.
.
DOR DOR DOR
Lino tertawa seperti psikopat karena telah berhasil menembak habis semua slime.
“Pistol ini luar biasa! Sangat cepat dan tepat! Tidak perlu mengisi peluru dan hanya butuh core atau batu sihir.. keren sekali!” tidak henti-hentinya Lino memuji pistol putih yang ia dapatkan.
[Simpan semua core slime?] [Ya] [Tidak]
Tentu saja [Ya] mana mungkin Lino membiarkan semua core dari slime yang ia kalahkan terbuang sia-sia? Kan bisa menjadi peluru pistol putihnya.
Secara otomatis, semua core tersimpan ke dalam kotak penyimpanan.
[Selamat! Hukuman telah diselesaikan dengan baik! Anda boleh menyimpan pistol tersebut untuk hadiah]
“Terima kasih sistem...”
Cahaya putih kembali menelan Lino, mengembalikannya ke tempat semula.
“Tunggu! Aku hari ini tidak perlu mengerjakan misi harian karena sudah mendapatkan hukuman kan?” Lino kembali memeriksa layar sistemnya, dan ia lega melihat misi harian sudah terselesaikan untuk hari ini.
Kalau begini caranya, Lino tidak akan menolak misi harian lagi, kecuali jika dia sedang bosan.
Menembak slime sebanyak itu ternyata menyenangkan juga.
Dengan senyuman lebar, ia pun beranjak dari sana untuk memasuki gedung asosiasi, tujuan utamanya hari ini.
Gedung asosiasi adalah salah satu gedung terbesar di kota ini, dan juga yang paling ramai pengunjung. Selain kantor, ruang pertemuan, aula... gedung ini juga memiliki toko. Ada toko yang hanya bisa diakses oleh pemburu karena menjual senjata khusus atau keperluan berburu lainnya, ada pula toko yang dapat diakses oleh siapa saja.
Toko yang dapat diakses oleh siapa saja berada di lantai satu, menjual suvenir, acessories, atau benda-benda lain. Lino tidak tau mereka menjual apa di toko lantai satu, karena Lino hanya pernah memasuki toko di lantai dua yang khusus untuk pemburu.
Lino langsung naik ke lantai dua dengan tangga, karena liftnya sedang ramai, jadi lebih baik naik tangga saja biar cepat.
Setelah sampai lantai dua dia mendekat pada resepsionis.
“Ada yang bisa di bantu?” tanya salah satu resepsionis cantik yang terlihat ramah.
Lino menyerahkan surat pengunduran dirinya pada resepsionis tersebut.
Resepsionis membaca dengan seksama, lalu menyerahkan surat itu kembali pada Lino “Karena hari ini semuanya sedang sibuk, jadi lebih baik anda kembali lagi esok hari”
“Aku ingin sekarang juga, ini sangat penting, katakan pada petinggi asosiasi jika ada hal penting yang ingin ku bicarakan”
Mendengar itu resepsionispun menelfon seseorang, tapi Lino tau dia tidak terlalu niat untuk membantunya.
“Maaf, tapi sekali lagi semuanya sedang sibuk jadi –”
“Aku tidak suka di bantah ya, kau pikir aku tidak tau kau tidak benar-benar menelfon? Aku ingin menjual mata naga, tapi jika kau terus seperti ini lebih baik ku jual pada asosiasi di kota lain”
Resepsionis itu terkejut mendengarnya “A.. anda.. serius?”
Lino menghela nafas lelah “Sepertinya aku harus ke asosiasi di Surabaya saja –”
“Tidak tunggu!! Sa – saya akan segera memanggil wakil pemimpin asosiasi segera! Anda tunggu disini”
Resepsioispun berlari untuk menemui wakil
pemimpin, Lino terkekeh melihatnya, dia tidak menyangka harus mengancam dulu baru diladeni. Sepertinya resepsionis baru, karena kelihatannya tidak terlalu mengenal Lino. Tapi.. kalau dia mengenal Lino paling resepsionis itu akan lebih meremehkannya dan tidak akan mempercayai jika Lino punya mata naga.
Linopun duduk di sofa yang ada di lobi, menoleh ke sekitarnya untuk memastikan tidak ada orang lain, setelah itu baru memunculkan layar sistem. Lino mengambil mata naga dari rumah dimensi, mata naga tersebut sudah diletakkan dalam wadah kaca cantik yang terlihat kokoh namun ringan. Lino mendapat wadahnya dari salah satu harta yang ia rampas di dungeon kemarin.
“Tuan pemburu, ayo ikut saya ke ruangan khusus” resepsionis tadi muncul lagi, jadi Lino buru-buru memasukkan kotak kaca ke dalam tas kecilnya.
Resepsionis itu tidak berkomentar tentang layar sistem, jadi Lino bisa menyimpulkan, jika dia tidak bisa melihatnya. Mungkin hanya Lino yang bisa melihat.
Lino dibawa ke ruangan di lantai tiga, sudah ada wakil pemimpin asosiasi kota Malang yang duduk disana, menanti Lino.
Tentu saja Lino mengenalnya, tapi... Lino tidak menyukainya. Pria itu terlihat kaku dan licik, meski begitu Lino tidak berani karena dia rank S.
“Kau mengundurkan diri dari guild tiger?” tanya pria itu, namanya Bagas.
“Benar, ini suratnya...” Lino menyerahkan surat pengunduran diri tersebut.
“Bukankah mereka menerimamu dan mendapat bonus dari asosiasi? Apa karena mereka suah tidak dapat bonus makanya kau ditendang dari sana?” tanya Bagas lagi, entah mengapa tapi Lino merasa Bagas lebih marah dari pada Lino meski wajahnya masih datar-datar saja.
Lino menggeleng “Tidak.. saya mengundurkan diri”
Bagas mengernyit bingung “Tapi kenapa? Bukankah lebih baik mendapatkan guild? Jadi kau bisa masuk dungeon secara rutin... apa mereka tidak memperlakukanmu dengan baik?”
“Itu benar tuan Bagas, seharusnya anda tau jika kami masuk dungeon tingkat D kemarin malam bukan? Mereka memperlakukan saya denga buruk, saya dijadikan umpan naga dan – oh, jadi setelah mengalahkan boss dungeon, tiba-tiba seekor naga remaja datang dan menyerang, saya bertugas untuk membedah monster, jadi saat itu masih mengambil core, karenanya mereka mengatakan agar saya tetap disana sampai bantuan datang sementara mereka kabur meninggalkan saya”
“Tapi kau baik-baik saja”
“Benar, mungkin itu keberuntungan? Saya yang panik tentu saja berusaha melarikan diri ke sebuah tempat yang penuh sulur tanaman dan semak-semak berduri, saya tidak benar-benar masuk, saya bersembunyi di tempat aman, tapi naga itu mengira saya masuk, pada akhirnya dia terlilit sulur dan ada sulur yang memiliki duri beracun, saya menggunakan kesempatan itu untuk menyerang naga tersebut, dengan menghujam jantungnya, hingga dia mati”
Bagas terbengong mendengar cerita Lino yang sebenarnya tidak bisa di percaya tersebut, memang Lino menambahkan ceritanya untuk menyembunyikan identitas Hanna, tidak mungkin Lino membeberkan tentang Hanna apalagi sistem yang ia miliki.
“Itu.. kau serius? Tunggu! Aku harus mengambil bola kristal dulu untuk melihat apa kau jujur atau tidak” Bagaspun berdiri tapi Lino menghentikannya dengan mengeluarkan kotak kaca berisi satu mata naga, kemudian satu taring naga lalu tiga core naga.
“Anda tau saya sangat miskin kan? Guild saya juga tidak pernah melawan naga – ah, tidak ada pemburu satupun yang pernah melawan naga di Negara ini, benar kan? Dan saya juga tidak punya banyak uang hanya untuk mencuri mata naga yang terpajang di asosiasi Jepang atau China, apalagi Amerika”
Bagas kembali terduduk lemas di sofa, tangannyapun gemetar berusaha meraih kotak kaca itu “I.. ini.. sungguhan?”
“Anda tidak mempercayai keberuntungan saya? Saya mungkin rank F, tapi... bahkan jika rank S sekalipun namun tidak memiliki keberuntungan, tidak ada gunanya juga bukan?”
Bagas terdiam, dia tidak bisa untuk tidak mempercayai Lino.
Lino memang sangat terkenal karena tampan dan karena dia adalah rank F, meski begitu anaknya baik dan dapat dipercaya. Teman-teman satu SMA nya juga mengatakan Lino anak yang baik dan jujur.
Dan lagi... Lino memang bukan orang yang memiliki banyak uang, dan bisa dikatakan dia miskin, jadi kemungkinan menipu sangat rendah, bahkan sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal.
Apalagi semua bukti sudah berada di depannya.
Semuanya asli, mata naga yang seperti permata, taring naga, dan juga core naga yang khas karena tidak seperti core lain yang hanya berwarna merah polos, core naga ada pola ungunya, dan ketiga core itu semua core naga asli.
“Saya memiliki sepasang mata, namun saya tau jika pemburu yang mendapatkannya berhak menyimpan pasangan satunya untuk diri sendiri, jadi saya simpan”
“Li.. Lino, kau – mau menjual ini pada asosiasi kan?”
Lino mengangguk pelan, Bagas terlihat senang mendengarnya, karena dengan begini, akhirnya negara ini memiliki pemburu yang dapat mengalahkan naga juga, dan asosiasi di kota ini akan lebih terkenal dari pada kota lain.
“Saya butuh banyak uang karena saya tidak memiliki rumah apalagi saya sudah keluar dari guild” kata Lino lagi.
“Tenang saja Lino, saya akan membayar mata ini dengan harga yang pantas, sama seperti yang lain, mata naga berharga sekitar satu sampai dua triliun, dan karena kau bilang ini naga remaja jadi kami akan membayarnya satu setengah, kau tidak keberatan??”
Lino pun shock mendengarnya, dia hanya tau nata naga di hargai sangat mahal, tapi untuk kepastian harganya hanya asosiasi saja yang tau, tidak boleh disebar memang.
Dan mana Lino sangka jika harganya bisa mencapai – berapa tadi? Triliun? Itu nol nya ada berapa ya?
“Lino? Apa masih kurang?”
Lino menggeleng cepat “Tidak, saya hanya terkejut tadi, saya akan sungguh dibayar sebanyak itu?”
Bagas tersenyum “Benar... tapi sebelumnya, saya hanya bisa mentransfer setengahnya saja dulu, tidak masalah kan? Sisanya akan dibayar setelah dilakukan penyelidikan terhadap guild tiger”
Lino mengangguk “Saya tidak keberatan”
“Tapi eum...nak Lino, nak Lino tidak ingin masuk guild yang lebih besar dari guild tiger?” tanya Bagas, karena menurutnya meski Lino ranknya rendah, tapi otaknya berjalan dengan sangat baik, jadi sepertinya Lino bisa saja menjadi ahli strategi di guild lain. Bagas pikir, sebuah bakat tidak boleh disia-siakan.
Tapi sayangnya Lino menggeleng “Tidak, tidak ada guild yang saya suka, semuanya sama saja dan suka meremehkan yang ranknya rendah, lebih baik saya menjadi pemburu lepas saja”
“Pati banyak guild besar yang ingin menerimamu setelah mengetahui kau sudah mengalahkan naga”
“Untuk sementara saya tidak bisa tuan Bagas...”
“Baiklah, saya tidak bisa memaksamu... oh iya, mau saya carikan rumah yang bagus? Atau kau mau apartemen?” Bagas bertanya seperti ini karena dia memiliki bisnis real estate juga.
Lino terlihat berpikir “Saya masih akan merundingkan dengan adik saya”
“Baiklah.. saya akan memproses kejadian ini dengan baik, saya janji jika guild tiger memang bersalah, maka kami akan menghukum mereka dengan benar”
“Terima kasih tuan Bagas”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Oyiib Pw
zmngt 💪
2021-11-30
3
ayam receh
bagusd
2021-11-23
0
ayam receh
bagus
2021-11-23
0