beralih memeluk Lino erat.
Lino juga senang melihat adiknya bahagia seperti ini.
“Hiks.. hiks..”
Lino melonggarkan pelukan mereka lalu menatap Felly yang tiba-tiba menangis dengan tatapan bingung “Felly kok nangis sih?”
Dengan tangannya Felly usap airmata itu “Aku.. hiks seneng Bang, karena – abang lepas dari guild itu, dan kita juga udah punya banyak uang... dan yang penting, Bang Lino gak kenapa-napa... hiks”
Lino kembali memeluk adiknya erat “Abang
kan udah bilang, abang itu kuat... meski rank abang cuma F, abang gak akan mati semudah itu, ibaratnya kalo kucing, masih punya sembilan nyawa”
PUK
Lino terkekeh saat Felly memukul dadanya.
“Master.. ini enak, mau lagi”
Lino menoleh pada Hanna, satu bungkus nasi padang sudah ludes tinggal bungkus dan piringnya saja.
“Ini suasananya lagi sedih juga, ganggu banget sih, masuk cincin aja sana”
Lino mengarahkan cincinnya pada Hanna, namun Hanna yang memang sebenarnya memiliki energi sihir lebih banyak dari Lino, dapat menahan diri untuk tidak masuk cincin itu.
“Aaaaa master gak mau masuk! Disana sepi..
aku disini aja”
“Bang biarin Hanna disini, biar sama Felly... ya?”
Lino menghela nafas lelah “terserah aja lah”
“Hanna bisa tidur sama Felly!” kata Felly
Hanna yang mendengar itu juga ikut senang, sepertinya Felly sudah lupa jika Hanna itu monster, mungkin karena penapilan Hanna yang seperti manusia, coba saja Felly tau penampilan mosternya Hanna... apa dia akan takut ya?
Selesai makan, Lino kembali ke kamarnya lalu menghubungi nomor Bagas untuk menanyakan apartemen yang diinginkan Felly.
Untungnya Bagas langsung membantu Lino dan menemukan satu apartemen yang tersisa dan bisa langsung ditempati saat ini juga. Namun, harga apartemen itu lebih mahal dari apartemen lain, karena memang itu adalah unit paling mewah.
Lino tidak peduli itu, dia langsung mengatakan pada Bagas untuk membelinya, Bagaspun senang akhirnya apartemen mahal itu terjual juga.
Jadi besok Lino akan langsung pindah kesana, sambil mengurus pembelian juga dengan Bagas.
Setelah itu Lino tiduran di ranjang kecilnya, menghadap pada langit-langit kamar yang hanya putih polos.
Semuanya akan baik-baik saja setelah ini kan?
Linopun terlelap tidak lama setelahnya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Anonymous
Bagus juga ceritanya
2023-11-13
0
GOD OF DEAD
lanjut
2022-01-22
0
Ocie_Yoongi 💜
Pasti itu adik kembar Lino, si Roi dan Reina 🥰🤗
2021-12-23
1