.
.
Setelah makan mereka lanjut ke dealer motor terdekat untuk membeli motor, kebetulan hari itu datang motor sport warna merah yang harganya miliaran, Lino yang jatuh cinta pada pandangan pertama memilih untuk langsung membelinya, tidak peduli kata-kata Felly yang bilang itu pemborosan.
Yang namanya cinta memang buta, jadi Lino tidak peduli apa kata orang, yang penting motor sport jadi miliknya.
Felly juga membeli skuter matic warna pink yang cantik, dia terlihat sangat senang, Lino juga ikut senang melihatnya. Dia jarang bisa memberikan sesuatu pada Felly, karena kali ini ia punya uang, jadi tidak masalah untuk membelikan apapun. Uang bisa dicari, tapi keluarganya tinggal satu orang, hanya Felly seorang, jadi dia sangat berharga dari apapun.
Sebenarnya toko ATK yang ingin Felly kunjungi tidak jauh, masih di sekitaran sana, jadi mereka sekalian lanjut ke toko ATK.
Felly, Sam, Luna dan Hanna terlihat bersemangat melihat-lihat barang disana. Lino membiarkan mereka memilih apa yang mereka mau, sementara Lino memilih duduk di depan sambil makan ice cream yang baru dibelinya.
Sambil makan, dia memilih untuk melihat-lihat berita di internet.
Rupanya hari ini ada beberapa pintu yang terbuka, sudah diambil oleh beberapa guild, rata-rata pintu dengan tingkatan A atau B diambil oleh guild besar, sementara pintu tingkat C dan D diambil oleh guild menengah. Guild menengah seperti guild tiger biasanya mengambil C atau D, tapi kebanyakan mereka mengambil D. Meski hanya tingkat D, Lino sempat mendengar keuntungan paling besar yang pernah dicapai guild tiger sampai satu miliar sekali masuk.
Jika mereka mau bekerja keras, lima kali masuk pintu mungkin sudah bisa melunasi hutang... atau tidak, karena kebutuhan guild juga banyak, mungkin enam kali... palingan sebulan lagi lunas.
Apa harusnya Lino biarkan mereka berhutang sembilan miliar ya?
“Marcelino?”
Mendengar sebuah suara memanggil namanya Lino mendongak, seorang wanita dengan
penampilan glamor berdiri di depannya. Lino mengenalnya, dia dulu sekelas dengan Lino di SMA, pernah menyatakan cinta pada Lino segala, tapi Lino lebih memilih melupakan hal itu.
Lino tidak menyukainya, terutama kelakuannya itu.
“Hmm”
Tanpa disuruh, perempuan itu duduk di depan Lino.
“Apa kabar? Aku dengar kau keluar dari guild tiger ya? Haha rank F sepertimu pasti ditendang sama mereka lah ya, untung aja aku dulu gak jadi pacaran sama kamu, mau taruh dimana mukaku kalau – Hei Lino!”
Perempuan itu marah karena Lino tiba-tiba berdiri padahal dia masih bicara.
“Biasanya perempuan suka kejutan kan? Nanti ada kejutan untukmu, tapi aku harap kau tidak terlalu shock... oh iya, kau pemburu juga kan? Rank berapa? B? Hah – semoga kita tidak bertemu lagi”
Setelah itu Lino langsung melenggang pergi begitu saja memasuki toko ATK, lebih baik dia masuk toko dari pada berurusan dengan perempuan tidak jelas seperti tadi, menyebalkan.
“Rank F aja sombong!”
Samar-samar Lino masih bisa mendengar teriakan perempuan itu, apa dia tidak malu berteriak seperti itu padahal ada banyak orang?
“Kak Lino!” Luna berlari kecil menghampirinya, Lino memasang senyum tipis “Kenapa?”
“Itu.. dia siapa?” tanya Luna, pandangannya tertuju ke luar toko, tempat perempuan tidak jelas itu berada.
“Bukan siapa-siapa, aku gak kenal – ayo ke dalam, yang lain mana?” Lino meraih lengan Luna dan menyeretnya menjauh dari sana.
“Mereka memilih-milih tas di lantai dua”
“Apa? Katanya beli buku – kenapa jadi tas?”
“Katanya boleh milih apa aja kan? Kita juga mau milih sepatu”
“Kita? Tunggu! Aku harus membayarkan kau dan Sam juga?”
Luna terkikik geli lalu menggeleng “Aku bayar sendiri kok”
“Kalo kamu gak apa-apa Luna, tapi kembaran kamu enggak, lagian kalian berdua serius kembar? Kok gak mirip?”
“Masa sih? Felly dan Hanna bilang kita mirip”
Selesai belanja banyak peralatan tulis menulis hingga tas dan sepatu, merekapun akhirnya keluar dari toko ATK terbesar di kota ini. Wajah-wajah para bocah terlihat sangat senang, terutam Felly dan Sam, beda dengan Lino yang makin tertekuk dan suram... karena pada akhirnya Lino yang membayar semua belanjaan mereka.
Luna bilang, dia akan mengganti uang Lino, namun Lino memasang senyuman pahit dan mengatakan Luna tidak perlu melakukan itu.
Lagian belanjaan mereka tidak sampai berjuta-juta, jadi Lino tidak pikir panjang untuk membayari semuanya.
Baru saja mobil yang mereka pesan datang untuk mengantar mereka pulang ke apartemen, tapi panggilan dari Randy menghentikan mereka.
“Iya Ran? Ada apa?”
“Kak gawat! Ada pintu tingkat A+ muncul di alun-alun kota! Gak ada guild yang berani masuk, jadi asosiasi minta kita yang masuk kesana –”
“APA? Tunggu! Apa maksud A+?”
“Berarti tingkat bahayanya ada di atas tingkat A tapi tidak lebih bahaya dari tingkat S”
Lino mendadak pusing mendengarnya, jadi ini maksud asosiasi dengan mengumpulkan mereka sebagai tim khusus? Dengan Lino sebagai ketuanya? Jelas ini pintu dungeon paling berbahaya yang pernah mucul di kota ini, dan kenapa harus di Alun-alun? Tempat banyak orang berlalu-lalang... pasti mereka sedang heboh.
“Kak? Beberapa polisi sudah datang untuk mengamankan warga agar tidak mendekat, lebih baik pintu ini segera diselesaikan”
“Kenapa guild besar gak ada yang berani? Dimana omongan besar yang biasa mereka lontarkan itu?”
“Aku juga gak nyangka kak... tapi, beberapa pemburu tingkat S udah ada yang mau ikut masuk, tapi mereka maunya setelah tim khusus –”
“Maksudnya kita sebagai umpan begitu? Pinter banget! Gak usah, batalkan permintaan itu, biar kita aja yang masuk, gak perlu bantuan”
“Ta.. tapi kak Lin –”
Lino buru-buru memutuskan panggilan itu, lalu berbalik pada yang lain, dia tersenyum pada Felly.
“Felly, kakak ada kerjaan sama yang lain, Felly pulang sendiri ya? Bisa kan?” tanya Lino
“Sam dan Luna ikut? Hanna juga?” Felly balik bertanya, dia terlihat khawatir, tapi Lino memasang senyum menyakinkan “Kita gak bakal lama, abang akan cari cara supaya kita cepet pulangnya, kamu tungguin sambil masakin makan malem ya?”
Felly mengangguk pelan “Aku bakal masak yang banyak! Kalian cepet pulang ya”
“Maaf ya... cepet masuk mobil”
Felly pun masuk mobil bersama semua belanjaan mereka.
“Felly, hati-hati ya...” kata Sam, dia sempat menggenggam tangan Felly, namun saat Lino memelototi mereka pegangan itu lepas.
“Kalian juga hati-hati!”
Mereka terdiam menatap mobil yang membawa Felly melaju di jalanan yang padat tersebut.
Alun-alun kota berjarak 20 menit dengan jalan kaki.
“Ayo kita ke alun-alun, Randy sudah menunggu kita”
“Baik ketua!” teriak tiga remaja itu, karena Hanna terlihat seumuran mereka, anggap saja Hanna remaja.
Mereka berjalan, hampir berlari menuju alun-alun kota.
Tempat itu sudah ramai dan heboh dengan orang-orang, banyak yang ketakutan karena pintu tersebut sudah berwarna ungu, sudah harus dimasuki.
Bagaimana bisa pintu baru langsung berwarna ungu? Apa karena itu tingkat bahayanya jadi A+? Lino yang seumur-umur hanya tau pintu dungeon tingkat D tentu saja baru mengetahui hal ini.
Tiba-tiba dadanya berdebar-debar, karena kali ini dia akan masuk pintu bukan sebagai anggota pelengkap yang hanya rank F saja, namun kali ini dia menjadi pemimpin rank S dari tiga pemburu rank
A dan S... dan juga satu monster bangsawan tingkat SSS.
Hanna bilang, saat menyentuh bola kristal, dia menekan energi sihirnya sampai sekecil mungkin, karenanya dia jadi hanya rank S.
Dia juga bilang, energi sihir manusia dan monster itu jauh berbeda. Karena itu energi sihir Hanna bisa sangat banyak, sementara manusia biasa dengan energi sihir seribuan sudah mencapai tingkat S.
“Kak Lino!!” Randy melambaikan tangannya, dia berada di depan pintu dungeon. Sekitar pintu dungeon terdapat garis polisi, jadi tidak bisa dimasuki sembarang orang selain pemburu.
Namun tentu saja Lino dan yang lain dapat dengan mudah melewati garis polisi tanpa menunjukkan kartu karena Randy sudah memanggil mereka.
“Kak Lino yakin hanya kita berlima aja yang masuk? Pintu ini sangat bahaya kak! Dan –” ucapan Randy terputus saat Lino menepuk bahunya “Karena itu, kita harus cepat, semakin banyak orang, semakin ribet nantinya. Kita tidak perlu membeli ijin masuk pintu kan?”
Randy menggeleng “Gak perlu, itu tanggungan asosiasi, asalkan kita memberi 30% hasil kita pada asosiasi”
“Kalian sudah siap?” tanya Lino
Mereka mengangguk pelan “Siap!”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Lebah Ganteng
horang khaya koq belinya motor..beli mhobil dhong/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-10-21
0
Jimmy Avolution
Sippp....
2021-11-12
0
Apasih Mau Mu?
gogogogo
2021-10-31
0