Membuat guild tim khusus

.

.

“Tunggu dulu, ini maksudnya gimana? Saya tidak ingin terikat dengan guild” kata Lino.

“Kami ingin membentuk tim khusus di bawah naungan Asosiasi langsung, yang dapat langsung dipanggil saat ada hal mendesak, namun karena kalian tidak bisa bekerja seperti pemburu lain yang rutin, maka kalian hanya di panggil jika sedang longgar dan ada hal mendesak saja, bagaimana? Bukankah ini lebih menguntungkan untuk kalian?” jelas Bagas, meski begitu Lino masih tidak mengerti.

“Tapi tuan Bagas, saya tidak bisa mengurusi guild” bantah Lino

“Karena kalian berasal dari asosiasi langsung, jadi kalian akan mendapat bantuan, lagipula ada Randy, dia ini putra dari pemilik guild Garuda Emas, dia tau banyak cara mengurusi guild” ini ucapan pemilik asosiasi, kalau Lino tidak salah ingat, namanya.. eum – Danu?

“Saya akan berusaha tuan Danu, terima kasih atas kesempatannya” kata Randy

Tuh kan, namanya Danu, sepertinya ingatan Lino cukup baik.

“Nak Lino akan menjadi ketua mereka, nak Lino tidak keberatan bukan?” tanya Danu.

“Anda yakin? Kenapa bukan Randy saja? Saya hanya rank F” jawab Lino

“Mendengar cerita bagaimana kak Lino bisa selamat dari naga hingga bisa membawa mata naga satu-satunya di negara ini, aku yakin kak Lino mampu memimpin kami, aku hanya akan menjadi wakil kakak saja, yang membantu mengurusi guild kita nantinya” kata Randy, Lino pikir dia anak yang cerdas karena cara dia berbicara agak berbeda, dia juga terdengar tulus dan percaya diri, seperti cara politisi berbicara.

“Tapi aku pikir, rank Lino dulu pasti salah... bagaimanapun juga pemburu rank F yang bisa mengalahkan naga itu terdengar mustahil, mungkin saja dulu ada kesalahan saat mengukur kemampuannya” kata ketua pusat, Lino tidak tau namanya.

“Menurut saya anda benar Tuan Riko, Lino mau mencoba lagi?” tanya Bagas.

Sebenarnya, Lino juga penasaran dengan hal itu, tapi Lino berakting seolah-olah dia terpaksa “Baiklah jika itu mau kalian, tapi jangan kecewa jika rank nya tidak berubah”

Lino pun maju ke depan bola kristal, dia sempat melirik Sam dan Luna yang hanya diam memperhatikan dari tadi, kemudian Luna tersenyum padanya. Lino berdehem sebentar karena sedikit gugup setelah melihat senyuman Luna.

Linopun memejamkan matanya sementara tangan kanannya ia angkat lalu tempelkan pada bola kristal, dia berkonsentrasi menyalurkan energi sihirnya pada bola itu.

Dia mengernyit bingung setelah mendengar ribut-ribut dari penonton, karena disana juga ada beberapa pegawai yang menonton mereka.

“Sudah ku duga, dia bukan rank F!”

Hah?

Mendengar ucapan tuan Riko barusan Lino perlahan membuka matanya, dan benar saja, bola kristal itu berubah warna menjadi merah kehitaman dengan sinar merah gelap mengelilinginya.

Saat Lino melepas tangannya dari bola kristal itu, bolanya kembali berwarna putih pucat.

“A – apa itu maksudnya?”

Dulu saat Lino mengukur kemampuannya, warna bola kristal itu hanya putih dengan sedikit cahaya kekuningan, tapi sekarang sudah berubah.

“Bang Lino kamu ternyata rank S bang!” teriak Sam, dia terdengar sangat senang, Linopun menoleh padanya, melihat Sam dan Luna tersenyum lebar.

Lino mengedipkan matanya, masih belum percaya dengan apa yang barusan ia alami.

Padahal energi sihir Lino terakhir yang Lino lihat cuma sekitar 1022, tapi dia sudah rank S? Apa kabar dengan Hanna yang katanya punya energi sihir 170 juta?

“Aku juga mau coba!”

Lino terperanjat mendengar suara itu, dia menoleh dan kembali terkejut melihat Hanna sudah ada di belakangnya “Kok kamu disini?”

“Felly kesel karena mas – karena kak Lino lama.. jadi aku kemari buat jemput kak Lino, hehe” kata Hanna tanpa dosa.

“Aku boleh nyoba kan?” tanya Hanna, Lino sudah membuka mulutnya untuk menghentikannya tapi terlambat, Hanna sudah menyentuh bola kristal itu.

“HANNA!!!” teriak Lino panik, dia takut Hanna ketahuan jika dia monster, bisa gawat nanti kan?

“Hanna juga Rank S!” teriak Sam lagi.

“Tidak tidak, mungkin bolanya yang salah” kata Lino

Mendengar itu Randy kembali maju untuk menyentuh bola kristal, tapi warnanya bukan merah gelap seperti Lino dan Hanna, melainkan merah cerah.

“Ini masih berfungsi dengan baik kak” kata Randy.

Lino menatap Hanna minta penjelasan, tapi Hanna hanya terkekeh saja lalu lanjut heboh bersama Sam.

“Mari Nak Hanna, kita urus kartu pemburu untuk nak Hanna” kata Bagas

“Saya akan masuk guild dengan kak Lino kan?” tanya Hanna

Bagas tersenyum “Tentu... ayo kalian juga ikut untuk mengurus berkas guild yang baru”

Sepertinya Felly harus menunggu sedikit lebih lama.

Lino pun mengikuti mereka dengan pasrah.

***

Setelah semuanya selesai, Linopun buru-buru turun ke bawah untuk menemui adiknya, dia tau Felly pasti sedang kesal.

Benar saja, ia bisa melihat Felly sedang duduk sambil menyeruput boba milk tea rasa taro, raut wajahnya terlihat sekali jika gadis itu sedang marah.

“Aku akan melihat-lihat gedung yang ditawarkan tuan Bagas” kata Randy, Lino mengangguk “Iya, tolong ya... aku tidak bisa ikut karena adikku sudah ngambek” kata Lino sambil menatap Felly yang sekarang sudah bersama Hanna, Sam dan Luna.

“Fellicia?”

Lino menoleh cepat pada Randy “Kau kenal adikku?”

Randy mengangguk “Tentu saja, kami sekelas dan aku wakil ketua kelas”

Lino menatap Randy sambil memincingkan matanya “Oh, jadi ini wakil ketua yang felly bilang imut itu? Imut apanya sih?”

Randy menatap Lino tidak mengerti “Maksudnya apa ya?”

“Lupain, kamu pergi aja dulu, cari gedung yang bagus, kalo ada yang bener-bener bagus dan strategis, beli gedungnya” kata Lino

“HAH? Beli gedung? Kita hanya harus menyewa kantor aja kok” Randy

Lino menatap Randy kesal “Aku bilang gedung ya gedung... kalo bisa lantai satu gedungnya cocok buat cafe, soalnya Felly pengen buat cafe, aku gak mau nyewa-nyewa kantor, mending langsung beli aja lah, biar gak ribet”

Randy geleng-geleng kepala mendengar ucapan Lino, dia pikir Lino akan seperti Felly yang terlihat sederhana dan apa adanya. Tapi, sebenarnya Lino benar juga, beli gedung lebih baik, biar gak bentrok dengan pemilik gedung.

“Aku akan pilih gedung yang terbaik”

“Oke, tolong ya.. gak ngrepotin kan?”

Randy menggeleng “Enggak... justru aku seneng banget, mendirikan guild sendiri adalah impianku, tapi... ayahku bilang aku gak bisa, jadi aku ingin buktikan jika aku bisa tanpa ayah”

“Bagus itu, kita buktikan jika kita bukan orang payah yang bisa seenaknya direndahkan” Lino

“Kamu bener kak, aku pergi dulu ya kak!”

“Hati-hati!”

SRET

Felly datang untuk menarik Lino keluar gedung, ternyata yang lain sudah ada di luar juga.

“Kita makan siang dulu ya Bang, habis itu beli motor” kata Felly

“Lha katanya ke ATK dulu Fel, motornya nanti aja”

“Sekarang aja bang, kita liat-liat motor baru ke ATK”

Linopun hanya bisa pasrah, karena jika dia menolak nanti yang ada Felly terus merengek, dan membuatnya malu di depan banyak orang lewat.

Mereka mampir ke salah satu cafe yang sepertinya baru buka, pengunjungnya tidak banyak jadi mereka bisa duduk dimana saja. Felly memilih lantai dua tempat mereka bisa makan sambil melihat-lihat pemandangan.

“Kalian berdua ikut kemari bukan mau dibayarin kan makannya?” tanya Lino, dengan nada malas-malasan, dia mau saja kalau membayarkan Luna, tapi untuk Sam malas sekali.

“Sekali-kali bayarin abang gak bakal bangkrut kan?” sahut Sam “Jangan pelit bang sama calon ipar” tambahnya.

“Apa kau bilang?!” Lino sudah ingin marah tapi Felly menyenggol rusuknya “Abang ih, Sam cuma becanda juga, jangan malu-maluin Felly dong”

“Felly, kalo mau pacaran jangan milih modelan kayak gini, yang bagusan dikit lah” Lino

“Kenapa sih? Aku kan ganteng banget!” bantah Sam

“Justru itu, pasti yang ganteng playboy” sahut Lino

“Berarti kak Lino playboy?” pertanyaan Luna membuat Lino terdiam, benar juga... Lino kan juga ganteng “Y.. ya.. gak gitu”

“Sam anak baik kok kak, dia gak playboy” kata Luna lagi, malah membuat Lino tidak enak karena sudah berkata buruk tentang kembarannya, padahal Lino hanya tidak terima jika adiknya menyukai orang lain, dia belum siap.

“A.. aku cuma bercanda kok, gak beneran ngatain Sam” Lino mengoreksi ucapannya

“Kirain beneran, bang Lino kelihatannya serius” kata Sam “Aku kan takuuuut”

Lino berdecak kesal, dia merasa rugi tadi sempat merasa tidak enak padanya, Sam terlalu tengil untuk tidak dijulitin, Lino hanya bisa berdo’a semoga adiknya gak beneran suka sama Sam... karena dua-duanya masih bocah, mau jadi apa kalau mereka berdua pacaran?

.

.

Terpopuler

Comments

Thr!b!

Thr!b!

Jadi kayanya terlalu cepat gak ya?

2024-06-19

0

Dikaa

Dikaa

org2 terlalu baik

2024-02-29

0

seRLy AgusTina

seRLy AgusTina

gua kurang suka sikaf lino pada orang,,,selalu berfikir negatif...😒

2023-04-16

0

lihat semua
Episodes
1 Pemburu rank F
2 Memasuki dungeon tingkat D
3 Mengalahkan anak naga
4 Sistem pemburu dan ruangan ajaib
5 Sesuatu yang tak dapat dikatakan
6 Hukuman membasmi slime
7 Menjual mata naga
8 Membeli apartemen baru
9 Pindah ke apartemen baru
10 Membasmi kawanan goblin
11 Anak kembar yang aneh
12 Apapun untuk adik
13 Kebaikan palsu?
14 Membuat guild tim khusus
15 Pintu dungeon A+
16 Peliharaan baru: Raja Srigala
17 Pengasuh bocah?
18 Tiket gacha level SS
19 Pemburu baru yang suram
20 Membeli sebuah gedung
21 Pintu dungeon level S
22 Putri kerajaan yang diusir
23 Menjadi calon Raja
24 Sam dan Luna
25 Kisah sedih anak kembar
26 Malam yang panjang
27 Mencoba senjata baru
28 Apa yang sebenarnya terjadi?
29 Harta para hantu
30 Saudara yang iri
31 Mimpi yang aneh
32 Kristal hitam
33 Merawat Luna yang sakit
34 Mimpi atau nyata?
35 Menjinakkan para kristal
36 Sihir hitam yang tidak terkendali
37 Di bawah sinar rembulan
38 Jangan makan sembarangan
39 Calon raja iblis?
40 Kristal biru, Angkasa
41 Kembar lima?
42 Kristal jingga yang hilang
43 Cerita tentang lima kristal
44 Yang sebenarnya terjadi
45 Dunia lain, Ardez
46 Nama baru untuk guild
47 Pintu dungeon di dalam laut
48 Kalian hidup lagi, tapi kami tidak
49 Putri duyung, Mutiara
50 Jika semuanya telah berakhir
51 Visual tokoh
52 Panen bunga mawar
53 Orang-orang tidak tau diri
54 Rubah putih licik
55 Hutan para elf
56 Menyelamatkan gadis dari naga
57 Rahasia masing-masing
58 Terasa familiar
59 Menghilangkan pengaruh buruk
60 Membuka gerbang wilayah iblis
61 Toko 'Aneka Jamur'
62 Pembicaraan dengan Raja Iblis
63 Persik putih yang familiar
64 Mengunjungi hutan peri
65 Bertemu teman lama
66 Bocah laki-laki yang kesepian
67 Dua mansion besar
68 Cerita yang membingungkan
69 Membuka kembali mansion besar
70 Membuka kotak kaca
71 Bertemu keluarga
72 Menceritakan yang sesungguhnya
73 Sama sama tertipu
74 Pada akhirnya...
75 Udah END
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Pemburu rank F
2
Memasuki dungeon tingkat D
3
Mengalahkan anak naga
4
Sistem pemburu dan ruangan ajaib
5
Sesuatu yang tak dapat dikatakan
6
Hukuman membasmi slime
7
Menjual mata naga
8
Membeli apartemen baru
9
Pindah ke apartemen baru
10
Membasmi kawanan goblin
11
Anak kembar yang aneh
12
Apapun untuk adik
13
Kebaikan palsu?
14
Membuat guild tim khusus
15
Pintu dungeon A+
16
Peliharaan baru: Raja Srigala
17
Pengasuh bocah?
18
Tiket gacha level SS
19
Pemburu baru yang suram
20
Membeli sebuah gedung
21
Pintu dungeon level S
22
Putri kerajaan yang diusir
23
Menjadi calon Raja
24
Sam dan Luna
25
Kisah sedih anak kembar
26
Malam yang panjang
27
Mencoba senjata baru
28
Apa yang sebenarnya terjadi?
29
Harta para hantu
30
Saudara yang iri
31
Mimpi yang aneh
32
Kristal hitam
33
Merawat Luna yang sakit
34
Mimpi atau nyata?
35
Menjinakkan para kristal
36
Sihir hitam yang tidak terkendali
37
Di bawah sinar rembulan
38
Jangan makan sembarangan
39
Calon raja iblis?
40
Kristal biru, Angkasa
41
Kembar lima?
42
Kristal jingga yang hilang
43
Cerita tentang lima kristal
44
Yang sebenarnya terjadi
45
Dunia lain, Ardez
46
Nama baru untuk guild
47
Pintu dungeon di dalam laut
48
Kalian hidup lagi, tapi kami tidak
49
Putri duyung, Mutiara
50
Jika semuanya telah berakhir
51
Visual tokoh
52
Panen bunga mawar
53
Orang-orang tidak tau diri
54
Rubah putih licik
55
Hutan para elf
56
Menyelamatkan gadis dari naga
57
Rahasia masing-masing
58
Terasa familiar
59
Menghilangkan pengaruh buruk
60
Membuka gerbang wilayah iblis
61
Toko 'Aneka Jamur'
62
Pembicaraan dengan Raja Iblis
63
Persik putih yang familiar
64
Mengunjungi hutan peri
65
Bertemu teman lama
66
Bocah laki-laki yang kesepian
67
Dua mansion besar
68
Cerita yang membingungkan
69
Membuka kembali mansion besar
70
Membuka kotak kaca
71
Bertemu keluarga
72
Menceritakan yang sesungguhnya
73
Sama sama tertipu
74
Pada akhirnya...
75
Udah END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!