.
.
Ini sungguh ironis.
Lino yang hanya rank F, selalu dihina dan diremehkan, diapun ditinggal dan menjadi umpan naga yang mengamuk... Lino yang telah berpikir hidupnya telah berakhir, diapun berpikir telah mengingkari janjinya pada adiknya, Felly.
Sekarang, malah dengan brutal mengoyak tubuh naga bumi yang menurut peri bunga usianya masih remaja tersebut, dia bahkan memanggilnya anak naga bumi.
Lino sadar, pasti naga bumi dewasa lebih besar dan lebih kuat dari naga ini, namun tetap saja Lino telah membunuhnya. Yah.. meski dia juga bekerja sama dengan peri bunga sih.
Mata Lino berbinar-binar setelah dirinya berhasil mencongkel mata sang naga. Kedua bola mata naga itu seperti permata, berwarna merah yang indah dan berkilau.
Mata naga memiliki kekuatan sihir dan bisa dijual sangat mahal, dia adalah pemburu, jadi dia bisa menjual satu mata pada asosiasi, lalu rencananya mata yang satu akan dia buat kenang-kenangan.
Selain mata, bagian tubuh naga banyak yang berguna, seperti taring, kulit, dan tentu saja core.
Naga memiliki lima core, namun karena dia masih remaja, jadi Lino hanya menemukan empat.
Lino hanya mengambil mata, taring dan core.
Dia sudah lelah untuk menguliti lebih lanjut.
“Hei, apa daging naga bisa dimakan?”
Tanya Lino pada peri bunga yang masih melayang-layang di sekitarnya. Lalu dia menjawab “Lebih baik, kau tidak memakannya... rasanya tidak enak, pahit dan keras”
“Kau menjawab seakan sudah pernah memakannya” kata Lino
Peri bunga terkikik “Hihi memang pernah... aku kan meski tumbuhan tapi bisa memakan segala”
“Jadi kau ini monster tumbuhan ya? Seperti tumbuhan venus begitu? Yang suka memakan serangga?” tanya Lino
“Aku bukan monster! Aku ini putri dari kerajaan peri bunga!”
“Ah, kau sungguhan peri bunga rupanya, coba ceritakan siapa dirimu”
Peri bunga tersebut mendekat pada Lino sampai jarah 50 centi dari wajah Lino. Lino baru sadar jika dilihat dari dekat peri ini cantik juga, namun... dia tetap monster. Yah, meski julukan itu cukup kasar, tapi mau bagaimana lagi, dia memang tergolong monster.
“Aku adalah putri dari kerajaan bunga, salah satu yang terkuat di kerajaanku.. namun, aku terjebak disini, bahkan aku hampir mati kehausan, untungnya ada orang baik sepertimu yang memberiku minuman!”
“Aku tidak baik, aku ini pemburu... jadi, aku bisa saja memilih untuk membunuhmu”
Peri itu terlihat bingung “Tapi.. kau tidak punya niat untuk membunuhku, iya kan?”
“Tidak, aku punya niat”
“Kau tidak punya! Aku sudah meminum darahmu jadi aku bisa tau!”
“Darah?” ingatan Lino kembali pada saat jarinya terluka – oh!
“Kau tumbuhan yang hampir sekarat itu? Yang ku beri air itu?!” kata Lino yang baru sadar jika makhluk di depannya ini adalah tumbuhan sekarat yang ia temui sebelum ini.
Peri bunga mengangguk antusias “Benar! Dan karena itu sekarang aku terikat padamu.. aku bahkan mengerti bahasamu kan? Jadi, mulai sekarang mohon urus aku”
Dahi Lino menyernyit mendengar kata ‘mohon urus aku’ barusan.
“Tidak, aku tidak mau mengurusimu”
“Hah?! Padahal hanya aku yang dapat menolongmu keluar dari dungeon ini!!”
Lino terdiam mendengarnya, beberapa detik kemudian ia bertanya “Bukankah naga ini baru ku kalahkan? Biasanya pintunya tertutup setelah beberapa jam mengalahkan boss kan? Dan ini masih ada waktu –”
“Tidak kau salah!”
Lino kembali terdiam dan bingung, lalu peri bunga melanjutkan “boss dungeon ini adalah ratu semut yang tadi kau bedah itu... dan sudah berapa jam sejak itu kan? Jadi dungeon sudah tertutup lah”
Jadi karena itu tidak ada yang datang lagi menolongnya?
Karena setelah semua pemburu keluar dungeon akan tertutup, pasti mereka mengira Lino sudah mati dimakan naga.
Sial!
Pasti Felly sudah mendengar kabar Lino yang dimakan naga dan dia sekarang pasti sedih. Pokoknya awas saja jika si Bobby itu memanfaatkan hal ini untuk mendekati adiknya, Lino akan menyuruh peri bunga menjeratnya hingga mati.
“Tenang saja master! Aku tau cara agar kau bisa keluar”
“Kenapa kau memanggilku master?”
“Tentu saja karena kau masterku, ayo ikut aku!”
Peri bunga terbang mendahului Lino, mereka berjalan menuju suatu tempat yang belum Lino lewati sebelumnya. Barang-barang bawaan Lino yang berat dibawakan oleh peri bunga dengan sulurnya yang kini tidak berduri.
“Oh iya master, kau harus memberiku nama! Karena aku sudah meminum darahmu, jadi bisa dibilang, aku pelayanmu saat ini”
“Maksudmu peliharaan?”
“Itu keterlaluan master!!”
“Hehe hanya bercanda, karena kau peri bunga... eum, bagaimana dengan Hanna?”
Hanna terlihat sangat senang mendengar nama barunya “Itu nama yang indah!! Aku suka master!! Oh, kita sampai”
Mereka memasuki pintu bercahaya merah
muda, cahayanya terang namun tidak terlalu silau.
Betapa terkejutnya Lino setelah melihat isi tempat itu.
Seperti sebuah taman atau kebun... ada kolam kecil cantik yang airnya berkilauan, ada pohon-pohon persik dan apel, ada juga pohon cherry yang buahnya besar-besar.
Selain itu, ada beberapa barang lain seperti pedang, emas, perhiasan, tameng, tombak, panah.
Hanna terus menyeret Lino menuju sebuah meja tinggi, tingginya mencapai dada Lino.
Di atas meja tersebut terdapat sebuah papan transparan.
“Sekarang, berikan sedikit darahmu pada papan itu” pinta Hanna, Lino menoleh padanya dengan tatapan ragu “Kau yakin?”
Hanna mengambil sebuah pisau belati dari tumpukan harta, pisau itu terlihat jauh lebih kuat dengan pegangan yang nyaman dan cantik karena terdapat batu safir segala.
Tanpa pikir panjang, Lino menyentuh ujung pisau dengan jari telunjuknya lalu meneteskan darah yang keluar pada papan transparan.
Papan itu menyerap darah Lino dengan cepat, lalu keluar tulisan warna biru bercahaya.
[Sistem diaktifkan... proses]
10 %
30 %
50 %
90 %
[Selesai]
[Selamat datang di SISTEM PEMBURU!!]
[Sistem mengolah informasi....]
[Informasi selesai]
Nama: Marcelino Dirga
Umur: 19 tahun
Julukan: pembunuh naga
Level: 3
Energi Sihir: 18
--STATUS--
Kekuatan: 20/100
Kecepatan: 40/100
Kecerdasan: 50/100
Penampilan: 60/100
---*---
Anda dapat memilih pekerjaan yang sesuai
dengan anda [Ya] [Tidak]
---*---
Dahi Lino mengernyit bingung melihat itu semua. Pekerjaan maksudnya apa ya? apa itu bisa membantunya untuk memiliki skill baru begitu?
Lino tidak yakin tapi dia memilih pilihan [Ya] lalu menunggu proses yang terus berputar.
---*---
**SELAMAT!!
Pekerjaan anda adalah penjinak monster!! Sekarang anda dapat memelihara dan menjinakkan monster sebanyak yang anda inginkan, dan ini cincin untuk menyimpan dan menjerat monster**.
---*---
Sebuah cincin misterius muncul di atas papan transparan, ada permata merah seperti ruby di tengahnya. Katanya itu bisa menyimpan monster...
Setelah memakai cincin itu, Lino mengarahkannya pada Hanna “Apa kau bisa masuk sin – oh, dia langsung masuk”
Lino menatap cincinnya takjub, karena langsung menyedot Hanna setelah Lino mengatakan ‘masuk’.
“Keluar”
Hanna kembali keluar dari cincin tersebut, Lino semakin berdecak kagum.
“Hanna, kau bilang saat aku memberi darahku padamu kau langsung jadi budakku kan?”
“Bukan budak! Tapi Pelayan!”
“Ya ya ya, peliharaan”
“Master!!!”
“Jangan meneriaki mastermu!”
Lino kembali pada papan transparan “Lalu
setelah ini bagaimana?” gumam Lino, yang masih sedikit bingung.
Namun papan tersebut kemudian melayang hingga sampai di depan wajah Lino, papan itu semakin transparan hingga menjadi seperti hologram.
Tampilannya berubah lagi, ada berbagai menu lain di tambahkan.
[Kotak Penyimpanan]
[Info: kotak penyimpanan dapat
menyimpan apapun benda yang mati, sebanyak apapun tanpa batas]
[Rumah dimensi]
[Info: hampir sama seperti kotak penyimpanan, namun rumah dimensi dapat menyimpan benda hidup atau sesuatu yang kualitasnya harus terjaga, misalnya sup hangat, minuman dingin, ini juga tidak terbatas]
“Hanna, coba kita simpan semua barang-barang itu di kotak penyimpanan, kau pasti lelah membawanya terus kan” kata Lino, lalu dia memasukkan semua tas berisi core hingga mata dan taring naga ke dalam kotak penyimpanan.
Dia senang karena dengan begini dia bisa membawa apapun.
“Apa semua harta itu tidak diambil juga?” tanya Hanna
“Tentu saja diambil! Semuanya!! Aku juga menginginkan semua buah itu, Felly pasti senang!”
Dengan kekuatannya, Hanna mengambil semua harta dan senjata yang berserakan lalu memasukkannya pada kotak penyimpanan Lino.
Sedangkan semua buah mereka panen dan masukkan ke rumah dimensi.
“Aku haus tapi.. bisakah kita meminum air ini?” tanya Lino, dia sudah berjongkok di tepi kolam. Dia takjub melihat betapa jernihnya air di kolam itu, bahkan cahaya di sekitarnya membuat permukaan air jadi berkilauan.
“Semua itu adalah air suci, dapat menyembuhkan penyakit, kutukan, sihir... juga dapat meningkatkan energi sihir” jelas Hanna
Lino menoleh padanya “Energi sihir? Aku hanya punya 18 kan?” tanya Lino sambil memasukkan air suci ke dalam botol minumannya yang muat satu liter, kemudian memasukkannya ke dalam kotak penyimpanan.
“Iya, itulah yang menyebabkan master rank nya hanya F”
“Itu mempengaruhi??”
Hanna memutar bola matanya malas “Tentu
saja! Semakin tinggi energi sihirnya, maka semakin tinggi pula levelnya, ngomong-ngomong level master sudah tiga pasti berkat baru saja mengalahkan naga”
Lino tersenyum kembali “Julukanku pembunuh naga... hehe” dia menatapi layar transparan yang melayang di depannya dengan bangga.
“Ngomong-ngomong, Hanna.. bagaimana caranya pulang?” tanya Lino.
Hanna menghela nafas lelah “Master hanya melihat julukan pembunuh naga saja, coba lihat menu lain juga disana! Itu ada menu ‘gerbang’ bukan? Itu akan membuat master bisa keluar masuk dungeon dengan mudah” jelas Hanna
“Ooohh, untungnya ada kamu ya, jadi aku tidak tersesat, baiklah... aku akan menjagamu, tapi karena kau monster, jadi kau masuk cincin saja ya?”
Linopun memasukkan Hanna ke cincin lalu menyentuh pilihan [Gerbang]
Setelah masuk menu, ada pilihan [Dungeon]
dan [Kota], jadi Lino memilih kota.
Pilihan tempat atau peta kotapun tersedia. Keren sekali! Jadi Lino bisa pergi kemanapun sesuka hatinya. Dan bukan hanya itu, jika dia sudah mengunjungi kota tertentu, pilihan kota tersebut juga akan tersedia dan dia dapat dengan sekejap pergi kesana.
Tapi sayangnya Lino tidak pernah keluar kota.
Lino memilih keluar langsung ke samping apartemen, dia tidak mau di depan karena pasti banyak orang. Kan ribet jika orang-orang kaget dia tiba-tiba muncul.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Vicky Shefridal
wow keren..
2023-11-07
0
Gabutdramon
komen
2023-05-25
0
Ashidart
Seru
2023-02-14
0