“Eh!” Sarah terkejut melihatku tiba-tiba sudah didalam toilet wanita. “Inikan sihir yang Bang Zul gunakan saat kabur di ruangan bos monster tadi.”
Aku tersenyum, “Karena kamu adalah mantan calon istriku dan juga sahabat masa kecilku, belum lagi kamu ada niat baik membantu keluargaku, maka aku akan memberi tahumu tentang rahasia sihirku.”
“Rahasia sihir Bang Zul!”
Sarah terkejut dan hampir berkata dengan suara keras, untung saja aku langsung menutup mulutnya.
“Jangan keras-keras, kalau antek Saga mendengar ini, kau juga akan dalam masalah besar.” Aku mengingatkannya. Namun, entah kenapa wajah Sarah tampak memerah, sehingga aku langsung menjaga jarak dengannya. “Aku sebenarnya mendapatkan Sistem yang bernama Sistem Dukun, saat aku hampir mati kalian gebukin di Rimba Panti. Sistem ini bisa membeli item sihir apa saja, tetapi harus membayar tumbal Koin Emas.”
“Hebat sekali,” sahut Sarah. “Ah, maafkan aku Bang Zul, saat itu Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu,” Dia teringat lagi kejadian yang di Rimba Panti dan wajahnya tampak sedih.
“Sudah lupakan saja!” Aku menyela ucapannya. “Tak mungkin aku balas dendam padamu. Namun, Saga dan temanmu yang telah memukulku, pasti akan kubalas; walaupun kalian sudah menikah nantinya.” Entah kenapa aku menjadi emosional saat membahas mengenai Saga.
“Bang Zul!” Suara Sarah terdengar pelan, tetapi entah apa maksud ucapannya itu, karena sulit bagiku menebak isi hatinya—Sarah terlalu tertutup dan tak jujur padaku. Namun, aku mendiamkan saja, karena tujuanku cuma membantunya saja dan setelah ini, terserah dia mau ngapain lagi.
“Ini item Teleportasi ada dua, gunakan saat terdesak. Aku harus kembali lagi, ke tempat semula, nanti abang-abang Pelayan Hotel AnH menggedor-gedor pintu toilet, gara-gara kelamaan menunggu. Karena aku beralasan sebentar saja, agar ia menungguku.” Item Teleportasi langsung kugunakan dan muncul kembali di toilet lain.
Aku kembali ke ruangan perayaan yang diadakan oleh Gubernur Sulaiman. Sarah juga telah berkumpul dengan Saga, wajahnya tampak lebih cerah, berbeda saat kami bertemu tadi.
Pria berjas hitam yang mengikutiku segera berbisik dengan Saga. Mungkin ia melaporkan aku hanya ke toilet saja, bukan berjumpa dengan Sarah.
Acara ini sangat membosankan, Aku hanya mendengar kata-kata mutiara dari pejabat pemerintah yang memuji tim Saga yang telah menutup Pintu Dunia Bawah.
“Apakah Anda YouTubers Dukun Zul?” Pria gemuk dikawal oleh Pemburu Level 90 mendekatiku.
Aku mengangguk dan melihatnya sekilas.
“Pemburu Level 30, berkonflik dengan tim Saga. Apakah lu tahu, lu telah menyinggung salah satu Mafia besar,” kata Pria gemuk itu lagi dengan senyum lebar.
“Terus?”
Aku tetap cuek saja, karena aku sudah menyadari konsekuensi itu sejak awal saat Aku memprovokasinya tim Saga.
“Hahaha ... nyali lu besar juga, ya.” Dia tertawa terkekeh-kekeh. “Bagaimana lu gabung dengan sindikat gua saja. Harta, keamanan dan wanita secantik apapun akan dengan mudah datang padamu." Pria gemuk itu akhirnya menunjukkan niatnya mendekatiku.
“Aku tak tertarik! Namun, bila kau ingin berbisnis penjualan item denganku. Aku mungkin bisa memikirkannya, itupun kalau harganya lebih manis dari Jakarta Black Market.”
Pria gemuk itu berdiskusi dengan rekannya, sedangkan Aku tetap tenang, karena sikap itu perlu dilakukan agar Aku tak terlihat gampang ditekan oleh kekuatan besar. Justru aku harus menunjukkan sikap mendominasi, agar mereka segan padaku.
“Bagaimana kalau aku berikan harga 5% diatas harga pasar, tetapi kamu harus menjual item hanya pada kami,” kata Pria gemuk itu.
“Hanya pada kalian? Kau kira kau siapa?” ejekku.
“Kau—” Rekannya marah, tetapi Pria gemuk itu melerainya.
“Baiklah kita bekerjasama!” Dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku. “Aku berharap Anda puas berbisnis dengan kami.” Tiba-tiba ia bersikap sopan dan memberikan kartu namanya.
“Reinaldi, anak pertama Bos Mafia Elang Timur.” Aku mengenali nama ini, karena sering membaca artikel mengenai Mafia tanah air yang sering membuat kekacauan.
“Hahaha ... Anda jangan terlalu memujiku tuan Zul. Gua tahu lu Pemburu paling berani, bahkan Mafia Banteng88 saja lu tak takut, apalagi cuma gua yang cuma ganjalan ban di Mafia Elang Timur,” sahut Reinaldi bercanda, tetapi aku tetap diam, sehingga dia ikutan diam. “Ah, tuan Zul, tak bisa diajak bercanda. Gua permisi kalau begitu. Semoga lu makin berjaya hahahaha ....”
Cih, dasar orang aneh. Namun, lumayan juga dia berani menaikkan harga item sebesar 5% dari harga pasar gelap. Kalau begini, aku bisa menjual sisa item yang kuhasilkan dari Pintu Dunia Bawah di Monas tadi.
“Halo tampan!” sapa wanita cantik, melihat outfit yang ia kenakan, sepertinya ia berasal dari keluarga kaya. Wajahnya sangat cantik, seperti selebriti tanah air.
Aku menoleh kanan-kiri dan tak ada orang lain disekitaku.
“Anda mencari saya?" Aku menunjuk diriku sendiri.
“Ya, siapa lagi. Kau ‘kan Dukun Zul yang sedang booming itu,” sahut wanita cantik itu. “Perkenalkan saya Elisa Haryono, gadis biasa saja—yang kebetulan diajak teman-temanku menghadiri undangan Gubernur Sulaiman.”
“Tak usah merendah begitu, aku tahu ayahmu siapa?” selaku. “Haryono, orang terkaya kedua di Indonesia, yang memiliki banyak perusahaan pengolahan item monster menjadi senjata mematikan untuk para Pemburu.” Dia kira aku orang awam apa? mentang-mentang Aku berasal dari kampung.
“Hehehe ... ternyata Dukun Zul hebat juga.” Elisa tertawa dan merangkul tanganku membuat detak jantungku berdegup kencang. “Aku ingin bersenang-senang denganmu!” bisiknya lagi.
Pria normal pasti akan terperangkap dengan godaannya itu. Siapa yang akan menolak ajakan wanita cantik dan berasal dari keluarga terpandang. Namun, Aku merasa ada yang salah dan membeli item pembaca pikiran. Namun, harganya sangat mahal, 50 Koin emas atau setara dengan Lima juta rupiah.
“Nama: Elisa Haryono
Status: Berpacaran dengan Aditya Sadikin
Tujuan: Menggunakanmu sebagai tameng agar Aditya Sadikin cemburu, karena akhir-akhir ini Aditya Sadikin tak menghubunginya.”
Aku terkejut melihat informasi yang diberikan oleh Sistem Dukun. Apalagi Sadikin juga termasuk keluarga konglomerat tanah air, wanita cantik ini benar-benar ingin membuat musuh baru padaku. Padahal masalah Mafia Banteng88 saja belum beres, ini mau nambah lagi.
“Halo semua!” sapa Elisa pada sekumpulan anak-anak muda yang mungkin berasal dari keluarga konglomerat tanah air.
Ruangan perayaan ini memiliki perkumpulan masing-masing, itu terlihat dari keluarga kaya akan berkumpul dengan sesamanya. Sedangkan Pemburu dari Guild juga berkumpul dengan sesamanya, yang apesnya Aku seperti anak sebatang kara saja, tak ada yang mau mendekatiku, kecuali kucing garong ini.
“Zul!”
Saga terkejut melihatku, begitu juga dengan Sarah. Mereka mungkin tak habis pikir, bagaimana Aku bisa begitu akrab dengan Elisa, yang sebenarnya aku juga tak tahu isi hatinya kalau aku tidak menggunakan item pembaca pikiran.
“Elisa!” bentak Pria tampan. “Teganya kamu!” Gelas ditangannya langsung pecah, karena diremasnya dengan kuat.
Saga langsung tersenyum lebar, semua yang di sana juga mengetahui kalau Elisa berpacaran dengan Aditya. Mereka yakin aku akan habis, tak mungkin bisa meninggalkan ruangan ini dengan baik-baik saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
shadow life
yes
2022-07-12
0
Mulyadi Putra
kasi goyang Karawang 😂😂😂😂😂🤣🤣
2022-05-12
0
Jimmy Avolution
Tambah seru....
2021-11-15
0