“Berakhir sudah nasibmu Dukun Zul,” ejek salah satu anggota Pemburu Guild Harimau Andalas, melihat Pemburu menjengkelkan itu tak ada lagi di sana.
“Hahaha ... anak kemarin sore ingin gagah-gagahan dihadapan Harimau, ya, beginilah jadinya,” kata Saga—puas ayahnya langsung bertindak dan dia juga terkejut mendengar nama Dukun Zul, yang dikatakan oleh anak buah ayahnya. “Apakah namanya Dukun Zul? Aku tak pernah mendengar nama itu, apalagi Sihir petirnya sudah di tahap sempurna.”
“Tuan muda, kamu menyindirku, ya?” Hotaru tersinggung mendengarnya.
“Memang kenyataannya begitu, kok. Dia bisa mengimbangi pencapaian kita dalam berburu monster,” sela Nathan.
“Apakah dia bang, Zul. Kenapa ia malah memprovokasi Guild Harimau Andalas?” Tubuh Sarah terasa lemas, ia merasa Pemburu yang dibunuh oleh anggota Guild Harimau Andalas itu adalah Zulkarnain. Apalagi kemarin Maemunah memberitahunya kalau Zul telah pergi ke Jakarta, karena Zul telah menjadi Pemburu juga. “Bang, Zul. Maafkan Aku selalu tak bisa menolongmu,” gumam Sarah menahan air mata yang ingin jatuh dari kelopak matanya.
Setelah bergabung dengan Guild Harimau Andalas, kehidupan Sarah telah berubah. Seluruh kegiatannya diatur oleh Guild Harimau Andalas, mulai dari media sosial, kegiatan sehari-hari dan masalah percintaan.
Mau tak mau ia harus menjalankannya, karena lima tahun lalu, ia dipaksa menandatangani kontrak dengan Guild Harimau Andalas. Kalau tidak mau, ia harus membayar biaya Pelatihan satu milyar saat itu juga, padahal ia belum bergabung dengan Guild manapun saat itu.
Sejak saat itu Sarah melupakan Zul dari kehidupannya, hingga mereka dipertemukan lagi di SPBU, Rimba Panti beberapa hari yang lalu, walaupun berakhir Zul dihajar habis-habisan oleh Saga dan yang lainnya.
Sarah merasa bersalah, karena tak bisa berbuat apa-apa dan ia mencari keberadaan orang tua Zul, saat mereka singgah di Lubuk Sikaping. Dia kemudian memberikan bantuan modal usaha untuk mereka. Dia berharap Zul juga bisa memulai hidup baru dengan uang itu, tetapi ia tak menyangka Zul malah marah-marah saat mengetahuinya dan mengatakan jangan mengasihi mereka lagi, karena Zul mampu untuk membiayai hidup mereka.
“Sarah! Kau tidak apa-apa?” tanya Annisa melihat Sarah melamun, tak seperti biasanya. Padahal biasanya ia selalu tersenyum dan tampak elegan saat bertarung melawan monster. Namun, saat kemunculan Pemburu Dukun Zul tadi, Sarah tampak tertekan dan pendiam.
Sarah memaksakan diri tersenyum, “Aku tak apa Annisa. Aku hanya heran dengan Dukun Zul itu, kenapa ia nekad mencari masalah dengan kita, ya?” sahut Sarah.
“Kasihan sekali, padahal masa depannya sebagai Pemburu akan cerah, kalau tidak mencari masalah dengan kita,” bisik Annisa.
Sarah mengangguk dan heran melihat ayah Saga tampak memperhatikan bekas posisi berdiri terakhir Dukun Zul.
“Dia selamat! Entah bagaimana caranya dia kabur,” kata Pemimpin Guild Harimau Andalas itu. “Rangga! Selidiki siapa Pemburu Dukun Zul itu, aku mau nanti malam sudah diketahui identitasnya. Jangan sampai mafia lain merekrutnya, sepertinya ia memiliki masalah dengan kita. Sebelum masalah ini makin rumit, kita harus menyingkirkannya.”
Semuanya terkejut mendengarnya, padahal mereka telah senang dengan kematian Dukun Zul, apalagi ia mengetahui rahasia kelam Guild Harimau Andalas saat ini.
“Kami akan menyelidiki siapa Dukun Zul ini, Ketua,” sahut Rangga segera keluar lebih dulu bersama beberapa anggota Guild Harimau Andalas lainnya.
“Bagaimana ini ayah? Apakah kami tetap konferensi pers mengklaim kemenangan ini,” kata Saga panik popularitasnya akan turun, karena saat ini namanya sedang dipuja-puja seantero negeri.
“Tentu saja, kalian tetap melakukannya seperti biasa. Masalah Dukun Zul ini biar kami yang mengatasi, kalau ada kontennya yang menjelekkan kita; aku akan meminta Kominfo memblokirnya,” sahut ayah Saga menenangkannya. “Baiklah kalian jangan pasang wajah murung begitu, tetap tersenyum dan tunjukkan pada semua orang; kalian adalah Pemburu Top Dunia yang mengalahkan bos monster.”
“Baik Ketua!” sahut mereka—segera meninggalkan ruangan bos monster. Walaupun mereka telah memenangkan pertarungan melawan bos monster, tetapi hati mereka tetap tak tenang—selama Dukun Zul masih hidup, yang menggenggam rahasia mereka.
***
Aku menerima pesan di Layar Virtualku, karena penasaran; langsung saja kuklik dan ternyata adalah sebuah undangan makan malam dari Gubernur DKI Jakarta di Hotel AnH, yang merupakan salah satu hotel termegah di dunia milik Guild Harimau Andalas.
Ini merupakan kabar gembira dan sekaligus jebakan yang menakutkan. Bisa saja nanti makanan atau minumanku diracuni. Ah, kenapa aku jadi berpikiran aneh-aneh. Justru bagus menjalin hubungan baik dengan pemerintah, walaupun banyak serigala berbulu domba di sana.
Ya, sudahlah. Aku pergi saja, tetapi—pertama-tama beli pakaian baru dulu di online shop, Aku harus berpenampilan menarik dan tampan. Cie, sejak kapan aku percaya diri begini hehehe ... memang kalau banyak duit itu, pikiran itu bawaannya tenang. Apa-apa bisa didapatkan, kecuali kekasih yang mesti harus diperjuangkan dulu. Namun, untuk saat ini, jangan dipikirkan dulu ke sana, karena setelah Aku menjadi Pemburu terkaya di Indonesia, maka artis-artis atau personel girlband pasti mau denganku.
Itu adalah impian pria jones sepertiku, yang mengharapkan bulan digenggam, walaupun tahu itu akan mustahil.
Karena tak ada kerjaan lagi, aku membuka Layar Virtualku dan melihat berita hari ini. Berita utamanya adalah tentu saja tentang YuoTuber Pemburu pendatang baru, dengan Level yang baru Level 25 mampu mengalahkan monster Level 90. Namun, mereka tak tahu aku kini sudah di Level 30, naik dua Level setelah keluar dari Pintu Dunia Bawah yang berada di Monas itu.
Berita lain yang cukup heboh adalah pencapaian tim Pemburu Guild Harimau Andalas yang berhasil mengalahkan bos monster, sehingga Pintu Dunia Bawah yang ada di Monas itu ditutup dengan cepat; bisa dikatakan pencapaian tim Pemburu Guild Harimau Andalas itu adalah rekor tercepat dalam menutup Pintu Dunia Bawah Level Maksimum.
Tak ada hal menarik berita hari ini, dan acara yang diadakan oleh Gubernur DKI Jakarta sepertinya adalah acara tertutup. Karena belum ada media massa yang memberitakannya.
Sekarang masih sore, sementara Aku baru teringat, kalau aku tak memiliki kendaraan. Mungkin membeli sepeda motor adalah pilihan yang tepat, atau beli mobil saja, agar tak kepanasan dan bisa dibawa keluar daerah.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya aku memilih mobil dobel kabin Nissan Navara seharga 500 juta rupiah. Harga yang cukup mahal, tetapi aku tak terlalu perhitungan, karena hasil hari ini lumayan besar. Lagi pula mobil ini juga berfungsi sebagai akomodasiku juga agar tak kesulitan mencari tumpangan saat menuju Pintu Dunia Bawah.
Melalui pembayaran via transfer Koin Emas, mobil dobel kabin Nissan Navara langsung diantar oleh pihak dealer mobil ke rusunawa, sehingga malam ini aku langsung memakainya menuju Hotel AnH.
...~Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
merah jambu
toppp
2022-02-22
0
Mery hakim (Hiatus)
keren Bang,berasa nonton film Mafia
2021-12-06
0
👑Arsy Al'Fazza 🌿
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
2021-12-06
1