Aku membuka website Jakarta Black Market untuk mencari tiket ilegal memasuki Pintu Dunia Bawah, karena menurut Farhan; mafia menjual tiket ilegal di sana, tetapi bayarannya lumayan tinggi. Namun, tak apalah, karena Aku tak memiliki Guild—sebab perorangan tak akan dibolehkan oleh pemerintah memasuki Pintu Dunia Bawah.
Kristal monster laba-laba milikku juga sudah terjual 120.000.000 Rupiah, seperti kata Farhan, aku melelangnya dan dimenangkan oleh mafia Banteng88.
Pagi ini kota Jakarta sedang heboh, muncul Pintu Dunia Bawah tepat di Monumen Nasional (Monas), menurut perkiraan para pengamat anomali Pintu Dunia Bawah dari universitas terkemuka: “Pintu Dunia Bawah yang muncul di Monas adalah Level Maksimum, sehingga disarankan minimal Pemburu Level 75 yang boleh memasukinya.”
Banyak Pemburu di bawah Level 75 yang tak puas dengan usulan itu. Namun, pemerintah mengikuti instruksi pengamat itu.
Mafia sangat senang dengan pengetatan itu, sehingga mereka dapat menjual tiket dengan harga tinggi. Aku saja harus membayar 50 Koin Emas atau setara 5.000.000 Rupiah dari mafia Setan76 dan wajib menjual beberapa item juga pada mereka, bila mendapatkan item saat memasuki Pintu Dunia Bawah.
“Aku tak mau, bila diriku dimadu!” nada dering smartphone milikku berbunyi.
Kini aku telah membeli smartphone, karena terlalu besar dan mencolok saat membuka Layar Virtual. Orang lain juga bisa melihat statusku, jadi takut nanti, malah mengundang tindakan kriminal dari orang yang melihatnya.
“Halo Farhan! Napa lu menelpon gua!” Aku menjawab telepon darinya.
“Woi, kampret!—Baru sehari di Jakarta sudah pakai bahasa gaul saja kau,” sahutnya dengan kesal. “Aku hanya nanya, kau tidak ikut masuk ke pintu dunia bawah yang di Monas, kan, Zul?”
“Tentu saja Aku masuk. Kapan lagi menemukan pintu dunia bawah yang dekat dari sini, walaupun tiket ilegalnya cuku mahal, sih.”
“Gila, kau Zul. Sudah jelas itu Pintu dunia bawah Level Maksimum, tetap nekad masuk ke sana. Bisa apa Pemburu Level 25 sepertimu, mendingan kau jual dah, tiket ilegal milikmu itu. Nanti, aku carikan Pintu dunia bawah Level rendah—”
“Kau meremehkan Aku, Han?—Apa kau tak melihat Kristal monters laba-laba Level 80 kemarin. Apa itu belum cukup membuktikan, kalau aku bisa melawan monster Level tinggi?” Aku menyela ucapan Farhan. “Aku tahu kau khawatir padaku, terimakasih. Namun, lihatlah besok; aku akan membawa barang bagus dari sana hehehe ....”
“Terserah kau dah, mungkin otakmu sudah miring; semoga kau keluar dengan utuh dari sana. Dadah!” Farhan lansung mematikan teleponnya.
Aku memperhatikan sekitarku, ada ribuan Pemburu dari berbagai Guild Pemburu memadati halaman depan Pintu dunia bawah. Entah tempat seperti apa di dalam sana, karena ini adalah pengalaman pertamaku, walaupun aku juga sering menonton live streaming Pemburu profesional.
Wah, Aku kepikiran untuk membuat Chanel YouTube, agar bisa juga live streaming. Mungkin aku bisa seterkenal YouTuber Attack Lighting dari Jerman itu.
Pertama-tama buat aku dulu, namanya apa, ya?
Aku berpikir cukup lama, mungkin “Dukun Zul” adalah nama yang bagus, “hehehe ....” Aku tertawa terkekeh-kekeh, sehingga beberapa Pemburu menatapku dengan tatapan tajam. Namun, Aku tak peduli dengan mereka—Selama aku memiliki Sistem Dukun, tak akan ada yang bisa mengalahkanku.
Tentara kemudian membuka penghalang dan membiarkan Pemburu top lebih dulu memasuki pintu, tanpa memeriksa tiket mereka. Sungguh diskriminasi sekali, sedangkan Pemburu tanpa Guild harus melalui pengecekan ketat.
“Mana kelompokmu?” tanya Tentara yang memeriksa tiketku, karena lazimnya; berburu monster itu berkelompok, karena setiap Pemburu hanya memiliki satu jenis sihir saja.
“Aku cuma support, melakukan live streaming di dalam,” sahutku sambil memperlihatkan Chanel YouTube milikku yang tak memiliki subscribers itu.
“Ini?” Dia gelang-gelang kepala melihatnya, Level 25 memasuki Pintu dunia bawah hanya untuk melakukan live streaming, sungguh tindakan yang sangat nekad. Namun, ia tak bisa melarangnya, karena aku memiliki tiket masuk. “Hati-hati di dalam, jangan sampai mati. Aku akan menonton channel YouTube milikmu nanti,” katanya lagi.
“Aku nantikan, Pak," sahutku dengan senyum lebar, memasuki Pintu dunia bawah.
Aku langsung di teleportasi ke sebuah tempat gelap. Aku langsung mengambil senter dari inventory, Layar Virtualku dan melihat sekeliling seperti berada dalam gua.
Beberapa suara juga terdengar, mereka juga melakukan tindakan yang sama sepertiku, menyenter ke segala arah.
Aku melihat ada sebuah tuas di sebelahku dan menyentuhnya, tiba-tiba ... obor-obor yang terletak di dinding gua menyala semua.
“Wah, jadi terang!”
“Ternyata gua ini sangat luas dan ada tujuh jalur. Kita pilih yang mana?”
“Yang mana sajalah, jalur mana saja itu pasti memiliki hadiah besar.”
Para Pemburu lansung memasuki salah satu jalur, sedangkan aku juga memilih jalur di dekatku.
Di depan sudah ada Pemburu yang bertarung melawan Goblin Level 50, jadi mereka dengan mudah membunuhnya.
Aku ketinggalan cukup jauh, mereka tak menyisakan pada bagian belakang, Pemburu yang ada di depan sangat rakus sekali.
Tunggu ....
Aku, kan, belum memiliki peralatan apapun dalam berburu ini. Pertama-tama buka Sistem Dukun.
Layar Virtualku lansung muncul dengan tulisan selamat datang di Sistem Dukun dan katakan impian Anda.
“Aku mau bisa lari seperti kilat, panah petir dan satu set armor level tinggi,” kataku, karena berpikir ini sepertinya sudah cukup untuk langkah awal.
“Lightning Steps (Langkah Kilat) 20 Koin Emas, Panah Petir Pitaloka 20 Koin Emas dan Armor Naga Surgawi (kostum seluruh tubuh berbaju besi dan penutup kepala besi juga) 100 Koin Emas. Jika menyetujui tumbal tersebut, silahkan klik setuju.”
“Apa-apaan Sistem Dukun ini. Mahal sekali, 14 juta hanya dalam sekali pakai saja,” gerutuku. Namun, tetap kusetujui juga tumbal tersebut. Karena aku berada di dalam Pintu dunia bawah Level Maksimum, tak akan mudah menghadapi monster di sini.
Untuk saat ini aku masih memiliki 200 Koin Emas dan bila dikurangi 140 Koin Emas, masih tersisa 60 Koin Emas. Sedangkan hasil penjualan kristal monster kemarin, uangnya dalam bentuk rupiah, sehingga tak bisa dijadikan pembayaran pada Sistem Dukun.
“Lightning Steps!”
Aku langsung mencoba Skill yang diberikan oleh Sistem Dukun.
Wush!
“Apa itu?”
“Apa kau lihat kilatan halilintar tadi?”
“Iya, apakah dia Hotaru dari Jepang yang menjadi anggota Pemburu Guild Harimau Andalas?”
“Bisa jadi, tetapi di mana rekan-rekannya? Mungkin saja ada pengguna sihir Petir yang lain.”
Para Pemburu lansung membicarakan Aku. Bahkan beberapa ada yang sedang live streaming juga, sehingga membuat heboh jagat dunia maya. Di berbagai media sosial, mereka menebak-nebak siapakah yang membuat heboh itu.
Tentara yang mengikuti live streaming yang kubuat di YouTube, segera memberitahu media sosialnya, bahwa yang menggunakan kecepatan seperti kilatan halilintar itu adalah Pemburu Level 25 dan saat ini sedang live streaming di YouTube dengan akun Dukun Zul.
Hanya hitungan menit saja, sudah seratus ribu orang yang menonton live streaming yang kubuat. Beragam komentar pun muncul, untung saja sebelum masuk tadi aku mengenakan masker untuk menutupi identitasku.
...~Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
shadow life
ok
2022-07-11
0
merah jambu
topppp
2022-02-22
0
merah jambu
topppp
2022-02-22
0