.
.
Lino mengunjungi toko baju terbesar yang ada di kota ini, di toko ini terdapat banyak baju-baju mulai dari menengah ke atas, tidak hanya menjual baju wanita, toko ini juga menjual baju-baju pria juga anak-anak. Makanya tak heran jika setiap hari pengunjungnya bisa puluhan
hingga ratusan.
Pegawainya juga sangat banyak, mungkin saking sibuknya tidak ada yang melayani Lino, mungkin juga Lino invisible di mata mereka, terserah saja... Lino bisa mencari bajunya sendiri.
Seksi baju pria ternyata tidak terlalu ramai, jadi pegawai disini tidak sebanyak di bagian wanita dan anak-anak, meski begitu mereka semua juga sibuk melayani pelanggan yang lain.
Ada seorang pegawai yang melirik Lino, Lino bahkan bisa mendengar pegawai itu mencibir “Ganteng doang, tapi kucel.. paling cuma beli satu potong”
Lino hanya bisa sabar dan fokus memilih baju yang menurutnya bagus.
“Kayaknya ini bagus master” Hanna menjukkan sebuah baju aneh namun harganya mahal, Lino menggeleng pelan “Tidak, ku rasa itu tidak cocok untukku, aku hanya ingin baju yang simple saja”
Hannapun cemberut lalu mengembalikan baju itu ke tempat semula “Padahal menurutku itu cocok untuk master..”
Lino menghela nafas kemudian tersenyum kecil “Baiklah, kita beli baju itu”
Hannapun senang mendengarnya, dia kembali meraih baju itu lalu memilihkan baju yang lainnya.
“Hanna.. energi sihirmu ada berapa?”
“Hmm? Sekitar 170 juta kalau tidak salah, aku ini monster bangsawan tingkat SSS” bisik Hanna, yang mau tak mau membuat Lino shock di tempatnya, rupanya Hanna tidak main-main saat mengatakan dirinya jauh lebih kuat dari Lino, pantas saja dia bisa keluar masuk cincin seenaknya.
Tapi Lino senang juga, karena meski Hanna jauh lebih kuat, tapi dia mau menuruti perintah Lino dan setia padanya.
Sepertinya Job Lino sebagai penjinak monster memang tidak main-main ya?
“Ada yang bisa di bantu tuan?” seorang pegawai magang menghampiri Lino dengan senyuman yang ramah.
“Aku sedang memilih baju-baju untuk dipakai sehari-hari dan juga untuk keluar, kau punya usulan? Aku bisa membeli apa saja” kata Lino.
Pegawai magang itu melihat semua pilihan baju yang dibawa Lino dan Hanna, melihat mereka memilih tanpa melihat harga, pegawai magang itu terlihat senang, karena mungkin saja Lino akan memborong baju-baju mahal jadi dia bisa dapat bonus.
“Bo.. boleh saya tau berapa maksimal uang yang bisa anda keluarkan? Ini untuk jaga-jaga agar –”
“Mungkin satu miliar saja lah, aku tidak boleh menghamburkan uang soalnya, kau tau kan kebutuhan sekarang juga banyak”
Pegawai magang itu shock mendengar uang satu miliar adalah uang yang dapat dipakai, dan jugafakta bahwa sebenarnya pelanggan didepannya ini memiliki uang lebih dari itu. Dia jadi heran kenapa pegawai lain tak mau melayaninya, mereka rugi besar!
“Kalau begitu, bagaimana jika saya antar ke tempat pakaian yang lebih berkualitas?”
“Maksudmu yang merek terkenal begitu? Aku tidak terlalu mengerti, tapi aku penasaran, ayo kesana”
Jawaban Lino barusan membuat pegawai magang begitu bahagia.
Pada akhirnya Lino membeli beberapa potong baju, sepatu, ikat pinggang, kaos kaki... sampai handuk baru. Dia memborong semuanya, tak lupa dia juga membelikan beberapa baju yang cantik untuk Hanna dan Felly.
Lino tentu saja menyimpan semua barang di kotak penyimpanan, biar tidak capek. Setelah makan siang sebentar di suatu rumah makan yang penjualnya ramah serta makanannya enak, Lino dan Hanna lanjut belanja lagi, namun kali ini belanja bulanan.
Setelah belanja banyak, mereka kembali ke apartemen sudah jam tiga sore.
“Capek banget...”
Sambil istirahat, Lino memeriksa lagi panel statusnya
--*--
Nama: Marcelino Dirga
Umur: 19 tahun
Julukan: pembunuh naga
Level: 4
Energi Sihir: 132
--STATUS--
Kekuatan: 50/100
Kecepatan: 55/100
Kecerdasan: 65/100
Penampilan: 80/100
--*--
Dia kecewa karena perubahan statusnya sedikit sekali, tidak seperti saat setelah melawan slime yang perubahannya langsung drastis.
Kemudian Lino memeriksa menu yang ada disana, karena selain menu status, penyimpanan dan gerbang, ada pula menu-menu lain.
[Status] [Misi] [Toko] [Penyimpanan] [Gerbang] [Info]
Lino memilih menu Misi.
Terdapat menu lain lagi yaitu [Misi Harian] [Misi khusus] [Misi Tersembunyi]
Lino memilih menu misi harian dan keluar pemberitahuan seperti ini.
--*--
Anda telah menyelesaikan misi harian, hadiah tiket gacha dapat diambil [Ambil]
--*--
Gacha? Itu bukannya seperti undian yang bisa mendapatkan barang secara acak itu? Lino pun memilih pilihan Ambil. Dia mendapatkan tiket gacha tingkat A.
Dia harus pergi ke menu toko untuk menggunakan tiket tersebut.
Lino memberi tiket dan gacha pun berputar, dia saat ini sedikit gugup, karena tiketnya tingkat A dia berharap mendapat barang yang bagus dan berguna untuknya.
[Selamat! Anda mendapatkan pisau putih langka!]
Sebuah pisau berwarna putih tergeletak di meja di depannya, pisau itu terlihat hebat dan berkilauan, di pegangannya yang juga berwarna putih terdapat hiasan batu-batu safir yang indah.
Sudah seperti pisau tingkat S! Tapi karena tiketnya A pasti pisau ini hanya tingkat A juga.
Tapi, tingkat A itu sudah sangat luar biasa, kalau membeli di toko asosiasi atau toko online khusus pemburu pasti harganya bisa mencapai miliaran.
“Aku ingin mencoba pisau ini” gumam Lino sambil memperhatikan pisaunya dengan seksama.
[Anda bisa memilih misi khusus yang cocok untuk anda]
Melihat saran dari sistem tersebut, Lino pun kembali ke menu Misi dan memilih menu misi khusus.
Ada berbagai misi yang dapat di pilih Lino dengan bebas, misinya juga bermacam-macam mulai dari memburu monster tingkat rendah sampai tingkat tinggi, hadiahnya juga akan disesuaikan dengan tingkat kesulitan.
Bahkan misi memburu slime seperti hukuman
Lino kemarin juga ada. Jika saja bukan hukuman, Lino akan mendapatkan satu juta koin untuk membasmi semua slime tersebut. Tapi karena hukuman, maka sistem hanya memberi pistol untuk hadiah.
Tidak apa, karena pistol itu sendiri sangat hebat dan luar biasa baginya.
Ngomong-ngomong koin dapat digunakan untuk membeli apa saja di toko sistem. Lino sendiri belum punya koin sama sekali.
Tapi karena kemarin sudah slime, Lino ingin yang lain saja. Misi dengan monster paling rendah yang ada hanya membasmi kawanan goblin, dan kali ini ada Raja goblinnya.
Lino tersenyum “Hanna! Aku akan membasmi goblin, kau disini saja jaga rumah ya?” teriak Lino, Hannapun keluar dari dapur dengan membawa sepotong cheese cake, di mulutnya juga sedang mengunyah cheese cake.
“Heh, jangan habiskan kuenya! Jatahmu hanya tiga potong, lebih dari itu kau akan dihukum!” kata Lino, meski dia sendiri tidak tau hukuman apa yang bisa ia beri pada monster tingkat tinggi macam Hanna.
“Siap master!” jawab Hanna setelah menelan kue di mulutnya “Aku akan menjaga rumah, tapi kalau master sedang bahaya, aku akan segera menolong master”
“Apa kawanan goblin sangat kuat?” tanya Lino, dia jadi sedikit ragu.
Hanna menggeleng “Kalau dibandingkan dengan level master saat ini membunuh goblin tidak akan sulit, ku rasa... tapi, jika untuk raja goblin, sepertinya akan sedikit sulit. Tapi karena aku adalah milik master, jadi aku bisa membantu master mengerjakan misi jika master sudah terdesak”
“Ah begitu.. aku jadi lega karena bisa minta bantuanmu, tapi untuk saat ini aku akan berjuang sendiri dan meningkatkan kemampuanku sendiri, agar aku bisa jadi master yang lebih kuat darimu”
“Selamat berjuang master!”
Cahaya putih kembali menyelimuti Lino, hingga saat cahaya itu hilang dan Lino bisa membuka matanya, dia sudah berada di tempat lain.
Tempat ini seperti di dalam hutan, tapi tidak mencekam dan malah hari masih siang dan begitu cerah.
Lino tiba-tiba memasang sikap waspada saat telinganya bisa menangkap suara-suara yang keluar dari dalam gua. Sepertinya gua itu adalah sarang dari goblin yang harus Lino kalahkan.
Layar sistemnya kini berubah menjadi seperti peta, yang memberitahukan dimana saja semua goblin itu berada, dan sepertinya jumlah mereka banyak sekali.
Lino ingat satu hal yang tidak boleh dilakukan saat melawan goblin, yaitu mereka memiliki core di tengah dadanya, jadi kalau bisa tidak menghujam dada mereka. Cara cepat untuk membunuh mereka adalah dengan memotong lehernya langsung, atau kalau punya sihir api, bisa bakar saja tubuh mereka. Jika dibakar tubuh mereka akan meleleh dan core akan tetap utuh.
Itu yang Lino ingat dari buku panduan mengalahkan monster. Sepertinya Lino harus sering-sering membaca itu lagi, dia tidak bisa mengandalkan ingatan karena bisa saja cepat pudar, namanya juga manusia kan.
Oke, tenang Lino... jangan gugup, kau bisa melakukan ini.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Thr!b!
Cukup bagus /Good/
2024-06-19
0
Lee_Nanash
serasa baca anime tapi baru inget ini novel /Speechless/
2024-04-24
0
Gamer Girl Cool
anjirr gue baru baca novel ini dan ingat coc. misi utama temu goblin😂
2022-04-02
1