Menyinggung Banyak Pihak

Karena sudah terlanjur dijadikan tameng oleh Elisa Haryono, kenapa aku tak mengerjai dia juga. Sekalian ingin menyombongkan diri pada Saga yang tampak senang melihatku dimusuhi oleh Aditya Sadikin.

“Siapa dia sayang!” Aku merangkul pundak Elisa dan berbisik di telinganya, tetapi tetap terdengar oleh mereka.

Aku melakukan adegan seperti ini, karena teringat dengan komik-komik China, kalau pengalaman sendiri mah aku tak pernah sedekat ini dengan wanita. Saat menjadi tunangan Sarah dulu, palingan pegangan tangan saja.

“Zul!” Elisa terkejut, tindakanku itu malah membuat runyam hubungan mereka, karena wajah Aditya tampak memerah seperti cabai. “A-apa yang kau katakan?” Dia berusaha memperbaiki situasi, tetapi sudah terlambat.

Tak ada bisa bermain-main dengan Dukun Zul, untung saja tidak kusantet seperti monster laba-laba di Rimba Panti dulu. Namun, tumbal santet sangat mahal, satu miliar, ***. Bikin miskin seketika kalau menggunakan item itu.

“Apa yang kukatakan?” Aku pura-pura bingung. “Bukannya kita akan bersenang-senang setelah acara ini. Apakah kamu belum memesan kamar hotel buat kita?”

Elisa mendorong tubuhku, “Kau pikir aku wanita murahan. Maaf Dukun Zul, aku hanya ingin bercanda denganmu,” makinya.

Aditya yang merupakan Pemburu Level 90, tetapi tidak bergabung dengan Guild manapun, karena ia hanya memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk menaikkan Level itu, langsung menyerangku.

“Perisai!”

Aku menjentikkan jari, karena sudah mengantisipasi hal seperti ini. Namun, lagi-lagi kok harga tumbal itemnya malah naik. Aku harus mengeluarkan biaya 30 Koin Emas, hanya untuk item sekali pakai.

Untuk menjadi sombong itu ternyata sangat mahal, beberapa hari kedepan, aku harus mencari Pintu Dunia Bawah lagi, karena dalam sehari ini saja aku sudah mengeluarkan biaya hampir satu miliar. Mulai membeli mobil dan item-item ampas ini.

“Kenapa bisa?” Aditya terkejut, ia malah terpental saat akan menebasku dengan Pedang Api yang berkobar.

“Cih, dasar sampah!” Aku menatap jijik Aditya dan menoleh ke arah Elisa. “Kau telah membohongiku, bagaimana caramu untuk membayar kompensasi ini. Jangan sampai kau menyesal kemudian. Aku bukanlah orang yang mudah ditindas, keluarga Haryono tak akan bisa melindungmu terus. Jangan mereka, Mafia Banteng88 saja kutendang!” ejekku menatap Saga yang melotot menatapku.

Elisa tampak gemetaran, ia telah menonton live streamingku saat menaklukkan Dark Elf dan sedang ramai dibahas di komunitas online, belum lagi aku memiliki kekuatan sihir Teleportasi juga. Tentu aku dengan mudah menemukannya, ke manapun ia kabur.

“Dukun Zul maafkan aku. Tolong selain meniduriku, aku akan melakukan apapun.” Elisa memohon padaku.

Aku menyeringai dan melirik Saga, aku tak menyangka akan mendapatkan keuntungan dari kelakuan Elisa ini.

“Aku ingin kau menjadi asisten Sarah selama setahun dan jangan biarkan ia dekat dengan laki-laki manapun, termasuk dengan tunangannya, Saga!”

Bak disambar petir, semuanya terkejut. Mereka belum membaca berita online terbaru, kalau Sarah adalah mantan tunanganku.

“Apa dia sudah gila menyinggung Pemburu Saga?”

“Tunggu lihat ini!” Salah satu anak konglomerat mendapat kiriman pesan dari rekannya. “Sarah adalah mantan tunangan Dukun, Zul. Namun, kenapa ia malah berusaha memisahkan mereka? Apakah ia masih cinta dengan Sarah?”

Mereka berbisik-bisik, setelah mengetahui kebenaran itu.

“Ayo tentukan pilihanmu, Penjaga keamanan segera ke sini, setelah keributan yang dibuat pacar bodohmu itu.” Aku meledek Aditya.

“Baik Dukun Zul,” sahut Elisa segera, karena aku juga memunculkan kobaran api di tanganku. Lagi-lagi aku harus mengeluarkan 20 Koin emas untuk pamer kekuatan. Dia kemudian menatap Saga dan berkata, “Tuan Saga, tolong jangan persulit aku. Demi kerjasama perusahaan ayahku dengan Guild Harimau Andalas, Aku akan meminjam calon tunanganmu setahun ini. Mungkin pertunangan kalian diundur dulu sementara.”

Saga menatapku, ia tak membantah ucapan Elisa. Karena tak mungkin ia menyinggung anak orang terkaya kedua di Indonesia. Apalagi item buruan Guild Harimau Andalas, sebagian besar dijual ke Perusahaan milik Haryono.

“Kau telah menyinggungku, hati-hatilah di masa depan. Ingat kau juga memiliki keluarga di kampung,” ancam Saga.

Aku terkejut dan hampir marah dengan ancamannya itu. Namun, aku segera menenangkan diri. Dalam situasi ini, aku harus tampak tetap tenang.

“Ooh, aku akan melihat apakah kau mampu melakukannya. Sehelai benang rambut keluargaku kamu sentuh, maka ini akibatnya!” Aku mengancam balik dengan membeli item Gravitasi sebesar 50 Koin emas, membuat Saga berlutut di lantai. Dia seperti ditimpa oleh batu besar saja, sehingga berteriak kesakitan. Namun, tiba-tiba muncul Pemburu Level 100 yang dapat menghilangkan item Gravitasi itu.

“Kau keterlaluan anak muda!” ancamnya dengan mata melotot. “Jangan main-main dengan Guild Harimau Andalas! Ketahui kedudukanmu.” Dia berjalan mendekatiku dengan Aura pembunuh yang sangat kuat.

“Siapa dia? Aku baru tahu ada Pemburu Level 100 lain di Guild Harimau Andalas, selain ayah Saga,” gumamku tersenyum lebar—tetap tak menunjukkan rasa takut padanya. “Seharusnya Anda memperingati tuan Anda, untuk jangan bermain-main denganku. Kalau tidak tidurnya tak akan nyenyak mulai sekarang.” Aku langsung menghilang dengan item Teleportasi, karena Pemburu Level 100 itu belum sanggup kulawan, dia terlalu kuat.

Acara yang seharusnya meriah itu menjadi heboh dengan keributan itu. Para pejabat pemerintah dan petinggi militer hanya menonton saja, mereka tak bertindak apapun dan membiarkan Guild Harimau Andalas menyelesaikannya, karena mereka yang mempunyai Hotel AnH ini.

Elisa tetap memilih mengikuti Sarah, sehingga Saga tak bisa melancarkan aksinya untuk meniduri Sarah malam ini. Hubungan antara Elisa dengan Aditya juga tak ada kepastiannya, karena ia lebih takut dengan ancamanku.

Aku muncul di dalam mobil dobel kabin Nissan Navara di parkiran Hotel AnH. Aku tak menyangka akan serunyam ini permasalahan yang kutimbulkan. Bahkan aku telah mengusik banyak pihak sekaligus.

Aku harus membeli banyak item Teleportasi dan pertahanan untuk keluargaku. Masih ada sisa 1000 Koin Emas di inventoriku. Itu kalau diakumulasikan menjadi rupiah, sekitar seratus juta. Lumayanlah, itu berkat panen raya di Pintu Dunia Bawah di Monas tadi.

Untuk sekarang kembali ke rusunawa dulu dan besok pagi pulang kampung. Aku yakin Saga akan bergerak cepat dan membahayakan keluargaku.

Hmm ... ada pesan kosong dari Farhan. Ada apa, ya? Bukannya dia pergi ke Kalimantan. Apa terjadi masalah di sana?—Aku langsung menggunakan video call melalui Layar Virtualku, agar terlihat jelas apa yang ia lakukan di sana.

“Kau terkenal sekarang, kampret!” umpatnya begitu melihatku melalui Layar Virtual.

“Woi, bisa dijaga tidak mulut itu?” Untung aku telah terbiasa dengan ucapannya yang ceplas-ceplos itu. “Cepat katakan, kau mau apa? Aku sedang menyetir mobil, nih. Nanti, aku ditilang Polisi,” kataku langsung ke poin utama.

“Ah, tak asik lu. Datanglah ke sini, kami menemukan Pintu Dunia Bawah Level Maksimum yang ternyata berkamuflase menjadi Pintu Dunia Bawah Level menengah. Untung saja, kami menyadari saat melawan Monster Level 80 dan belum ada tanda-tanda Bos Monster akan muncul. Dari pada mengambil resiko berbahaya, kami memilih mundur,” kata Farhan menjelaskan situasinya.

“Nanti aku menyinggung pihak lain lagi. Aku sudah bermasalah dengan beberapa konglomerat, nih!” Aku ragu mengambil misi itu, karena takut menyinggung Guild Asosiasi Pemburu Mahakam yang lebih mendominasi wilayah Kalimantan.

“Cemen lu kampret! Masa lawan Guild itu kau takut, sedangkan melawan Mafia yang lebih berbahaya kau tak takut!” ejek Farhan.

“Ah, baiklah! Tunggu besok pagi, aku akan ke sana setelah pulang dari kampung!” Aku malah terpancing dengan umpannya.

“Okeh bro,” sahut Farhan senang. “Eh, tunggu kau mau ke kampung dulu, kapan sampai ke sini. Dari Padang ke Pasaman saja butuh waktu enam jam cuk—”

“Sudah jangan tanya-tanya lagi, mau pakai apa aku ke sana. Mungkin aku akan sewa Jet tempur TNI AU dan terjun di Hutan Rimba Panti.” Aku menyela ucapannya dan langsung mematikan video call kami.

Ah, mudah-mudahan aku tak menyinggung banyak pihak lagi. Aku menyadari, bahwa terlalu merasa sok kuat itu berbahaya juga. Walaupun ada Sistem Dukun yang membantuku, tetapi butuh banyak Koin Emas juga untuk menggunakannya.

Terpopuler

Comments

shadow life

shadow life

yes

2022-07-12

0

Wawan Nugroho

Wawan Nugroho

ancen terlalu banyak gaya. poinnya aja masih dikit. kalau udah unlimited seh gpp. 😂😂

2022-01-09

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Asyiek...

2021-11-15

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!