.
.
Mereka sedang beristirahat sebelum menyerang boss dungeon, agar mereka memiliki stamina yang cukup untuk melawannya. Karena meskipun dungeonnya hanya tingkat D, namun bossnya tidak bisa diremehkan. Bahkan ada kasus guild yang terlalu meremehkan dungeon D, tapi pada akhirnya mereka harus meminta bantuan pemburu rank S untuk mengalahkan boss dungeon.
Seperti biasa, Lino hanya duduk di pojok sambil memakan brownie buatan Felly. Rasanya sangat lembut, manisnya tidak terlalu berlebihan, cocok sekali dengan lidah Lino. Lino pikir, mungkin jika Felly tidak dibangkitkan sepertinya, tapi semoga saja memang tidak.. Lino akan mengumpulkan banyak uang agar nanti adiknya bisa mendirikan cafe kecil-kecilan, dia juga akan membantu disana.
Namun, saat ini uang yang terkumpul selalu habis untuk keperluan sehari-hari dan juga biaya sekolah Felly. Karena meski Felly sangat pintar dan mendapat beasiswa di sekolah terbaik, tetap saja beberapa kebutuhan memerlukan biaya.
Saat Lino ingin minum, pandangannya tiba-tiba tertuju pada suatu pojokan yang tidak jauh darinya. Diapun mendekat, dan melihat suatu tanaman yang telah berbunga, namun bunga itu layu dan seperti mau mati.
Dengan sisa air mineral di botol minumannya, Lino pun menyirami tanaman itu hingga botolnya kosong.
“Aku tidak tau apa yang terjadi setelah dungeon ini terselesaikan dan menghilang... namun, semoga kau masih hidup dan membuat bungamu mekar dengan sempurna” kata Lino, kemudian dia terkekeh setelah mengatakannya, dia merasa bodoh karena menyemangati bunga yang mau layu.
Akan tetapi, hanya begitu saja Lino sudah merasa sedikit terhibur.
Diapun mengulurkan tangannya untuk menyentuh bunga itu.
“Aasshh – ternyata kau berduri” Lino menarik tangannya kembali karena tidak sengaja jarinya terkena duri tanaman itu, sedikit darahnya keluar dan menetes di daun dan tanah. Untungnya darah Lino cepat berhenti.
“Hei rank F! Jangan malas-malasan disana! Kita akan berangkat menumpas boss dungeon!” teriak Joni.
Linopun berdiri dan meninggalkan bunga itu, kemudian mengikuti rombongannya menuju tempat boss dungeon berada.
Penambang yang bertugas menambang kristal sihir telah selesai, tadi sebelum makan Lino juga membantu mereka, makanya sekarang rombongan pemburu berangkat untuk menyelesaikan dungeon ini.
Mereka telah berada di dalam dungeon kira-kira seharian, akan tetapi, 10 jam waktu di dungeon berarti hanya satu jam waktu asli, dan mungkin jika menurut waktu di luar dungeon mereka sudah masuk sekitar dua setengah jam.
Meskipun menyebalkan dan sombong, namun harus Lino akui, Joni memang hebat, apalagi ada Bobby yang ahli tombak bersamanya. Mereka sangat kompak menyerang ratu semut yang tingginya dua kali tinggi orang dewasa.
Selain itu ada pula beberapa penyihir tingkat C dan D dan membantu mereka, ada pula penyembuh tingkat B yang langsung menyembuhkan mereka setelah mereka sedikit terluka.
Lino? Dia hanya menonton dan dilarang mendekat, itu sudah pasti. Akan tetapi, dia yang akan membedah ratu semut tersebut untuk mendapatkan corenya.
Lino pikir ratu tersebut mungkin memiliki sekitar tiga core mengingat dia cukup kuat dan tubuhnya sangat besar.
Pertarungan tersebut berakhir dengan sangat epik, Lino bertepuk tangan dengan malas, lalu mulai mengeluarkan pisau kecilnya lagi, bersiap-siap untuk membedah ratu semut. Jika saja memang dapat tiga core, guild akan menggajinya sedikit lebih banyak dari biasa sebagai bonus, jadi karena itu Lino sangat bersemangat.
Tapi Lino masih berdiri sampai Joni, Bobby, dan pemburu lain berpose setelah mengalahkan ratu semut. Biasalah, untuk dokumentasi dan untuk menaikkan pamor, beberapa guild akan merekam pertarungan mereka dengan boss dungeon, kemudian vidio itu diedit sedemikian rupa, baru setelahnya di upload ke sosial media.
Termasuk guild mereka ini.
Dan karena itu, guild mereka pamornya bisa sedikit naik dan bahkan beberapa guild lain banyak yang mencontoh hal ini.
Menurut Lino, ini jadi seperti ajang pamer.
Lino tidak terlalu menyukainya, jadi dia tidak masalah jika tidak masuk sorotan kamera, dia juga agak trauma setelah dulu saat dibangkitkan dan datang ke asosiasi. Saat itu kebetulan banyak media yang datang, mereka semua kagum melihat penampilan Lino, jadi Lino disorot... bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya kan?
Lino yang tampan dan gagah, sudah diduga akan memiliki rank yang tinggi. Alhasil, setelah tau rank Lino rendah, bahkan sangat rendah... maka mereka berakhir mencaci Lino.
Jadi Lino agak trauma disorot kamera.
Yah, tidak setrauma itu, dia hanya tidak nyaman dan tidak suka.
CRASSS
Dengan cekatan Lino mencari core dari tubuh ratu semut, bahkan beberapa pemburu yang melihatnya jadi bergidik sendiri melihat bagaimana brutalnya Lino menusukkan pisau kecilnya, apalagi ekspresi Lino yang tersenyum lebar.
Dia terlihat seperti psikopat.
Tapi yah... Lino tersenyum kan karena ternyata memang ratu semut punya tiga core.
Lino tidak sadar, dia sedang direkam oleh salah satu pemburu yang juga tingkat rendah, rank E, dia bertugas merekam memang.
DEBUM
Mereka terperanjat melihat dinding yang cukup jauh di ujung tiba-tiba hancur dan roboh, cahaya putih keluar dari lubang itu, membuat pandangan mereka silau.
Dan setelahnya merekapun panik melihat monster lain keluar dari lubang dinding tersebut.
Masalahnya, monster itu adalah monster naga, tubuhnya sangat besar dan yang pasti berkali-kali lipat lebih kuat dari mereka. Itu adalah monster SS, yang mustahil mereka kalahkan.
Sontak mereka lari tunggang-langgang meninggalkan Lino sendirian disana, yang masih sibuk mengambil core ketiga. Lino pikir mereka hanya ribut-ribut karena bosan dan iseng saja.
Dia baru sadar setelah mendengar teriakan Joni.
“Rank F kau tahan dulu monster itu disini, kami akan keluar mencari bantuan!!”
Dan saat Lino menyadari ada naga mendekat padanya, mereka semua telah lari meninggalkannya sendirian.
Padahal tas besar berisi semua core yang mereka dapat ada padanya, kalau dia mati disini, core itu juga akan ikut lenyap bersamanya kan?
Ah sudahlah, bagus kalau core lenyap bersamanya, biar mereka menyesal karena menjadikannya umpan naga.
Lino mengarahkan pisau kecilnya pada naga itu, sang naga menyemburkan nafas api pada Lino, untungnya meski Lino rank F, dia memiliki refleks yang baik, jadi dia bisa menghindar.
Ini jadi seperti gajah vs semut, dimana naga adalah gajah dan Lino semutnya.
Tapi, biasanya kalau suit, yang semut menang kan?
Aneh..
“Akh” Lino yang terus menghindari nafas api, terbentur dinding gua yang memang tidak mulus, kulit lengannya sedikit tergores, begitupun dengan lutut dan bagian tubuh lain.
Api yang ditimbulkan naga itu juga membuat ruangan menjadi panas dan Lino pikir cepat atau lambat dia akan mati terpanggang disini.
Mungkin inilah perasaan buruk Lino sebelumnya.
Jika dia memang tidak selamat, semoga saja Felly tidak terlalu sedih.
Naga itu menyemburkan apinya lagi, refleks Lino berguling ke sisi lain, tapi dia pikir dia sudah dalam batasnya, tidak bisa menghambat lebih lama lagi.
Kenapa bantuan tidak segera datang?
“Uhuk uhuk” Lino terbatuk-batuk karena asap api semakin banyak berkumpul di dalam dungeon, memang nafas api dari naga itu langsung hilang, namun tetap saja asap dan panasnya masih ada. Dinding gua juga sepertinya menghantarkan panas dengan baik, jadi dungeon ini menjadi semakin panas.
Saat Lino sudah mulai pasrah dia kembali bangkit dan berusaha menyerang naga itu, ia tau ini jadi seperti bunuh diri, tapi ia akan seperti pecundang jika tidak berusaha menyerang bukan?
Lino yang jauh lebih kecil mampu menyelip dan dengan cekatan menancapkan pisau kecilnya ke kaki naga.
Naga itu kesakitan dan semakin berusaha menyerang Lino dengan acak.
Hingga akhirnya Lino terjatuh, naga itu mengangkat kakinya hendak menginjak tubuh kecil Lino, namun...
SRET
BRUK
Lino membuka matanya, dia terkejut melihat naga itu terjatuh dan tubuhnya terlilit oleh sulur tanaman yang kelihatannya kuat dan berduri. Saat Lino mencari sumber dari sulur tersebut, dia melihat sosok yang indah terbang.
Dia kecil, rambutnya panjang bergelombang warna hijau muda dan pink, di kepalanya terdapat mahkota bunga yang terlihat familiar bagi Lino. Kulit makhluk itu pucat, dia juga memakai gaun yang terlihat seperti bunga dan daun.
Yang pasti, dia lucu sekali seperti peri bunga di film barbie yang biasanya Felly tonton.
“Apa yang kau lakukan?! Cepat serang dia!!” kata makhluk yang seperti peri bunga tersebut.
Lino pun tersadar dan bangkit berdiri, naga tersebut terlihat kesakitan karena jerat sulur berduri. Lino melepaskan pisau kecil yang menancap di kaki naga tersebut.
“Tusuk dadanya! Di bagian jantungnya!” teriak peri bunga itu
“Aku tau!” balas Lino.
Sebagai pemburu, tentu saja ada panduan
dalam membunuh moster, ada bukunya juga dan Lino sudah hafal isi buku tersebut, meski dia tidak pernah melakukan semuanya.
Dan mana dia tau dia harus membunuh naga sekarang, kalau begini caranya tidak aneh dong kalau dia dijuluki dragon slayer? Atau dragon killer?
Naga memiliki jantung yang jika ditusuk akan langsung membuatnya kehilangan nyawa, namun kulit naga itu sangat keras. Karenanya, agak sulit bagi Lino untuk menancapkan pisau kecilnya pada naga.
Dia harus merobek kulitnya yang keras itu dulu, baru kemudian menghujamkan pisau kecilnya.
CLEP
Raungan naga tersebut terdengar keras sekali, Lino bahkan harus menutupi telinganya karena dia takut telinganya akan bermasalah jika terus-terusan mendengar suara itu.
Melihat naga tersebut sudah tidak berdaya karena jeratan dan juga pisau yang tertancap di jantungnya, Lino pun tertawa keras sekali.
Dia bahkan sampai harus memegangi perutnya yang sakit karena terlalu keras tertawa.
“Selamat!! Kau sudah membunuh anak naga bumi!!” peri bunga itu melayang-layang di depan wajah Lino dan bersorak gembira, membuat tawa Lino semakin kencang, entah karena ada yang lucu atau karena dia gemas dengan tingkah si peri bunga.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Thr!b!
Tepuk tangan buat Lino/Kiss/
2024-06-19
0
Rob&son🤗
coba de lu suit, pasti naga ko memang
2021-12-21
0
Dewi Miranti Carya
komen yau
2021-12-17
2