.
.
SRET
SRET
Lino tidak pernah tau jika dirinya selincah ini, dengan cepat dia bisa menyelinap diantara para goblin dan memotong leher mereka satu persatu. Sama seperti slime kemarin, setelah goblin lehernya terpotong mereka langsung lenyap hanya meninggalkan core.
Sepertinya tangan Lino sudah lelah karena banyak sekali goblin yang harus dia kalahkan, meski jumlahnya terus berkurang di layar sistem, tapi mereka terus datang seakan tidak ada habisnya.
Akan tetapi, jika Lino memilih berhenti, dia akan memberi para goblin waktu untuk menyerangnya, itu tidak boleh terjadi.
Dengan sisa-sisa tenaga yang ada dia terus menyerang pada goblin dan memotong leher mereka. Pisau putihnya sangat tajam dan memudahkannya, hampir seperti dia menggunakan pisau angin karena terasa sangat ringan.
Akhirnya layar sistem telah bersih dari tanda kehidupan para goblin, namun, tinggal satu goblin yang tersisa, dia ada di dalam gua.
Raja goblin.
Lino menukar pisaunya dengan pistol hadiah dari melawan slime, tenaganya sudah banyak terkuras, jadi dia pikir memakai pistol akan lebih mudah, karena tadi dia memakai pisau untuk menguji apakah pisau itu cocok untuknya atau tidak.
Gua goblin tidak berisi sesuatu yang berharga, lagipula Lino tidak berharap banyak dari goblin, karena biasanya goblin memang tidak suka menyimpan harta.
Namun, setiap Raja goblin memiliki pedang khusus.
Pedang tingkat tinggi yang setara dengan senjata tingkat S, bentuk pedangnya juga besar dan kokoh. Lino pernah melihat di berita, kalau tidak salah pemburu dari German, dia rank S dan telah mengalahkan raja goblin juga mendapat pedang dari Raja goblin tersebut.
Pedangnya di jual dengan harga tinggi, kalau Lino tidak salah baca jika di rupiahkan menjadi sekitar 160 miliar, itu untuk satu pedang raja goblin.
Karena itu, tentu saja Lino ingin melihat secara langsung bagaimana bentuk pedang yang di hargai ratusan miliar itu secara langsung, dan kalau bisa sih, memilikinya.
DEBUM
Tanah di sekitar Lino berguncang, sepertinya raja goblin sedang menghampirinya. Dan benar saja, tak lama kemudian Lino bisa melihat sosok besar raja goblin yang sedang memanggul pedang besarnya berjalan ke arahnya.
Besarnya hampir sama dengan besar naga yang Lino kalahkan beberapa waktu lalu.
Lino mulai ragu untuk melawannya, tiba-tiba otak encernya buntu dan tak tau harus bagaimana. Haruskah dia memanggil Hanna?
Hanna...
Tunggu!
Bukankah pekerjaan Lino adalah penjinak monster?
Tinggal jinakkan saja lalu bunuh!
Lino menatap cincinnya, sesungguhnya, dia tidak tau bagaimana menggunakan cincin ini tapi, instingnya mengatakan untuk mengarahkan cincin pada raja goblin.
Lino terkejut saat rantai hitam keluar dari cincinnya dan kemudian menjerat tubuh besar raja goblin tersebut hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Lino menggunakan kesempatan itu untuk menembak kepalanya dengan pistol. Tangan kiri Lino yang terdapat cincin ia gunakan untuk menjerat, sedangkan tangan kanan ia gunakan untuk menembak.
DOR
Raja goblinpun ambruk tak sadarkan diri, rantai dari cincin Lino kembali masuk ke dalam cincin. Beberapa saat kemudian tubuh raja goblin lenyap hingga menyisakan tiga core dan pedangnya saja.
[SELAMAT! Anda berhasil menyelesaikan
misi khusus!]
[Hadiah berupa 2.000.000 koin akan
ditambahkan! Sekarang anda bisa membeli apapun di toko sistem]
[Apakah anda akan menyimpan semua
core dan pedang raja goblin di kotak penyimpanan?]
[Ya] [Tidak]
Tentu saja Lino memilih pilihan Ya.
Mungkin karena sudah penasaran, Lino malah memeriksa toko sistem terlebih dahulu, ada banyak pilihan barang disana.
Lino mencoba membeli satu barang, yaitu energi potion, yang katanya bisa memulihkan tenaga dan stamina dalam sekejap dan rasanya juga enak. Ada beberapa pilihan rasa juga, dan bisa memilih mau hangat atau dingin.
Lino memilih energi potion rasa peach dingin seharga 10 koin.
“Master sudah pulang!”
Lino mendongak, dia tidak lagi duduk dalam gua, tapi di dalam apartemennya. Lino memilih mengabaikan Hanna dan langsung meminum energi potinnya.
Dia terkejut karena ternyata rasanya memang enak. Setelah meminumnya Lino merasa semua capek dan lelahnya hilang seketika.
“Untunglah master bisa pulang dengan selamat!” Hanna datang dan memeluk tubuh Lino erat.
“Kau ini tidak percaya dengan kemampuan mastermu sendiri?” tanya Lino jengkel, Hanna hanya terkekeh mendengar protesan Lino.
“Felly belum pulang? Jam berapa ini?” tanya Lino
Hanna melepas pelukannya lalu menggeleng “Belum.. ini masih jam empat sore”
Pantas saja, Felly biasa pulang jam setengah lima atau jam lima sore.
Lino memilih untuk melihat statusnya setelah mengalahkan kawanan goblin dan raja goblin.
...--*--...
...Nama: Marcelino Dirga...
...Umur: 19 tahun...
...Julukan: pembunuh naga...
...Level: 7...
...Energi Sihir: 1002...
...Koin: 1.999.990...
...Pekerjaan: penjinak monster...
...--STATUS--...
...Kekuatan: 70/100...
...Kecepatan: 75/100...
...Kecerdasan: 78/100...
...Penampilan: 80/100...
...--*--...
Lino senang melihat statusnya yang berubah sangat drastis “Hanna, kalau energi sihirku sebanyak ini, apakah aku masih rank F?”
Hanna yang ikut melihat panel status menjawab “Ku rasa itu mungkin sudah berubah, bukankah master mau ke gedung asosiasi besok? Coba saja periksa sekalian”
“Benar juga... mana ponselku?”
Hanna memberikan ponsel baru milik Lino, baru beli hari ini setelah membeli baju, karena ponsel lama sudah jelek dan layarnya pun sedikit retak. Bukan hanya untuk dirinya, Lino juga membelikan satu yang warna pink untuk adiknya Felly.
“Aku sudah mengirimkan semua media dari ponsel lama ke ponsel baru master” kata Hanna, Lino tersenyum lalu mengusak kepalanya dengan lembut “Kerja bagus Hanna.. kau berhasil jadi anak baik hari ini, karena itu... ayo kita masak makan malam sebelum Felly datang!”
“Master akan masak daging ayamnya kan?” tanya Hanna antusias
“Tentu... kau suka pedas? Aku akan membuatnya sedikit pedas... bagaimana dengan chicken curry?”
Hanna menatap Lino tidak mengerti “Apa itu master?”
“Itu nama makanan, yang pasti ada daging ayamnya, dan sangat enak, karena aku yang memasak”
“Master yang terbaik!”
“Hehe, ayo ke dapur!”
***
Jam lima lebih sepuluh menitan, bel pintu berbunyi, Lino pikir itu pasti adiknya, jadi dia baru saja habis mandi buru-buru membukakan pintu.
Dan benar saja, Felly berdiri disana, tapi dia tidak sendirian.
Ada dua teman bersamanya, yang satu
laki-laki berambut hitam agak panjang, satunya lagi perempuan dengan rambut perak.
Tanpa sadar Lino terpaku menatap teman perempuan Felly, bagaimana bisa ada seseorang berambut perak sepertinya? Apalagi warna matanya juga perak.
Ada apa dengan teman-teman Felly ini? Yang laki-laki juga aneh, satu mata berwarna hitam, satunya lagi warna merah.
“Bang Lino... hiks”
Mendengar adiknya yang cengeng itu terisak, Lino segera sadar dari lamunannya “Ma.. masuk dulu” Linopun mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
Felly langsung menangis segera setelah duduk dan memeluk tubuh kakaknya.
“Apa yang terjadi? Kalian siapa?” tanya Lino
“Kami temannya Felly, kamu membantunya melawan penculik” kata teman yang laki-laki.
“Apa? Penculik? Aku tidak salah dengar?” tanya Lino lagi dengan panik, buru-buru dia mengusap punggung Felly untuk menangkannya.
“Ku rasa ada hubungannya dengan guild tiger, kalian ada masalah dengan mereka?” kata teman yang perempuan “Oh iya, kami adalah teman sekelas Felly, baru masuk kemarin... apartemen kami juga ada disini” lanjutnya
“Aku Samudra dan ini saudari kembarku Safaluna, panggil aja aku Sam dan ini Luna” sahut yang laki-laki, Sam.
“Bang Lino... kalau mereka tidak ada, aku udah diculik... hiks” kata Felly disela-sela tangisnya.
“Cup cup cup jangan nangis, gak malu dilihat temen-temen kamu apa?” kata Lino, mendengar itu Felly menyembunyikan wajahnya di dada Lino.
“Maaf ya, adikku memang cengeng banget, syukurlah kalian mau menolongnya” ucap Lino lagi.
“Tidak apa, sesama teman harus saling tolong menolong!” kata Sam, dia tersenyum lebar dan terlihat bodoh, namun untungnya dia memiliki paras yang tampan jadi tidak terlalu kentara.
Beda lagi dengan Luna yang terlihat lebih pintar dan cerdas, mereka memang sekilas mirip... Luna juga sangat cantik.
Jadi mereka berdua ini teman baru yang Felly ceritakan pada Lino kemarin.
“Untuk membayar kebaikan kalian... meski ini tidak banyak, maukah kalian makan malam bersamaku dan Felly?” tawar Lino.
Sam terlihat senang mendengarnya, dia segera mengangguk antusias “Tentu saja!”
“Apa kami tidak merepotkan?” tanya Luna
“Tentu saja tidak, kebetulan aku memasak cukup banyak malam ini”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
call me oni chan
bjir ada rasa,ini hunter satu dunia bisa iri
2024-07-01
0
dsnbl
samudra dan safaluna(safana)
2022-10-01
0
✪⚜ℑίח Ƙαɀαʍα⚜✪
anak dari Felix dan Jini..
2022-02-03
0