.
.
Ketiga bocah SMA itu tidak percaya Hanna memiliki sihir luar biasa yang dapat mengumpulkan semua bangkai srigala dan semua batu kristal sihir yang tertempel di gua dalam sekejab.
Terlebih lagi, setelah Lino menyimpan semua itu dengan siihirnya.
“Ketua... itu sihir apa? Kenapa ketua memiliki sihir seperti itu?” tanya Luna
“Maksudmu sihir penyimpanan ini? Sepertinya hanya aku yang punya ya? Bukankah ini sangat berguna?” kata Lino
“Yang ku dengar kadang setiap pemburu memiliki skill khusus masing-masing, sepertinya sihir penyimpanan adalah skill khusus milik ketua” sahut Randy.
“Berarti sihir Hanna yang tadi itu skill khusus?” tanya Sam
“Kau benar Sam! Sihir yang ku miliki agak berbeda, tapi skill khusus milik setiap pemburu kadang tidak langsung muncul, ada yang membutuhkan waktu untuk memunculkannya, mungkin suatu saat milik kalian juga akan muncul” kata Hanna
Lino menatap Hanna tidak mengerti, tapi setelah mereka berjalan keluar dari dungeon, Lino menanyai Hanna tentang itu, tentu saja dengan berbisik “Hanna, itu tadi maksudnya apa?”
“Skill khusus? Aku serius mengatakan
itu tadi, bukankah master sudah memunculkannya? Penjinak monster adalah skill khusus milik master”
“Jadi itu yang namanya pekerjaan?”
“Benar, tidak semua pemburu dapat memunculkannya, karena skill khusus kekuatannya sangat besar, bisa melampaui rank atau energi sihir yang dimiliki oleh pemiliknya”
“Apa karena itu aku bisa menjinakkan kau dan Alpha dengan mudah?”
Hanna mengangguk “Ku rasa itu benar”
Setelah merekakeluar dari pintu, pintu dungeon segera menghilang. Mereka disambut oleh keributan media masa, dan langit yang kian menggelap.
Tadi mereka masuk dungeon sekitar jam empat sore, sepertinya mereka masuk hanya satu jam lebih. Lino melihat jam di ponselnya, waktu menunjukkan pukul tujuh belas lebih dua puluh menit.
Lino terdiam ditempatnya, sorotan kamera dimana-mana membuat luka lama kembali terkuak, saat ia mendapat rank F dan mereka semua menghinanya.
Katakan saja Lino cengeng, tapi dia sungguh sakit hati dengan kejadian itu.
Dia sekarang ingin mengamuk dan menghancurkan semua kamera itu, namun... ia tidak mungkin melakukannya.
Dia masih punya Felly, dia tidak boleh gegabah, jika tidak adiknya akan ikut terseret.
GREP
Lino tersadar dari lamunannya, dia menoleh padan melihat Luna tersenyum padanya, saat Lino menunduk untuk melihat tangannya, Luna sedang menggenggam tangannya erat.
“Mobil asosiasi menjemput, ayo ketua!” kata Luna, dia kemudian menyeret Lino menuju mobil hitam yang menunggu mereka.
Lino berusaha menulikan telinganya, namun tentu saja tidak bisa, suara mereka terus terdengar di telinganya seperti suara lebah, sangat berisik.
“Itu Marcelino yang rank F bukan?”
“Apa ranknya sudah berubah?”
“Gak mungkin!”
“Tapi dia ketua guild tim khusus yang baru di bentuk asosiasi!”
“Palingan dia jadi ketua soalnya ranknya paling rendah –”
BRUK
Akhirnya pintu mobil tertutup, Lino lega karena tidak harus mendengar suara-suara itu lagi.
“Ketua baik-baik aja?”
Lino kembali tersadar dari lamunannya, ternyata dia duduk diantara Luna dan Sam di jok belakang, sementara Randy dan Hanna ada di jok tengah di depan mereka.
“Hmm? Aku baik kok, kenapa nanya gitu?” sahut Lino, yang tadi bertanya adalah Sam.
“Habisnya ketua nglamun terus sih...” balas Sam
“Kita mau kemana ini?” tanya Lino
Randy berbalik ke belakang untuk menatap Lino “Ke gedung asosiasi... untuk menyerahkan hasil perburuan kita, mereka akan langsung membelinya dan – sepertinya kita punya banyak tugas untuk pemburu rank E dan F yang tidak memiliki guild” kata Randy
“Karena semua srigala belum di bedah?” tanya Sam, Randy mengangguk mengiyakan.
“Syukurlah... aku senang karena pemburu lain jadi ada kerjaan” kata Luna
Mendengar itu Lino tersenyum, Luna benar... karena mereka bisa membawa monster dalam keadaan utuh, jadi mereka bisa menyelesaikan dungeon lebih cepat. Dan juga, mereka jadi bisa memberi pekerjaan untuk pemburu rank rendah tanpa harus memasuki dungeon.
“Tuan Bagas bilang, semua pemburu lepas dipanggil untuk membedah 150 srigala, tempatnya juga disiapkan di ruang bawah tanah” kata Randy lagi, sambil melihat ponselnya.
Tidak lama kemudian mereka sampai gedung asosiasi, Lino menyerahkan 150 srigala utuh dalam keadaan masih segar pada mereka, beserta separuh batu kristal dari dungeon. Menurut Randy, mereka tidak harus menjual semua batu kristal pada asosiasi, karena guild mereka juga butuh batu kristal.
“Apa keuntungan 30% untuk asosiasi itu sudah benar? Kita tidak dibodohi kan?” bisik Lino pada Randy, Randy terkekeh mendengarnya “Enggak kok ketua, karena kan ijin masuk kita ditanggung asosiasi, lalu membedah monster juga asosiasi, kurasa 30% sudah pas”
Lino mengangguk, setelah ini dia harus banyak belajar mengurusi guild dari Randy. Tapi dia pikir juga keuntungan 70% bagi mereka sudah banyak sekali.
“Aku tidak menyangka nak Lino memiliki sihir penyimpanan yang sangat berguna, aku sempat khawatir kalian tidak mendapat apa-apa karena menolak bantuan dari pemburu lain” kata Bagas.
Lino hanya tersenyum mendengarnya, yah... tentu saja siapapun pasti panik dan akan langsung mengumpati Lino yang tidak mau menerima bantuan, pasti semuanya berpikir mereka tidak bisa membawa apapun.
“Artikel tentang nak Lino yang sudah rank S dan telah berjasa bersar bagi negara karena telah menyumbang mata naga akan segera keluar malam ini, kau tidak perlu khawatir orang-orang akan memandangmu remeh lagi, bahkan, presiden akan datang sendiri kemari untuk memberikan penghargaan bagimu, kau telah menjadi aset negara yang berharga Lino”
Entah Lino harus bahagia atau apa mendengar itu, perasaannya campur aduk. Dia senang dia tidak akan dipandang sebelah mata lagi... tapi disisi lain, dia tau, cepat atau lambat guild tim khusus yang baru dibentuk ini akan dimanfaatkan oleh negara.
Dan mereka merepotkan Lino untuk menjadi ketuanya.
Tanggung jawab ini bukankah begitu besar?
PUK
Lino menoleh dan mendapati Randy yang barusan menepuk pundaknya, dia tersenyum seolah mengatakan bahwa Lino tidak sendiri, Randy dan yang lain akan selalu siap untuk membantu Lino.
“Tuan Bagas serius aku aset negara? Bukankah sekarang aku jadi pengasuh bocah?” kata Lino
Bagas tertawa mendengarnya.
“Apa maksudnya itu ketua!” protes Sam
“Aku bukan bocah ya..” Randy
“Ketua... aku laper” Hanna
“Felly pasti sedang menunggu kita, ayo pulang, Randy ikut juga ya? Kita makan malam bersama” ajak Lino
“Aku tidak diajak?” tanya Bagas
“Tuan Bagas udah punya istri sendiri gitu...” Sam
“Haha becanda kok..” Bagas
“Ketua! Jangan lupa mampir” Hanna
“Beli ice cream kan? Iya inget... bawel” Lino
“Ice cream!” Sam
“Luna, bukannya kamu suka ice cream pisang coklat itu? Kayaknya udah sampe di kota ini deh” Randy
“Oh ya? Aku suka banget itu! Ku pikir cuma ada di surabaya dan jakarta” Luna
“Kita beli ice cream yang banyak” Lino
“YEAY!!” Hanna
“Ketua keren!!” Sam
“Sampe kulkas penuh” Randy
“Ya gak gitu juga” Lino
Mereka kembali diantar oleh mobil van hitam yang tadi menjemput mereka, tidak lupa membeli ice cream di super market yang ada tepat di sebelah gedung apartemen. Luna senang sekali ice cream pisang coklat yang ia suka benar-benar ada, jadi ia borong semuanya.
Lino menyimpan semua ice cream di dalam kotak penyimpanan rumah dimensi agar tetap dingin dan awet.
“Oh iya, yang boleh tau sihir penyimpanan hanya kalian dan pihak asosiasi saja ya? Memang tidak bisa direbut tapi tetap saja, untuk jaga-jaga, mengerti?”
Mereka semua menghormat pada Lino “Siap
ketua!”
“Berhenti memanggilku ketua, kita udah gak kerja” Lino
Selain ice cream, Lino juga membeli minuman dan camilan lain, untuk persediaan camilan di kulkas, biar tidak kosong juga. Karena kulkas di apartemen baru Lino sangat besar dan muat banyak.
“Hari ini sangat menyenangkan” kata Lino, pandangannya kini tertuju pada bulan sabit yang muncul dan menghiasi langit malam.
Langit malam terlihat bersih dari awan dan begitu cerah, beberapa bintang juga bertaburan namun tidak terlalu banyak.
“Aku juga berpikir begitu! Baru kali ini masuk dungeon sangat menyenangkan! Aku suka make pistol dari ketua! Beli dimana sih? Aku juga mau” kata Sam
“Pedang dari ketua juga hebat banget! Rasanya ringan dan sangat kokoh” sahut Randy
“Syukurlah jika kalian suka... aku akan memberinya pada kalian, dengan syarat kalian harus setia denganku” kata Lino
“Ketua ngomong apa sih? Kita gak bakal ninggalin ketua!” kata Sam, kemudian dia memeluk Lino dari samping, melihat itu Hanna juga ikut memeluk Lino dari samping yang lain.
“Mungkin ketua belum berpengalaman, tapi aku sangat suka berada disini, aku juga merasa ketua lebih menghargaiku..” kata Randy
“Memangnya kau tidak pernah dihargai?” tanya Hanna bingung
Randy tersenyum pedih “Aku selalu dianggap masih kecil dan tidak berguna”
Lino melepaskan Sam lalu mengusak kepala Randy “Lupakan itu, meski kau masih kecil.. tapi kau berguna kok”
Randy cemberut mendengarnya “Aku udah 17 tahun!”
“Felly bener... kamu imut, kayak anak anjing” Lino
“Apa itu umpatan?!” Randy
“Bukan.. tapi pujian” Lino
“Kok aku gak ngerasa gitu ya?” Randy
Lino menoleh pada Luna yang asyik menghabiskan ice creamnya sambil jalan “Luna, jangan jauh-jauh nanti ketinggalan”
Sam menghampiri Luna lalu menggandeng
lengannya “Kalo Luna hilang, nanti aku sendirian”
Sendirian? Lino bingung mendengarnya, ia ingin bertanya, tapi mungkin nanti saja menunggu saat yang tepat.
Tapi sejauh yang Lino tau, mereka hanya tinggal berdua di apartemen memang.
Kemana orangtua mereka?
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
ADYER 07
semangat thor 🔥
2025-01-26
0
♨️ C A H 💧 A N G O N ♨️
mungkin maksudnya merangkul kali....
2022-11-05
0
Rykho Faiq
Sam SMA Luna tu bknnya anaknya jini ya, jd adiknya lino Donk. trs adiknya Luna tu anaknya sua jd semuanya saudara
2022-10-16
0